Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
99. ngambek


__ADS_3

"Bang, aku mau pulang," kata Alisha cepat saat mereka sedang menunggu makanan yang dipesan datang.


"Lho kenapa? Makanannya baru saja dipesan," Aliando merasa aneh, karena Alisha tiba-tiba saja minta pulang sesaat setelah memperhatikan ponselnya.


"Aku udah gak selera, Bang, pengen pulang aja," ujar Alisha.


Dari nada bicaranya, Aliando bisa mengetahui jika Alisha pasti menyembunyikan sesuatu, namun ia tetap berusaha untuk memahami Alisha yang ia yakini pasti ada sesuatu yang terjadi yang membuatnya kecewa.


"Ya udah ayo kita pulang, biar aku bilang dulu ke bapak penjualnya, agar dibungkus aja pesanannya," kata Aliando sambil berdiri dengan maksud meminta pada si penjual agar pesanannya dibungkus.


Alisha hanya diam tak berekspresi, bahkan raut mukanya menunjukkan rasa kesal yang teramat.


Selama di perjalanan, Alisha hanya diam, ia juga enggan untuk mendekap Aliando. Meskipun merasa aneh, Aliando berusaha tenang. Ia tidak ingin gegabah menambah rasa kesal Alisha.


Sesampainya di rumah, Alisha langsung ke kamar dan mengunci diri, tanpa memedulikan Aliando yang dibuat heran karena sikapnya.


"Ada apa sebenarnya? Dia lagi marah? Apa aku buat salah?" gumam Aliando sambil mengingat-ingat apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Alisha.


🌡


"Cha, makanlah, dari tadi pulang sekolah kamu belum makan," kata Aliando setelah mengetuk pintu beberapa kali. Ia baru saja kembali ke rumah setelah sholat Isya di masjid dan mendapatkan jika makanan di meja masih utuh dari tadi siang.


Masih tak ada jawaban. Aliando semakin resah dan khawatir.


"Cha, Cha, Cha...," panggil Aliando beberapa kali dengan nada suara kepanikan. Masih hening, Aliando semakin cemas, ia pun bersiap hendak mendobrak pintu.


Beruntungnya, Alisha membuka pintu kamar tepat waktu sebelum Aliando mendobraknya.


"Cha, Alhamdulillah, akhirnya kamu keluar juga, aku mencemaskanmu, kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya Aliando seperti biasanya, masih sangat perhatian.


Alisha melirik sekilas, lalu ia ke dapur mengambil air putih hangat, dan segera kembali ke kamar. Namun ia tak bisa masuk karena Aliando menghalanginya di pintu.


"Makanlah dulu, kamu belum makan seharian, itu udah aku hangatkan dan siapkan untuk kamu,"


"Minggir Bang, aku lagi gak mau makan,"


"Makanlah, nanti kamu sakit, aku mohon," kata Aliando sambil menarik tangan Alisha menuju meja makan.


Alisha hanya menurut. Namun, ia hanya diam saja di kursi, tanpa ingin menyentuh nasi dan lauknya yang sudah Aliando siapkan.


"Makanlah, Cha, walau satu suap," kata Aliando sambil berusaha menyuapkan secomot nasi dan lauknya ke mulut Alisha.

__ADS_1


Awalnya Alisha hanya diam, tapi kemudian ia pun membuka mulutnya dan memakan nasi yang telah disuapkan Aliando kepadanya.


Meskipun mata Alisha berkaca-kaca menahan tangis, ia tetap mengunyah apa yang sudah masuk ke mulutnya dan dengan susah payah menelannya.


"Udah, Bang, aku gak mau lagi," kata Alisha.


"Baru sesuap, Cha,"


Alisha menggeleng. Ia benar-benar tidak ingin makan.


"Ya udah ini diminum," kata Aliando sambil menyerahkan segelas air.


"Ada apa, Cha?" tanya Aliando lembut. Ia ingin sekali mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya, namun Alisha hanya diam, sambil menggeleng dan mengusap air matanya yang akhirnya lolos turun mengalir di pipi mulusnya.


Alisha malah sesenggukan.


"Aku gak tau apa yang terjadi, tapi kalo kamu belum mau menceritakan, aku akan sabar menunggu sampai kamu siap menceritakannya," kata Aliando masih berusaha tenang.


"Aku mau tidur, Bang," kata Alisha sambil beranjak dari duduknya kemudian masuk ke kamar dan mengunci pintu sehingga Aliando tidak bisa ikut masuk.


