Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
91. Gigit


__ADS_3

"Sudah Ra, gak usah dilanjutin ... Udah, biarin," kata Alisha menahan Naira agar tidak terpancing emosi. Dia benar-benar merasa malas untuk melayani Fahri sehingga tidak berkeinginan untuk memperpanjang pembicaraannya dengan Fahri.


"Kenapa? kamu malu buat nunjukin siapa pacar kamu? Karena ternyata dia hanyalah seorang pelayan kantin?" tanya Fahri dengan nada meremehkan.


Alisha dan Naira saling pandang.


"Aku tau kok, cowok yang kemarin gendong kamu setelah jatuh, dan bekerja di kantin, itu cowok kamu kan?" ujar Fahri seakan menebak.


"Iya," jawab Alisha.


"Hmm, lumayan keren, tapi sayang hanya seorang pelayan," komentar Fahri merendahkan.


"Maksudnya, kamu lebih baik gitu?" tanya Alisha.


"Ya, aku lebih baik darinya, aku bisa memenuhi semua keinginan dan kebutuhanmu!" kata Fahri penuh percaya diri.


"Aku gak nyangka ternyata kamu orangnya sombong ... aku kira kamu low profil, eh, ga taunya ... highclass ya ... Eh, Fahri, kamu tuh gak tau apapun soal mas Al," komentar Naira.


"Aku gak peduli, aku memang seperti ini dan aku rasa, aku harus menunjukkan kehebatanku di depan orang yang aku sukai," kata Fahri angkuh


"Wah, kamu kebangetan, kamu kira, Alisha bakal tertarik sama kamu?" komentar Naira lagi.


"Semua cewek suka dengan kehebatan cowoknya yang lebih mapan,"


"Tapi kamu salah menilai Alisha," tegas Naira.


Ketika Fahri akan membalas ucapan Naira, guru mata pelajaran berikutnya masuk ke kelas, sehingga pembicaraan pun berhenti.


🌡


Waktu pulang sekolah, Alisha bergegas ke area parkir, ia berjalan bahkan setengah berlari demi menghindari Fahri yang sebelumnya mengatakan akan mengantarnya pulang. Untung saja, saat Fahri hendak menghampirinya, Tio membuatnya sibuk dengan berbincang dengan obrolan yang tidak diketahui oleh Alisha.


Tiba di tempat parkir, Aliando telah menunggunya tanpa reaksi lebih. Wajahnya datar tanpa senyuman. Entah apa yang ada di benaknya, ekspresinya lurus yang membuat Alisha merasa takut.


Jujur saja, diamnya Aliando saat ini lebih mengerikan. Alisha memang belum pernah melihat Aliando marah atau cemburu jika ada lelaki yang mendekatinya atau ada hubungan dengannya, dulu, sebelum dirinya menjadi istri Aliando, seperti halnya kasus Aidyn dan Samudra, Aliando bisa dibilang cukup tenang menghadapinya.


Tapi, lihatlah, sekarang, betapa posesif dan protektifnya Aliando setelah Alisha resmi menjadi istrinya. Bahkan untuk melihat lelaki lain, ia hanya mengijinkan Alisha menatap hanya dua detik saja.


"Apa yang harus aku lakukan? Abang dari tadi diam, dia pasti marah soal kejadian tadi di kantin, tapi apa yang harus aku jelaskan aku sendiri gak ngerti mau jelasin apa?" gumam hati Alisha bingung.


Sudah setengah jam berlalu, Alisha dan Aliando hanya diam tanpa ada yang memulai pembicaraan. Saat ini mereka berada di pinggir danau tempat favorit keduanya.


Aliando hanya memainkan ponselnya, sementara Alisha sudah menghabiskan beberapa bungkus makanan ringan dan dua botol minuman jus.


"Sudah habis? Ayo kita pulang," ajak Aliando. Ia berdiri sambil memasukkan ponselnya ke saku jaket.


"Abang, tunggu," kata Alisha sambil menarik tangan Aliando.


"Ada apa?" tanya Aliando sambil menatap Alisha yang masih duduk.


"Bukannya Abang ngajak ke sini ingin membicarakan sesuatu?"


"Akhirnya, dia bersuara juga," gumam hati Aliando.


"Pembicaraan apa? Kamu ingin mengatakan sesuatu?" tanya Aliando berpura-pura tidak tahu, ia pun kembali duduk di samping Alisha.


"Abang lagi marah kan?"

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah?"


"Kejadian tadi di kantin waktu Fahri mengusap bibir aku,"


"Lalu kalo aku marah kamu mau menjelaskan apa?"


"Aku juga gak tau sih, tapi Abang pasti tau kalo aku juga kaget saat Fahri melakukannya,"


"Bukannya dia anak baru ya?


"Iya,"


"Kok dia berani sekali nyentuh kamu? apa seakrab itu di kelas?"


"Eh, Abang jangan suudzon, jujur, aku juga gak respect ma dia, tapi dia bersikap seakan kenal aku lama dan kita memiliki kedekatan,"


Aliando diam, ia memalingkan wajahnya ke arah danau.


"Abang, apa Abang percaya kalo aku katakan aku udah menghindarinya, dan aku juga nolak dia," jelas Alisha sambil menarik baju Aliando.


