Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
7. Kak Ando Vs Bang Dodo


__ADS_3

"Kenapa? Gak percaya?" tanya Aliando cuek.


"Iya!" jawab Alisha.


"Bisanya kamu gak percaya?"


"Satu, wajah kalian beda ... dua, pak Aman seperti menghormati kamu ... ketiga, feel aku mengatakan kalo kamu bukan anak mereka,"


"Pak Aman dan Mak Leha, istrinya, adalah orang tuaku, orang tua asuhku!"


"Oh, mereka yang mengasuhmu?"


"Hmm,"


"Orang tuamu?"


"Ibuku udah meninggal, sementara ayahku udah nikah lagi!"


"Jangan bilang, kamu tinggal di sini, karna ayah kamu nikah lagi,"


Aliando tersenyum tipis. Melalui senyumannya itu, ia membenarkan apa yang disimpulkan oleh Alisha.


"Wah, kasihan banget hidup kamu!" komentar Alisha.


"Jangan kasihani aku! Aku udah biasa kayak gini!"


"Ah, iya, baiklah, ternyata hidup kamu juga cukup rumit,"


"Bagaimana dengan kamu, kenapa kamu bisa hidup sendiri, dimana orangtua dan keluargamu?" tanya Aliando kini.


"Mmm, simpel aja, aku gak punya siapa-siapa, aku gak punya pilihan ... Meskipun aku sendiri, aku harus tetep hidup, kan?"


"Kamu gak takut hidup sendirian sebagai seorang gadis?"


"Awalnya takut, tapi kini aku sudah terbiasa,"


"Lalu, kebutuhan hidupmu?"


"Aku kerja lah! Ah, udah, stop, aku gak mau ngomongin ini, dan kamu masih inget kan syarat dari aku untuk tidak ikut campur urusanku?"


Aliando mengangguk, ia tidak ingin banyak bertanya walaupun di dalam hatinya, ia masih sangat penasaran.


"Bagaimana sebenarnya kehidupanmu selama ini, Cha?" kata Aliando dalam hatinya.


"Oh iya, gimana tim kamu tadi?" tanya Alisha kembali mengalihkan pertanyaan.


"Gak papa, mereka udah siap kok tanpa aku, soalnya aku udah bilang sejak awal semester pertama kelas dua belas, kalo aku mau mengundurkan diri, tapi mereka minta aku untuk tetap jadi kapten sampai awal semester dua, dan hari ini, adalah saatnya,"


"Lalu bagaimana fans kamu?"


"Siapa yang peduli,"


"Ah, hidup kamu udah kayak artis aja,"


"Justru aku muak," kata Aliando sambil menyuapkan suapan bakso terakhirnya.


Alisha mengangguk, ia tahu betul kehidupan yang dijalani Aliando, padahal belum menjadi artis, tapi luar biasa fans yang menggilainya. Hidupnya tidak memiliki ketenangan. Tadi saja setelah pertandingan, para fans segera berlari menghampiri, ada yang memberi minuman, buket, parcel atau yang minta foto bersama.


"Kamu tau, aku gak punya ruang privasi, bahkan beberapa kali terdengar jika siswa putri berkelahi gara-gara aku, padahal aku sendiri gak tau menau!"


Alisha terdiam, membuat suasana akhirnya hening. Kemudian disaat yang bersamaan mereka menarik nafas panjang dan memecah kesunyian diantara mereka.


"Kak Ando ... Semangat!" ucap Alisha tiba-tiba, sambil tersenyum manis, ia menyemangati Aliando dengan tangannya mengepal ke udara.


"Apa?" Aliando merasa ada yang menggelitik hatinya ketika mendengar Alisha memanggilnya dengan sebutan 'Kak Ando'. Ia tak percaya jika gadis cantiknya itu memanggil dirinya dengan sebutan spesial.


"Apanya yang apa?" tanya Alisha pura-pura bingung.


"Kamu tadi menyemangatiku dengan panggilan apa?"


"Kak Ando,"


"Ah, udah lama, aku gak denger panggilan ini,"

__ADS_1


"Kenapa? Gak suka?"


"Suka, aku sangat suka, justru aku sangat merindukan panggilan ini,"


"Oh, udah pernah ada yang manggil kamu dengan sebutan Ando ya?"


