Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
23. Menginap


__ADS_3

"Hei, kenapa keluar? Gak bisa tidur?" tanya Aliando saat Alisha membuka pintu kamarnya.


"Iya!"


"Kenapa? gak nyaman tempatnya?" tanya Aliando.


"Bukan gitu, tapi aku gak terbiasa tidur di rumah orang, apalagi di rumah laki-laki," ujar Alisha.


"Ya udah sini!" perintah Aliando sambil menepuk tempat di sampingnya.


Alisha pun menurut, ia mendekati Aliando yang sedang mengerjakan tugas sambil duduk lesehan di karpet dengan laptop di hadapannya.


"Lagi apa?" tanya Alisha setelah duduk di samping Aliando.


"Ini, lagi ngerjain tugas,"


Alisha menganggukkan kepalanya, seakan paham meskipun tidak tahu apa yang sedang dikerjakan oleh Aliando.


"Nonton tivi aja ya," usul Aliando sambil menyerahkan remote TV.


"Emang ada acara apa tengah malam kayak gini?"


"Entah, lihat aja," kata Aliando.


"Aku gak biasa nonton tivi,"


"Lalu?"


"Paling nonton film di hape atau laptop,"


"Ya sudah, nontonlah!" perintah Aliando sambil membuka ponselnya. Kemudian ia membuka channel film yang telah terhubung dengan layar televisi.


"Cari aja film yang kamu inginkan," kata Aliando sambil menyerahkan


"Iya," jawab Alisha paham. Ia pun menerima ponsel Aliando, kemudian mencari-cari film yang dia inginkan.


"Kamu tau film ini, Bang?" tanya Alisha setelah menemukan film yang ia inginkan.


"Apa?"


"Ini, film si rambut merah kriting," kata Alisha, sambil menunjukkan sebuah film kartun yang berjudul Brave. Aliando melihat sebentar ke televisi, kemudian kembali fokus pada laptopnya.


"Oh, cuma tau, tapi belum pernah nonton," kata Aliando.


"Ini adalah film pertama, yang aku tonton di bioskop, bareng papah, aku sangat suka, kalau kangen papah, aku sering nonton ini, kata papah, aku juga harus jadi gadis yang berani, yang tangguh, dan gak boleh lemah apalagi cengeng!" kenang Alisha.


Aliando menghentikan ketikannya, ia melirik ke arah Alisha. Mengamatinya sebentar, hatinya terenyuh, rasanya tidak mungkin kalau Alisha berani berbuat terlalu jauh, hatinya masih berharap besar jika prasangkanya tentang pekerjaan Alisha di bidang prosol adalah salah.


Lihatlah, betapa gadis cantik di sampingnya ini sangat mengidolakan ayahnya, segala yang diamanahkan ayahnya dia ingat betul.


Aliando mengangguk membenarkan apa yang Alisha ungkapkan.


"Kamu memang pemberani, Cha, kamu sangat tangguh," kata Aliando memuji gadis cantiknya.


Ah, feelnya selalu benar. Ia yakin sekali, jika prasangkanya salah.


"Apa kamu sangat merindukan papah?"


"Tentu aja, sampai sekarang aku belum bisa terima kalo papah meninggal ... aku kehilangan tempat aku bersandar, tempat aku mengeluh, tempat aku curhat," Alisha mulai berkaca-kaca menahan rasa sakit di hatinya karena kehilangan orang yang paling disayangi.


Aliando menggenggam tangan Alisha, menenangkannya.

__ADS_1


"Cha, aku memang gak bisa menggantikan papah, tapi aku ingin kamu bisa mempercayaiku, menjadikan aku sebagai tempat kamu bersandar, tempat kamu mengeluh dan curhat,"


Alisha menatap lekat Aliando. Sebenarnya ia ingin menjadikan Aliando sebagai tempat yang dimaksud, namun hatinya masih belum yakin dengan namanya cinta.


Alisha akhirnya tersenyum dengan sangat manis, walaupun Aliando tidak tahu apa maksud dari senyuman itu, namun hal itu bisa membuat Aliando merasa yakin bahwa Alisha akan menjadikannya sebagai tempat sandaran hatinya.


"Oh ya, apa kamu selalu curhat sama papah?"


"Iya," jawab Alisha singkat.


"Apapun?"


"Iya, tidak ada yang terlewat,"


"Termasuk Aidyn?"


"Nggak, aku gak pernah curhat soal Aidyn, hanya saja papah tau semua teman-temanku ... dengan siapa saja aku dekat dan bergaul,"


"Berarti ...," Aliando menghentikan kalimatnya, "Baru aku ya yang kamu curhatkan pada papah?"


Alisha terkejut. Ah, benar juga, waktu di makam, selain mengenalkan Aliando, ia bercerita bagaimana sikap Aliando yang pemaksa dan seenaknya. Alisha hanya terdiam membenarkan, matanya mengerjap beberapa kali. Membuat Aliando semakin merasa gemas.


"Sudah, lanjutkan nonton ya, aku selesaikan dulu tugasku," kata Aliando yang mendapatkan anggukan dari Alisha. Ia sengaja tidak memperpanjang karena tahu jika gadisnya itu sedang salah tingkah.


