
Pesta masih berlanjut semua sesekali tertawa jika melihat Duo Bal dan Bintang berdebat. Benar-benar macam ludruk saja ketiga orang itu. Sama-sama usil, keras kepala, dan tidak mau kalah menjadikan mereka berdebat tidak pernah selesai.
" Bulan boleh kami bertanya? " Derik yang bicara
" Tidak boleh. " seloroh Bulan.
" Woi.... Kita nanya Bulan, papan penggilasan dilarang menjawab. " seloroh Dewin.
Derik tergelak saat saudara kembarnya menamai Bintang dengan papan penggilasan.
" Cocok. " Derik menambahkan.
" Ck. Kalian itu perlu ke dokter mata. Mana ada ganteng keren macam aku ini papan penggilasan. Dasar telinga panci. "
" Telinganya panci? " beo Bulan.
" Telinga panci kan selalu ada dua, sama tuh sama mereka, selalu berdua. " ejek Bintang.
Derik dan Dewin mendengus kesal. Bule Jerman dibilang telinga panci.
" Sudah-sudah kalian ini selalu saja ribut hal tidak penting. Oh ya kalian mau nanya apa? " Bulan menengahi.
" Hoshi ngasih lo apa sebagai hadiah pernikahan? " Derik bertanya
" Em.... Apa ya? " Bulan meletakkan jari telunjuknya didagu sambil berpikir.
" Kalian ngapain nanya begituan. Mau ngasih hadiah juga. "
" Udah. " jawaban serempak kakak sepupunya itu membuat Bintang terkejut.
" Udah, ya kan Bulan. " Bulan mengangguk.
Dua hari yang lalu Bulan mendapat satu set perhiasan limitted edition dan juga satu alat make up dari kakak sepupu suaminya. Karena disibukkan dengan pesta ulang tahun opa dirinya sampai lupa memberitahu suaminya.
" Kok nggak cerita. Kapan. " protes Bintang.
" Lupa. " Bulan nyengir kuda.
__ADS_1
" Elo dikasih hadiah apa, Bulan" Derik terus mendesak Bulan cerita.
" Mobil mewah. " Bulan tersipu malu kalau mengingat Bintang menghadiahinya sebuah mobil mewah yang harganya sangat fantastis. Mini JCW GP Inspired Edition.
" Wah pantes lo minta kita beliin mobil, pasti gara-gata uang lo buat beli mobil bini lo kan. " seloroh Dewin.
" Ya elah lo kira gue miskin, enak aja. Kan gue jual itu program ke perusahaan kalian. Wajar donk gue minta mobil sebagai gantinya. Kalau bukan saudara ogah gue jual program gue yang apik itu ke kalian. " Bintang bersendekap dada memalingkan wajahnya.
Bulan geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Saking cintanya pada mobil mewah sampai tidak pernah terlewatkan update mobil mewah yang dirilis. Pasti langsung dibeli.
Nampak para orang tua berkumpul di teras halaman belakang sambil barbeque an. Selain untuk di makan bersama juga untuk menghangatkan baran. Angin malam ini benar-benar menusuk sampai ke tulang.
Yanuar yang bosan duduk mendengar obrolan para orang tua nampak berjalan menghampiri para muda mudi yang masih duduk santai di meja makan.
Yanuar penasaran pada duo Bal, rasanya dia pernah bertemu tapi tidak tahu kapan dan di mana.
" Hai, gue boleh gabung. " sapa Yanuar.
" Ya elah Tomson duduk aja kali, kayak sama siapa aja. " celoteh Derik.
" Siapa Tomson? " tanya Bintang celingukan.
" Ini lah si Tomson. Lo lupa sama kita. " ujar Derik.
" Eh siapa ya? " Yanuar masih belum ingat.
" Dasar Tomson sama pelupanya sama bapaknya. Kita si kembar bule di kelas lo waktu semester 2 sampai 4. Masa nggak inget sama wajah tampan kami. " protes Dewin
" Ya ampun, gue inget. Si kembar Bujer kan. Ya ampun kalian beda banget sama dulu. " Yanuar menepuk pelan dahinya. Bagaimana dia bisa lupa sama kembar Bujer, padahal keduanya itu sangat famous di kampus. Selain karena tampan, bule, juga karena keusilan mereka.
" Apanya yang beda, perasaan sama aja. Sama jeleknya sama tengilnya sama edannya. " celetuk Bintang.
Semuanya tergelak bersama, rasanya sangat menyenangkan bisa berkumpul bersama yang dulu teman kini jadi keluarga.
