Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
97. manjanya Alisha


__ADS_3

"Cemburu ya?" tanya Fahri pada Alisha.


Saat ini Alisha memang sedang menunggu Aliando yang sedang mengajar di salah satu ruangan kelas untuk persiapan olimpiade sains. Ia menunggu di koridor sambil memperhatikan bagaimana Aliando mengajar murid-murid yang menjadi peserta olimpiade.


Akan tetapi, diantara murid-murid itu, ada Rose Ninantia, seorang adik tingkat yang pernah mencuri cium pipi Aliando ketika acara perpisahan kelas dua belas.


Sudah sangat jelas pemandangan yang Alisha lihat, tampak tidak biasa, karena Rose melakukan aksi pendekatan dan mencari-cari perhatian Aliando. Sekuat Aliando berusaha menghindarinya sekuat itu pula Rose mencoba untuk mendekati Aliando.


"Aku gak butuh komen dari kamu," kata Alisha ketus, setelah melihat sekilas ke belakang orang yang mengomentarinya.


"Oh, ayolah, Sha, semua orang juga bisa melihatnya, bahkan tidak sedikit rumor yang beredar bahwa Rose selalu mendekati Aliando dan Aliando tidak bisa menghindar, mungkin sebentar lagi kamu diputusin dan dia pacaran dengan Rose," kata Fahri sengaja memancing kecemburuan Alisha.


"Gak usah sok tau!"


"Aku bukan sok tau, tapi ... aku jelas tau," kata Fahri begitu yakin.


"Dia bukan tidak bisa menghindar tapi lebih pada mendinginkan suasana, karena ini kerja tim, daripada ada masalah, lagian kan di ruangan situ banyak orang," jelas Alisha.


"Haha, nggak usah membela orang yang salah, Sha, walau bagaimanapun, Aliando itu laki-laki, ada gadis cantik kayak gitu ngedeketin, pasti imannya akan goyah, Sha, coba aja kamu lihat,"


"Makasih atas pendapat kamu, tapi aku nggak butuh pendapat kamu," ujar Alisha sebal.


"Oh, ayolah, kamu sakit hati kan ngeliat itu,"


"Kamu nggak tahu apa-apa soal hati aku," kata Alisha pasti.


"Aku tahu kamu, Sha, aku bisa merasakannya, karena aku pun merasakan hal seperti itu, saat kamu bareng Aliando,"


"Terserah, itu perasaan kamu, yang jelas, sekarang ini, aku nggak ingin peduli sama perasaan kamu,"


"Sampai kapan sih, Sha, lupakan orang seperti itu, kembalilah padaku," mohon Fahri terdengar frustasi.


"Aku nggak pernah merasa punya hubungan bareng kamu, gimana aku bisa kembali sama kamu? aku pun nggak pernah merasa mencintai kamu, Ri!" tegas Alisha.


"Nggak! Kamu itu pernah sangat mencintai aku!"


"Kamu gila, Ri!" kata Alisha sambil mendorong Fahri kemudian meninggalkan koridor. Membiarkan Fahri terdiam menahan kesal.


🌡


"Abang hati-hati ya ini udah aku siapin segala keperluan Abang di tas ini," kata Alisha sambil menyerahkan sebuah tas punggung yang cukup besar, berisi pakaian dan perlengkapan lain yang dibutuhkan Aliando selama mengantarkan para peserta olimpiade.


"Iya makasih ya, kamu jaga diri, kita gak bisa berangkat bareng ke sekolah selama dua hari nanti, pokoknya setelah pembukaan, aku langsung pulang,"


"Iya, gak papa, aku akan jaga diri, Bang,"


"Jangan biarkan Fahri ngedeketin kamu!" perintah Aliando penuh ancaman.


"Aku bisa jaga diri, Bang, Abang gak percaya ma aku?"


"Bukan, nggak percaya, tapi aku khawatir, aku gak bareng kamu, gak ada yang bisa jaga kamu, kita tidak pernah tahu apa yang akan Fahri lakukan sama kamu,"


"Abang, tenang aja ya, Abang juga, di sana hati-hati, nggak boleh dekat-dekat sama Rose,"


"Wah, ini kamu cemburu atau nggak percaya sama aku?"


"Aku percaya sama Abang, tapi aku nggak percaya sama dia, Abang itu laki-laki, dideketin terus sama cewek cantik, pinter, siapa yang nggak tergoda?"


"Kamu meragukan aku?"


"Enggak tahu ah, udahlah, gak usah bahas ini, lagian kenapa sih harus Abang yang ke sana nganterin para peserta?"


