
Semua keluarga sudah masuk ke dalam rumah menyisakan Yanuar dan Bintang saja yang masih duduk di sofa yang ada di teras. Bintang ingin menanyakan keinginannya nanti apakah akan ikut ke Seoul atau menetap di Jakarta.
Yanuar juga ingin menanyakan perihal kata-kata Bintang semalam. Dia ingin tahu apa yang dimaksud BIntang dengan identitas keluarganya yang sesungguhnya. Yanuar perlu memastikan agar adiknya tak akan tersakiti dengan kenyataan tentang keluarga Narita.
" Aku ingin bertanya apa maksudmu semalam?" tanya Yanuar.
" Baik aku jawab pertanyaan mu dan kau jawab pertanyaan ku." Bintang mencoba bernegosiasi. Yanuar mengangguk toh tak ada salahnya dia menjawab pertanyaan Bintang.
" Keluargaku tidak sesederhana keluarga kalian. Kami adalah keluarga yang bisnisnya sudah bertahan lebih dari 60 tahun. Dan untuk itu tidak sedikit korban yang berjatuhan karena itu. Keluargaku memiliki sekelompok orang yang bekerja untuk kami dan akan menjalankan apapun perintah kami termasuk dengan membunuh orang." Bintang menjeda. Dia melihat mata Yanuar sudah melotot hampir saja keluar.
" Kau tidak perlu khawatir, sampai detik ini aku belum menurunkan perintah membunuh orang, jika kakek dan ayahku sudah. Tanggung jawab keluarga Narita sudah berada dipundak ku sejak aku berusia sepuluh tahun. Kau yang nantinya menjadi suami So Hee juga akan memimpin beberapa orang yang selama ini memang melindungi So Hee dari jauh. Tapi jangan berpikir untuk bisa melawanku karena aku pimpinan mereka." terang Bintang.
Yanuar masih berusaha mencerna apa yang barusan Bintang katakan. Di satu sisi Bulan akan berada di tangan orang yang benar tapi juga bisa mendapat bahaya dari orang yang ingin menghancurkan keluarga Narita. Tapi melihat cinta yang ada pada Bintang untuk Bulan, Yanuar yakin adiknya pasti akan baik-baik saja.
" Sekarang kau jawab pertanyaanku. Apa rencanamu setelah menikahi adikku?" tanya Bintang to the point. Dia tipe orang yang tidak suka bertele-tele.
" Bolehkah jika aku mengajaknya tinggal bersamaku di sini? Aku anak laki-laki, aku punya kewajiban untuk menjaga orang tuaku. Aku Yakin suatu saat nanti kau akan mengajak Bulan kembali ke Jepang jadi bukankah aku yang harus menemani orang tuaku." jawab Yanuar.Diamemang belum siap meninggalkan orang tuanya.
" Baik nanti aku bantu kau menjelaskan pada paman dan bibiku. Tapi jangan sampai aku tahu kau menyakiti adikku." ancam Bintang.
" Kau saja bisa memperlakukan adikku dengan baik, mengapa kau tak bisa memperlakukan seorang wanita yang sudah mengandung anakku." terang Yanuar. Dia memang merasa bersalah pada So Hee, meski belum ada cinta di antara keduanya tapi sekarang ini So Hee sudah mengandung anaknya sudah pasti Yanuar harus memperlakukan dengan baik mengingat banyak anita yang terkadang memilih untuk menggugurkan kandungan itu daripada mempertahankannya.
Tak terasa keduanya mengobrol sampai lupa jika mereka tengah ditunggu oleh keluarga lain di dalam rumah. Bulan sampai sudah makan dua kali saat menunggu dua orang pria yang penting di dalam hidupnya.
__ADS_1
Bunda Dessy pun akhirnya menyusul keluar setelah lebih dari satu jam kedua pria muda tadi tak kunjung masuk. Saat bunda lihat di teras keduanya asyik mengobrol dengan ditemani kopi. Jelas saja betah bahkan sampai upa masuk.
" Kalian ini mau ngobrol di luar sampai kapan? Bulan aja udah makan dua kali lho gara-gara kelamaan nunggu kalian." ujar Bunda. Yanuar dan Bintang sampai kaget mendengar hal itu.
" Kita masuk bunda," ujar Yanuar. Bintang bahkan sampai menghela nafas karena yakin akan mendapat amukan dari istrinya itu.
