
Hari sudah menunjuk waktu empat sore, Bulan kembali ke kamar setelah memandikan anak-anak nya dan juga memberi ketiga putranya makan. Sekarang triplet sedang bersama pengasuhnya bermain di ruang keluarga, jadi Bulan bisa melihat kondisi suaminya.
Begitu masuk ke kamar, Bulan disajikan dengan pemandangan tubuh seksi suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih sedikit basah dan menggenakan handuk untuk menutupi harta berharganya.
" Kamu baru turun demamnya kok mandi sih. " tegur Bulan.
" Lengket sayang badan aku, udah kemarin malam nggak mandi habis perang sama kamu, terus tadi keringat aku keluar banyak banget pas demam aku turun. " rengek Bintang. Dia merasa tubuhnya ini begitu kotor sehingga memilih mandi dengan air hangat agar tidak menggigil.
" Cepet pakai baju sayang, trus kita ke bawah masak sama-sama. Biar kamu gerak trus keluar keringat nya. " ajak Bulan. Mereka ingin quality time dengan memasak bersama.
" Kamu ke bawah dulu nanti aku nyusul. Aku mau bikin chicken teriyaki sama steak sayang. " ujar Bintang.
" Hm.. Aku siapin ya. " setelahnya Bulan langsung menuju ke lantai bawah. Beruntung keinginan suaminya ada semua bahannya di lemari pendingin.
Setelah memakai pakaian lengkap, Bintang turun ke bawah. Begitu melihat ketiga putranya tengah asyik bermain dengan para pengasuhnya, Bintang menyempatkan menyapa ketiga putranya. Karena dirinya sakit tadi pagi, sampai tidak bisa membuatnya bertemu dengan putranya sampai sore ini baru bertemu.
" Hai jagoan daddy, lagi apa? " tanya Bintang. Dia berdiri melihat anak-anak nya sedang asyik memainkan mainan kereta api mereka.
" Eta api edi... " jawab Dai.
" Oh... Kereta api ya. Ini sudah pada makan belum? " tanya Bintang lagi.
" Uda edi.... " jawab ketiganya serempak.
" Goob boy. Banyak makan biar cepet gede ya sons... Sekarang daddy mau bantu mommy kalian dulu di dapur. Main yang baik jangan bertengkar ya. " pesan Bintang pada triplet.
" Hm... " ujar ketiganya tidak terlalu memperhatikan pesan daddy mereka karena asyik main.
__ADS_1
" Saya ke dapur dulu mbak. " pamit Bintang pada ketiga pengasuh anaknya.
" Iya mas... "
Di dapur Bulan tengah sibuk mencuci beberapa bahan yang akan dimasak dia dan suaminya. Mulai dari ayam, lalu sayuran dan juga ayam fillet untuk membuat steak. Tak lupa bumbu dapur untuk memasak saos steak dan juga chicken teriyaki. Lalu Bulan tiriskan bahan-bahan itu sambil menunggu suaminya datang.
Bulan yang tengah menyibukkan kedua tangannya itu terkejut ketika ada lengan yang melingkar di pinggulnya. Saat berbalik, ternyata itu Bintang. Memangnya siapa lagi yang bisa melakukan itu pada Bulan selain suaminya ini.
" Kamu bikin aku kaget sayang. " tegur Bulan menepuk pelan lengan Bintang yang masih melingkar di pinggulnya.
" Hehehehe... Abis gemes liat kamu gerak-gerak dari belakang. Jadi pengen nich sayang mengulang yang semalam. " ujar Bintang menggoda Bulan.
" Ish.... Masih pegel semua ini badan tahu, lagian tumben banget kamu itu sampai lepas kendali gitu pas di ranjang. Biasanya juga enggak... "
" Nggak tahu sayang, rasanya itu pengen banget lho. "
" Iya deh iya. "
Keduanya pun mulai kegiatan memasak mereka untuk makan malam nanti. Sudah biasa jika keduanya sedang ingin memasak, maka mbok Dari hanya perlu menyiapkan tempatnya saja. Lagipula, Bintang memang suka memasak, jadi sama sekali tidak masalah jika pengurus rumahnya tidak setiap waktu memasak.
