
"Eh nikah? itu pertanyaan, kenapa aneh gitu?" Alisha agak terkejut dan merasa aneh.
"Kenapa? salah? Emang gak boleh kalo kita nikah?"
"Nggak boleh lah, kita kan masih SMA!"
"Gak masalah, kamu udah tujuh belas tahun, kan?"
"Dua bulan lagi!"
"Kita nikah muda, ya! kamu pikirkan selama dua bulan,"
"Ih, aneh, kamu kenapa sih pulang dari masjid malah ngajakin aku nikah? kamu sehat kan?"
"Aku sehat banget, Cha! aku serius, aku ingin kita selalu bersama,"
"Tapi aku gak mau!"
"Aku selalu sendirian, kamu juga, dengan nikah, kita bisa bareng dan nggak nimbulin fitnah juga dosa, juga ... biar aku bisa lebih leluasa menjaga kamu seperti papah menjaga kamu,"
"Aish, kamu bener-bener aneh!" Alisha menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Nggak, semalam aku udah memikirkan hal ini dan tadi selepas salat subuh aku bicara dengan pak Aman, bapak setuju setuju saja, bahkan tadi ada Ustadz Musa imam masjid, ikut mengobrol dengan kami, dia juga mendukung, daripada kita terjerumus hal yang melanggar aturan, "
"Kamu tau gak, Bang, berumahtangga itu gak gampang, apalagi kita masih muda, masih labil, masih alay,"
"Kalo udah nikah, kita pertahankan rumah tangga kita,"
"Dasar gila! Gak mau, lagian aku belum mencintai kamu!" kata Alisha sambil melangkah pergi.
"Aku gak butuh persetujuanmu dan aku gak nerima penolakan!" ucap Aliando dengan tangan memegang lengan Alisha guna menahannya agar tidak pergi.
"Kamu gila, Bang? nikah itu hal serius, kita punya apa? nikah bukan cinta doang, sementara kita masih punya cita-cita, kan?"
"Teruslah berjuang untuk cita-cita kita, aku hanya ingin melindungi mu dan bersama kamu dengan cara yang halal!"
"Terus? kewajiban kita?"
"Aku akan bertanggung jawab atas seluruh hidup kamu!"
"Lalu aku? aku belum mau bertanggungjawab sebagai istri, apalagi sebagai ibu, dan kalo aku tidak melakukan kewajibanku, bukankah aku dosa?"
"Aku gak akan nuntut kewajiban kamu, sampai kamu benar-benar siap!"
"Jangan sia-siain hidup kita dengan nikah muda," Alisha masih menolak.
"Niatkan ibadah, Cha,"
"Ibadah bisa dengan cara yang lain!"
"Lebih rawan hidup sendirian daripada denganku, kan? Pertimbangkan lah, dan harus setuju!"
"Gak mau, aku mau sarapan, kamu pikir aja sendiri, atau cari aja cewek lain yang mau kamu ajak nikah sekarang-sekarang," kata Alisha sambil melepaskan pegangan tangan Aliando.
"Ck, anak ini," Aliando menggeleng kemudia menyusul ke tempat pak Aman, bergabung untuk sarapan.
βοΈ
"Wah, lagi sarapan ni, ikut ah ikut," suara Opun, dia baru saja tiba, saat Aliando dan semuanya sudah berada di hadapan meja makan.
"Lho? kayak kenal?" Alisha menyelidik dan mengingat.
"Aku Opun, Sha, masa lupa!" kata Opun tak terima jika Alisha tidak mengingatnya.
"Oh iya, iya, juragan hape," kata Alisha asal, membuat keempat lainnya saling pandang penuh arti, dan sayangnya hanya mereka yang tahu arti dari tatapan itu.
"Opun anaknya bapak, neng," kata pak Aman.
"Woh," Alisha menutup mulutnya terkejut.
"Gak usah kaget gitu, gak baik buat kesehatan!" celetuk Opun, diikuti senyuman dari Aliando, pak Aman dan Mak Leha.
"Sini Mak, aku minta piringnya," pinta Opun pada Mak Leha agar ia dikasih piring juga berisi nasi goreng.
"Mak, kok, nasi gorengnya beda dari biasanya?" Aliando merasa-rasakan ada sesuatu yang berbeda, lebih unik dan nikmat.
"Pake bumbu apa?" tanya Aliando lagi.
"Kenapa? ga enak?" tanya Mak Leha.
__ADS_1
"Nggak, ini ada rasa yang beda, lebih nikmat dan dan unik," jawab Aliando.
"Itu si neng cantik yang goreng nasinya," ujar mak Leha.
"Kamu, Cha?" Aliando tak percaya. Ia melirik Alisha yang duduk di sampingnya.
"Kenapa? dikiranya aku gak bisa masak ya?" kata Alisha sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
"Iya, soalnya selama ini kita kalo makan jajan terus di warung,"
"Kenapa? nyesel ... uda sering jajanin aku?"
"Gak lah, buat istriku apa sih yang nggak!" ujar Aliando penuh percaya diri.
Alisha langsung melirik Aliando dengan tatapan tajamnya. Dan itu malah membuat Aliando tergelak.
"Besok-besok masakin lagi ya!" kata Aliando sambil mengacak pucuk kepala Alisha.
"Ish!" Alisha menepis tangan Aliando dari kepalanya.
"Liat Pak, Mak, calon mantu nya galak bener!" gerutu Aliando.