" Eh tunggu. Kalian tadi panggil kakak ipar gue apa? " Bintang penasaran.
__ADS_1
" Tomson. " jawab duo Bal serempak.
" Artinya? " ganti Bulan yang bertanya.
" Tom nama dosen kita yang paling killer, son artinya anak. Jadi Tomson itu arti anaknya Dosen Tom. " cerita Yanuar.
" Dosen kita yang itu killer banget tapi cuma nih anak orangnya kagak killer. Katanya pengen dijadiin mantu. " tunjuk Dewin langsung tergelak.
Mereka ingat saat kuliah dulu dosen yang namanya Pak Tom itu sering banget menghukum mahasiswanya yang telat datang, tidak memperhatikan kelasnya, dan tidak mengerjakan tugasnya. Salah satu mahasiswa yang sering dapet hukuman ya si Duo Bal itu, karena sering datang terlambat.
Tapi dari sekian banyak nya mahasiswa yang diajar pak Tom, cuma Yanuar yang berhasil menjinakkannya. Pak Tom tidak pernah marah dan selalu menyanjung Yanuar. Pak Tom bilang cocok jadi mantunya.
Ketiganya tertawa bersama mengingat masa-masa itu. Karena kejadian di mana Yanuar disayangi Pak Tom akhirnya membuat duo Bal mendekati Yanuar dan akhirnya berteman. Siapa tahu dekat dengan Yanuar membuat pak Tom luluh juga, tapi bukannya luluh malah menjadi saja dosen itu menghukum duo Bal.
Tak jauh dari sama, Daisuke melihat cucunya yang bisa bebas berbuat apa yang diinginkannya, tidak seperti saat di Jepang Bintang lebih sering mengurung diri di kamar belajar agar bisa membuat Ojichan nya bangga.
Bintang yang cucu laki-laki satu-satunya di keluarga Narita, membuatnya merasa bahwa dirinya harus bertanggung jawab pada seluruh keluarganya. Dia seperti terbebani dengan tanggung jawab itu membuatnya tidak punya teman. Sifatnya sangat dingin dan angkuh.
Betapa bersyukur nya Daisuke mengirim cucunya itu ke Indonesia sehingga membuat Bintang menjadi pribadi yang ceria, hangat dan ramah pada siapa saja. Ya walaupun tanpa Daisuke tahu sifat lama Bintang itu kadang sering keluar.
" Otousan, apa yang Anda perhatikan. " Yumiko duduk di samping ayahnya.
" Kau lihat di sana, Hoshi ku bisa tertawa bahagia. Hal yang sangat jarang bahkan tidak pernah ku lihat saat Hoshi masih tinggal di kediaman Narita. " Daisuke menunjuk ke arah Bintang dengan dagunya.
"
Yumiko ikut memperhatikan keponakannya itu dari tempat duduknya. Nampak Bintang tertawa, tersenyum dan sangat perhatian pada istrinya. Yumiko bersyukur bahwa keponakannya itu bisa hidup lebih baik dalam pelariannya.
" Otousan, apakah anda akan memanggil Hoshi kembali ke kediaman Narita? " Yumiko bertanya dengan sangat pelan takut ayahnya itu marah.
" Aku harus membersihkan jalan yang akan dilewati Hoshi terlebih dahulu. Dia pasti kembali dan harus kembali karena dia seorang Narita. Tapi aku juga akan membawa cucu menantuku, agar Hoshi bisa bahagia walau di tempat yang berbeda. " ujar Daisuke.
Bintang memang harus kembali ke tempat dia berasal. Karena dia adalah seorang pewaris yang identitasnya dirahasiakan oleh keluarganya. Disamping untuk melindunginya juga untuk melihat apakah gadis yang mendekatinya itu tulus atau hanya mengincar harta saja. Bulan pun belum tahu bahwa suaminya itu adalah pewaris kerajaan bisnis Narita di Jepang. Sempat curiga tapi Bulan memilih cuek, toh bila waktunya suaminya itu pasti akan memberitahunya.
Daisuke tersenyum tipis melihat cucu kesayangannya. " anata ga watashi no mago o egao ni suru no o mite ureshi. " ( senang melihatmu tersenyum cucuku)
Hai readers, author mau minta maaf kalau ada salah typo dan juga bahasa Jepang author yang belum jago. Mohon dimengerti nya.
__ADS_1
Terima kasih buat readers yang setia mengikuti. Terua ikuti dan dukung novel author ya. Karena dukungan kalian adalah semangat author u tuk terus berkarya.
Kita ketemu besok ya di episode berikutnya😍😍😍