BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
KENCAN PERTAMA


__ADS_3

Bintang berjalan menyusuri lorong gedung A untuk mendatangi istri tercintanya, Bulan. Bintang mengetuk pintu kelas Bulan.


Tok.. Tok.. Tok..


" Anata, ayo pulang. " ajak Bintang


Septi menyenggol lengan Bulan, " lo ganti namanya ya kok Anata? " tanyanya


" Panggilan sayang itu. " celeruh July


" Nah itu tahu. " Bulan mencolek dagu Septi.


Bulan mendekati Bintang kemudian melambaikan tangannya pada teman-temannya. Bulan dan Bintang berjalan bergandengan menyusuri lorongan kampus menuju Parkiran mobil.


" Kita pergi ke mall dulu sebelum pulang mau, " Bintang menawarkan jalan-jalan ke Bulan.


" Boleh. " Bulan mengiyakan ajakan Bintang.


Bintang dan Bulan kini sudah duduk di Lykan Hypersort milik Bintang. Mobil yang mereka tumpangi membelah jalanan ibu kota.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di baseman salah satu Mall terbesar di ibukota.


Bintang turun terlebih dulu berputar setengah badan mobil, lalu membuka kan pintu untuk Bulan.


" Silahkan my queen. " Bintang mengulurkan tangannya menggandeng Bulan.


" Kamu suka banget ngomong manis pasti udah pengalaman ya. " seloroh Bulan.


" Pengalaman apanya, sama kamu aja yang pertama kemarin. " Bintang menaik turun kan alisnya menggoda istri cantiknya itu.


" iihhhh,, nyebelin kamu itu. Aku ini istri kamu lho masak masih juga kamu itu ngisengin aku. " Bulan mencubit lengan berotot Bintang.


" auw.. auw sakit tau. " Bintang mengelus lengannya.


" Bodo. nyebelin! "


Bulan berjalan mendahului suami tengilnya itu. Bintang hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang akan semakin menggemaskan ketika ngambek. Bintang kembali mensejajarkan tubuhnya dengan Bulan, mereka saling menautkan jemari mereka.


" Mau makan dulu, belanja atau mau nonton. " Bintang menawarkan


" Nonton aja dulu trus makan baru belanja. "


Bulan dan Bintang kini tengah menonton film romantis komedi. Biar bisa ketawa sama-sama pikir mereka berdua. Sebelum masuk ruang bioskop mereka membeli popcorn jumbo dan ice capucino sebagai teman nonton.


Bulan dan Bintang tertawa bersama saling menggenggam tangan, saling menyuapi saat makan popcorn. Pokok so sweet banget deh.

__ADS_1


" Sayang kamu mau makan apa? " Bintang bertanya pada Bulan. Mereka kini tengah berasa di area foodcourt lantai 4 mall itu.


" Aku ikut aja dech. Aku nggak pilih-pilih makanan kok. " jawab Bulan


" Kalau makan Chinese food mau nggak, atau western food? kalo japanese food takutnya kamu bosan kan aku hampir tiap hari masak itu. " tawar Bintang sambil nyengir kuda


" Chinese aja dech. Tuh yang di ujung. " Bulan menunjuk salah satu restoran masakan China yang kelihatan paling rame. Biasanya kan yang rame itu enak hidangannya.


Mereka berdua berjalan ke arah restoran China yang ada diujung dekat tangga berjalan. Saat mereka masuk terlihat sangat rame dan padat. Hampir tidak ada kursi yang tersisa sampai ada keluarga yang telah menyudahi makannya. Bintang mengajak Bulan duduk di bangku yang baru saja ditinggalkan keluarga tadi takut kedahuluan pengunjung lainnya.


" Pesen apa? " tanya bulan. Kini dia dan suami sedang membolak balik buku menu untuk mencari menu yang sesuai selera mereka.


" Mbak.. " Bintang memanggi pelayan yang erada tak jauh dari mereka.


" Iya Tuan anda ingin memesan apa? " tanya pelayan itu sambil membawa kertas dan pena u tuk mencatat pesanan tamu.


" Aku pesen bebek peking, sanbeiji, sama sapo tahu untuk minumnya ice tea aja. Kamu apa? " Bintang bertanya pada Bulan.


" Aku pesen ayam cincang Gong Boa, Hainan jifan, sama jiaozi minumnya orange juice. " Bulan selesai memesan.


" Baik tuan dan nyonya makanan akan segera di siapkan mohon tunggu sebentar. " pelayan itu pamis sedikit membungkukan badannya memberi hormat.


Bulan dan Bintang sibuk memainkan handphone masing-masing. Tidak ada pembicaraan antara keduanya, mereka tenggelam dalam kesibukan masing-masing.