Benar saja saat Bintang sampai di ruang keluarga Bulan bahkan sudah berdiri sambil berkacak pinggang siap untuk marah.Jika sudah begini Bintang harus mengeluarkan jurus jitu agar sang istri tak jadi marah.
" Yomesan aku tadi beli batagor lho. Tadi kata abang kamu paling suka sama batagor ini." ujar Bintang mengeluarkan jurus andalannya, yaitu menyuap sang istri dengan makanan.
" Asyik, makasih ya sayang." ucap Bulan yang sudah lupa dengan maslah tadi.
" aku beliin kamu tiga porsi sayang, bumbunya sengaja aku pisah biar kamu bisa mencampur sesuka kamu." ujar Bintang yang langsung mengekori Bulan ke ruang makan.
Bunda dan Ayah yang ada di ruang keluarga juga sampai dibuat takjub melihat Bintang yang bisa menghentikan niat Bulan untuk marah. Padahal dulu Bulan itu kalau sudah marah nggak gampang dirayu. Tapi begitu udah ketemu sama jodoh jadi berubah.
Setelah drama yang panjang antara Bintang dan Bulan, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk membahas pernikahan Yanuar. Bintang yang mengadakan dua pernikahan sekaligus harus memadu padankan mulai dekorasi dan pakaian yang akan dikenakan pengantin.
Seharusnya So Hee juga ada di sini untuk membicarakan masalah hal ini, tapi karena harus di pinggir jadilah keduanya tak bisa bertemu. Jadi So Hee memasrahkan semua pada kakak sepupunya itu.
" Bang, kamu mau yang bagaimana nih tema pernikahan mu sama So Hee? " tanya Bintang.
" Nak Bintang, sebelumnya kami ingin membicarakan sesuatu sebelum membahas masalah yang kamu bicarakan tadi. Apa boleh? " tanya bunda Dessy.
__ADS_1
" Silahkan Bunda, jangan sungkan. " jawab Bintang santai.
Ayah Febri pun membahas mengenai masalah finansial dari keluarga Narendra. Bagaimana pun yang menikah adalah kedua anaknya tapi keuangan keluarga Narendra tak sebaik keluarga Narita. Jadi sebisa mungkin mereka ingin membantu tapi takut jika apa yang mereka persembahkan tak sesuai keinginan keluarga Bintang maupun Keluarga So Hee.
Ayah Febri dan bunda Dessy sadar meski mereka cukup berada tapi juga dibandingkan keluarga menantunya masih kalah jauh. Secara menantunya itu sudah seperti Sultan saja, tiap minggu ganti mobil belum lagi punya beberapa cafe yang juga ramai pengunjung.
" Ayah dan bunda tak perlu khawatir masalah itu untuk pernikahan Yanuar cukup kalian yang mengatur cincin nya saja. Untuk Bulan tidak perlu, karena ini hadiah pribadi aku untuk istriku. " Bintang tersenyum menatap Bulan.
" So sweet banget. " ledek Yanuar.
" Iri ngomong bro. " balas Bintang.
" Tenang aja bentar lagi aku juga bakal nggak jadi kesepian. " ketus Yanuar.
" Sejujurnya pesta pernikahan ini adalah hadiah dari kakek Daisuke karena mendapat cicit disaat dia masih hidup jadi tak perlu sungkan akan hal itu. Tapi jika ayah dan bunda memaksa ya itu tadi siapkan saja cincin nya. " terang Bintang mengulang yang tadi sudah dia katakan.
" Terima kasih ya nak, kamu dan keluarga kamu sudah sangat baik pada keluarga kami. " ucap tulis ayah Febri mengingat dulu saat pernikahan Bulan keluarga mereka mendapat seserahan yang sangat mewah. Bahkan mereka mendapat emas batangan murni sebagai seserahannya.
" Sama- sama ayah. " Bintang tersenyum.
Mereka pun kembali mendiskusikan apa yang diinginkan Yanuar tentang pesta pernikahannya. Semua harus sesuai dengan kesepakatan dua pasang pengantin itu. Karena ini akan menjadi pesta pernikahan termewah di seluruh Jepang.
**********
__ADS_1
Hai readers semoga semua baik ya. Yuk tetep terus ikuti si Bintang sama si Bulan ya. Beri vote dan like untuk mereka.