
Suasana stadion saat ini begitu ramai. Meskipun ini hanya pertandingan persahabatan, namun banyak sekali penonton, terutama para fans Aliando, siapa lagi kalau bukan dari Alilo FC dan Alianers FC, apalagi ini merupakan akhir pekan. Sebagai catatan, kedua fans club ini bukan hanya dari sekolah mereka saja, akan tetapi dari sekolah lainnya juga.
Pertandingan telah dimulai, dan saat ini telah berlangsung babak kedua. Telah tiga puluh menit terlewati. Sejak babak pertama, Aliando memimpin timnya sangat sempurna, performa timnya luar biasa. Permainan Aliando sendiri, sangat apik dan luar biasa. Bahkan dia sempat mencetak tiga gol berturut-turut. Memang pantas jika dia dijuluki "Bigboss gol," oleh para fansnya.
Teriakan-teriakan dari para Alilo dan Alianers begitu menggila sejak awal hingga akhir pertandingan.
"Ck, Aliando begitu digilai!" gumam hati Alisha.
Aliando sudah seperti tokoh idola yang sangat terkenal. Alisha yang hanya duduk di bangku pemain bersama pelatih tampak tak percaya, bukan pada Aliandonya, tapi lebih pada para fansnya.
"Segitunya mereka ngefans ma Aliando?" hatinya masih bergumam. Benar-benar tidak habis pikir.
Usai pertandingan yang dimenangkan oleh tim Aliando, Alilo dan Alianers berebut mendekatinya. Ntah yang ingin foto bersama, memberikan minuman, buket bunga, buket makanan ringan, bahkan parcel.
Tapi Aliando benar-benar tidak bersemangat, ia lebih memilih ke toilet untuk bersembunyi.
"Cepat kesini, aku tunggu!" sebuah chat dari Aliando masuk ke ponsel Alisha. Gadis itu sudah paham, ia segera membawa tas Aliando menuju toilet.
"Makasih ya," ucap Aliando pada Alisha, setelah dia mengganti pakaiannya.
"Iya, sama-sama,"
"Jalan-jalan yuk," ajak Aliando.
"Yakin?" tanya Alisha,
"Kenapa?"
"Yakin bisa keluar dari tempat ini? Fans kamu masih menggila!"
"Kamu ambil motor, lalu bawa keluar, aku tunggu diluar stadion," kata Aliando sambil menyerahkan kunci motor.
"Maksudnya?"
"Udah, ikuti aja perintahku! Ntar, di sebelah barat, ada tukang bakso "Pak Aman", kamu kesana, lalu pesankan 2 porsi bakso untukku, satu gak pake kuah!" kata Aliando.
"Hah?"
"Udah ga pake bengong!"
"Lho, trus gimana caranya kamu keluar?"
"Gak perlu tau, pastikan kamu bisa ngambil motornya, ya,"
"Kamu yakin, aku bisa ngambil motor kamu? kalo fans kamu ternyata udah nungguin kamu di tempat parkir gimana?"
---000---
"Hei! kayaknya Aliando di toilet sebelah sini!" Tiba-tiba terdengar teriakan salah seorang fans. Sepertinya, sebagian fans bukan hanya menunggu Aliando tetapi juga mencarinya.
Aliando dan Alisha terkejut, mereka mulai panik. "Udah, sekarang pergi ya!" kata Aliando memerintahkan Alisha untuk segera pergi.
Alisha mengangguk, ia pun segera berlari meninggalkan Aliando.
"Tunggu, Cha!" ujar Aliando sambil menarik tangan Alisha. Ternyata, sebelum Aliando pergi, ia menyusul beberapa langkah kepergian Alisha.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Alisha saat membalikkan tubuhnya.
Aliando mengambil hoodie di belakang leher Alisha, kemudian memasangkannya di kepala gadis cantik itu. Selanjutnya, ia meraih kepala Alisha dan mengecup sekilas keningnya.
"Kamu harus hati-hati, ya," ucapnya sambil mengusap pipi kanan Alisha.
"Udah, jangan malah bengong, mereka udah mulai kesini!" imbuhnya.
Akhirnya tanpa pikir panjang, keduanya berpisah, mengambil arah yang berbeda dan berlawanan dari suara langkah-langkah kaki para fans.
Ah, perlakuan Aliando begitu manis dan lembut, jujur saja hati Alisha berdebar, ia merasakan sesuatu yang luar biasa. Getaran yang unik menggelitik hatinya. Ia berlari sambil tersenyum dan mengusap keningnya.
โ๏ธ
Alisha segera memarkirkan motornya, kemudian masuk ke warung bakso "Pak Aman".
"Pak, beli dua porsi bakso, satu gak pake kuah!" kata Alisha pada seorang bapak mengenakan peci berwarna putih di kepalanya. Ia terlihat sibuk melayani pembeli.
"Neng Alisha ya?" tebak pak Aman pada Alisha.
Sambil mengerutkan kening karena keheranan, Alisha pun mengangguk.
