Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
49. Perhatian nek Maryam


__ADS_3

Hangat dan lembut. Membuat raga bergetar dan terasa lemas. Jantung berdegup luar biasa, tarikan nafas pun tak beraturan.


"Maaf," ucap Aliando akhirnya melepaskan ciumannya. Ia merasa bersalah seperti telah mencuri ciuman pertama seorang gadis. Padahal yang ia lakukan saat ini bukanlah suatu kesalahan.


Ia kemudian menempelkan keningnya di kening Alisha. Mata keduanya terpejam, masih saling memburu udara menetralkan suasana yang canggung.


Ini adalah pertama kali bagi mereka, sama sekali tak ada pengalaman. Tadi pun hanya ciuman tanpa hal lainnya, tak ada pagutan yang bisa meresahkan jiwa. Alisha sendiri hanya diam mematung. Ah, Aliando berhasil membuat gadis itu tak berdaya hanya karena sebuah ciuman.


"Kenapa Abang minta maaf?" tanya Alisha sambil membuka matanya. Ia berpikir bukankah hal itu sah-sah saja dilakukan seorang suami kepada istrinya, bahkan lebih dari ciuman pun diperbolehkan dan bernilai ibadah, lalu kenapa Aliando seperti merasa bersalah?


"Karena aku spontan melakukannya tanpa meminta ijin darimu!" jawab Aliando sekenanya. Ia mulai membuka matanya. Padahal ia tahu, apa pun yang suami lakukan terhadap istri, ia memiliki hak sepenuhnya.


"Abang berhak atas aku, kan? Seluruh hidup aku!"


"Aku tau!"


"Lalu?"


"Ini pertama buatku, Cha!"


"Benarkah?" tanya Alisha tak percaya.


"Hm,"


"Makasih, Abang udah ngasih yang spesial, kiss pertama buat aku!"


"Tentu!" ucap Aliando tanpa melepas pandangannya dari wajah Alisha.


"Aku juga, aku seneng kiss pertamaku bisa aku kasihkan untuk suamiku sendiri!" tutur Alisha penuh keyakinan.


"Benarkah?" Wajah Aliando berbinar, terlebih saat ia mendapatkan anggukan dan senyuman manis dari Alisha.


"Makasih ya," Aliando tersenyum bahagia. Ia merasa yakin jika yang dikatakan Alisha adalah yang sebenarnya. Ia pun menepiskan tentang 'pekerjaan' Alisha yang menurutnya salah. Entah apa pekerjaan Alisha yang sebenarnya, ia masih penasaran. Namun untuk saat ini, ia lebih memilih percaya pada gadis cantiknya itu, yang kini telah resmi menjadi istrinya.


"Kita keluar yuk Bang, gak enak sama nenek dan kakek," ajak Alisha memecah kecanggungan.


"Iya, ayo!" ucap Aliando mengiyakan.


☘️


"Ini, susunya diminum, biar sehat!" ucap nenek Maryam saat sarapan. Ia menyodorkan secangkir susu hangat. Susu ibu hamil.


"Duh nek, maaf, Cha gak suka susu! Bawaannya ntar mual!" tolak Alisha, ia memang tidak menyukai susu jenis dan rasa apapun.


"Aduh, terus gimana?" tanya nek Maryam. Ia sama sekali tidak ingin menyinggung atau membicarakan tentang kehamilan di hadapan Alisha, seperti yang dikatakan Aliando dalam bohongnya, jika sebenarnya Alisha tidak ingin ada yang mengetahui perihal kehamilannya.


Sementara, kek Haidar, dan ketiga sahabat Aliando hanya diam memperhatikan nek Maryam dan Alisha.


"Ya sudah, kalo mengkonsumsi madu, kamu mau?" tanya nek Maryam.

__ADS_1


"Nggak Nek, makasih,"


Aliando ikut memperhatikan Alisha dan nek Maryam. Ia mulai merasa khawatir jika nek Maryam berlebihan dalam memperlakukan Alisha.


"Atau wedang jahe aja ya itu bisa meredakan mual," kata nek Maryam lagi.


"Nggak Nek, Cha gak pengen apa-apa," Alisha masih menolaknya.


"Udah, Nek, nanti biar Al yang kasih multivitamin buat dia, agar sehat," sela Aliando. Ia tahu maksud dari nek Maryam yang sedang berusaha untuk kesehatan Alisha dan bayinya.


"Emh, emang aku lagi sakit?" bisik Alisha pada Aliando.


"Waktu kesini, kamu kan mual-mual, dikira nenek sakit, kemarin kan gak sempet memperhatikan kondisi kamu lagi,"


"Oh," Alisha mengangguk.


"Bener ya Al, Alisha harus kamu perhatikan," kata nek Maryam.


"Pasti, Nek, Nenek jangan khawatir," kata Aliando.


"Iya, Nek, Cha juga udah gak mual-mual kok," ujar Alisha.


"Ya sudah, sekarang makan ini ya, ini bagus buat kamu!" kata nek Maryam sambil mengambil brokoli yang sudah dikukus khusus untuk Alisha.


"He, iya Nek, makasih biar Cha ambil sendiri,"


"Jangan nolak, Cha!" kata nek Maryam.


"Sini kalo gak suka biar aku yang makan," kata Aliando hendak mengambil brokoli dari piring Alisha.


"Eh, gak papa Bang, aku suka kok," kata Alisha mencegah Aliando yang hendak mengambil brokoli di piringnya.


