BULAN UNTUK BINTANG

BULAN UNTUK BINTANG
KAKAK SEPUPU KEKASIHKU


__ADS_3

Suara riuh ramai terdengar dari kelas Bulan. Kedatangan duo Bal yang tampan membuat mahasiswi di kelas Bulan histeris.


Duo Bal juga tersenyum saat gadis-gadis meneriaki nya. Bahkan keduanya melambaikan tangan sudah seperti artis saja.


" Duo Bal itu siapa, Lan? " tanya July


" Mereka berdua kakak sepupunya Bintang. " jawab Bulan masih memandang kedua sepupu suaminya itu.


" Wah pantes senior Bintang ganteng, ternyata emang bibit bagus liat aja kakak sepupunya bule gitu. " ujar Septi kagum melihat Duo Bal


" Hai semua, Hai juga Bulan. " sapa Duo Bal


" Perkenalkan nama saya Balderin Hillar dan ini adik kembar saya Baldewik Hillar. " Derin memperkenalkan diri.


" Bisa langsung panggil Derin atau Dewik ya. " Dewik menambahkan.


" Kak gantang kok kenal sama Bulan? " tanya salah seorang teman sekelas Bulan


" Kenal dong kan calon adik ipar. " jawab Derin


" Mereka berdua itu kakak sepupunya senior kalian, si Bintang. " terang Pak Max


Semua mahasiswi di sana dibuat kaget. Ternyata senior mereka punya sepupu bule, ya walaupun Bintang juga bule. Tapi si kembar itu terlihat bule karena keturunan Jerman.


" Kak sudah punya pacar belum? " Sandra beraksi. Tidak dapat Bintang dapat kakak sepupunya juga boleh.


" hahahahah. Kami masih single lagi cari jodoh. Masak kalah sama adik sepupu dan punya calon. " jawab Dewik.


Keduanya sengaja datang ke kampus Bintang ingin saja mengerjai adik sepupu mereka itu. Menurut bibinya yang adalah Okaasan Bintang. Di kampus keduanya pura-pura pacaran, makin deh jiwa usil yang menurun dari oma itu meronta ronta.


Sejak kecil ketiganya itu sudah sangat suka sekali saling mengerjai, jadi kesempatan sekarang mengerjai Bintang.


Pak Max hanya geleng kepala melihat dua temannya itu. Pagi-pagi sekali mereka datang ke ruang dosen untuk mencarinya. Mereka bilang ingin sekali menggoda kekasih Bintang.


Sekedar informasi opa adalah salah satu donatur di kampus itu. Jadilah ketiga cucunya itu bisa leluasa di sana. Derin dan Dewik juga dulu sempet kuliah selama tiga semester sampai akhinya kembali lagi ke Munich, Jerman.


Sembilan puluh menit waktu mengajar pak Max hanya untuk tanya jawab dari mahasiswanya pada kedua sahabatnya yang menjadi CEO dan Vice President di salah satu perusahaan besar di Munich


Beberapa mahasiswa sudah ada yang keluar kelas saat jam Pak Max berakhir. Tapi tidak untuk Bulan, dia sekarang masih mengobrol dengan duo Bal.


" Bintang nggak kesini ya Lan? " tanya Dewik.


" Senior Bintang jarang ke sini kak, keduanya ini nggak ada romantisnya sama sekali. " July yang menjawab.


Pak Max yang berjalan melewati gedung B menuju ke ruang dosen di gedung D berpapasan dengan Bintang yang baru keluar kelas.

__ADS_1


" Eh Bintang kami nggak ingin ketemu sama kakak sepupuku. " ujar Pak Max


" Memangnya kenapa Pak? " tanya Bintang


" Kakak sepupu kami sekarang ada di kelas Bulan. Tadi mereka ikut saya..... " belum selesai Pak Max bicara, Bintang sudah terbirit-birit menuju kelas Bulan.


Pak Max hanya mampu geleng kepala saja melihat tingkah Bintang.


" Kalian ngapain di sini? " tanya Bintang


Bintang berjalan mendekati mereka. Lalu mengambil duduk di samping Bulan berhadapan dengan Dewik.


" Ya elah mau nyapa calon adik ipar aja nggak boleh. " gerutu Derin


" Cih. " decih Bintang.


Derin dan Dewik tersenyum saat melihat Bintang ngambek begitu. Senang rasanya niat mereka sukses membuat Bintang uring-uringan.


" Bulan udah berapa lama kalian pacaran? " tanya Dewik memancing Bintang.


