BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
bab 59


__ADS_3

Seorang gadis cantik nampak memandang ke arah depan dengan tatapan kosong. Gadis itu duduk di bangku taman merenungi nasibnya. Dia adalah seorang guru di salah satu sekolah dasar yang elite di Seoul. Dia begitu menyayangi murid-muridnya hingga dia bertemu dengan satu murid yang nampak selalu murung tiap kali ke sekolah.


Gadis ini baru berusia 19 tahun tapi karena kemampuan otaknya yang dibilang cukup jenius gadis ini bisa menyelesaikan pendidikannya saat usianya 18 tahun. Sekolah elite tempatnya mengajar adalah milik yayasan dari ibunya. Jadilah dia mengajar di sana lagipula dia juga sangat menyukai anak-anak.


" Eonnie apa yang sedang kau pikirkan? " seorang gadis menyapa garis yang duduk di bangku taman tadi.


" Hanya memikirkan tentang hidupku. " jawab gadis yang ada di bangku.


" Aiko, kenapa kau ada di sini? Apa kau tak berkumpul dengan lainnya? " tanya gadis yang ada di bangku pada gadis lain yang duduk di sampingnya yang ternyata bernama Aiko Matsuyama salah satu cucu dari keluarga Narita.


" Mereka sedang asyik menggoda ojisan yang sedang lengket dengan istrinya. " jawab Aiko.


" Lagipula kenapa eonnie ada di sini? Apa tak ingin berbincang dengan So Hee eonnie karena dia sudah balik dari keluar tadi pagi. " ujar Aiko.


" Benarkah dia sudah pulang? Tapi biarlah aku pengen sendiri. "


" Aaaarrrggggghhhnnh..... " teriak dua gadis tadi kesakitan. Rupanya ada seseorang yang menjewer telinga mereka.


" Keluarga berkumpul kalian malah asyik meratapi nasib di sini ha.... " ujar Bintang tepat di samping telinga kedua adik sepupunya.


" Nisan..... Oppa. " sentak kedua gadis itu berbarengan.


" Apa? "


" Hoshi oppa menyebalkan. " So Hyang bersungut.


" Kalian berdua yang menyebalkan, Aiko dan So Hyang kenapa kalian di sini? tidak menghormati ojiichan" Bintang menyeringai menatap kedua gadis itu.


" Aku sedang meratapi nasib, lalu Aiko datang. ' jawab So Hyang.

__ADS_1


" Merapat nasib karena jatuh cinta pada wali murid-murid sendiri bahkan orang itu belum bercerai dari istrinya. " sindir Bintang.


" Eh.... Benarkah? " ujar Aiko kaget.


So Hyang pun akhirnya menceritakan bagaimana awal bagi keduanya. Juga tentang anak dari pria itu. Dia tak tahu bahwa ketika kita khawatir dan juga prihatin pada seseorang apalagi lawan jenis kita pasti akan cepat jatuh cinta pada orang itu. So Hyang cinta pada pria itu tanpa pernah dia sadari bahwa sejak pertama bertemu sudah jatuh cinta.


Setelah puas meledeki So Hyang, Bintang kemudian memberikan petuah agar So Hyang tak sampai salah jalan. Karena selain merugikan dirinya jiga merusak nama baik keluarga.


" Tak salah jatuh cinta padanya, tapi kau haris memberinya waktu agar bisa menyelesaikan masalahnya dengan istrinya. Setelah dia resmi duda kau boleh langsung mendekatinya. Dengar ya yang jadi masalah bukan karena kah jatuh cinta pada pria dewasa, tapi yang kau cintai itu masih beristri itu salahnya. " ujar Bintang.


" Iya kak aku tahu. " So Hyang menundukkan kepalanya.


" Berlaku juga untuk Aiko, kau tidak boleh gegabah membuat keputusan di dalam hidupmu. Paham yang kalian berdua. " Bintang menekankan setiap perkataannya agar dapat merasuk ke pikiran adik sepupunya.


" Oppa, menurutmu apa cinta aku kw dia itu salah? " tanya So Hyang. Matanya sudah sembab seperti orang yang menahan tangis.


