Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
34. Bertemu


__ADS_3

"Sam?" Alisha bergetar mendengar suara dibalik ponsel Aliando.


"Kamu? Mana kak Ando? Apa yang kamu lakukan pada dia?" Alisha panik, ia begitu mengkhawatirkan Aliando.


"Hegh, kamu kenapa? Cemas dengan selingkuhanmu? Dasar kelinci nakal!" Samudra geram.


"Apa yang kamu mau?" tanya Alisha cepat, ia tidak ingin berbasa-basi, karena sudah dipastikan jika Samudra memiliki maksud tertentu.


"Bagus! Kamu memang cepat mengerti, Sayang!"


"Katakan, dan jangan sakiti Aliando!" Alisha paham. Ia teringat saat Tara dan Tari menjadi senjata untuk mengancam Alisha. Kini, Samudra melakukannya lagi, ia memanfaatkan orang-orang di sekitar Alisha yang dia sayangi.


"Oh, tenang aja, aku gak pernah, menyalahi janji, asal kamu mau mengikuti apa yang aku perintahkan!"


"Okke, apa yang harus aku lakukan?" tanya Alisha.


"Kamu cukup ikut denganku, maka dia akan aku lepaskan, so, bersiaplah, Sayang!" ucap Samudra membuat Alisha merinding.


"Aku harus sekolah!"


"Gak usah sekolah! Biar aku ijin sama ayahmu! Aku ingin kita bersenang-senang hari ini, bukankah sejak kamu resmi jadi pacarku, kita belum pernah kencan?" kata Samudra, ia sama sekali tidak mengetahui jika ayahnya Alisha telah meninggal dunia.


"Itu karena aku pindah!"


"Iya, kenapa kamu pindah tanpa memberitahuku, hagh? Kamu anggap apa aku? Aku kan pacarmu! Mari kita pacaran jarak jauh, tiap minggu aku akan menemuimu! Bisa kan seperti itu?"


"Tapi kamu sendiri kan tau alasannya aku menerima kamu! bukan karena cinta, hanya kasihan karna Tara dan Tari!"


"Akh, mereka, kenapa orang kecil kayak mereka kamu peduli, hagh?"


"Dan yang kamu sebut orang kecil itu, aku termasuk di dalamnya!" seru Alisha penuh penekanan.


"Hei, maaf sayang, bukan menyinggung, tapi jika kamu denganku, kamu bisa jadi orang kaya, gak perlu hidup susah!"


"Kamu anggap hidupku dan papah susah? siapa bilang? Dengar ya, hidupku bahkan sangat bahagia bersama papah, dan aku gak suka jual diri demi sebuah kekayaaan!"


"Hegh, gak usah munafik! semua cewek sama matre!"


"Kamu salah nilai aku, Sam!"


"Ya-ya-ya, terserah kamu, Sayang, yang penting sekarang kamu harus ikut aku!"


"Temukan aku dengan Aliando!"

__ADS_1


"Pasti! pasti aku akan mempertemukan kalian, Kelinci nakal!"


"Sekarang!"


"Eh, kamu memerintah aku?"


"Ya!"


"Oh, rupanya kamu sangat tidak sabar ingin berjumpa dengannya ya? Kamu gak kangen aku?"


"Gak! dan gak akan pernah! Sekarang dimana Aliando, biar aku kesana!"


"Hei, untuk bertemu dengannya, kamu gak ingin ke sekolah, giliran ketemu denganku, kamu bilang mau ke sekolah! Dasar kelinci pengkhianat!"


"Terserah!"


"Okke, kamu yang gak sabar! Aku tadinya ingin baik-baik ngajakin kamu bersenang-senang,"


"Baik-baik apanya? kamu pasti pake ancaman!Darimana baiknya, bersenang-senang apaan, paling cuma kamu yang seneng!" gerutu Alisha.


"Eh, mulut kamu dijaga, Sayang, kesabaranku sekarang udah hilang, aku udah gak mood, mari kita bersenang-senang dengan cara yang lain!" kata Samudra menyeringai di balik ponselnya.


"Apa yang mau kamu lakukan?"


☘️


Alisha bergegas, ia tidak peduli lagi rasa lapar karena belum sarapan, dan ia juga akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat ke sekolah. Hanya satu dalam benaknya "bertemu dan menyelamatkan Aliando", meskipun dia sendiri tidak terlalu yakin bisa melakukannya.


Selama menuju ke kafe yang telah ditetapkan oleh Samudra, ia sengaja menghubungi pak Aman dan Opun, sebagai antisipasi jika Alisha membutuhkan pertolongan.