"Kayaknya kita udah bicarain ini deh berkali-kali,"


"Iya, iya, iya," kata Alisha sambil memanyunkan mulutnya beberapa senti.


"Udah jangan ngambek, lagian aku kan cuma dua hari kok, kan aku juga harus kuliah, selainnya itu, bukankah kita ada agenda buat jalan sehat?" kata Aliando sambil memeluk Alisha dengan sangat erat. Sementara kepala Alisha ia sandarkan di dada bidangnya.


🌡


Dua hari pun berlalu. Selama berpisah, Aliando dan Alisha selalu saling menghubungi, mereka saling melepas rindu dengan cerita, dan Aliando sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Rose mendekatinya, ia benar-benar menjaga jarak terhadap Rose.


"Kamu sakit Cha?" tanya Aliando lembut sambil meraba kening Alisha yang tengah tidur.

__ADS_1


Ia baru saja tiba di rumah panggung. Memang sudah hampir dua bulan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah milik Aliando meskipun tiap akhir pekan mereka akan menginap di rumah Arsyad.


Perlahan Alisha membuka matanya karena merasakan sentuhan tangan Aliando di keningnya.


"Eh, Abang udah dateng?" tanya Alisha sumringah, wajahnya berbinar seakan begitu bahagia melihat Aliando di hadapannya. Ia segera bangkit kemudian mendekap Aliando.


"Katanya diundur pulangnya?" tanya Alisha. Yang ia tahu, semalam Aliando mengabarkan akan pulang lusa, karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan.


"Seharusnya sih gitu, tapi semalam masalahnya udah beres," kata Aliando sambil membalas dekapan Alisha.


"Kenapa Abang gak bilang?" tanya Alisha masih dalam pelukan.


"Kalo aku bilang, apa artinya kejutan buat kamu, hm?" jawab Aliando.


"Aku seneng banget Abang ada di sini! Abang udah makan?"


"Hmm, tadi sebelum ke sini aku mampir ke bebek bakar sekalian aku bawakan juga buat kamu,"


"Asik makan enak nih"


"Makan lah, aku simpan di meja makan,"


"Hmm, nanti aja deh, aku masih kenyang,"


"Haa iya, tadi mak Leha bilang, kalo kamu ngabisin tiga mangkok bakso?"


"Hehehe, iya Bang, aku juga gak tau, kayaknya baksonya enaaaaaak banget, aku nambah lagi, nambah lagi, tapi gak pake mie, hanya bakso aja,"


"Perutmu gak sakit kekenyangan? tiga mangkok lho?"


"Sakit sih nggak, cuma perutnya kerasa penuh banget, nyampe ga pengen apa-apa,"


"Aku kira kamu gak terlalu suka bakso,"


"Suka-suka aja, apalagi bakso pak Aman,"


"Tapi kamu pernah muntah waktu itu,"


"Ah, yang waktu Abang nyangkain aku hamil ya?"


"Itu aku enek sama irisan dagingnya yang berlemak, Bang, karena malamnya itu, bu Syifa ngasih aku iga bakar tapi penuh dengan lemak, makanya, saat aku makan irisan dagingnya, aku keingetan iga bakar, aku langsung ngerasa mual,"


Aliando tersenyum dengan sangat apik.


"Trus tadi juga kata mak Leha kamu gak ke sekolah? kamu sakit?" tanya Aliando kemudian.


"Enggak, cuma pengen aja, Bang, soalnya hari ini, badan aku rasanya lemes banget,"


"Tapi kamu nggak demam, apa yang kamu rasakan?"


"Cuma lelah aja, Bang, ama ngantuk, bawaannya pengen tidur mulu, makanya aku ijin gak berangkat sekolah hari ini!"


"Ya udah kamu istirahat aja, lanjutkan tidurnya ya, kamu ingin apa?"


"Pingin tidur dipeluk Abang,"


Aliando tersenyum. Ia merasa Alisha begitu manja.


"Tapi aku belum mandi, masih lengket dan bau, tunggu aku mandi dulu ya, ntar aku peluk kamu," kata Aliando.


"Aku mau sekarang, Bang," pinta Alisha dengan rengekannya yang manja.


"Ya sudah, sini, biar aku peluk," kata Aliando sambil bergerak naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Alisha, kemudian memeluknya.


"Kangen ya, hm?" tanya Aliando sambil mengecup kening Alisha dalam pelukannya.


"Banget," kata Alisha sambil menciumi dada Aliando yang masih tertutup kemeja. Ia menyukai aroma tubuh Aliando. Tangannya mengeratkan pelukannya di tubuh Aliando.


