
Wartawan yang hadir di HN group dibuat tercengang kalau mendengar bahwa seorang Hoshi Narita mengatakan bahwa dia merasa beruntung mendapatkan seorang gadis yang kini menjadi istrinya. Padahal justru setiap wanita yang ada di dunia ini justru beruntung bila sampai menjadi pasangan hidup seorang Hoshi Narita.
Bintang terus menggenggam tangan Bulan, agar seluruh wartawan yang hadir di sini bisa melihat bahwa apa yang dikatakannya adalah sebuah kenyataan, bahwa dia sangat bahagia bisa bersanding dengan Bulan.
Bintang mempersilahkan para wartawan untuk kembali bertanya jawab karena waktu untuk tanya jawab masih panjang. Kembali para wartawan melakukan tanya jawab kepada pasangan berbahagia yang ada di podium. Sungguh sebuah kejutan bahwa Hoshi Narita sudah menikah dan bahkan sudah memiliki tiga putra.
" Tuan apa anda berencana kembali ke Jepang? " tanya wartawan wanita yang duduk tepat di depan podium.
" Tentu saja, aku adalah pewaris kerajaan bisnis keluargaku jelas aku pasti kembali tapi tidak sekarang. Setidaknya sampai istriku sudah diwisuda baru aku kembali ke Kyoto. " jawab Bintang. Kembali para wartawan dibuat kaget dengan sikap Bintang yang berubah drastis, dari yang arogan dan dingin lalu menjadi seseorang yang lembut dan penuh perhatian. Padahal para wartawan itu tidak tahu saja, Bintang hanya bersikap seperti itu pada Bulan tidak dengan lainnya.
" Apa anda sudah memiliki rencana untuk ketiga putra anda tuan? " tanya wartawan yang lain.
" Mereka akan mengambil alih bisnis perhotelan dari wilayah Asia, Eropa dan Amerika. Tugas saya adalah membangun sebanyak-banyaknya hotel milik keluarga Narita agar ketika anak-anak ku sudah besar mereka bisa langsung mengurusnya. "
Ucapan Bintang barusan jika orang lain yang mengatakannya pasti tidak akan ada yang percaya bahwa orang tersebut mampu melakukan hal tersebut. Tapi akan jadi hal yang terbalik bila sudah seorang Hoshi Narita yang mengatakan nya, karena dia pasti akan mewujudkan apa yang dia kata kan hari ini.
" Baik silahkan dipilih tuan untuk pertanyaan terakhir. " tutur Ryo.
" Silahkan wartawan yang ada di ujung sebelah kanan dengan kemeja cream. " tunjuk Bintang.
__ADS_1
" Baik tuan Terima kasih atas kesempatan yang tuan berikan pada saya. Sederhana saja yang saya katakan, apa tuan masih menginginkan untuk punya anak kembali? "
" Jika itu tergantung pada istri saya. Jika dia mau maka saya juga akan dengan senang hati membuatnya. " jawaban dari Bintang sukses membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.
Tak lama berselang acara peluncuran dan konferensi pers yang diselenggarakan oleh pihak Bintang sudah berakhir. Semua wartawan satu per satu meninggalkan gedung HN group. Para wartawan keluar dari gedung dengan perasaan yang senang karena mereka mendapatkan banyak berita dari seorang Hoshi Narita.
Bintang dan Bulan segera mengajak anaknya kembali ke rumah. Kata orang tua zaman dahulu kalau bayi belum ada selapan tidak boleh diajak keluar nanti sawan. Begitulah kepercayaan zaman dulu dan Bulan selalu melakukan hal itu. Tidak baik juga jika anaknya dibawa keluar dalam waktu cukup lama, biarlah nanti ketika anaknya sudah dua atau tiga bulan umurnya baru dikenalkan pada dunia.
Bintang mengajak Bulan masuk ke dalam rumah diikuti ketiga baby sitter yang akan merawat triplet. Menurut okaasan, kasihan jika Bulan dibiarkan merawat ketiga putranya sendirian. Mengurus satu anak saja kewalahan apa lagi sampai tiga anak, nggak kebayang Bulan akan jadi seperti apa.
