BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
BERTEMU KELUARGA NARITA


__ADS_3

Hari ini adalah akhir pekan di mana kuliah Bintang dan Bulan libur. Hari ini juga Bulan dan Bintang akan menjemput keluarga besar Bintang dari Jepang. Pesawat pribadi yang ditumpangi keluarga besar Narita akan mendarat pukul 13.00. Hal ini dimanfaatkan Bulan untuk membantu menghias halaman belakang yang akan dijadikan tempat pesta ulang tahun Tuan Besar Hillar, opa Bintang.


Bulan tengah asyik bersama nyonya-nyonya lain dengan Bintang yang asyik main play Station 5 bersama duo Bal. Sedangkan untuk para pria dewasa tengah bermain catur.


Bulan sangat menikmati acara keluarga dengan keluarga Bintang pasalnya seluruh anggota keluarga suaminya itu sangat seru, ramah dan pasti lebih rame dari keluarganya sendiri.


" Bulan nanti kamu jemput keluarga ayah Bintang jam berapa? " oma bertanya di tengah sedang memeriksa menu yang akan dihidangkan besok.


" Jam satu siang oma. Kami akan berangkat nanti jam 11 takut macet kan ini akhir pekan. " jawab Bulan yang sedang merangkai bunga.


" Iya ini akhir pekan sayang pasti macet. Mending berangkat awal aja ya. " Okaasan nimbrung.


" Eh buat besok ada mau nambahin menunya nggak? " oma ingin membuat daftar menu jadi semua bisa makan nggak harus satu hidangan saja.


" Oma kalau boleh besok ada Indonesian food ya. Takutnya ayah sama bunda nggak suka masakan luar. " Bulan berbicara lirih.


" Kamu jangan khawatir sayang, oma udah buat daftar menu khas masakan Indonesia. Opa kamu juga suka soalnya. " seru oma.


Para wanita sibuk mengurusi pesta sedang para pria sibuk bermain. Biasa ya kalau pria itu nggak suka pusing mikirin acara macam pesta atau syukuran. Sering para wanita yang mengurusi. Maklum wanita lebih teliti dan sabar.


" Hoshi kau jangan sampai telat saat menjemput kakek mu. Bawa beberapa mobil dan supir. " Opa mengingatkan cucu bungsunya.


" Iya opa. Nanti aku berangkat jam 11." ujar Bintang


" Perlu kami menjadi supir nya? " Derik mengajukan diri.


" Tidak usah biar supir opa saja yang menyetir. " tolak Bintang.


" Dewin, sini temani daddy main catur. Kau dan daddy sama-sama tidak ada pasangannya. " Paman Karl mengajak anaknya bermain


" Why me. " tanya Dewin


" Haishhh kau itu anakku atau bukan kenapa tidak mau menemani daddy. " keluh paman Karl


" Sorry dad, daripada main catur lebih baik aku main game online saja. Pusing kepalaku jika bermain catur. " Dewin menolak halus keinginan daddynya.


" Ck.. ck.. ck Inilah anak jaman sekarang tidak ada yang peduli lagi pada permainan seperi catur ini. Lebih menyukai game online seperti kalian betiga ini. " op yang bicara


" Kenapa aku jadi di bawa-bawa? " omel Bintang.


Ke-enam pria itu terus saja berdebat hal yang tidak penting. Mulai dari game sampai masalah pribadi menjadi perdebatan untuk mereka.


Bulan dan Bintang kini sudah berada dalam mobil Bintang.Mereka menuju bandara untuk menjemput keluarga besar Narita.


Di belakang mobil Bintang ada tiga mobil lagi yang seperti iring-iringan. Butuh waktu hampir satu jam karena jalanan sedang macet.


Bintang melihat jam tangan mewahnya. Waktu kedatangan pesawat milik keluarga Narita masih ada satu jam lagi. Bintang mengajak Bulan ke salah satu gerai penjual makanan yang ada di bandara.

__ADS_1


Mereka berdua sedang menikmati menu hidangan yang mereka pesan. Untuk mengganjal perut sebentar karena tadi keduanya belum makan siang.


Waktu kedatangan pesawat kelurga Narita sudah tiba. Bintang dan Bulan menunggu keluarga di depan pintu keluar kedatangan luar negeri. Tak lama satu per satu keluarga Narita nampak keluar.


" Ojichan. " Bintang memanggil sang kakek.


Setengah berlari Bintang langsung memeluk sangat kakek yang sudah lama tidak bertemu denganya.


" Ojichan ogenkidesuka? " tanya Bintang


( apa kabar kakek)


" Ojichan wa genkidesuka. " jawab kakek mengeluarkan puncak kepala cucu kesayangannya.


Bintang memanggil Bulan untuk mendekat. Bulan berjalan dengan terus mengembangkan senyum manisnya untuk menyambut keluarga suaminya.