"Ayo, bapak antar ke nak Aliando!" kata pak Aman sambil meninggalkan para pembeli menuju ke bagian belakang warung. Di situ, terdapat halaman yang cukup luas plus sebuah rumah panggung kayu sederhana, cantik, natural dan unik. Dengan gaya minimalis dan klasik.
"Itu nak Aliando!" kata pak Aman sambil menunjuk ke arah Aliando yang sedang duduk di tangga teras memainkan ponselnya. Ia belum menyadari kedatangan Alisha.
"Kesana aja ya, bapak tinggal dulu, gak enak sama pembeli,"
"Oh iya, Pak, terimakasih!"
Alisha berdehem ketika dirinya sudah berada di dekat Aliando.
"Cha!" Aliando mendongak, ia segera bangun dari duduknya dan menghampiri Alisha. Lalu mendekapnya erat, namun hanya sesaat, kemudian ia melepasnya dan memindai wajah gadis cantiknya itu.
"Kamu gak papa, hm?"
Alisha menggeleng, hatinya masih tidak karuan sejak dicium keningnya hingga sekarang didekap Aliando. Semua perhatian dan perlakuan lembut Aliando begitu menenangkan, sehingga getaran halus yang manis itu berdesir indah di sudut hatinya.
"Aku takut kamu kenapa-kenapa,"
Alisha hanya diam. Ia sedang berusaha mengendalikan apa yang sedang dirasakannya.
"Ayo, kita istirahat di sini!" kata Aliando sambil menarik tangan Alisha dan membawanya menuju anak tangga teras rumah panggung.
Aliando sengaja tak melepas tangan Alisha, walaupun mereka sudah duduk dengan tenang.
"Aku ngehawatirin kamu! Gimana kamu bisa keluar dari parkiran?"
"Kenapa kamu khawatir? Bukannya kamu percaya kalo aku bisa melakukannya?"
"Feel aku memang mengatakan demikian, tapi tetap saja aku mencemaskanmu!"
"Aku nyuruh pak penjaga buat ngeluarin motor kamu, dan selanjutnya aku nyampe deh disini,"
"Makasih ya, kamu udah baik-baik saja!"
__ADS_1
Alisha mengangguk.
"Eh iya, gimana caranya kamu nyampe sini? Kok bisa cepet banget? jangan bilang kamu pake jurus ninja?" tanya Alisha menyelidik.
"Tuh kamu tau, aku tadi pake jurus ninja!" jawab Aliando jujur. Namun, Alisha menganggapnya bercanda.
"Jurus inton jutsu (tekhnik meloloskan diri dan menghilang)? Emang kamu bisa?" tanya Alisha masih tak percaya.
"Emang kamu tau jurus ninja?" Kini malah Aliando yang penasaran pada gadis cantik disampingnya ini.
"Eh, ga juga!" Alisha berusaha menutupi, "Oh iya, katanya kamu ngajak jalan-jalan, jadi gak?" tanya Alisha mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya, Aliando masih penasaran pada Alisha, tapi untuk sementara waktu, ia pending dulu rasa itu.
"Ah iya, tapi kita makan bakso dulu ya, udah disiapin bapak, tuh!" kata Aliando sambil menunjuk dua mangkok bakso yang terhidang di karpet teras.
Alisha pun menyetujuinya, perutnya memang terasa sangat lapar.
"Tapi lepasin dulu dong tangannya, dari tadi digengggam mulu, takut aku kabur?" ledek Alisha.
Aliando tergelak, ia makin merasa gemas pada cewek cantiknya ini. Akhirnya mereka pun bergegas untuk menikmati bakso.
"Wah, bener-bener dua mangkok bakso, tapi kok, dua-duanya pakai kuah?" tanya Alisha merasa aneh, bukannya Aliando tadi meminta satu tidak pakai kuah?
"Aku berubah pikiran, aku ingin pakai kuah!" jelas Aliando.
"Oh,"
"Udah, dimakan, nanti keburu dingin!"
Alisha mengangguk. Ia pun segera memakan baksonya dengan lahap.
"Pelan-pelan, Cha, gada yang minta kok!"
"Aku takut kamu makan punyaku!" ujar Alisha sekenanya. Ia tidak peduli apa yang ada dalam pikiran Aliando, yang penting ia bisa makan.
"Oh iya, mau tanya, ini rumah siapa? dan pak Aman itu siapa?"
"Ini rumahku, pak Aman dan istrinya, orang tuaku!" jawab Aliando.
Alisha terdiam, sambil menatap Aliando, ia seperti memikirkan sesuatu.
"Kenapa ngelihatin aku kayak gitu?" tanya Aliando
"Kamu pasti bohong, kan?" tebak Alisha penuh penasaran. Jujur, ia tidak percaya dengan jawaban Aliando.
...๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป...
Halo ka readers
sehat selalu ya
have fun yaaa
makasih dukungannya...
lopyuol๐๐๐
__ADS_1