"Ya sudah," kata Aliando kemudian ia mengambil brokoli dari piring hidang yang ada di meja. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa ia juga makan brokoli bukan Alisha saja.


"Eh, Al, kamu jangan makan brokoli, itu khusus untuk Alisha, lagian sejak kapan kamu suka brokoli?" nek Maryam melarang Aliando mengambil brokoli.


"Aku pengen, Nek, makan dikit, gak papa kan?" jawab Aliando sekenanya.


"Ah, ya sudah, makanlah, mungkin pengaruhnya bisa sampai kamu!" kata nek Maryam. Ia tiba-tiba saja berpikiran bahwa Aliando ikut mengalami ngidam karena anaknya yang berada dalam kandungan Alisha.


Alisha bingung, sebenarnya apa yang dimaksud oleh nek Maryam, ia merasa ada keanehan, tapi ia berusaha untuk mengabaikannya.


🌡


Sekitar pukul sepuluh Alisha dan Aliando berpamitan hendak pergi ke suatu tempat yang pernah dijanjikan oleh Aliando beberapa waktu lalu. Sementara, ketiga sahabatnya Aliando, sudah pulang setelah sarapan pagi tadi.


Namun, sebelum mereka pergi, Soraya dan Michelle datang dengan wajah tak bersahabat. Rupanya mereka ingin mengetahui kejelasan tentang pernikahan Aliando, karena semalam mereka baru saja mendapatkan kabar tersebut.


Suasana mulai terlihat menegangkan. Di ruang keluarga hanya ada nek Maryam, Alisha dan Aliando, sementara kek Haidar sedang berada di kantornya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, jadi beneran Al, kamu udah nikah?" tanya Soraya penuh emosi, apalagi semalaman Michelle terus-terusan mengomel dan menangis, hingga membuatnya pusing.


"Kamu masih nanya juga, Soraya, bukankah mamah sudah jelaskan semalam?" tanya nek Maryam.


"Iya, tapi aku masih belum percaya, Mah!" kata Soraya kepada nek Maryam. Memang di keluarga besarnya, nek Maryam dipanggil "Mamah", tidak hanya untuk Aliandra (ibunya Aliando), tetapi juga para sepupunya termasuk Soraya.


"Iya, Tante, Al udah nikah, ini Alisha, yang tempo hari Al kenalkan," jawab Aliando santai.


"Ini kan gadis hotel itu, Al!" teriak Soraya.


"Gadis hotel yang bagaimana maksud Tante, hm?" tanya Aliando mulai terpancing emosi, ia sama sekali tidak bisa menerima siapapun menjelekkan Alisha. Baginya, Alisha adalah yang terbaik. Meskipun memang benar, ia sendiri pernah mendapati Alisha sekamar dengan seorang bapak di sebuah kamar hotel. Tapi semua itu tidak membuktikan apa-apa.


"Ya dia bukan gadis baik-baik, sayang banget kamu jadikan dia sebagai istri kamu!"


"Tante sadar dengan ucapan Tante?" tanya Aliando hati-hati.


"Tentu saja, apa yang tante bilang ini adalah demi kebaikanmu, kamu harusnya dapat istri yang baik,"


"Maksud Tante siapa?"


"Michelle!" ucap Soraya dengan penuh percaya diri.


"Kamu harusnya menikah dengan Michelle, Al! Dia masih keluarga ini, keluarga baik-baik, kita sudah tau karakternya, dan alangkah bagusnya jika kalian menikah, karena bisa mempererat kekeluargaan kita," lanjutnya.


"Oh, jadi maksud Tante, yang terbaik buat Al itu anak Tante? yang manja, egois dan emosionalan, gitu?"


Mendengar penuturan Aliando, Soraya dan Michelle menahan marah, wajahnya merah padam.


"Tapi dia dari keluarga baik-baik, tidak seperti dia yang gak jelas keluarganya," kata Soraya makin merendahkan Alisha.


"Soraya!" panggil nek Maryam dengan nada suara yang dinaikkan beberapa oktaf dari biasanya..


"Kamu sebaiknya pulang kalau di sini hanya bikin ribut," perintah nek Maryam.


"Tapi, Mah ...," Soraya merengek mirip anak kecil. "Lagian, kenapa sih mamah ijinkan Al nikah dini?dia kan baru aja lulus SMA?" lanjutnya.


"Al! Bukankah kamu suka aku?" kali ini malah Michelle yang bertanya pada Aliando dengan percaya diri.


"Maaf, Sel, aku sama sekali gak pernah suka kamu, bahkan aku aja males punya sodara kayak kamu, apalagi dijadikan istri, sama sekali tidak pernah terlintas!" tegas Aliando membuat Soraya dan Michelle semakin emosi.


"Udah, kalian pulanglah! pusing mamah denger suara berisik kalian!"


"Gak kami gak akan pulang!" kata Soraya seenaknya.


"Terserah!" nek Maryam tidak peduli. "Al, Cha, katanya kalian mau pergi, cepatlah pergi!" kata nek Maryam pada Aliando dan Alisha. Dia sudah malas menghadapi Soraya dan Michelle.


"Iya, Nek, Al pergi sekarang ya," kata Aliando sambil menarik tangan Alisha dan menggenggamnya erat. Kemudian keduanya pun pergi setelah bersalaman dengan nek Maryam.


"Hmh, gak sopan, masa mereka gak salaman ma aku!" gerutu Soraya.

__ADS_1


Nek Maryam tidak peduli dengan ucapan Soraya, dia pun memilih beranjak dari ruangan itu meninggalkan Soraya dan Michelle.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2