Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
82. protektif dan possesif


__ADS_3

Menakjubkan, itu yang ada dalam benak mereka saat ini. Keduanya melewati sungai kecil yang mengalir, di dinding gua terdapat kilauan kristal.


"Wah, beruntung sekali kita pilih lorong ini, bukankah ini indah, Cha," kata Aliando mengagumi apa yang dilihatnya.


"Iya, tapi tetep aja aku takut, Bang, soalnya suasananya gelap!"


"Ya udah, kita gak usah berlama di sini, kita terus aja telusuri ini sampai ketemu ujungnya ya,"


"Lah, kalau buntu gimana Bang,"


"Kita segera kembali, okke,"


"Iya, baiklah," jawab Alisha sambil mengeratkan dekapannya. Menikmati kehangatan tubuh Aliando dan mencium aroma khas tubuhnya.


"Jangan menggoda di sini, Cha!" kata Aliando tegas, ia merasa geli di bagian leher yang diciumi oleh Alisha.


"Jangan nakal!" perintahnya lagi. Namun Alisha tak peduli, ia malah memperdalam ciumannya, hingga Aliando benar-benar merasa kegelian di bagian lehernya.


"Alisha Leandra," panggil Aliando lembut namun penuh ketegasan.


"Iya, Abang Aliando Ivander, maaf ya," kata Alisha kemudian membenamkan kepalanya di antara pundak dan leher Aliando.


"Abang ga capek?"


"Nggak, Cha,"


"Turunin aja ya, Bang!" pinta Alisha. "Eh, enggak ah, aku takut, gelap banget ih, walaupun sudah ada senter, tetep aja rasanya gak nyaman!"


"Heheh, gak papa, sebentar lagi kita nyampe ujung," kata Aliando.


"Kok Abang yakin?"


"Aku bisa merasakan ada udara dari luar masuk ke sini,"


"Wah, feel Abang emang bener! tuh, lihat!" tunjuk Alisha pada setitik cahaya yang terlihat di ujung pandangannya.


Akhirnya langkah kaki mereka pun berhenti di mulut gua yang lain, mereka merasa takjub dan terpesona dengan pemandangan yang ada di sekitarnya. Sebuah pantai dengan pasir putih. Gelombang ombaknya tampak tenang.


"MasyaAlloh, indah banget," kata Alisha ketika mereka sudah berada di luar.


"Iya, ini sangat luar biasa, kamu belum pernah ke sini?"


"Belum, kan waktu itu, aku dan temen-temen dapetnya jalan buntu, dan balik lagi ke pintu awal, kepercayaan orang sini, kita gak boleh milih lorong lain di hari yang sama,"


"Kenapa?"


"Nanti kita sampai kapan pun gak akan bisa balik lagi ke sini,"


"Wah, kepercayaan yang unik,"


"Iya, makanya, setelah itu, kita gak bisa eksplor ke tempat lain, kita cuma sempet bermain di sisi danau kecil yang ada di dalam gua aja, kemudian pulang,"


"Oh, berarti, hari ini adalah keberuntungan,"


"Iya, itu benar, aku beruntung ketika kesini mendapatkan pemandangan yang luar biasa bersama suamiku," ucap Alisha dengan nada manja.

__ADS_1


"Ya, sudah, ayo, kita duduk di batu itu," ajak Aliando sambil menunjuk sebuah batu besar.


Alisha setuju, mereka pun akhirnya menuju batu tersebut, kemudian duduk menghadap lautan.


Alisha sengaja duduk di depan Aliando, ia menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu, sehingga Aliando yang duduk di belakangnya bisa mendekap tubuh Alisha sangat erat.


Mereka benar-benar menikmati keindahan pantai yang ada di hadapan mereka saat ini dengan membiarkan semilir angin menerpa wajah mereka.


"Apa kamu suka?" tanya Aliando.


"Iya, suka banget, rasanya nyaman, kalau Abang?" tanya Alisha sambil mengusap lengan Aliando yang melingkar di tubuhnya.


"Sangat nyaman dan tenang," jawab Aliando sambil menempelkan pipinya dengan pipi Alisha.


"Iya ya Bang, di sini seakan hanya ada kita aja, apa mungkin karena masih pagi kali ya,"


"Hmm, mungkin saja," kata Aliando membenarkan apa yang dikatakan oleh Alisha. Walaupun sebenarnya hati dia sedang tidak nyaman, karena dia masih merasa ada yang mengawasi. Entah siapa, dia belum menemukannya.


Setelah duduk bersantai, mereka berjalan kecil sambil berpegangan tangan menelusuri bibir pantai dengan membiarkan ombak kecil mengenai kaki mereka.


Kemudian, sesudah mereka puas di tempat itu, mereka pun memutuskan untuk pulang. Ini adalah pertama kalinya mereka naik bis bersama. Selama dalam perjalanan, Alisha sangat bahagia, ia sama sekali tidak melepas genggaman tangan Aliando, hingga ia tertidur pun dalam keadaan memegang tangan Aliando.


Cowok tampan itu tersenyum melirik Alisha yang sedang menikmati tidurnya dengan bersandar di lengan atasnya.