"Nolak? apa dia sudah menyatakan cinta?"


"Eh, maksud aku, nolak berteman, dan tadi aku juga nolak pulang bareng,"


Aliando kembali terdiam. Ia memang memiliki keyakinan jika Alisha bisa menjaga diri, namun ia tidak memberikan toleransi pada Fahri yang sudah berani mendekati Alisha.


"Abang ... maafin aku," ucap Alisha lirih.


Aliando menoleh, memperhatikan wajah sendu Alisha. Ah, rasanya ia tidak tega membuat gadisnya itu tertekan atas sikapnya.


"Aku gak marah, hanya saja aku merasa menyesal tidak bisa menjagamu dengan baik, padahal aku udah berusaha untuk selalu bisa berada di dekat kamu," kata Aliando sambil memegang pipi Alisha.


"Termasuk Abang bekerja di kios pak Dany?"


"Hmm," Aliando menganggukkan kepalanya.


"Lalu kuliah Abang gimana?"


"Aku kerja jika gak ada jam kuliah,"


"Apa bisa?"


"Bisa!"


"Jadi, ini ya yang Abang bilang semalam kalo aku harus ke kantin karena akan ada kejutan?"


"Iya, apa kamu suka?"


"Suka dikit, selebihnya sebel,"


"Eh, kok bisa?"


"Abisnya fans Abang masih menggila, sekarang, tanpa aku di sisi Abang, mereka bisa santai menikmati Abang," kata Alisha dengan nada cemburu.


"Hei kamu cemburu?"


"Iyalah, seharusnya pesona Abang itu hanya aku yang menikmatinya,"

__ADS_1


"Aduh, bagaimana ini, padahal aku sudah jadi seorang pelayan, seharusnya kharisma aku sebagai idola udah jatuh kan, ya,"


"Justru itu, ketangkasan Abang, kecekatan dan kesigapan Abang saat melayani pembeli itu lah yang bikin pesona Abang malah bertambah, mereka jadi senang dilayani ma Abang," jelas Alisha dengan wajah cemberut.


"Hei, gadis ini, seharusnya aku kan yang marah, kenapa sekarang malah jadi dia yang marah?" gumam bathin Aliando.


"Tapi kamu tau kan, Cha, kalo aku berbuat hal ini agar bisa selalu dekat dengan kamu, ini adalah alasan untuk aku bisa tetap kembali ke sekolah, agar aku bisa melindungi kamu," jelas Aliando.


"Lalu bagaimana Abang menghadapi fans Abang,"


"Biarkan saja, yang penting aku tidak tergoda, di hati aku hanya kamu, lalu bagaimana dengan kamu, hm? kamu seharian di kelas bersamamu Fahri, digoda Fahri?"


"Aku bisa jaga diri Bang, aku pastikan aku gak akan tergoda,"


"Kamu yakin?" tanya Aliando memastikan.


"Abang gak percaya?" selidik Alisha sambil menatap wajah Aliando dengan sangat dekat.


Aliando hanya menatap kedua mata indah milik Alisha dan dia sangat menikmati wajah cantik gadisnya itu. Ia tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya seakan-akan ia tidak mempercayai perkataan Alisha.


"Mmph,"


Tiba-tiba Alisha mencium bibir Aliando sekilas. Seketika lelaki tampan itu terkejut dengan aksi istrinya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Aliando tersipu.


"Menghukum Abang karna tidak percaya sama istrinya,"


"Hei darimana kesimpulan itu? Kamu tau kan kalo aku selalu percaya sama kamu,


"Oya, tapi Abang pernah meragukan aku!" sanggah Alisha mengingatkan kekecewaannya pada Aliando saat Aliando mengira dirinya hamil.


"Maaf, saat itu aku tidak ragu, hanya saja, aku ingin mempersiapkan diri jika ternyata sangkaan itu benar adanya ... Apa kamu masih marah soal itu?" tanya Aliando.


"Kalo ingat hal itu, aku masih suka ngerasa sakit!" kata Alisha sambil memegang dadanya.


"Maafin aku ya, aku tahu meskipun sampai mati aku minta maaf, rasa sakit itu nggak akan pernah hilang di hati kamu, aku cuma bisa meminta, agar kamu bisa mencoba intuk melupakan hal itu,"


"Iya Abang, aku gak papa kok,"


"Eh, gimana kalau kamu hukum aku aja, kayak tadi itu," kata Aliando dengan tatapan menggoda.


"Ish itu maunya Abang,"


"Beneran, Cha, aku ikhlas dihukum kayak tadi,"


"Ya udah sini!"


Alisha pun mendekatkan wajahnya ke wajah Aliando.


"Aww," Aliando terkejut, "Cha, kenapa bibir aku kamu gigit?" tanya Aliando sambil mengusap bibirnya yang sakit karena gigitan Alisha.


"Itu adalah hukuman buat Abang," kata Alisha langsung bangkit dari duduknya dan berlari menuju motor.


"Wah, istriku sudah pandai gigit," komentar Aliando sambil menggelengkan kepalanya. Ia pun berdiri dan menyusul langkah Alisha.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2