
Di ruang keluarga yang ada di kediaman Narita, nampak tengah terjadi pembicaraan serius antara Bintang dan Lee Ryeon yang adalah calon suami dari Han So Hyang. Lee Ryeon berbicara dengan sangat sopan saat ini, meski Bintang lebih muda darinya tapi So Hyang adalah adik sepupu dari Bintang. Terlebih lagi seluruh tanggung jawab pada sepupu dari Bintang kini berad di pundak Bintang.
Bintang mendengar dengan seksama setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Lee Ryeon. Bintang ingin mendengar dan juga melihat sendiri bagaimana itikat Lee Ryeon pada adik sepupunya.
" Tujuan ku mengajak mu untuk bicara adalah karena aku ingin membicarakan masalah hubungan aku dengan So Hyang. Aku sudah resmi bercerai dan sekarang sudah empat bulan berlalu dari hari dimana ketukan palu perceraianku diketuk." ujar Lee Ryeon membuka perbincangan mereka berdua.
" Sesuai apa yang pernah ojisan katakan bahwa kau bisa datang kembali ketika telah resmi bercerai, ku menerima niatan baikmu. Aku hanya punya satu permintaan dan juga merupakan persyaratan dariku, bisakah kau memulai prosesnya itu dari awal? Mulai dari melamar yang tentunya dengan semua etika dan niatan baik darimu." terang Bintang.
" Aku sebenarnya sudah merencanakan semuanya. Akan tetapi aku ingin kalian mengatakan kesediaan kalian untuk menerim ku. Dan masalah itu akan segera aku laksanakan." Lee Ryeon tersenyum. Dia bersyukur keluarga dari gadis yang telah membuatnya merasakan jatuh cinta lagi mau menerima dirinya dan juga statusnya.
" Ingat, kalau bisa yan meriah ya." tambah Bintang.
" Oppa...." tegur So Hyang. Bisa gawat kalau calonnya itu tahu tingkah absurb dari kakak sepupunya itu.
" Kamu pengen nikah nggak? Kalau pengen diem aja nggak usah banyak ikut campur. Ini urusan pria." tegas Bintang. Inilah yang sebenarnya merupakan sifat yang sebenarnya dari seorang Hoshi narita.
So Hyang mencebikkan bibirnya, ingin sekali rasanya dia memukul kepala dari kakak sepupunya itu, tapi dia tidak ingin terlihat buruk dimata pria yang dicintainya maka dari itu So Hyang menahan tangannya untuk tidak bertindak.
Lee Ryeon kini merasa sangat lega, akhirnya cerita cintanya dengan guru dari putranya itu dapat diwujudkan. Selain karena jatuh cinta pada pandangan pertama dengan So Hyang, Lee Ryeon juga mempertimbangkan kedekatan Shin putranya dengan gadis yang dia cintai. Lee Ryeon ingin menikah dengan wanita yang bisa dan diterima oleh anaknya, karena Lee Ryeon tak agi sendiri tapi ada putranya yang berada dibelakangnya untuk dilindungi.
__ADS_1
"Baiklah. Apa ada yang masih ingin kalian bicarakan? Jika tidak ayo kita bantu para bapak-bapa di depan. Aku rasa ayah Moiz sudah bertanduk lim meter karena kesal kita tak membantu." ujar Bintang mengajak pria di depnnya itu untuk membantu.
Pada awalnya Bintang mengajak Lee Ryeon hanya untuk melihat bagaimana pria itu akan bersikap. Tapi begitu Lee Ryeon menggulung lengan baju kemejanya Bintang merasa bahwa Lee Ryeon ini cocok menjadi bagian dari keluarganya.
Benar saja apa yang diperkirakan oleh Bintang. Saat mereka keluar dari arah rumah, Yanuar menatap tajam mereka berdua karena kedatangan dari saudara ipar dan calon saudara ipar ini terkesan sangat disengaja terlambat.
" Kenapa nggak sekalian aja besok baru ke sini. " sarkas Yanuar.
