
Saat ini, Alisha sedang berada di kantin bersama Melly teman pertama di kelasnya. Tiba-tiba Aliando datang dan duduk tepat di sampingnya, hingga membuat gadis itu tersedak saat menyeruput minumannya.
"Wah, mas Aliando nyamperin kita!" komentar Melly takjub, ia merasa istimewa melihat kedatangan Aliando.
"Jelas lah, kan nyamperin pacar kesayangan!" jawab Aliando cuek dan sangat percaya diri.
Hampir semua yang ada di kantin menoleh pada ketiganya. Mereka menatap terkejut dan penuh tanda tanya mendengar perkataan Aliando.
"Makasih, Cantik, udah mesenin minuman kesukaanku! Tadi aku dari kelasmu, ternyata kamu malah udah duluan disini!" kata Aliando cuek sambil menghabiskan milkshake milik Alisha.
Gadis itu hanya diam, dia merasa aneh. Sedangkan Melly justru melongo memperhatikan sikap Aliando pada Alisha.
"Jadi ini cewek yang lo bilang Al?" tiba-tiba datang seorang gadis berambut panjang bergelombang setengah berteriak. Cantik, namun suaranya seperti mak lampir. Ketiganya langsung menatap gadis itu, ada dua teman di belakangnya.
"Oh, kamu … Iya, ini pacar aku!" jawab Aliando datar.
"Gak mungkin! Bukannya dia anak baru ya? Kalian gak mungkin saling kenal! Lo pasti boong kan, Al!" protes gadis itu.
"Dia memang anak baru di sekolah ini, tapi, dia memang pacarku! Dia pindah kesini, karena mengikutiku! Kalo gak percaya, tanyalah padanya!" kata Aliando sambil menatap Alisha dengan tatapan memohon.
"Ini Cin, yang namanya Nikita, yang aku ceritain tempo hari," kata Aliando pada Alisha asal. Ia yakin Alisha akan mengerti apa yang dikatakannya, walaupun dia tidak pernah bercerita tentang Nikita.
Otak Alisha bekerja cepat, sepertinya, ada hal yang mengharuskannya berbuat sesuatu untuk menolong Aliando.
"Oh, hai, kenalkan, namaku Alisha!" ucap Alisha penuh percaya diri,dia mengulurkan tangannya sambil menampilkan senyum yang begitu apik. Namun, gadis berambut panjang dan bergelombang itu tidak meresponnya. Raut wajahnya tampak kesal menahan amarah.
"Gak perlu!!" Nikita menepis tangan Alisha.
"Gue tau kalo ini hanya akal-akalan lo aja, dan gue pasti akan menyelidiki hal ini!" tegasnya pada Aliando sambil berlalu pergi. Raut wajahnya tampak kesal penuh emosi.
☘️
"Seriusan, Cha? lo pacar mas Al?" tanya Melly tak percaya.
Alisha tak menjawab, ia hanya tersenyum tipis.
"Pantesan dia dingin banget ... cuek gitu kalo ma cewek-cewek! Taunya dia udah punya pacar ya! Wah, gue beruntung bisa duduk dengan pacarnya mas Al,"
"Gak usah lebay, Mel, biasa aja kali!" Alisha tidak terlalu peduli.
"Lo biasa, tapi bagi gue, ini istimewa banget nggak ada cewek yang bisa dekat dengan mas Al,"
"Sok tau!" kata Alisha.
"Emang gue tau, gue kan udah jadi adik tingkatnya sejak SMP,"
"Oh, kamu ngefans dia sejak SMP? Nyampe ngikutin sekolahnya segala?" tebak Alisha.
"Gak lah, gue cuma memperhatikan aja, dan di manapun dia sekolah, pasti jadi idola,"
Alisha hanya mengangguk tanpa ekspresi lebih.
"Lo tau tadi yang teriak-teriak di kantin?" tanya Melly.
"Nikita?"
"Dia seangkatan ma mas Al, dia pendiri Alilo FC?"
__ADS_1
Alisha mengerutkan keningnya tidak paham.
"Aliando lovers fans club!" jelas Melly.
"Hmm, ada-ada aja!"
"Lo harus hati-hati ma dia, Sha! Pengikutnya banyak, dan musuhnya juga banyak!"
"Maksudnya?"
"Saingan memperebutkan mas Al, makanya lo harus hati-hati, bukan hanya ada Nikita, tapi ada yang lainnya,"
"Sekolah macam apa ini? Aliando aja diperebutkan!" komentar Alisha.
"Lo pacarnya bukan sih? kok kayak gada istimewa-istimewanya dia buat lo?"
“Namanya juga udah hubungan lama, jadi baik buruknya kan uda ketahuan, udah biasa kali!" jawab Alisha asal.
"Eh, iya, emang lo udah berapa lama ma dia?" tanya Melly.
Alisha melihat jam di pergelangan tangannya.