Bintang mulai menumis bumbu teriyaki yang sudah dipotong-potong oleh Bulan. Harum semerbak masakan Bintang langsung membuat genderang di perut Bulan berbunyi kencang. Harum masakan dari suaminya itu selalu sukses membuat selera makannya meningkat berkali-kali lipat.
" Ehm... Aku langsung laper sayang... " ujar Bulan. Hidungnya mengendus-endus seperti kucing.
" Enak kan sayang... " ujar Bintang..
" Harum masakan kamu langsung menyegarkan hidungku sayang. " Bulan nyengir kuda.
__ADS_1
" Ada ya menyegarkan hidung pakai bau beginian. Kamu kok aneh sih, kayak orang ngidam aja. " ujar Bintang heran.
" Ngidam apaan. Perasaan baru dua minggu yang lalu dech aku datang bulan, masa sekarang udah ngidam. " kata Bulan menampik candaan suaminya.
" Kali aja sayang. Kan seneng aku kalau kamu hamil lagi. Hehehehe.. "
" Untuk sekarang jangan dulu dech, triplet masih kecil lho sayang. "
" Iya juga sih, tapi kalau beneran kamu hamil nggak apa-apa sayang, aku bakal bantu kamu merawat anak-anak. Tahu sendiri kamu sekarang aku ini pengangguran."
" Pengangguran mana ada yang kaya kayak kamu sayang. Ada-ada saja. " kedua terkekeh. Obrolan mereka kalo ini sungguh aneh sekali.
Di sebuah apartemen mewah, nampak seorang pria tengah memendam amarahnya saat mendengarkan kakeknya memberi kabar terbaru tentang permintaannya beberapa waktu yang lalu. Kedua tangannya terkepal saat sang kakek mengatakan bahwa ada dua orang yang menekannya agar tidak ikut membantu cucunya itu untuk bertindak mengenai sesuatu hal.
Helaan nafas kesal keluar darinya setelah sambungan telefon itu ditutup oleh kakeknya. Pria ini adalah Anthony Fokker. Rasanya semua jalan yang dia tempuh untuk mendapatkan cintanya begitu sangat sulit dan nyaris buntu. Lawannya kali ini telah berhasil membuat semua rencananya gagal total. Apalagi sekarang sang kakek sudah tidak lagi membantu dirinya.
" Sial... Sial... Sial.... " Anthony menggebrak meja di depannya.
" Aku pasti akan membuat mu merasakan apa yang aku rasakan saat ini Hoshi Narita. Aku pasti akan merebut wanita ku hingga kau tahu bagaimana rasanya jadi aku. " kesal Anthony. Kedua tangannya terkepal erat hingga buku-buku tangannya memucat.
Anthony mondar mandir di dalam ruangannya, berpikir cara apalagi yang bisa dia gunakan untuk bisa memisahkan Bulan dan Bintang sehingga dia bisa memiliki Bulan seutuhnya. Tapi berulang kali dia mencoba berpikir, dia mendapati jalan buntu.
" Aish... Apa sehebat itu keluarga Narita sampai menekan kakek hingga seperti ini? Lagipula siapa itu Joaquin de Niels, kenapa aku tidak pernah dengar nama orang itu? " monolog Anthony.
Tentu saja dia tidak tahu seberapa besar kekuatan keluarga Narita. Dia tidak ingin mewarisi bisnis keluarga Fokker, hal ini membuat dia tidak tahu menahu seluk beluk bisnis yang dijalani oleh keluarga Narita. Anthony jika tidak mungkin tahu soal Joaquin de Niels karena orang ini adalah pebisnis Italia yang melebarkan sayapnya di Indonesia.
Dunia bisnis tidaklah sesederhana apa yang Anthony atau orang lain pikir. Seorang pebisnis tidak akan hanya berbisnis di wilayah putih, tapi juga wilayah hitam. Alasannya demi melindungi bisnis yang dia bangun. Tanpa adanya kekuatan dari wilayah hitam, jelas pasti seorang pebisnis akan kesusahan dalam mempertahankan bisnisnya.
__ADS_1
Tidak ada seorang pebisnis yang memiliki tangan kotor. Setidaknya mereka pasti pernah mengotori tangan mereka dengan darah dari lawan bisnisnya. Bintang memang belum sampai sejauh Kakek dan Ayahnya, tapi tidak menutup kemungkinan dia akan mengotori tangannya sendiri darah dari lawannya.