" Eh... Nggak boleh gitu. Ini ada calon ipar musti nunjukin sikap yang baik dong. Meski title nya adik ipar tapi dia usianya jauh diatas kita bang. Jadi musti sopan ya. " seloroh Bintang. Yanuar tercengang mendengar penuturan dari Bintang. Sejujurnya dia juga tidak terlalu mau tahu mengenai kisah pribadi adik dari istrinya itu. Tapi melihat sosok Lee Ryeon di depannya dia jadi merasa segan juga.
" Maaf ya tidak bermaksud tidak sopan, tapi jangan sampai lah ikut-ikut ini orang. Agak somplak soalnya. " Yanuar nyengir kuda di depan Ryeon.
Rasanya lama sekali tidak melihat duo usil ini manggung. Tapi akan lebih menyenangkan lagi kalau ditambah duo bal, sayangnya entah karena apa kedua saudara sepupu Bintang itu tak lagi datang ke acara-acara keluarga.
Bintang hanya mendengar dari opa bahwa duo bal saat ini tengah menghadapi ujian dalam taki persaudaraan mereka. Sedang dalam kemelut yang menguji mereka sebagai saudara kembar yang pastinya punya ikatan batin.
" Seneng kalau melihat keluarga besar kita akrab begini ya. Seperti keluarga idaman saja kalau begini ini. " celetuk Yumiko. Dia tengah duduk di teras bersama wanita-wanita dari keluarga Narita dan Narendra.
" Ehmmmm.... Chichi pasti seneng banget kalau lihat kita anak dan juga besannya bisa saling membantu dan selalu mengedepankan persaudaraan. " Fuyami menambahkan.
__ADS_1
" Saya juga baru kalo ini bisa bertemu bahkan menjadi anggota dari keluarga yang selalu akur dan saling menyayangi seperti ini. Banyak low yang terkadang jadi saling iri dan musuhan hanya karena strata mereka berbeda dengan saudaranya sendiri. Tapi saya lihat di keluarga besan ini tidak seperti itu. " terang bunda Dessy.
" Dulu ojichan dan chichi kami selalu berusaha untuk mengembangkan bisnis keluarga menjadi besar agar ketika ada anak cucu semuanya bisa kebagian hasil dari bisnis keluarga. Kami meski terlihat hanya seperti ibu-ibu sosialita, tapi kami punya satu hotel yang menjadi tanggung jawab kami low. " Yumiko bercerita.
Bintang yang masih saja melakukan perdebatan dengan Yanuar meski kedua tangan mereka mulai bekerja memotong daging sapi itu, tapi mulut mereka terus saja berdebat. Ryeon yang baru tahu bahwa keluarga itu seperti ini memilih untuk menyimak dan menikmati suasana yang belum pernah dia rasakan.
Satu yang disayangkan oleh Ryeon, bahwa anaknya yang sedang melakukan wisata dengan murid dan guru di sekolahnya jadi tidak bisa melihat apa yang dia lihat saat ini. Ryeon dan Shin, putranya itu sama saja, Sama-sama memang belum pernah merasakan arti keluarga sesungguhnya.
" Lagi nglamun apa? " Yanuar menepuk pelan pundak Ryeon.
" Tidak ada... " jawab Ryeon yang nampak aneh jika berbicara dengan bahasa Indonesia.
" Saya ada sedikit dengar tentang anda, kalau menurut saya, jika di depan Anda sudah ada apa yang anda impikan coba saja untuk bergabung agar bisa semakin bisa merasakan. Keluarga kami meski begini, tapi lumayan menyenangkan kok. " Yanuar mencoba untuk menghilangkan rasa sungkan dan malu yang dialami Ryeon saat ini.
" Iya, Terima kasih... "
Yanuar dan Ryeon terlibat perbincangan santai mengenai masalah keluarga. Dalam artian bagaimana keluarga itu biasa bersama dan berinteraksi. Yanuar ingin agar Ryeon tak lagi merasa kecil di depan seluruh keluarga hanya karena Ryeon adalah yatim piatu.
Keluarga besar Narita dan juga keluarga besannya tidak pernah membedakan status atau strata seorang manusia yang menjadi bagian dalam hidup mereka. Bukankah ada orang yang mengatakan bahwa anak yatim piatu adalah seseorang yang harus disayangi agar banyak pahala yang datang pada kita.
__ADS_1