🌡


"Kenapa kamu masih sama dia?" tanya Rose memulai inti pembicaraan.


"Memang kenapa?" tanya Alisha.


"Kamu masih juga belum menyerah?" tanya Rose lagi.


"Kenapa aku harus menyerah?"


"Kan sudah kubilang, jangan lagi bersama Aliando?"


"Apa hak kamu? pacar juga bukan, lalu kenapa aku harus ikuti keinginan kamu,"


"Kamu gak pantes sama dia!"


"Lalu menurut kamu, kamu yang pantes ma dia?"


"Tentu saja!" jawab Rose penuh percaya diri.


"Hegh, Aliando gak akan suka kamu, harusnya aku yang nyuruh kamu gak usah ganggu hubunganku dengan Aliando! kamu bukan siapa-siapa nya, jadi gak perlu ngatur hubunganku!"

__ADS_1


"Kamu harusnya sadar diri! Kamu gak level sama dia, aku tau kamu di sini seorang diri, dan kamu mendekati dia hanya karena dia populer, tampan dan kaya, iya kan,"


"Kamu sangat percaya diri," kata Alisha ketus.


"Tentu saja, aku pintar, kaya, cantik juga, sudah tentu aku selevel dengan dia,"


"Oh gitu ...," Alisha menganggukkan kepalanya, "Tapi, sayang banget, ternyata Aliando justru lebih memilih aku yang gak punya apa-apa, dan aku gak tau gimana terpukaunya Aliando padaku, jika aku memiliki segala hal, dia pasti semakin buta terhadapku," kata Alisha cukup tenang dan percaya diri.


"Hmmh, jangan angkuh!"


"Kamu yang duluan angkuh," Alisha bangkit dari duduknya, ia menatap tajam ke arah Rose, "Sebaiknya kamu nyerah aja, jangan memaksakan diri untuk mendekati Aliando, karna dia gak akan tertarik sama kamu, jadi ... stop buang-buang waktu kamu," lanjutnya.


"Kamu menginginkan apa akan aku berikan asal tinggalkan Aliando!"


"Waw, sehebat itu kamu! Tapi maaf aku gak menginginkan apapun darimu, kecuali aku ingin kamu jangan lagi ganggu aku dan Al,"


"Oh tentu aja kamu gak ingin apa-apa, kamu udah gak butuh apapun, karena semua kekayaan Aliando sudah menjadi milik kamu semua kan?"


"Apa maksud kamu?" Alisha tak mengerti.


"Alaaah, nggak usah pura-pura nggak tahu, toko hape, warung makan bakso, dan kantin Alifia, itu semua adalah milik Aliando, atau ...," Rose menghentikan kalimatnya sejenak. "Atau ... kamu yang ngakunya pacar dia, kamu sendiri justru nggak tahu apa-apa tentang dia, hegh, sungguh memprihatinkan, kasihan banget Aliando punya pacar kayak kamu!"


Alisha sempat tertegun sejenak. Namun ia segera mengendalikan dirinya agar tidak terlihat canggung di hadapan Rose.


"Oh, jadi kamu juga tau ya, padahal itu sangat dirahasiakan lho, yaaaa, berarti kamu beruntung bisa mengetahui usaha Aliando, tapi sayang, ada beberapa hal yang tidak kamu ketahui," kata Alisha mencoba bersikap tenang seolah-olah dia tahu segala hal tentang Aliando.


"Cha, kamu masih di sini? Ayo kita pulang!" kata Aliando. Dia akhirnya mencari ke kelas Alisha, setelah menunggu dirinya di tempat parkir namun tidak juga kunjung datang.


Alisha menatap sekilas. Sementara Rose menatapnya tajam tapi Aliando tidak memperdulikannya, ia justru malah menarik tangan Alisha tanpa membalas tatapannya kemudian dengan segera pergi meninggalkan kelas.


🌡


"Udah lama kita nggak ke sini, Cha, lihatlah, kali ini kawanan angsa lumayan banyak, bahkan yang dua ekor yang biasa kita lihat, telah memiliki beberapa anak, unik dan lucu ya," kata Aliando pada Alisha. Gadis itu melirik suaminya sekilas.


Namun suasana hening seketika dan terasa canggung.


"Masih marah, hm?" tanya Aliando sambil melirik Alisha yang duduk di sampingnya.


"Abang tau aku marah?" tanya Alisha.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2