" Kamu itu masih kecil tahu apa soal cinta? Cinta itu kata orang nggak salah sih cuma waktu kamu jatuh cinta itu yang salah. Tapi itu kata orang, buat kakak kalo kita sudah tahu orang itu tidak bisa kota cinta tapi kota tetep kekeh cinta, ya kitanya yang salah. " jawab Bintang bijak.


" Siapa tamunya? " tanya Aiko.


" Nisan di sini sama kamu kenapa malah nanya. Mana Nisan tahu. " sewot Bintang mengundang tawa kedua adiknya.


Mereka bertiga berjalan lagi menuju ke ruang keluarga. Tapi anehnya, Bintang malah di minta pergi ke ruang tamu sedangkan So Hyang dan Aiko di tahan. Kedua gadis cucu Narita itu nampak memandang ke arah para orang tua, tapi hanya di jawab dengan gedikan bahu saja.


Bintang berjalan ke ruang tamu tanpa bertanya apapun pada Fuyami karena tahu jika ada hal seperti ini berarti tamu ini adalah tamu penting. Entah apa kepentingannya. Setibanya di ruang tamu sudah ada Han Ji Hoon ayah dari So Hee dan So Hyang. Sejenak Bintang melihat ke arah yang lain nampak pria yang usianya pasti lebih tua darinya dan di samping pria itu ada anak laki-laki yang masih kecil.


" Sorehanandesuka ojiichan? "


( ada apa kakek)

__ADS_1


" Kono masuta wa anata to hanashitaidesu,"


( orang ini ingin bicara denganmu)


" Selamat siang tuan Narita saya adalah Lee Ryeon dan ini putra saya Lee Shin. Kedatangan kami ke sini untuk bertemu dengan Han So Hyang. ' ujar Ryeon.


" Saya Hoshi Narita tuan Lee. Saya kakak dari So Hyang, kedatangan anda ini dengan maksud apa ya kalau saya boleh tahu? " tanya Bintang. Seketika ruang tamu menjadi sangat dingin karena dia manusia Antartika ini.


" Anak saya ingin bertemu dengannya. " jawab Ryeon. Dia sudah biasa mendapat tatapan intimidasi seperti saat ini.


" Anak anda yang ingin bertemu atau anda sendiri? " tanya Bintang lagi.


" Anak saya tuan. " jawab Ryeon lagi.


" Okaasan bawa anak itu untuk masuk bertemu dengan So Hyang. " pinta Bintang. Nada bicara dan tatapan nya berubah teduh saat bicara dengan ibunya. Sesudah Fuyami pergi Bintang kembali menatap tajam Ryeon.


" Huft.... Saya tahu maksud tatapan anda ini tuan. Saya sadar diri saya masih belum single jadi saya tak akan mendekati So Hyang lagi. Tapi jika saya sudah single anda tak berhak melarang saya. "


" Hahahahahahahaha...... Ojiichan, bagaimana apakah sudah lulus tes? " tanya Bintang pada Daisuke. Ryeon dibuat bingung dengan situasi sekarang.


" Maafkan cucuku yang sedikit berlebihan tuan Lee. Bolehkah jika anda mau menceritakan perkembangan proses perceraian anda? " tanya Daisuke.


" Maaf tapi saya tak mengerti apa maksud dari ini semua. "


" Tuan Lee saya Takumi paman dari So Hyang. Dalam keluarga kami selalu diajarkan untuk mendukung apapun yang menjadi keputusan anggota keluarga kami, dan So Hyang sudah menceritakan tentang masalah kalian, kami setuju untuk mendukung So Hyang. Dan kami menarik So Hyang bukan untuk memisahkan tapi kami tak ingin ada gosip tak sedap tentangnya. "


" Terima kasih tuan proses perceraian saya tinggal menunggu sidang putusan saja. Hal asuh anak jatuh ke tangan saya nantinya. Apakah kalian keberatan tentang itu.? "


" Tidak apa-apa nak. Lumayan kan dapat bonus cucu saya nya. " ujar Ji Hoon. Sontak lah semuanya tertawa.

__ADS_1


Lee Ryeon merasa tenang sekarang ini dapat membuat keluarga dari So Hyang mau menerima kondisinya. Dia juga tenang mereka mau menerima Lee Shin anaknya. Sekarang ini yang harus diperjuangkan adalah cinta mereka nantinya. Dan menunggu putusan sidang.


__ADS_2