Alisha pun agak bergeser ke belakang, bersandar ke dinding dengan beralaskan bantal yang ada di situ.


Beberapa menit berlalu, keduanya fokus dengan kegiatannya, Aliando dengan tugasnya, sementara Alisha dengan film kartunnya. Tak ada yang berniat untuk kembali mengobrol.


"Aku senang, Cha, ada kamu di sini malam ini, biasanya aku hanya sendirian," kata Aliando akhirnya, tanpa melihat Alisha, fokusnya hanya pada laptop yang ada di hadapannya.


"Apa kamu juga senang, Cha?" tanya Aliando, kini ia menengok ke belakang memperhatikan gadis cantiknya itu yang ternyata sudah tertidur.


Aliando tersenyum.


☘️


Alisha terbangun karena suara alarm dari ponselnya. Kedua matanya mengerjap, memindai sekeliling, tampak asing, kemudian ia segera menyadari jika dia tidak berada di kamarnya sendiri dan seingatnya terakhir kali yang ia ingat, ia sedang menonton film kartun bersama Aliando.


Ia segera bangun, mengusap wajahnya sebentar kemudian menuju kamar mandi. Kurang lebih dua puluh menit ia pun selesai dengan ritual subuhnya. Bergegas, ia membuka pintu kamar, tampaknya sejak ia bangun tidur tidak mendengar suara Aliando apalagi melihat wajah tampannya.


"Kemana dia? pagi gini udah gak ada?"


Alisha pun mencari keluar, sambil menikmati udara yang begitu sejuk dan belum terkena polusi. Tujuannya ke tempat mak Leha. Karena dari bagian dapur sudah terdengar suara seperti orang yang sedang masak.


"Pagi Mak," sapa Alisha pada Mak Leha


"Eh, si neng cantik, udah bangun, bisa tidur nggak?" tanya Mak Leha.


"Alhamdulillah bisa, Mak,"


"Nyenyak?"


"Nyenyak, Mak," jawab Alisha, karena ia sendiri merasa pulas saat tidur walaupun sebelumnya ia sama sekali sulit memejamkan matanya.


"Kenapa? Nyari Ando?" tanya Mak Leha saat melihat Alisha melirik ke kanan dan kiri seperti mencari seseorang.


"Dia masih di masjid bareng bapak,"


Alisha mengangguk, ada rasa yang tak biasa hadir di hatinya, dia semakin mengagumi sosok Aliando.


"Eh, Mak lagi masak apa?" tanya Alisha sambil melihat pada wajan.

__ADS_1


"Biasa ... buat sarapan,"


"Mau buat nasi goreng ya?" tebak Alisha saat melihat di wadah berisi nasi di atas meja kecil yang letaknya di samping kompor.


"Iyya, sama telur ceplok,"


"Wah, enak nih, sini Cha yang buatin, Mak,"


"Bisa?"


"Bisa, tapi resepnya papah,"


"Ya udah, Mak biar nyiapin minumnya ya,"


"Sip, Mak!"


☘️


Alisha telah selesai menggoreng nasi dan telur ceplok. Dia tidak canggung, karena memang terbiasa seperti itu sejak bersama almarhum ayahnya.


Ia menyiapkannya di meja berukuran pendek yang terletak di ruang keluarga, karena memang ruangan itu multi fungsi, bukan hanya sebagai ruang santai untuk menonton televisi, tapi juga bisa untuk menerima tamu ataupun untuk makan.


"Mak, Cha ke sana dulu bentar," pamit Alisha yang dipersilahkan oleh Mak Leha. Kemudian, ia pun menuju rumah Aliando untuk mengambil ponsel.


"Pagi, Cantik!" sapa Aliando, ia tak sabar ingin melihat Alisha.


"Eh, ngagetin aja, kok gak ketuk pintu dulu sih?" protes Alisha, ia sedang mengambil ponsel di atas kasur.


Aliando malah tersenyum dan melangkah masuk ke dalam kamar.


"Kamu tau ga, Cha, ini kamar siapa?" Aliando menghampiri Alisha yang berdiri di sisi tempat tidur.


"Taulah, kamar kamu!" jawab Alisha.


"Berarti ini milikku ngapain aku harus ketuk pintu dulu!"


"Kan ada aku!" tegas Alisha.


"Kamar ini dan isinya, semua adalah milik aku! jadi, karena kamu berada di dalamnya, kamu pun termasuk milik aku,"


"Enak aja!" kata Alisha sambil menepuk lengan Aliando.


Aliando tergelak.


"Udah, ah, kita sarapan yuk!" ajak Alisha hendak meninggalkan Aliando.


Namun tangan Aliando segera menahannya.


"Ayo kita nikah, Cha!" ajak Aliando sambil. memegang kedua lengan Alisha.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Waa Alisha diajak nikah. πŸ€­πŸ€—


sehat selalu ya kak readers


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Oiya kak readers mampir juga ya ke karya sahabatku kak Navizaa judulnya Kekasih Gelapku. pokoknya seru n keren abis.... cuss ah yuk, jangan lupa dukungan buat author nya ya.... happy Reading yaaaa😘😘😘


__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2