"Kalau kamu masih lelah, besok sebaiknya kita batalkan aja ikut jalan sehatnya, ya," kata Aliando sambil membelai rambut Alisha. Sudah sejak dua minggu yang lalu, Aliando dan Alisha berencana untuk mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan oleh pemerintah kotanya.


"Eh, jangan, Bang, aku pengen banget ikut, udah lama nggak jalan sehat, aku udah punya kupon, siapa tahu kita bisa dapat door prize, dan biasanya, kalau ada acara jalan sehat pasti banyak kuliner ... aku pengen banget kulineran,"


"Jadi intinya, kamu mau jalan sehat atau berkuliner ria?" tanya Aliando.

__ADS_1


"Keduanya lah, jalan sehat kan bikin sehat, kalau kuliner, bikin perut kenyang hati tenang,"


"Iyalah, iyalah, emang kamu pengen makan apa?"


"Apa aja, pokoknya Abang bawa uang banyak ya,"


"Iya, okke, tenang aja," kata Aliando sambil mengecup kembali kening Alisha untuk yang ke sekian kalinya.


🌡


Pagi ini, Alisha dan Aliando ikut serta jalan sehat yang diselenggarakan pemerintah kota, mereka bersuka cita, Alisha bahkan terlihat bersemangat sejak bangun tidur.


Namun, di tengah acara jalan sehat, Alisha mulai mengeluh, semangatnya memudar.


"Bang, berhenti dulu ya," pinta Alisha pada Aliando.


"Kenapa? Kamu haus lagi? Aku beliin minuman dulu ya," kata Aliando.


"Nggak, Bang, kakiku aja yang pegel, aku juga gak tau ini, kenapa cepet banget capek, padahal dulu aku biasa jalan jauh,"


"Karena kamu gak pernah latihan bela diri lagi!"


"Ha iya, mungkin aja, aku jadi manja, karena Abang ngelindungin aku terus,"


"Ya udah, sini!" Aliando berjongkok di hadapan Alisha.


"Eh, Abang mau ngapain?" tanya Alisha.


"Udah, naik aja, biar aku gendong,"


"Ih malu, Bang, banyak orang,"


"Peduli amat sama orang, kita kan ga melakukan kesalahan, udah, ayo, cepet naik,"


"Gak ah, Bang,"


"Ayo cepet, biar cepet sampai, nanti kita kan bisa kulineran sambil nungguin doorprize diumumkan, kamu mau nggak?"


Mendengar kata kuliner, Alisha langsung berbinar, ia pun segera naik ke punggung Aliando. Tidak peduli apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang melihat keduanya, Alisha dan Aliando asyik berbincang menunjukkan kebahagiaan mereka layaknya dua insan yang sedang jatuh cinta.


Setelah menyelesaikan rute jalan sehat, kini giliran Alisha dan Aliando menikmati kuliner. Mereka menikmati bubur ayam hangat.


"Kenapa, Cha?" tanya Aliando, ia merasa aneh dengan sikap Alisha yang hanya mengaduk-aduk buburnya.


"Aku kok jadi gak mau makan bubur, Bang,"


"Kenapa?"


"Gak tau, tiba-tiba gak selera aja!"


"Terus, kamu pengen makan apa?"


"Aku pengen makan udang ma cumi, lobster juga,"


"Hah?" Aliando mengernyitkan keningnya keheranan.


"Iya, Bang, cari yuk!" ajak Alisha.


"Habiskan dulu buburnya, nanti kita cari warung seafood ya,"


"Pengen sekarang," rengek Alisha manja.


Aliando terdiam. Ia menatap Alisha gemas. Bukan kesal tapi justru lucu menurutnya.


Pada akhirnya, keduanya pun mencari warung seafood setelah sebelumnya Aliando menghabiskan buburnya. Setelah menemukannya, Alisha memesan hampir semua yang dia inginkan.


"Pelan-pelan, makannya, Cha, gak ada yang minta, lagian, ini makanan sebanyak ini emang mau kamu habiskan?"


"Kalo gak habis, Abang yang habiskan ya," kata Alisha cuek, ia tetap menikmati lobsternya.


Aliando menggeleng pelan, apa yang terjadi pada Alisha saat ini benar-benar aneh. Mudah lelah, mengantuk, banyak makan, ataupun tidak berselera terhadap suatu makanan, bahkan bersikap sangat manja, padahal sebelumnya Alisha adalah orang yang sangat mandiri, berani dan percaya diri. Sehingga ia mendapatkan suatu kesimpulan.


"Cha, kamu ngerasain sesuatu gak?" tanya Aliando.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2