" Buka urusan kalian" Bintang menatap sinis kedua sepupunya itu


" Gimana kalau kita ke kantin saja gimana? Biar sekalian bisa makan siang sambil ngobrol. " ajak Septi.


Mereka berenam berjalan ke kantin beriringan. Memilih duduk di warung yang biasa menjual soto ayam.


" Yuk yang mau pesen" ajak July


Mereka berenam memesan soto ayam enam dan es


teh 3 es jeruknya 3. Mamang yang tadi menerima pesanan Bintang ca segera membuatkannya.


" Kelas kalian temanya apa tahun ini? " Bintang membuka pembicaraan.


" Tadi kami sepakat tema sport. " jawab Bulan


" Bagus tuh asal jangan sampai aku lihat kamu pakai baju seksi ya. " sifat kepossesive nya Bintang muncul


" Cih, sok ngatur. " sindir Dewik


" Biarin. " sewot Bintang.


" Tema kelas senior Bintang apa? " tanya Septi


" Kami temanya kerajaan. " jawab Bintang.

__ADS_1


" Wah seru tuh, pasti pakaiannya keren deh. " puji July.


" Kamu nanti juga pakai pakaian kerajaan dong. " ujar Bulan


" Enggak, aku tahun ini terjun lapangan buat ngawasi. " timpal Bintang.


" Modus tuh modus, terjun lapangan apaan bilang aja lo itu pengen bisa deket sama Bulan. Kan kalau ikut kelas kesempatan lo deket Bulan sedikit. Tapi kalau terjun lapangan kan bisa terus deket-deket Bulan. " ledek Derin


Bintang langsung mendelik saat tujuannya terbaca oleh kakak sepupunya. Derin dan Dewik yang melihat itu tergelak. Puas sudah bisa mengerjai Bintang.


Mamang tadi mengantar pesenan Bulan dan kawan-kawan. Keenam orang itu memakan hidangan mereka dengan hikmat. Tidak ada yang mengobrol lagi semua fokus menghabiskan makanan mereka.


" Wowwww. Soto di sini masih saja enak seperti dulu ya Wik. " ujar Derin


"Heem, enak, mantap jos pokok e. " seru Dewik.


Keduanya kangen menyantap soto ayam yang ada di kantin kampus yang dulu pernah menjadi tempat mereka mengenyam pendidikan walau tidak sampai lulus.


" Kalian suka ya sama soto ayam di sini. " kata July


" Semua yang di kantin ini enak. Tuh gado-gado, bakso sama soto ayam trus satu lagi nasi goreng nya juga enak. " terang Dewik.


" Sudah ayo kembali ke kelas. Bukankah kalian masih ada kelas lagi! " Bintang bicara.


Bintang merasa harus segera memisahkan kakak sepupunya itu dengan Bulan. Bisa gawat kalau kakaknya itu cerita yang tidak-tidak.


Bulan, Septi dan July berjalan beriringan kembali ke kelas. Ketiganya mengobrol membahas tentang pakaian yang akan mereka kenakan saat pesta dansa nanti.


" Lan, lo udah nyiapin pakaian buat pesta dansa dua minggu lagi? " tanya July


" Bintang yang urus semuanya, katanya mau yang senada gitu. " jawab Bulan.


" Elo mah enak dah ada senior Bintang semua beres, nah kita sampai sekarang juga belum dapat ilham mau pakai pakaian yang gimana. " uja Septi


" Gini aja dech ntar kota pas beli seragam buat tema kelas sekalian beli gaun buat kalian, gimana? " usul Bulan.


" Boleh tuh ide low. " July dan Septi setuju.


Lain Bulan dan temannya lain lagi Bintang dan kakak sepupunya. Bintang lagi ngomel soal kakaknya yang rese itu.


" Kalian ngapain datang ke kampus? " tanya Bintang sewot


" Lhah orang dulu kita juga pernah kuliah di sini wajar dong pengen main ke sini. " ujar Derin


" Betul tuh, rugilah kami kalo nggak manfaatin waktu libur dari kerja kalo nggak dipakai buat have fun. " tambah Dewik.

__ADS_1


" He, eh termasuk usil sama gue itu have fun kalian kan? " ketus Bintang


Derin dan Dewik tergelak. Menggoda Bintang memang have fun yang paling mereka tunggu. Sayangnya kesibukan membuat mereka jarang berkumpul. Meskipun Derin dan Dewik menyayangkan waktu mereka yang jarang bertemu tapi Bintang justru bersyukur jadi kakak sepupunya itu tidak lagi usil terhadapnya.


__ADS_2