BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 94


__ADS_3

Mendapatkan dukungan dari seorang Joaquin de Neils, memberikan efek yang cukup banyak untuk mempengaruhi orang-orang yang masih berada di kawasan seorang Joaquin. Dengan begitu tidak akan ada yang membantu Anthony untuk memberinya kekuatan. Bintang bisa lega sekarang, tanpa bantuan dari kakeknya, Anthony tidak lebih dari seorang pria biasa. Bintang yakin bisa mengalahkan Anthony jika pria itu tidak memiliki pendukung di belakangnya.


Bintang sama sekali tidak memiliki agenda hari ini, maklum pengangguran kaya ini sudah resign dari jabatannya sebagai CEO HN group. Jadilah sekarang ini dia tidak memiliki kegiatan apapun. Hal ini ingin dimanfaatkan oleh Bintang untuk mengajak anak-anaknya juga sang istri untuk pergi bermain keluar. Dan pergi ke kolam renang merupakan option yang bisa Bintang pikirkan.


" Yomesan..... " panggil Bintang dari tangga. Dia mencari keberadaan sang istri.


" Ya?! " Bulan nampak memperlihatkan hanya kepalanya dari arah dapur yang dibatasi oleh dinding.


" Hari ini kami ada acara nggak? " tanya Bintang.


" Enggak. Memangnya kenapa Shujin? " Bulan balik bertanya.


" Bagaimana kalau kita pergi ke kolam renang untuk bermain di sana? " usul Bintang. Bosan juga kalau harus berada di rumah selama seharian.


" Memangnya tidak apa-apa jika kita keluar? Bagaimana jika ternyata orang itu menguntit kita? "


" Jangan khawatir, semua anak buahku akan aku ajak berenang bersama. Jadi sekalian berenang sekalian juga mereka menjaga kita. Bagaimana? " lucu, itu satu kata yang terus membuat Bulan tertawa. Adakah ide mengajak pengawal berenang tapi masih harus menjaga mereka, kalau bukan otak jenius Bintang yang memberi ide, mana sampai Bulan punya pemikiran seperti itu.


Kesepakatan pun didapatkan, mereka akan pergi ke kolam renang umum yang tempatnya tidak jauh dari rumah mereka. Sembari mengabari Ryo untuk menyiapkan pengawalan ketat untuknya dan keluarga, Bintang membantu sang istri untuk menyiapkan pakaian ganti untuk mereka berdua dan anak-anak.


Dengan menggunakan enam mobil, keluarga kecil Bulan dan Bintang beserta seluruh pekerjanya berangkat menuju ke tempat liburan yang mereka rencanakan. Iring-iringan mobil yang membawa keluarga Bintang ini mendapatkan atensi penuh dari para pejalan kaki maupun pengendara lainnya.


Mobil-mobil yang mengantar dan mengawal keluarga Narita itu berjejer rapi di tempat parkir wahana rekreasi keluarga itu. Semua pengunjung yang hendak masuk dan keluar dari wahana rekreasi ini menatap penuh tanda tanya ke arah mobil-mobil mewah yang berjejer rapi di tempat parkir khusus pengunjung VVIP itu.

__ADS_1


" Amankan lokasi!!! " titah Toru yang kali ini menjadi pimpinan pengawalan keluarga Narita.


" Baik bos... " sekitar lima belas orang mulai berpencar menuju ke segala penjuru wahana wisata tersebut.


Sampai dipersilahkan keluar dari mobil, untuk sementara Bulan dan Bintang serta anak-anak mereka harus tetap di dalam mobil. Ketika Toru mendapatkan laporan bahwa tempat ini aman, barulah tuannya itu akan dipersilahkan untuk keluar dari mobil..


" Sayang kok gini amat sih, nggak enak jadi pusat perhatian orang. " protes Bulan yang melihat pengawal mereka terlalu berlebihan dalam melakukan pengaman untuk mereka.


" Harus terbiasa sayang, ini masih skala kecil. Jika di Kyoto, setidaknya ada beberapa tim yang masing-masing tim berjumlah lebih dari sepuluh orang. " ujar Bintang. Bulan langsung cengo saat mendengar penuturan sang suami. Dalam benaknya dia membayangkan banyaknya orang yang menjaga dirinya, tubuh Bulan langsung bergidik ngeri.