"Cha, kamu pasti baik-baik saja," gumam Aliando dengan manik mata ke samping seakan mengawasi keadaan di belakang tempat dia duduk. Ia tau ada seseorang yang sejak tadi mengikuti mereka.


"Siapa sebenarnya dia, dan mau apa?" gumam Aliando dengan mode waspadanya.


Sejak mulai masuk ke gua, sebenarnya ia sangat penasaran, namun ia membiarkannya, karena tidak ingin merusak kenyamanan dan kebahagiaan Alisha.


"Ah, baiklah, aku akan berjaga untukmu," gumam Aliando memberi keputusan pada dirinya sendiri. Ia berniat akan mengawasi Alisha tanpa sepengetahuan istrinya itu.


🌡


"Cha, kamu gak papa?" tanya Aliando merasa aneh dengan sikap Alisha. Menurut Aliando sikap Alisha saat ini begitu manja. Padahal yang ia tahu, Alisha adalah sosok gadis yang barbar dan tangguh.


Saat ini, mereka ada di dalam taksi. Setelah turun dari bis di terminal, keduanya menggunakan taksi untuk mengantarkan mereka sampai ke rumah.


"Gak papa, emang kenapa Bang?" tanya Alisha mencoba menutupi perasaannya. Sesungguhnya, ia memang merasa tidak ingin berjauhan dengan Aliando. Saat ini, ia hanya ingin bermanja dengan suaminya itu.


"Gak papa, ya sudah, abis ini kita beli makan dulu ya, terus pulang, kamu butuh istirahat, besok udah masuk sekolah, kan?" kata Aliando.


Alisha menganggukkan kepalanya berat, ia merasa kecewa dengan ucapan Aliando. Karena sebenarnya ia tidak ingin kebersamaannya dengan Aliando saat ini berakhir.


"Kenapa? kok, wajahnya kayak gitu?" tanya Aliando.


"Bang, ini kan masih sore,"


"Terus? Kamu pingin kita jalan-jakan lagi?"


Alisha mengembangkan senyumnya. Ia bahagia Aliando bisa mengetahui isi hatinya.


"Emang kamu mau kemana, hm? Gak capek?"


Alisha menggeleng.

__ADS_1


"Ya sudah, kita ke alun-alun kota ya," kata Aliando.


"Iya, aku mau!" kata Alisha penuh semangat.


Akhirnya Aliando meminta supir taksi untuk membawa mereka ke alun-alun kota.


Tiba di sana, Alisha benar-benar tidak ingin melewatkan sedetikpun untuk tetap menggenggam tangan Aliando.


Sementara Aliando, meskipun merasa aneh dengan sikap Alisha, namun ia sangat menikmatinya, baginya, Alisha yang begitu manja dan kekanakkan, begitu menggemaskan.


"Maaf ya, Bang, jadi harus bawa-bawa tas gede kayak gini," kata Alisha dengan nada penuh penyesalan, karena Aliando harus membawa tas besarnya.


"Gak masalah, aku gak keberatan!" ucap Aliando.


"Tapi, emang sebaiknya, kita itu pulang dulu, nyimpen tas, baru deh ke alun-alun,"


"Gak usah disesali, kan kita udah nyampe alun-alun, nikmati aja,"


Alisha tersenyum, ia merasa sangat beruntung bisa bersama dengan Aliando.


Mereka sempat duduk di rerumputan sambil menikmati jajanan ringan. Kemudian setelah Maghrib, mereka makan malam di warung lesehan sekitar alun-alun.


"Kamu senang hari ini?" tanya Aliando pada Alisha. Mereka masih berada di warung lesehan.


"Iya, Alhamdulillah, aku bahagia banget,"


"Ya udah, sekarang, kita pulang, kamu harus istirahat, besok hari pertama sekolah, kan?"


"Hmm," Alisha menganggukkan kepalanya, ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Aliando.


"Kenapa?" tanya Aliando, ia tahu, jika Alisha sedang merasa tidak nyaman.


"Besok, di sekolah aku sendiri, gak ada Abang,"


"Ah, bener juga, kamu harus hati-hati, jangan deket-deket ma cowok, dan jangan mau kalo dideketin cowok-cowok,"


"Abang juga, kalo di kampus gak boleh deket-deket ma cewek baik itu dosen maupun temen mahasiswa, juga gak boleh deket-deket ma cowok-cowok, trus Abang juga jangan mau di deketin ma orang-orang itu,"


"Wah, kok bisa aku gak boleh deket ma cowok ataupun dosen?"


"Iya, pokoknya Abang gak boleh macem-macem, siapa tau mereka ga bener, misalnya, yang cowok doyan ma cowok, yang dosen suka ama cowok tampan macam Abang,"


"Hahaha, Cha, Cha, pikiran mu ini lucu!"


"Terserah, yang jelas, aku gak mau berbagi Abang dengan yang lain, pokoknya, pesona Abang hanya aku yang boleh menikmatinya ..."


"Aku juga," sela Aliando.


"Eh," Alisha terkejut karena Aliando memotong ucapannya.


"Iya, aku juga gak rela berbagi pesona kamu dengan orang lain," tegas Aliando.


"Ya udah, kalau gitu kita saling menjaga ya Bang," pinta Alisha.


"Tentu, itu harus, karena kita adalah suami istri,"

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2