
Suara alarm di ponsel Alisha membuat gadis itu terbangun. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, menerima sorot cahaya lampu yang remang-remang. Mengembalikan kesadaran setelah lelap tertidur. Ternyata, listrik sudah menyala.
Samar-samar, Alisha mencium wangi parfum yang familiar, posisi kepalanya saat ini berada di atas dada Aliando. Sempat terkejut, namun tak bisa dipungkiri, hatinya begitu luar biasa bahagia. Kini, hidupnya tak lagi sendiri.
Ia mengalihkan pandangan menatap dan memperhatikan wajah Aliando meskipun dalam keremangan cahaya. Kepalanya masih di dada Aliando, sepertinya ia memang sengaja tidak ingin beranjak. Senyumnya terbit, mensyukuri semua keadaan yang sudah terjadi, ternyata kesedihan telah berlalu, berganti dengan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Udah ngelihatinnya, Cha?" tanya Aliando dengan suara serak bangun tidurnya, namun ia tetap memejamkan mata tanpa ingin membukanya, seperti tengah menikmati kehangatan Alisha di dadanya.
"Eh, Abang udah bangun?" tanya Alisha, kepalanya kini berpindah ke bantal, lalu memiringkan tubuhnya menghadap Aliando. Ternyata, karena Alisha tidak mematikan alarmnya, membuat Aliando menjadi terganggu, sehingga, ia pun ikut terbangun dari tidurnya.
"Hm," jawab Aliando, ia pun ikut memiringkan tubuhnya, sehingga kini keduanya saling berhadapan.
"Kenapa ngelihatin aku terus, hm?"
"Abang tampan," ucap Alisha membuat Aliando tersenyum gemas.
"Kamu sangat cantik, Cha," kata Aliando sambil mengusap lembut pipi gadis itu.
"Aku masih gak percaya kalo kita sekarang adalah suami istri," kata Alisha, tangannya ikut terulur mengusap lembut pipi Aliando.
"Sama, tapi yakin aja kalo ini beneran nyata!" kata Aliando.
"Hiiiiy ... masih kecil udah nikah!" komentar Alisha untuk dirinya sendiri.
"Hahhay ... Gak papa, biar gak salah jalan!"
Alisha mengangguk.
"I Love You, Cantik!" ucap Aliando dengan senyumnya yang begitu manis.
"Aku cinta kak Ando, banget!" ungkap Alisha malu-malu sambil membenamkan kepalanya di dada Aliando.
Cowok itu merasa surprise, pasalnya, ini adalah pertama kalinya Alisha menyatakan perasaannya.
"Makasih, Cha, makasih udah membalas cintaku, makasih udah mau mencintaiku!" kata Aliando sambil membelai rambut Alisha dalam pelukan.
"Abang udah jadi suami aku, untuk itulah, aku harus menyerahkan cinta aku pada Abang,"
"Hm, makasih ya!" Aliando mempererat dekapannya.
Hening sejenak. Yang terdengar hanya deru nafas yang semakin terdengar cepat dan tak beraturan.
"Bang, ga ke masjid?" tanya Alisha, memecah keheningan.
"Ha iya, bener juga, mumpung belum qomat, aku siap-siap dulu ya," kata Aliando, bergerak melepas dekapannya. Ia kemudian bangun dari tidurnya, kedua kakinya sudah turun dari tempat tidur namun sebelum benar-benar beranjak, ia mencium kening Alisha terlebih dahulu penuh kelembutan dan kasih sayang.
βοΈ
"Kalian belum ngapa-ngapain kan?" tanya Kek Haidar pada Aliando saat dalam perjalanan pulang dari masjid subuh itu.
"Maksud Kakek?" tanya Aliando mencoba memastikan, ia sebenarnya tahu apa yang dimaksud oleh kek Haidar mengenai 'ngapa-ngapain'.
"Hubungan suami istri," tegas kek Haidar.
"Nggak, Kek!" kata Aliando cepat.
__ADS_1
"Hm, baguslah, tunggu sampai dia melahirkan, lalu kalian nikah lagi, ya!" kata kek Haidar yang masih menduga jika Alisha tengah hamil.
"Iya, Kek, Al tau," ucap Aliando, ada kegetiran terasa di sudut hatinya, bukan karena tidak bisa berhubungan suami istri, tapi lebih pada mengkhawatirkan keadaan Alisha yang sedang hamil, di usianya yang masih muda akhirnya harus memiliki anak, padahal Alisha sendiri awalnya menolak menikah karena tidak ingin memiliki anak saat usia masih belia.
"Kakek mengerti perasaanmu, tapi jika kelak anak itu lahir, cintai dia, anak tetaplah anak, dia suci, dan jangan pernah dijadikan masalah diantara kalian berdua, kamu sudah memilihnya untuk melindunginya, jadi jangan sampai kamu menyakitinya," jelas kek Haidar, yang ia tahu, Aliando menikahi Alisha karena niat menolong, agar tidak mendapatkan malu gara-gara hamil di luar nikah. Ia juga setuju, sebagai konsekuensi dulu ibunya Aliando pernah menyakiti hati ayahnya Alisha di saat hari pernikahan.
"Iya, Kek, Al terima Alisha dengan apa adanya dia, Al udah sangat siap dengan segala resikonya!"
