
"Gimana, Bang?" tanya Alisha pada Aliando. Ternyata, Alisa menunggu Aliando di warung es krim yang letaknya tidak jauh dari kafe tempat janji kencan dengan Fahri.
"Semua beres!" kata Aliando.
"Beneran? Jadi, mulai saat ini, Fahri ga akan ganggu aku kan?"
"Iya,"
"Syukurlah, emang Abang bilang apa?"
"Hanya minta dia untuk tidak mengganggu kamu!" jawab Aliando cukup singkat. Meskipun terdengar tegas namun Alisha merasa tidak yakin.
"Ada apa?" tanya Aliando saat melihat tatapan Alisha yang meragukannya.
"Gak yakin aja, rasanya ga semudah itu Fahri mengiyakan Abang,"
"Kamu emang pinter, tebakanmu tepat," kata Aliando sambil mengusap pucuk kepala Alisha.
"Jadi apa yang dia katakan? Apa dia menyerah dan gak akan gangguin aku lagi?" tanya Alisha tidak sabar.
"Menurutmu?" tanya Aliando seakan menyuruh Alisha untuk menebaknya.
"Aaaah, lihat ekspresi wajah Abang, aku yakin kalo dia bakal gangguin aku,"
"Memang seperti itu, tapi kamu bisa jaga diri kan?" tanya Aliando meminta kepastian.
"Mmmh, bisa sih, tapi aku males aja ngeladenin dia, hanya buang-buang waktu!"
"Selagi dia gak berbuat kurang ajar, biarkan aja, karena dia ingin membuktikan jika kamu bukan Alisha tapi Dhea Wijaya,"
"Ah iya, Dhea Wijaya, apa Abang dilihatin fotonya dia?"
"Iya!"
"Terus menurut Abang foto itu beneran?"
"Iya, bukan editan, tapi juga bukan kamu!"
"Iya kan, feel Abang mengatakan itu bukan aku,"
"Hmm," Aliando mengangguk.
"Kan ... lagian aku juga nggak pernah foto dengan gaya-gaya seperti itu, bajunya juga terlalu feminim, sementara aku nggak pernah punya baju-baju model rok kayak gitu,"
"Iya, rok kamu hanya seragam sekolah," kata Aliando sambil tersenyum kecil.
"Heee, iya bener, Abang tau kan perbedaannya,"
"Iya, aku tau dan aku juga nggak percaya foto yang menunjukkan Dhea dengan Fahri sedang berduaan,"
"Emang ada? Dia nunjukin ke Abang?" tanya Alisha.
"Emang kamu nggak dikasih lihat?"
"Enggak! Dia hanya nunjukin foto-foto gadis yang mirip aku aja, dia sama sekali nggak nunjukin foto saat Dhea bersama dengan dia,"
"Ah ya sudah, emang sebaiknya kamu gak dikasih lihat,"
"Emang gimana Bang, fotonya gimana?"
"Gak gimana-gimana, cuma bikin aku cemburu aja," ujar Aliando berdalih. Ia tidak ingin menceritakan jika Fahri menunjukkan foto vulgar nya dengan Dhea.
"Kok bisa cemburu, kan dia bukan aku,"
"Iya, cuma gak kebayang aja jika itu kamu,"
__ADS_1
"Ih, Abang!"
"Udah, gak usah dipikirin, yang penting sekarang, kencannya kita,"
"Ah iya deh, let's go, aku juga uda laper neh, Abang janji kan, abis makan mau nonton?" kata Alisha seakan tidak peduli dengan keraguannya lagi.
"Iya, ayok," Aliando mengiyakan.
*Flashback on*
"Dia memang imut dan sangat nakal, tapi gue suka, apa lo kepikiran dia orang lain? atau kita yang telah ditipu dan dipermainkan oleh satu orang gadis? lo mau ngebuktiin?" tanya Fahri.
"Dia Alisha, tidak pernah membohongi aku apalagi mempermainkan aku," tegas Aliando.
"Jangan yakin dulu, kalo gue bisa buktiin dia itu adalah Dhea bagaimana? karena gue yakin, kalo dia sengaja menyembunyikan identitas aslinya, atau kalo tidak, dia hilang ingatan karena sesuatu hal,"
"Terserah, buktikan lah, asal kamu tau, Alisha tidak pernah berpura-pura, tidak pernah juga kecelakaan yang menyebabkan kehilangan ingatannya,"
"Okke, kasih gue waktu, dan akan gue tunjukkan ke elo siapa sebenarnya Alisha,"
"Aku tunggu, asal dengan satu syarat, kamu jangan ganggu Alisha apalagi saat di kelas,"
"Okke, tapi lo jangan ngelarang gue untuk kembali mengejarnya, agar dia yakin kalo kita pernah ada hubungan,"
"Bukannya itu sama saja dengan mengganggunya?" tanya Aliando.
"Dengan cara gue yang menurut gue masih normal, wajar, tidak akan menyakitinya apalagi membuat dia kesal, gimana? Lo kasih kesempatan itu kan?" Fahri meminta persetujuan.
"Ya okkelah, aku pegang janji kamu,"
"Tapi ... andai kata dia sudah ingat, dan dia masih cinta ma gue, lo harus melepaskannya," kata Fahri tegas.
"Tidak bisa, karna dia milik aku," kata Aliando tak kalah tegas.
"Lo masih mau dengan orang yang udah gue pake?" tanya Fahri penasaran.
"Gue gak akan salah!"