" Nggak usah gitu mukanya, aku terkam kamu di sini baru tahu rasa. " Bintang menowel hidung Bulan, dengan menaik turunkan alisnya.


" Ih... Dasar mesum.. " ledek Bunga.


Menunggu sekitar sepuluh menit, nampak beberapa pengawal yang dipekerjakan oleh Bintang kembali menuju ke tempat mobil mereka terparkir rapi. Toru nampak beberapa kali menganggukkan kepalanya saat anak melaporkan tentang tugas mereka.


" Thanks Toru, tapi lain kali jelaskan pada nyonya muda kalian agar dia tahu cara kerja kalian. " saran dari Bintang untuk satuan keamanan miliknya.


" Baik tuan muda. Lain kali kami akan lebih memperhatikan tentang masalah ini. " ujar Toru.


Kemudian Toru dan anak buahnya mulai mengawal. tuan mereka. Di depan ada enam orang yang berjalan di depan Bulan dan Bintang. Lalu di belakang ada enam orang sedangkan untuk tiga orang berbaur dengan Bulan dan Bintang.


Rombongan ini pun mulai memasuki wahana wisata air ini. Tak jauh dari pintu masuk, pengurus dan pemilik wahana ini nampak berdiri menyambut keluarga Narita yang datang ke tempat mereka. Tentu saja mereka sudah tahu tentang keluarga Narita.

__ADS_1


" Selamat datang tuan dan nyonya. Suatu kehormatan tempat yang kami kelola bisa mendapatkan kunjungan dari anda. " ujar pemilik wahana itu.


" Sama-sama tuan. " tanggapan Bintang terkesan malas.


" Apa perlu kami kosongkan tempat yang ingin anda kunjungi? " ujar pengelola wahana itu menawarkan.


" Tidak perlu, kami berbaur saja. " masih terkesan malas.


" Baik... Silahkan menikmati setiap wahana yang disajikan di tempat ini. " ujar kedua pria nampak terlihat sudah berumur itu.


Keluarga kecil itu pun langsung menuju ke wahana kolam renang. Karena mereka memang ingin berenang jadi mereka langsung menuju ke wahana itu. Rasanya anak-anak Bintang dan Bulan masih terlalu kecil jika diajak berkeliling melihat berbagai wahana di tempat itu.


Bersama dengan seluruh pekerja yang ikut dengan Bulan dan Bintang, mereka sama-sama menuju ke ruang ganti untuk berganti dengan pakaian renang. Jika para wanita memakai pakaian renang yang agak tertutup, sedangkan para pria hanya mengenakan celana boxer saja tanpa atasan. Para pria memang lebih terbiasa berenang dengan tanpa pakaian.


" Yuhuuuuuu... " seru Bintang dan beberapa anak buah Toru yang melompat masuk ke dalam kolam renang yang kedalamannya satu meter lebih itu


" Ya... " kesal Bulan. Dirinya yang memang sudah lebih dulu masuk ke dalam kolam jadi terkena sapuan air yang mengenainya karena Bintang yang melompat tak jauh dari posisinya berdiri. Untung saja triplet belum masuk kolam.


" Maaf sayang. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan permainan seperti ini, di dalam air. " ujar Bintang merasa bersalah telah membuat snag istri kena cipratan air karenanya.


" Iya tapi nggak gitu juga sayang, untung triplet nggak di sini. "


" Triplet di kolam sana saja sayang, airnya nggak sampai satu meter. Palingan cuma lima puluh senti kedalamannya. Aman untuk dipakai renang Triplet. " Bintang menunjuk ke arah sebelah kanan dari kolam besar ini.

__ADS_1


" Iya kah? Oke aku ke sana saja. " Bulan pun keluar dari kolam yang dalam itu menuju ke kolam yang memang dikhususkan untuk anak-anak balita itu.


Triplet nampak sangat senang sekali karena bisa bermain air seperti saat ini. Tak rugi juga Bintang mengajak keluarganya berwisata ke tempat ini. Bintang merasa sudah sukses membuat rasa tertekan sang istri menjadi rasa senang.


__ADS_2