
Rasa sesak menyeruak masuk ke dalam dada Anthony saat mengetahui semuanya. Gadis yang dia cintai ternyata sudah melabuhkan hati miliknya kepada pria lain. Andai saja dia lebih awal mengenal Bulan, pastinya dia yang sekarang ini bersanding dengan Bulan. Sudah pasti pula, Bulan yang akan mengandung keturunannya.
Saat Anthony tengah sibuk dengan kegalauannya, Bu Mega memekik senang kalau melihat ada tiga wanita yang nampak seperti baby sitter sedang mendorong tiga kereta bayi mendekat ke arah Bulan dan Bintang.
" Pak Anthony, lihat itu kesana! Anak-anak itu adalah anak Bulan dan Bintang pak. Mereka bertiga tampan sekali dengan wajah perpaduan daddy dan mommy nya. " seru bu Mega langsung berlari ke arah triplet.
Degh...Degh....
Jantung Anthony berpacu dengan sangat cepat. Dia merasa benar-benar sudah ditipu sekaligus sudah dipermainkan oleh Bintang. Informasi palsu itu sudah pasti adalah Bintang pelakunya.
Tangan Anthony terkenal sangat erat, hingga buku-buku jarinya memutih. Dia dendam, yang awalnya ingin berusaha merelakan, kini semakin ingin untuk egois dengan merebut Bulan.
" Kita lihat dan tunggu saja. Kau atau aku yang Bulan pilih. " batin Anthony.
Dia kemudian langsung keluar dari cafe tersebut, tanpa sedikit pun berbalik ke arah belakang. Keyakinan nya sudah mantap, dia akan merebut Bulan dari tangan Bintang. Dengan begitu dia bisa balas dendam sekaligus mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tidak tahu saja Anthony itu siapa yang sedang dia lawan. Bintang bukan sembarang orang dengan keluarga dan juga kelompok mafia yang dulu pernah menculiknya kini justru berada di pihaknya. Untuk Anthony bisa mengalahkan Bintang, maka Anthony akan kehilangan semua yang dia miliki.
Bintang tersenyum puas saat tak sengaja matanya melihat Anthony keluar dari cafe miliknya. Ini hanyalah awal dari semua peringatan yang akan Bintang berikan pada dosen yang ganjen itu.
Bintang tahu betul sifat seorang laki-laki yang harga dirinya dilukai oleh pria lain. Bintang juga sudah menyiapkan semuanya untuk menghalau serangan yang diberikan oleh Anthony. Meski punya permusuhan dengan Anthony, tapi Bintang tidak akan mengaitkan permusuhan itu dengan perusahaan kakek Fokker dengan perusahaan milik keluarganya. Duel mereka harus dibuat seadil mungkin.
__ADS_1
" Maaf Pak, anda masih jauh dibawah saya. Salah anda sendiri berani bermain api dengan saya, maka anda Terima semua yang saya berikan untuk anda. " batin Bintang.
" Kami lagi senyum-senyum sama siapa sayang? " tanya Bulan celingukan menatap ke arah dimana mata Bintang tertuju.
" Itu lagi lihat mantan dosen pembimbing kami keluar dari sini. Dia beberapa hati lalu menyuruh seorang anak buahnya untuk menyelidiki tentang dirimu. Aku sengaja memberikan informasi palsu, dan tadi saat aku meminta mu naik ke panggung dia sangat terkejut. " cerita Bintang.
" Sayang, kalau dia marah terus berbuat nekat gimana? Aku nggak mau deket dia. " tanya Bulan merengek karena takut.
" Jangan khawatir, dia itu salah sayang karena memiliki niat yang tidak baik pada istri orang. Aku ini dipihak yang benar low sayang, kenapa juga mesti takut. " Bintang mencoba menenangkan Bulan.
Fokus keduanya teralihkan saat ada pengisi acara yang memberikan salam pada semua yang hadir di cafe. Pengisi acara itu kemudian menyanyi beberapa lagu romantis dari penyanyi Indonesia. Bulan yang awalnya dalam suasana hati yang buruk, berangsur membaik saat mendengar lagi yang didendangkan oleh pengisi acara tersebut.
