Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
1. Ditembak sang Idola.


__ADS_3

Alisha terkejut ketika sebuah motor retro modern berwarna hitam, berhenti tepat di hadapannya. Seorang cowok berseragam sekolah dengan jaket bomber hitam yang dikenakannya dibiarkan terbuka sehingga bagian depannya terlihat. Cowok itu membuka helmnya, dan tersenyum. 


"Ya Tuhan, cakep banget malaikat pagi ini!"   bathin Alisha histeris melihat senyuman itu.


"Ayo ikut aku, kamu mau ke sekolah Garuda, kan?" ajaknya.


"Aku?" Alisha melihat ke kanan dan ke kiri. Ia masih tak percaya jika cowok yang memiliki tampan paripurna ini mengajaknya untuk naik ke atas motor. 


"Iya, Alisha … Ayo, cepet naik!" ujarnya penuh penekanan saat menyebutkan nama Alisha.  


Gadis itu masih saja diam tak ada reaksi apapun. Sorot matanya tajam memindai cowok yang ada di hadapannya. Bagaimana mungkin cowok ini mengetahui namanya?


"Ayo! Gak usah bengong, sebentar lagi bel masuk, kita se-tujuan!" ajaknya memaksa Alisha, dan tanpa turun dari motornya, cowok itu menarik tangan Alisha hingga membuatnya menurut walau dengan perasaan yang bingung.


Hari ini adalah hari pertama Alisha di sekolah Garuda. Sebenarnya, dia mengendarai motor matic, namun sayang, ban motornya tiba-tiba bocor, dengan terpaksa ia harus mendorongnya sambil mencari bengkel. Beruntung, sudah ada bengkel yang buka.


Sungguh hari pertama yang sial, eh, bukan, tapi hari pertama yang penuh kejutan. Kata orang tua, jangan bilang sial, pamali, karena pasti akan datang keberuntungan. Itu yang sempat dia gumamkan dalam hatinya, terbukti, ketika dia menunggu angkutan umum di depan bengkel, ada cowok tampan yang baik hati mengajaknya pergi ke sekolah bersama.


☘️


"Makasih, Mas!" ucap Alisha setelah turun dari motor cowok itu. Mereka kini sudah berada di area parkir sekolah. 


"Aliando, namaku Aliando!" kata cowok tampan itu memperkenalkan diri. Ia melepas helmnya. Lalu memberikan senyuman yang menawan dan begitu khas seperti sihir, hingga Alisha merasa terhipnotis.


Alisha hanya mengangguk sambil membalas senyuman itu.


"Nanti pulangnya, kita bareng!" perintah Aliando. 


"Eh, ga usah Mas, aku harus ambil motor di bengkel!" tolaknya.


"Itu urusan gampang Alisha!" kata Aliando tanpa turun dari motornya.


"Eh, kok mas-nya tau namaku?" tanya Alisha heran.


"Name tag di seragammu!"


"Eh!" Alisha langsung melihat name tag di atas dada kanannya. Spontan dia langsung mengeratkan jaketnya agar seragam bagian depannya tidak terlihat.  Sementara Aliando hanya tersenyum melihat tingkah Alisha.


"Udah, ga usah ditutupi, aku udah lihat kok!" kata Aliando cuek.


"Ish, omes," ucap Alisha sambil menyipitkan matanya. Dia tidak habis pikir, ternyata cowok tampan di hadapannya memiliki pemikiran mesum.


"Lho, emang apa? aku kan hanya bilang kalo aku udah lihat nametag mu! Otakmu tuh yang perlu dibersihin!"


Alisha terpaku, wajahnya menjadi kemerahan karena malu. Ah, ternyata dia saja yang pikirannya kemana-mana, hingga berprasangka lain terhadap cowok yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Nanti, pulang sekolah, kamu jangan kemana-mana, langsung ke tempat parkir aja, dan tunggu aku!" kata Aliando.


"Eh, maaf mas Aliando, emang harus ya aku pulang bareng kamu?"


"Tentu! karna hukumnya wajib! Sebab, kamu adalah pacar aku! Jadi, sudah seharusnya kita pulang pergi ke sekolah bersama!"


"Hah, pacar?" Alisha terkejut dan merasa aneh.


"Hmm," jawab Aliando singkat. Kini cowok itu turun dari motornya, lalu berdiri tepat di hadapan Alisha.


Gadis itu sempat mundur selangkah, memberi jarak diantara keduanya.


"Maksudnya gimana neh?" tanya Alisha masih bingung dengan pengakuan 'pacar' yang disampaikan Aliando.


"Aku suka kamu, Alisha! Kamu belum jelas? Apa perlu diperjelas lagi?" Aliando mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha, agak menunduk, menyeimbangkan pandangannya agar bisa menatap mata indah Alisha dengan leluasa karena tinggi gadis itu hanya sebatas dada Aliando.


"Eh, tunggu dulu, kayaknya kita baru kenal deh, dan lagi kita juga gak deket!" protes Alisha sambil menelan salivanya yang tadi sempat tertahan ketika Aliando mendekatkan wajahnya.


"Gak perlu nunggu deket untuk bisa menyukaimu, saat aku lihat kamu tadi, aku sudah suka sama kamu! Dan kamu gak usah nolak, karna aku gak nerima sebuah penolakan!" ucap Aliando sambil tersenyum puas melihat Alisha yang kebingungan. 


Alisha mematung. Otaknya dipaksa bekerja keras untuk mencerna apa yang sedang dia hadapi.