"Mmm, kira-kira mau empat lah!" jawab Alisha, dengan maksud 'empat' jam terhitung sejak Aliando mengatakan jika Alisha adalah pacarnya saat di tempat parkir.
"Waw, cukup lama juga ya, udah mau empat tahun," ujar Melly yang mengira 'empat' adalah empat tahun.
"Hmm," Alisha hanya mengangguk mengiyakan.
☘️
Alisha berjalan di koridor menuju gerbang sekolah. Tiba-tiba saja seorang gadis berkacamata, berwajah oriental seperti eonni korea bersama tiga kawannya, menghalangi langkahnya.
"Duh, siapa lagi ini?" gumam Alisha dalam hati.
"Lo baru masuk udah cari masalah!" lanjutnya.
"Maaf, siapa ya, saya cari masalah apa?" tanya Alisha pura-pura bingung.
"Lo baru masuk udah kecentilan, pake deket-deket ma Aliando!" Salah satu temannya ikut bersuara.
"Aku emang baru masuk sekolah ini, tapi aku gak kecentilan, bukannya kalian ya yang kecentilan? eh nggak, tapi kegatelan? karna ngefans sama pacar aku," kata Alisha membela diri.
"Ah, sial kenapa aku harus ngakuin kalo Aliando pacarku? Gila! Gemes juga ma cewek-cewek ini, gada kerjaan ngributin Aliando, perlu dikasih pelajaran mereka!" gerutu Alisha dalam hati.
"Eh, sialan! lo ...." Gadis berkacamata itu menghentikan ucapannya karena Aliando tiba-tiba datang dari arah belakang Alisha, kemudian menggenggam tangannya.
"Kamu gak papa, kan, Cha?" tanya Aliando dengan tatapan penuh perhatian.
Alisha memberikan senyuman yang mengisyaratkan jika dia baik-baik saja.
"Ayo, Cantik, kita pulang, tinggalkan mereka semua!" ajaknya sambil menarik tangan Alisha dan meninggalkan keempatnya.
Sementara Alisha hanya melirik mereka dengan tatapan mengejek, memperlihatkan aura kemenangan kepada keempatnya.
☘️
"Kamu diapain sama mereka, hm?" tanya Aliando saat keduanya tiba di parkiran.
__ADS_1
"Biasalah, apalagi kalo bukan dilabrak!"
"Maaf ya!"
"Gak masalah, anggap aja sebagai rasa terima kasihku karna tadi pagi udah nganterin aku!"
Aliando hanya tersenyum mendengar penuturan Alisha.
"Ayo naik!" perintah Aliando agar Alisha naik ke motornya, karena sekarang Aliando sudah berada di atas motor.
"Ini seriusan kita pulang bareng?" tanya Alisha.
"Iya, Cha, apa aku kelihatan bercanda?"
"Nggak keliatan bercanda sih, tapi kelihatan main-main,"
"Terserah, yang penting cepetan, sekarang kamu naik!"
"Ya udah, anter aku ke bengkel ya!" ucap Alisha sambil naik ke atas motor Aliando.
Aliando hanya tersenyum, ia senang Alisha menurutinya. Kemudian, ia melajukan motor dengan kecepatan sedang. Hening, tidak ada pembicaraan diantara keduanya.
"Stop disini! Aku harus ngambil motor!" pinta Alisha pada Aliando agar menghentikan laju motornya, ketika melewati bengkel tempat dia menambalkan ban motornya.
"Tenang, aku akan mengantarkannya ke rumahmu nanti malam! Sekarang, ikut aku ya!"
"Tunggu dulu! Kamu mau ngajak aku kemana? Aku belum setuju ya!"
"Aku juga gak butuh persetujuanmu! Dan aku sudah bilang, aku gak suka penolakan! Jadi nurut aja!"
"Aish, cowok macam apa ini? Tampan, tapi aneh!"gumam hati Alisha
"Turun disini! Aku gak mau ikut!" rengek Alisha sambil memukul punggung Aliando.
"Yang tenang, Icha! Kamu aman dengan aku!"
"Kamu bilang gitu, justru aku jadi merasa gak aman! Kamu mau bawa aku kemana?" teriak Alisha penuh kekhawatiran.
"Tenang aja, kamu gak akan aku apa-apain, gak usah curiga gitu!"
"Berhenti gak?"
"Gak!"
"Aku lompat," ancam Alisha.
Aliando hanya tersenyum, ia yakin jika ucapan Alisha hanya ancaman bohong belaka. Ia pun tetap melajukan motornya dan tidak ada niatan untuk berhenti.
Namun siapa sangka Alisha bertindak nekat, dirinya benar-benar melompat.
...🌻🌻🌻...
Halo kak Readers
semoga sehat selalu
mksh udah baca
__ADS_1
mksh vote like n komentnya ya
*lopyuol**😘😘😘*