" Kono giri no mago wa ojichandesuka?


( apa ini cucu menantu kakek)


" Hai. " Bintang sedikit membungkukkan tubuhnya.


" Kon'nichiwa. " Bulan menyapa kakek Bintang


" Ha.. ha.. ha... Jangan gugup begitu cucu menantu. Kau bisa mengunakan bahasa Indonesia. Kami semua bisa berbahasa Indonesia. " terang kakek.


" Onesan ohayo. " sapa salah satu adik sepupu Bintang.


Bulan hanya tersenyum karena memang juga belum mengenal keluarga suaminya itu.


" Kita pulang saja dulu nanti kita perkenalan di mansion utama. " ajak Bintang.


Keluarga Narita berjalan bersama menuju ke tamat parkir di mana mobil penjemput mereka menunggu.


" Opa cepat ke sini. Keluarga besan sudah datang. " oma berteriak memanggil Opa karena melihat mobil yang menjemput besannya sudah tiba.


" Pelayanan tolong siapkan semua hidangan makan siang! " titah opa.


" Apa kabar Daisuke? " Opa menyapa kakek Bintang dan langsung memeluknya.


" Hei sudah, mereka itu sudah lelah jadi persilahkan keluarga besan ini masuk. Sampai kapan kau akan memeluk besan kita? " tegur oma.


Pelukan kedua kepala keluarga itu berakhir setelah cukup lama. Semua masuk dan duduk di ruang keluarga. Pelayang mansion terlihat membawakan koper milik keluarga Narita ke kamar yang sudah di sediakan.


" Kamarnya masih sama seperti dulu ya. Kalian semua masih ingat kan. " ujar oma


Keluarga Narita nampak menganggukan kepala tanda mengerti. Mereka sudah tahu kamar masing-masing karena sudah sering menginap bila ada acara keluarga.

__ADS_1


" Anata, aku perkenalkan keluargaku ya. " Bintang berdiri di samping keluarga Narita.


" Ini Ojichan, di sebelah nya ada adik ayahku bibi Yumiko dan Itsumi. Kemudian ini suami bibiku, paman Ji hoon dan Kenzo. Nah untuk mereka niat mereka perkenalkan diri sendiri. "


Keempat adik sepupu Bintang mencebikkan bibit mereka. Ternyata kakak mereka tidak berubah walau pun sudah menikah.


" Onesan, aku Sohee dan ini adikku Sohyang. Kami anak bibi pertama Hoshi. " putri dari Ji hoon dan Yumiko memperkenalkan diri.


" Kami Eiko dan Nara. "


putri Kenzo dan Itsumi memperkenalkan diri.


" Hai semua. " Derik dan Dewin membungkukkan setengah badan mereka memberi salam


" Pembuat onar datang. " lirih Bintang tapi masih bisa di dengan Bulan.


Sudah bukan rahasia lagi kalau ketiga cucu keluarga Hillar itu rese semua. Termasuk juga Bintang tapi lebih parah duo Bal.


" Hai Sohee dan Sohyang, kalian tambah cantik sekarang. Sudah seperti wanita dewasa saja. " goda Derik


Pletak...


" Gila lo sepupu sendiri lo rayu. " Bintang memukul belakang kepala Derik.


Semua tergelak, ini Ludruk ya keluarga Hillar dan Narita sudah di mulai.


" Ya... sakit tahu. " protes Derik


" Hoshi, lo ini namanya kekerasan dalam dunia sepupu tahu nggak. " Dewin membantu kakaknya


" Elah dunia sepupu, noh yang ada dunia hewan kawan. " timpal Bintang


" Elo nggak sopan bawa dunia hewan ke sini. Apa nanti kata keluarga lo. " Derik berkomentar


" Mereka juga nggak ngerti kali bahasa kita. "


" Nisan, kami ngerti ya. Ngapain bawa dunia hewan segala. Nanti kalah mereka protes gimana. " Eiko menimpali


Bintang dan dulu Bal tergelak. Adik sepupu Bintang yang masih polos itu justru menanggapi serius obrolan tak bermutu mereka.


Ruang keluarga Hillar kini dipenuhi canda dan tawa dua keluarga. Mereka yang sudah dua tahun tidak bertemu menjadikan ini sebagai ajang reuni keluarga. Tambah menyenangkan karena ada keluarga baru yaitu istri Bintang, Bulan.


Maaf para pembaca Author mau meralat kesalahan nama ya.


Duo Bal itu adalah Balderik Hillar dan Baldewin Hillar, yang sebelumnya itu author salah ketik. Sekali author mohon maaf ya.


Terima kasih yang sudah mengisi waktu luangnya dengan membaca Novel karya Author Semoga semakin suka ya sama cerita author. Jangan lupa ikuti, baca, like dan komen Novel author. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2