"Baguslah, kakek percaya," ucap kek Haidar.
"Kamu benar-benar kayak ibumu, meskipun kadang beberapa hal dia keras kepala dan nekat, tapi jiwa penolongnya luar biasa,"
Aliando hanya tersenyum, ia tiba-tiba sangat merindukan ibunya.
"Alisha juga nekat anaknya, Kek!" kata Aliando, walau sebenarnya ia tidak tahu apakah Alisha hamil atau tidak, yang jelas dalam pikiran Aliando, jika memang itu terjadi maka ada kemungkinan Alisha akan menggugurkannya.
"Oiya, Al, dan jangan sampai orang lain tau, terutama nenekmu, biarkan mereka taunya anak itu, anak kamu!"
"Iya, Kek, Al paham," Aliando memahami apa yang dimaksud oleh kakeknya, semua itu demi Alisha.
π΅
"Assalamu'alaikum," ucap Aliando setelah membuka pintu kamar. Tampak Alisha sedang melipat alat sholatnya.
"Wa'alaikumsalam, Bang, udah pulang?" tanya Alisha sambil menyimpan alat sholat yang tadi dilipatnya ke atas rak pakaian.
Aliando segera berjalan menghampiri Alisha tepat saat gadis itu membalikkan tubuhnya.
"Eh," Alisha terkejut mendapati Aliando sudah berada di hadapannya.
"Sehat selalu ya, Bang,"
Aliando makin tersenyum.
"Aamiin," kata Aliando, ia pun mendaratkan kecupan di kening Alisha, lalu mendekap Alisha erat.
"Kamu juga, sholihah selalu ya, Cantik," lanjutnya, sambil mencium pucuk kepala Alisha beberapa kali.
"Aamiin," Alisha pun mengeratkan dekapannya.
Ternyata indah sekali menjadi sepasang suami istri. Segala sesuatu bernilai ibadah dan mendapat pahala. Hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan bersama bisa menghadirkan suasana romantis.
"Aku sayang kak Ando," ucap Alisha masih dalam pelukan Aliando. Ini adalah kali kedua ia mengungkapkan perasaannya.
Hal ini membuat Aliando sangat bahagia saat mendengarnya, rasanya seperti ada bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya. Dia benar-benar bersyukur dan sangat menyukai momen ini, dimana gadis pujaannya selama ini mengungkapkan perasaan kepadanya.
"Aku juga, Cha, aku sangat-sangat menyayangi kamu,"
"Makasih Bang, udah mau sabar sama aku!"
"Kamu bahagia, Cha?" tanya Aliando sambil melepas dekapannya kemudian menatap lekat wajah cantik gadis yang kini telah resmi menjadi istrinya. Kedua tangannya masih melingkar di pinggang Alisha.
Gadis itu mengangguk cepat. Ia tak mungkin berbohong, jika dia tidak berbahagia. Karena yang ia rasakan saat ini adalah perasaan yang luar biasa dan istimewa.
"Kamu gak nyesel nikah muda?"
__ADS_1
"Sedikit, tapi daripada banyak dosa,"
"Iya, bener juga!"
"Tapi Abang janji kan, akan jaga aku, gak akan nyakiti aku?"
"Iya, Cha, niat aku sama kamu hanya itu, menjagamu dengan cara yang halal,"
"Lalu ...," Alisha menghentikan ucapannya.
"Apa?"
Alisha malah tersenyum kecil.
"Ehm, aku tau apa yang kamu pikirkan," tebak Aliando.
"Emang apa?"
"Ngeres," kata Aliando sambil mengetuk kening Alisha. Ia tahu kemana pikiran Alisha.
"Eh, emang apa coba?"
"Yang kemarin kita bahas kan? Malam pertama?"
Alisha nyengir tanpa merasa bersalah.
"Kok Abang tau?"
"Dari dulu kan yang omes kamu, Cha,"
"Hehe, aku cuma di otak, lah Abang, udah berani main peluk, main gendong, ma cium-cium aku walau cuma di kening,"
"Eh, tapi kamu juga pernah nyium aku di pipi," kata Aliando tidak mau kalah, "Jadi, siapa yang lebih ngeres, hm?" tanya Aliando.
"Abang lah,"
"Aku?" Aliando tidak terima.
"Iya lah!"
"Ya sudah, aku yang paling ngeres, sini biar aku kasih yang lebih," kata Aliando dengan wajah menggoda dan senyum yang menyeringai penuh ancaman, membuat Alisha merinding.
"Eh, Abang mau apa?" tanya Alisha sambil melepas tangan Aliando yang melingkar di pinggangnya, namun tak berhasil, karena Aliando justru semakin mengeratkannya.
"Menurutmu apa, hm?"
"Aku gak tau, dan Abang jangan natap kayak gitu, aku jadi merinding,"
"Oiya?"
"Hu-um," kata Alisha sambil mengangguk.
"Takut?" tanya Aliando sambil perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha.
"Hu ... umph," jawab Alisha terbata, ia terpaku, dan mulai merasakan jika seluruh sendinya lemas. Matanya terpejam saat akhirnya Aliando berhasil mendaratkan ciuman di bibir mungilnya.
__ADS_1
...π»π»π»π»π»...