" Jangan khawatir tentang apapun sayang, cuma kau mengurus aku dan triplet saja, sisanya biar aku yang urus. Berjalan lah dengan penuh percaya diri karena aku ada di belakangku untuk mensuport dan juga melindungimu. " ucap Bintang mengecup pipi kiri Bulan.
" Kau tak akan menjadi di usia muda sayang,,,, hahahahaha,,,, kenapa kau lucu sekali. " ucap Bintang disela tawanya.
" Ishhh... Malah tertawa. " Bulan sewot.
Bintang mengambil Daigo dari stroller milik anaknya yang berwana coklat latte itu. Bintang memangku anak tertuanya diantara triplet. Anak yang membuat Bintang menaruh harapan padanya untuk bisa melindungi saudara dan juga mommy nya.
Daigo Narita lebih sering dikenal dengan Dai Narita sejak kecil sudah terlihat bagaimana sifat dan sikapnya. Sangat tegas dan selalu berusaha untuk menjaga saudaranya yang lain. Jadi Bintang berharap sampai dewasa dia akan seperti itu.
__ADS_1
" Jadilah ank hebat Dai, lindungi mommy dan juga saudara mu. Daddy harap kau akan bisa menggantikan tugas daddy ketika nantinya daddy sudah berumur. " gumam Bintang. Dia mengusap rambut Daigo yang berwarna coklat. Netranya juga berwarna coklat hazel, sangat indah saat dipandang.
Di sebuah apartemen mewah di daerah Jakarta, Anthony mengamuk karena telah dipermainkan oleh Bintang. Harga dirinya terasa telah diinjak-injak oleh Bintang, dan Anthony tidak Terima karena hal tersebut.
Tidak tahu harus melampiaskan kekesalannya pada siapa, akhirnya dia membanting semua barang-barangnya yang ada di ruang kerjanya. Nilai-nilai dari mahasiswanya berserakan semua di lantai.
" Aaarrrrrggggghhhhhhhhhh.... Awas saja kau Bintang. Aku akan merebutnya, aku akan membuat kau merasakan apa yang aku rasakan hari ini. Aaaarrgegrgggghhhh. " Anthony meraung-raung meluapkan kekesalannya.
" Akan ku buat kau menyesal telah mencari gara-gara dengan ku. Lihat saja siapa yang akan membuat siapa berlutut menyembah. " geram Anthony.
Anthony mencari dimana ponsel miliknya berada. Dia kembali mengobrak-abrik barang-barangnya yang ada di atas meja kerja dan juga ada di lantai. Bodohnya orang yang sedang emosi, ponsel dikantongi juga lupa.
Lima menit dia mencari ponsel nya tapi tak kunjung ketemu. Akhirnya dia mendudukkan pantatnya di kursi kerjanya. Dia merasa ada yang mengganjal di area saku belakang celana jeans yang dipakainya.
" Oh God, aku jadi semakin bodoh karena jatuh cinta. " Anthony merutuki dirinya sendiri yang tidak sadar akan keberadaan ponsel miliknya.
Anthony menghubungi salah satu pegawai yang bekerja dengan kakeknya. Dia malas meminta pada anak buahnya karena sudah terlihat semua yang terjadi padanya karena kebodohan dari anak buahnya. Untung saja Anthony tak menghajar anak buahnya tersebut.
Salah seorang pekerjaan kakeknya itu adalah orang yang pandai dalam urusan mencari tahu tentang informasi apapun yang selama ini diinginkan kakeknya. Buktinya saja kakeknya yang di Inggris itu bisa tahu tentang dia yang jatuh cinta pada mahasiswinya sendiri.
Kakek Fokker berulang kali menggoda Anthony dengan membicarakan Bulan yang sudah sukses membuat cucu kesayangan itu bisa jatuh cinta setelah pernah dikecewakan karena cinta. Kakek Fokker juga mendukung Anthony dalam mengejar Bulan tanpa tahu bahwa wanita yang dicintai cucunya sudah bersuami.
__ADS_1
" Aku harap kali ini aku dapat informasi yang tepat. " gumam Anthony.