"Akhirnya kamu dateng, Sayang! Tepat waktu juga, aku gak perlu tunggu lama, mau minum dulu?" tanya Samudra berbasa-basi. Ia memang sudah sejak tadi di kafe, saat dia menghubungi Alisha melalui ponsel Aliando.


"Gak usah minum, gak pake lama, sekarang aja,"


"Duduklah dulu!" Samudra mencoba bersikap tenang.


"Mana Aliando?" tanya Alisha sangat tegas. Ia menarik kursi kemudian duduk di hadapan Samudra.


"Hoo, kamu sangat tidak sabaran! Apa kamu sangat mencintainya?"


"Bukan masalah mencintai, tapi kepedulian! aku sudah capek ngadepin kamu, yang pemaksa, egois, dan semaunya, juga menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi keinginanmu!"


"Dan aku capek bujuk kamu jadi pacar aku!" ujar Samudra santai.

__ADS_1


"Ck," Alisha memalingkan muka ke sembarang arah, ia malas menatap Samudra.


"Apa kamu tidak mau menghargai aku sebagai pacar? bukankah kita baru ketemu?" tanya Samudra masih bersikap santai.


"Putuskan aku! bukankah aku sudah mengkhianatimu?" tukas Alisha.


"Hoh, aku tak akan memutuskanmu dan tak akan pernah melepaskanmu, kamu itu terlalu berharga! Tapi untuk pengkhianatanmu, aku pasti akan menghukummu, kelinci manisku!" ujar Samudra lembut namun penuh penekanan, membuat Alisha merasa tertekan dan merinding.


"Aku ingin tau, apa yang bisa diperbuat Aliando untuk melindungimu, nyatanya dia sendiri tidak bisa melindungi dirinya sendiri!" imbuh Samudra.


"Apa yang udah kamu lakukan padanya?" tanya Alisha panik.


☘️


Aliando berusaha untuk kabur saat pintu kamar dibuka, ia menyerang siapapun yang menghalanginya, dan dengan mudah Aliando mengalahkan ke empat orang yang ada disitu, namun sayang, ia disengat oleh taser (semacam alat kejut listrik) yang bisa ditembakkan dari jarak jauh.


"Sial, mereka bukan hanya menggunakan bius jarak jauh, tapi juga taser," ucap Aliando dalam hatinya, ketika ia diikat di sebuah kursi dalam keadaan lemas setelah tubuhnya terkena setrum.


"Sebenarnya, apa mau kalian? Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Aliando yang sama sekali tak mendapatkan jawaban dari keempat orang yang menyekapnya. Mereka sama sekali tak menganggap Aliando ada. Bahkan mereka berkegiatan seperti biasanya seakan tak ada dirinya di ruangan itu. Cuek, tanpa ingin menjawab, itu yang keempatnya lakukan.


Aliando pun pasrah, ia hanya menunggu hingga jelas siapa yang menculiknya dan apa maksudnya. Matanya terpejam, setengah tertidur sambil telinganya fokus mendengarkan suara-suara di sekitarnya.


"Kak Ando!"


Suara itu, suara gadis cantik yang sangat ia rindukan. Namun ia segera menepis pikirannya, ia yakin jika ia sedang berhalusinasi.


"Kak Ando!"


Tidak salah lagi, suara ini memang benar milik Alisha. Apalagi ada sentuhan dari tangan lembut milik Alisha di pipinya, penciumannya pun tidak salah menghirup wangi segar aroma khas Alisha.


Ia segera membuka matanya, benar saja, yang ada di hadapannya saat ini adalah gadis cantik bidadari hatinya. Ia sedang berjongkok sambil memandang Aliando.


"Cha!"


Aliando bahagia bisa melihat wajah Alisha yang sangat dia rindukan. Namun ia juga merasa sakit hati dan khawatir, karena pipi kanan Alisha bengkak, dan sudut bibirnya ada luka. Fix, pasti Alisha telah ditampar.


"Kenapa wajahmu, hm?" tanya Aliando.


Alisha malah menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya, dan dari matanya keluar butiran bening. Entahlah, apa itu tangisan karena dia menahan rasa sakit di pipinya ataukah tangisan haru karena dia telah bertemu dengan Aliando. Cowok tampan itu benar-benar tidak mengerti.


"Kamu baik-baik saja? Siapa yang berani melakukan ini sama kamu, hm?" tanya Aliando penasaran.


...🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


__ADS_2