"Yang jelas sekarang, kamu buktikan dulu, gak usah banyak omong, kalo dia memang kenal kamu, ya sudah kita lihat gimana Alisha memutuskan!"
"Okke," Fahri menyetujuinya.
*Flashback off*
π΅
"Gimana Cha? Tiket yang jam ini udah abis, ada kursi kosong tapi tengah malam, mau? Atau mau nonton film lain aja?" tanya Aliando saat menghampiri Alisha yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Waa, sayang banget, aku pengen banget nonton film ini, temen-temen di kelas lagi pada bicarain, lagi heboh, katanya ceritanya bagus,"
"Pengen banget nonton sekarang ya?"
"Iya,"
"Ya udah, kita nonton yang tengah malam,"
"Eh, emang gak papa Bang? tengah malam?"
"Kenapa? takut? Ini malam minggu, lagian kamu kan ama aku,"
"Ah iya juga, aku penasaran kehidupan tengah malam di kota ini, kalo akhir pekan," kata Alisha penasaran.
"Pasti rame!" kata Aliando memberi tanggapan.
"Iya kah? Kok Abang tau? Abang suka nongkrong tengah malam ya,"
__ADS_1
"Iya dulu!"
"Berarti Abang kenal dunia malam dong!"
"Iya!"
"Kenal ma wanita malam juga?" tanya Alisha penasaran.
"Iya,"
"Wah, seperti apa kehidupan Abang sebelum kenal aku?"
"Tidak seperti yang kamu pikirkan, Cha!" kata Aliando sambil mengetuk kening Alisha. "Aku orang baik, apa kamu percaya?" tanya Aliando seakan ingin menghilangkan rasa penasaran di hati Alisha.
"Orang baik tapi kenal ma wanita malam,"
"Hanya beberapa tau aja, dan gak semua orang yang hidupnya tengah malam terus dikatakan bukan orang baik, justru beberapa orang harus bekerja di malam hari, yang di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, pasar,"
"Emang Abang pernah kerja di malam hari?"
"Hmm, awal keluar dari rumah! Udah, gak usah cerita ini, dan anak baik-baik seperti kamu, jam sembilan malam, harus sudah ada di rumah, lebih dari itu, kamu tahu sendiri kan?"
"Maksudnya, jadi wanita malam, gadis nakal gitu? Aku udah nggak gadis loh, Bang,"
"Hahaha, iya iya iya, tapi hanya untuk aku, bersama aku aja!" kata Aliando sambil merangkul Alisha kemudian mengecup pipinya.
"Iyalah, emang Abang kira aku mau sama yang lain?" tanya Alisha dengan wajah cemberut.
"Jangan marah, Cantik, aku beli tiketnya ya," kata Aliando sambil berdiri dan mendapatkan anggukan dari Alisha.
π΅
Aliando tersenyum melirik Alisha yang justru malah tertidur di pundaknya. Akhirnya, ia memutuskan untuk membawa Alisha pergi dari bioskop dengan menggendongnya ala bridal style.
Ia tidak pulang, justru membawa Alisha ke sebuah hotel yang ada di seberang bioskop. Dengan perlahan ia membaringkannya di tempat tidur.
"Kamu tidur kayak pingsan, digendong aja gak kerasa," gumam Aliando sambil melepas sepatu yang dikenakan Alisha.
"Hmmmh, geli ih!" kata Alisha masih dalam keadaan terpejam, kakinya terangkat karena terasa geli, ia menendang hampir mengenai wajah Aliando. Untung saja, dengan sigap Aliando menahan kaki Alisha.
"Eh, Abang!" Alisha terkejut. Dengan kesadarannya yang masih belum penuh, dia membuka mata.
"Kalo udah tidur kamu lelap banget, digendong pun gak kerasa, giliran bangun, kamu malah ngeluarin jurus," kata Aliando sambil mendekat ke arah Alisha. Ia duduk di sampingnya.
"Abang, kok kita di sini? ga di bioskop?"
"Karena kamu tidur, padahal filmnya belum selesai,"
"Lalu kenapa ga pulang aja, dan malah ke hotel?"
"Tadinya biar kamu gak bangun, kalo naik motor kamu pasti bangun, ya udah aku mutusin buat nginep di hotel aja, eh, gak taunya malah kamu bangun!"
"Abang kan tau kelemahanku di kaki! Tadi aku geli banget!"
"Padahal aku udah pelan-pelan ngelepasnya biar ga bangun, tapi tetep aja kaki kamu ini sensitif," kata Aliando sambil menyentuh kaki Alisha.
"Aw, Abang, geli tau!" Alisha menyingkirkan tangan Aliando dari kakinya.
Sayangnya, Aliando justru tersenyum, eh tidak, lebih tepatnya menyeringai dengan tatapan menggoda.
"Hei, kenapa Abang natap kayak gitu?" Alisha membalas tatapan Aliando.
"Menurutmu, kalo malam ini, aku buat kamu kegelian gimana? gak cuma di kaki!"
"Aishh, Abang pengen nakal ya! Sini, biar aku saja yang nakalin Abang," kata Alisha sambil melingkarkan kedua lengannya ke leher Aliando, kemudian mencium lembut bibir Aliando.
__ADS_1
Menghangat. Ada desiran indah hadir di hati keduanya. Perlahan, tangan Aliando menyentuh pipi Alisha dan memperdalam ciumannya, hingga mereka pun menghabiskan malam dengan nakal.
π»π»π»π»π»