Triplet ternyata sudah tertidur sejak memasuki mobil tadi. Sengaja Bintang menggunakan Limosin ketika perjalanan pulang dari gedung HN group sampai ke rumah orang tuanya yang ada di Jakarta. Ketiga baby sitter pun meletakan triplet di box mereka masing-masing.
Malam ini rencananya di tiga tempat keluarga Bintang dan Bulan akan mengadakan syukuran atas kelahiran triplet. Cicit, cucu dari tiga keluarga ini merupakan berkah yang sangat luar biasa yang diberikan kepada mereka, jadi sudah sepantasnya jika mereka mengadakan syukuran sebagai wujud syukur kepada yang di atas.
Tidak ada salahnya ikut berbagi pada anak yatim piatu karena mereka yang merasa lebih harus mau memberi pada mereka yang merasa kekurangan.Hal ini lah yang ditanamkan keluarga Narita, keluarga Hillar dan keluarga Narendra pada keturunannya
Di Kyoto, Daisuke juga tidak mau kalah dengan besan dan anak serta menantunya. Dia juga mengadakan syukuran dengan memberikan santunan pada panti asuhan dan panti jompo di beberapa kota yang ada di Jepang. Daisuke yang terhalang masalah kesehatan tidak bisa ikut terbang dengan putranya untuk mengikuti acara syukuran di Jakarta.
" Halo bun, apa semua persiapan di sana lancar? " tanya Bulan kepada bunda Dessy melalui sambungan telefon.
__ADS_1
" Lancar sayang. Tadi bunda lihat acara kalian di televisi, kamu terlihat makin cantik sayang. " puji bunda Dessy.
" Aku memang cantik bun, tapi masih kalah jauh sama bunda. " tutur Bulan menggoda bunda nya.
" Pandai sekarang bicara manis , pasti ini menantu bunda yang ngajari. "
Keduanya melanjutkan obrolan mereka dengan waktu yang cukup lama. Bunda Dessy juga tidak bisa selalu datang menemui Bulan karena di rumah keluarga Narendra, bunda juga harus menjaga menantunya yang juga hamil. Kebetulan kandungan So Hee itu sangat rewel, tidak seperti saat masa Bulan mengandung.
Bintang masuk ke kamar saat Bulan masih asyik bercengkrama dengan bundanya di telefon. Bintang mendekat lalu mencium pelipis Bulan untuk menyadarkan istrinya tentang keberadaannya di sana. Karena terlalu asyik menelfon, Bulan sampai tak menyadari saat Bintang masuk ke kamar mereka.
" Kok ditutup sayang telfonnya? " tanya Bintang.
"So Hee lagi merengek mencari bunda sayang. " jawab Bulan jujur. Telfon Bulan memang dimatikan oleh pihak bundanya karena bundanya mendengar So Hee memanggil bunda Dessy.
" Itu anak semenjak hamil ke apa manja sekali, padahal dulu dari kecil dia itu sangat mandiri lho. "
" Mungkin bawaan bayi sayang. Aku pernah baca kalau ibu hamil itu berubah menjadi orang lain lantaran hormon kehamilannya. Aku rasa So Hee juga begitu." terang Bulan.
" Aku bersyukur istriku tidak seperti itu, hanya makannya saja yang menjadi sangat banyak." ledek Bintang.
__ADS_1
Bukannya marah tapi Bulan justru tertawa sangat keras sekali mendengar ledekan dari suaminya. Kenapa dia harus marah toh apa yang dikatakan oleh suaminya itu adalah benar adanya. Saat Bulan dalam masa kehamilan berat badannya naik sebanyak empat puluh kilo, selain karena anaknya yang kembar tiga juga karena makannya yang sudah menyamai jatah makan tiga orang dalam sekali makan.
Meski begitu suaminya tidak pernah sekalipun protes atau mengolok Bulan. Bintang benar-benar memahami dan justru mendukung Bulan untuk apa saja yang dilakukan oleh Bulan selama masa kehamilannya. Sebuah hubungan rumah tangga akan langgeng jika penghuninya saling percaya dan saling mendukung.