"Ayo, aku antar ke ruang guru dan kepala sekolah! Kamu mau kesana, kan?" ajak Aliando kemudian menarik tangannya. Mau tidak mau, gadis itu menurut, karena dia memang akan menuju ruang guru.


Perasaan Alisha saat ini sangat tidak karuan. Ia merasa menjadi pusat perhatian siswa lain di sekitarnya, berpuluh pasang mata menatap ke arahnya, padahal saat ini mereka baru saja berlalu dari tempat parkir dan belum menuju ruang guru. Sebagian besar siswa putri, menatap Alisha dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat dan juga penuh penasaran. Sementara siswa putra memandangnya dengan wajah berbinar yang sulit diartikan. Alisha hanya bisa cuek. Ia berusaha untuk tidak peduli. Namanya juga anak baru, pasti akan jadi bahan gosip. Itu pikiran yang terlintas di otak kecilnya.


"Ga bisa!" jawab Aliando enteng.


Mendengar jawaban seperti itu, Alisha dengan cepat berusaha melepas paksa tangan yang digenggam oleh Aliando, walaupun kemudian hasilnya nihil, karena Aliando justru semakin mengeratkan genggamannya.


"Jangan bersikap seolah kamu dipaksa, Cha, bersikaplah biasa, agar orang-orang gak curiga,"


"Hei ... Kamu emang maksa aku, kan?"


"Aku berbaik hati mau nganter kamu, Cha! Atau ... kamu mau aku rangkul aja?" goda Aliando.


"Eh, ga usah sembarangan, dan jangan kepedean, punya malu dikit dong! Ini lingkungan sekolah, apa boleh pegangan tangan kayak gini?" ucap Alisha kesal.


"Sampai depan ruang guru, ya." kata Aliando penuh kelembutan. Ia sangat mengerti perasaan Alisha, dan ia juga tahu tentang aturan di sekolah. Namun, apa yang ia lakukan memang sengaja, karena ia memiliki maksud tersendiri.


Bel masuk kelas berbunyi, mengakhiri acara kasak kusuk para siswa di koridor kelas, yang heboh dengan adanya murid baru, eh, mungkin tidak, bukan Alisha yang istimewa, tapi Aliando. Ya, Aliando adalah seorang idola sekolah. Walaupun bukan ketua OSIS, tapi siapa yang tidak mengenal Aliando, dia adalah juara umum, nilainya tertinggi satu sekolah, olympiade bidang studi MIPA dan bahasa Inggris selalu menjadi juara.


Belum lagi di bidang olahraga, dia merupakan kapten tim kesebelasan sepakbola sekolah, yang telah membawa timnya menjadi juara di beberapa turnamen.


Sebenarnya sejak sekolah menengah pertama, dia adalah atlit bela diri, dan telah memenangkan banyak kompetisi hingga tingkat provinsi, namun, entah kenapa ketika sekolah menengah atas, dia lebih memilih olahraga sepakbola.

__ADS_1


Sungguh sang idola, dia memang pantas dikagumi semua orang, tidak terkecuali kaum hawa. Aura sang juara benar-benar terpancar dalam dirinya.


Kini, Alisha berada dalam genggaman sang idola. Sungguh, dia masih belum bisa memahami keadaan yang sedang dia hadapi.


"Pacar? Kenapa harus aku? Siapa sih sebenarnya cowok ini? Gila! Baru masuk sekolah udah ditembak, untung cakep!" gumam Alisha dalam hati. Kedua kakinya berusaha menyeimbangkan langkah Aliando menuju ruang guru. Sekilas, ia menyempatkan untuk melirik Aliando.


"Bener-bener tampan cowok ni!" komentarnya dalam hati.


"Gak usah ngelihatin aku kayak gitu, Cha, nanti kamu bakal gamon dari aku, karna aku emang tampan dari orok," kata Aliando penuh percaya diri dan tatapannya tetap lurus ke depan. Jelas, saat ini ia tahu jika Alisha diam-diam melirik dan mengaguminya.


"Ya ampun, pede banget!" ucap Alisha sambil menggelengkan kepalanya. Ia tak menyangka jika Aliando sangat percaya diri. Namun, jujur saja, ia memang membenarkan apa yang dikatakan Aliando. Sementara cowok itu hanya tersenyum, wajahnya begitu mempesona.


☘️


"Masuklah, Cha, aku ke kelas duluan! Paling, nanti kamu ke kelasnya sama wali kelasmu," kata Aliando penuh perhatian, saat mereka tiba di depan ruang guru.


Alisha mengangguk. Namun, di antara keduanya tidak ada yang bergerak untuk berpisah.


"Apa?" tanya Alisha bingung, karena Aliando tak kunjung pergi.


"Kamu gak ngucapin makasih gitu?"


"Eh, iya iya, maaf, makasih ya mas Al!"


"Hmm, sama-sama, Cha ... Ingat, nanti pulangnya bareng, aku akan ke kelas kamu, dan kamu jangan kemana-mana! okke!"


"Tapi ...."


"Gak ada tapi, ingat, aku ga nerima penolakan,"


Alisha bengong.


"Welcome to my heart, Cantik!" ucapnya tegas. Ia tersenyum manis sambil meninggalkan Alisha.


Sementara, Alisha justru malah merinding mendengar ucapan Aliando.


...🌻🌻🌻...


Halo Kak readers


sehat selalu ya....


Welcome di novel kedua...


genrenya masih sama.

__ADS_1


Semoga kak readers suka yaaaa😍😍😍


__ADS_2