Sekitar lima belas menit menunggu makanan yang mereka berdua pesan kini telah tersaji di meja mereka. Bintang mengajak Bulan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum mulai kegiatan makan mereka.


" Rumah utama. " beo Bulan.


" Rumah oma sama opa. " Bintang menjelaskan maksud rumah utama setelah melihat rait wajah Bulan yang kebingungan.


" Ok. Aku jadi penasaran gimana rumah oma sama opa. "


" Kenapa penasaran rumahnya juga pasti sama seperti yang lain ada kamar tidur, kamar mandi dan kamar lainnya. "


" Bukan itu maksud aku, nyebelin deh. " Bulan merajuk.


" Iya.. iya.. jangan ngambek ya. Opa sama oma tinggalnya di mansion kok. Jadi lebih besar dari rumahku. "


" Mansion... Wah keluarga kamu Sultan ya. " seloroh Bulan


" Opa aku kan sebenarnya bule Spanyol, di sana usahanya yang bergerak di bidang IT berkembang pesat. Jadi ya jelas dia Sultan. " terang Bintang


" Wah kamu berarti ada keturunan bule dong. " Bulan sampai bertepuk tangan mengetahui suaminya ini bule campuran.


" Mata aku nih liat. Ini gen Opa aku." Bintang menunjuk matanya.

__ADS_1


" Wah kamu campuran dong gen nya. Ada Spanyol, Indo, trus Jepang. Wah kalo punya anak pasti keren tuh. "


" Emang udah siap punya anak. " Bintang menaik turunkan alisnya menggoda Bulan.


Blushhhh


Wajah Bulan langsung merona merah. Ingatannya melayang jauh membayangkan kejadian dia dan Bintang melakukan hubungan in*** kala itu.


Bulan menggelengkan kepalanya pelan berusaha mengusir pikiran mesum yang berputar di otak.


" Kamu kenapa? Lagi bayanganin yang tempo hari ya. " Bintang tergelak telah berhasil membuat Bulan salah tingkah.


" Auw.. auw.. auw.. sakit tau. " keluh Bintang yang lengannya dicubit oleh Bulan.


" Biarin, habis seneng banget kamu itu godain aku. " sewot Bulan.


Mobil mewah Bintang kini memasuki kawasan elite di mana hanya orang-orang kaya alias Sultan yang bisa tinggal di kawasan itu.


Mobil memasuki halaman mansion opa Markus. Mansion mewah berlantai dua bernuansa putih dengan air mancur di depan pintu utama dan halaman depat yang luas ditumbuhi rumput hijau. Sungguh sangat indah dipandang mata. Bulan berulang kali berdecak kagum melihat setiap sudut indah di Mansion itu.



" Ayo turun. "


Bulan terkejut saat menyadari kini suaminya sudah membuka pintu di bagian kursi penumpang sebelah supir.


Mereka berdua berjalan memasuki Mansion mewah Opa Markus. Begitu dibuka nampak pelayan berjejer menyambut kedatangan Tuan Muda dan Nona muda mereka.


" Selamat datang Tuan dan Nona muda. " sapa pelayan serempak.


Bulan sedikit canggung karena baru pertama kali mengalami hal semacam ini. Bulan melirik suaminya, tapi suaminya hanya memasang wajah datar tanpa berniat membalas sapaan dari pelayan.


" Kau sudah datang Hoshi. " sapa Opa Markus.


" Kenapa ini pada ngumpul apa ada masalah? " tanya Bintang


Pasalnya sangat jarang pamannya yang ada di Spanyol pulang mendadak. Kini di ruang keluarga Mansion Opa Markus ada Opa, oma, kedua orang tua Bintang dan paman Bintang.


" Paman butuh bantuan kamu Hoshi. Ini tentang masalah perusahaan. " paman Karl yang bicara


" Kalian ngomongnya di ruang kerja aja sana. " oma Fuyami berbicara.


" Iya Hoshi kamu ikut paman sana biar Bulan sama aku dan juga oma. " ibu Bintang mengusir putranya itu.


Keempat pria tampan dengan sejuta pesona beda generasi itu melangkah beriringan menuju lantai dua. Bintang memang punya bibit, bebet, bobot yang sangan cocok bisa dijadikan pendamping hidup. Bulan sampai tak berkedip melihat Bintang yang kelihatan sangat keren saat berjalan berenpat dengan Opa, paman, dan Otousan.

__ADS_1


Yeeaaaayyy.. bunga cinta mulai tumbuh dalam hati Bunga. Yuk terus dukung Bulan untuk Bintang biar cinta mereka terus tumbuh dan bermekaran. Jangan lupa ikuti, baca, like dan komen ya. Thanks


__ADS_2