"Galak tapi sayang!" kata Mak Leha sambil terkekeh.
"Istri, calon mantu, iiiiih, disaring kalo ngomong!" protes Alisha sambil menyumpal mulut Aliando dengan kerupuk.
"Kan, galak tapi sayang," komentar Opun.
"Beneran neng mau nikah sama Ando?" tanya pak Aman kini, serius.
"Eh, nggak Pak, itu akal-akalan kak Ando aja!" Alisha mengelak.
"Padahal ya neng, gak papa nikah muda, biar gak banyak dosa!" Mak Leha kali ini menimpali.
"Tapi Mak, aku ma kak Ando gada papa," sahut Alisha.
"Eh, kita kan pacaran, Cha!" protes Aliando.
"Itu kan status yang kamu buat aja," ucap Alisha cuek.
"Trus selama ini menurut kamu kita apaan?" tanya Aliando, ia penasaran, sebenarnya apa yang dipikirkan Alisha tentang hubungan mereka.
Alisha melirik Aliando meminta kepastian.
"Iya, Cha, aku kan udah janji, mau bawa kamu ke nenek, mumpung hari Minggu,"
"Sekarang?"
"Iya, abis ini kita ke rumah kamu dulu, biar kamu ganti baju,"
"Tapi ...."
"Gak usah nolak, Cha, Opun udah sengaja ke sini nganterin mobil,"
"Kenapa gak tanya aku dulu?"
"Karena aku tau, kamu akan jawab gak mau, gak mau dan gak mau,"
"Udah Neng, ikut aja, udah ditungguin nenek di sana, apalagi ini kan hari spesialnya Ando, dia kan lagi ulang tahun,"
Alisha melirik Aliando dengan tatapan bertanya.
"Waah kamu gak tau, Sha? payah payah...." ledek Opun.
"Taulah, cuma kan gak harus ke rumah nenek," Alisha mengelak, padahal memang benar ia tidak mengetahui ulang tahun Aliando.
βοΈ
"Kenapa gak bilang kalo ulang tahun?" tanya Alisha pada Aliando saat di mobil. Pada akhirnya, Alisha pun menurut, kini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah neneknya Aliando.
"Gak harus, kan,"
"Tapi aku kan belum nyiapin apa-apa, gak beli kado juga,"
"Katanya kita bukan apa-apa, ngapain peduli, toh di sini kan yang nganggep kita pacaran hanya aku," jawab Aliando sekenanya.
Alisha cemberut. Hatinya tertohok, memang benar tadi dia bilang kalau dia dan Aliando tidak memiliki hubungan apa-apa, tapi itu karena dia merasa malu dengan pak Aman, Mak Leha dan Opun.
"Kenapa nyesel udah jadi pacar yang gak perhatian?" tanya Aliando sambil melirik Alisha, meminta jawaban.
__ADS_1
"Bukan gitu, lagian aku kan emang pacar paksaan kamu,"
"Ck, anak ini, berbeda sikap antara malam sama siang," ujar Aliando sambil kembali fokus pada jalanan.
"Maksudnya?" tanya Alisha tak mengerti.
"Waktu malam kamu baik banget, dekap aku sambil bilang makasih udah cinta kamu, pas pagi, mood kamu udah berubah lagi,"
Alisha terdiam, ia membenarkan apa yang dikatakan Aliando.
"Aku bener, kan?" tanya Aliando memastikan.
Alisha masih diam. Akhirnya Aliando menghentikan laju mobilnya, kemudian memandang wajah Alisha.
"Ada apa? kok malah berhenti?" tanya Alisha merasa aneh.
"Kamu belum jawab pertanyaanku,"
"Yang mana? pertanyaanmu banyak, dan kayaknya banyak juga yang gak aku jawab,"
"Ah, iya benar juga, tapi aku nggak peduli dengan pertanyaan lain, kecuali satu pertanyaan ini,"
"Apa?"
"Sebenarnya, selama ini kamu anggap hubungan kita itu apa?"
"Pacar paksaan,"
"Bisa nggak sih kata 'paksaan'nya dihilangin,"
"Lah kenyataannya gitu kan?"
"Ya udah, sini beri aku hadiah ulang tahun," Aliando kesal.
"Lho kok?"
"Iya, kamu harus ngasih aku hadiah!"
"Kok maksa?"
"Karena kamu bilang kita adalah pacar paksaan, jadi aku memaksa kamu untuk ngasih hadiah,"
"lho katanya gak perlu?"
"Aku berubah pikiran!" Aliando sok ngambek.
"Ish, ternyata kamu juga sama, berubah-ubah, kadang baik kadang nggak,"
"Suka-suka hati aku lah!"
"Iya, iya, maaf, emang kamu mau minta hadiah apa?"
"Bener? serius kamu mau ngasih?"
"Iya,"
"Janji?"
"Iya, Bang," ucap Alisha sangat yakin.
Aliando kembali menghadap Alisha, kemudian menggenggam kedua tangan Alisha lembut.
"Will you marry me?"
"Hah? Apaan sih?" Alisha terkejut dengan pertanyaan tersebut, ia pun segera melepaskan tangannya.
...π»π»π»π»π»...
wadduh dilamar lagi....
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
Halo kak readers mampir juga yuks ke novel sahabatku kak Hilmiath_ judulnya Atmosphere, pokoknya seru n kereeen bgt, jgn lupa dukungan buat authornya yaaa.... πππ
Happy Reading yaaaπππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1