"Iya, tepatnya kak Ando,"


"Spesial?" selidik Alisha. Entah kenapa ada rasa yang berbeda di hatinya, seakan ia tidak ikhlas jika sudah pernah ada yang memanggil Aliando dengan 'kak Ando'.


"Apa?" Aliando tak mengerti.


"Iya, maksudnya, apa orang yang manggil kamu itu orang yang spesial?"


"Tentu saja!"


"Perempuan?" tanya Alisha lagi.


"Iya,"


Ah, kenapa sudut hati Alisha terasa nyeri ya. Mungkinkah cemburu?


"Oh, kalo gitu, biar aku ganti panggilanku," kata Alisha.


"Kenapa diganti? Aku suka, dan sudah seharusnya, kan, kamu manggil aku dengan panggilan spesial? Bukan hanya ah-eh, ah-eh," tukas Aliando.


"Maksudnya?"


"Iya, kamu selama ini gak pernah manggil namaku kan? pasti kamu manggil aku 'hei', atau 'eh, kamu', atau semacamnya, padahal seingatku, pertama kali bertemu, waktu di parkiran kamu manggil aku dengan sebutan mas Al,"


Alisha terkekeh, ia teringat kejadian pagi itu, saat ia berterimakasih karena telah diantarkan sampai sekolah.


"Hmm, iya seh, itu karena aku belum tau kamu,"


"Memangnya aku kenapa?"


"Aneh, dan pemaksa!"


"Terpaksa, ga punya pilihan," tukas Alisha.


"Karna aku gak mau kamu jadi milik orang lain,"


"Sudah kubilang kamu gatau aku, ntar kamu akan nyesel!"


"Dan sudah kubilang juga, kalau feel aku gak pernah salah,"


Alisha tersenyum meremehkan.


"Aku gak yakin ... kenapa coba harus aku? Emang gada cewek lain gitu? Aku gak percaya cowok kayak kamu ga punya cewek,"


"Punya, dia cantik menggemaskan, dia manggil aku kak Ando,"


"Nah, itu dia, kenapa gak sama dia aja,"


"Sudah, saat ini aku lagi bareng dengannya,"


Alisha merona. Ia tahu orang yang dimaksud oleh Aliando adalah dirinya. Namun, cepat-cepat ia singkirkan perasaan bahagianya.


"Lalu bagaimana perempuan spesial yang juga manggil kamu dengan sebutan 'kak Ando'?"


"Dia sudah meninggal, dan lagi, kalau pun dia hidup, gak mungkin lah dia aku jadikan pacar, cukup jadi cinta pertamaku saja!"


"Kenapa?"


"Karena dia ibuku!"


"Oh," Alisha terdiam. Ia merasa menyesal telah menanyakannya.


"Ibuku selalu manggil aku dengan kak Ando, sejak awal kehamilan keduanya, adik perempuanku, saat itu, aku kelas satu SMP,"


"Wah, kamu punya adik perempuan?"


"Iya, tapi usianya hanya satu minggu,"

__ADS_1


"Innalillahi, maaf! Apa karna sakit?"


"Menurut dokter seperti itu,"


"Turut berduka ya,"


"Gak papa,"


"Ah, ternyata panggilan kak Ando bikin kamu sedih, jadi mending aku ganti saja,"


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Sudah kubilang aku suka, dan lagi, mau kamu ganti dengan apa, hm?"


"Mmm ...," Alisha setengah berpikir, "Bang Dodo," kata Alisha sambil terkekeh.


Aliando menggeleng, sambil tersenyum dia mengacungkan sendok ke wajah Alisha seakan-akan dia akan memukul kening gadis itu. Namun dengan cepat Alisha memejamkan matanya, dengan kedua tangan seperti menangkis, melindungi wajahnya agar tidak terkena sendok yang dipukulkan ke arahnya.


"Aku terlalu keren kalo kamu panggil aku dengan itu," kata Aliando sambil meletakkan kembali sendok ke mangkuknya.


"Itu, panggilan kesayanganku, katanya kamu mau punya panggilan spesial?"


"Iyalah, terserah kamu, yang penting kamu suka, kamu boleh manggil aku apa aja," kata Aliando, dia tidak ingin mempermasalahkan panggilan spesial lagi, baginya, apapun panggilan yang disukai Alisha untuknya, adalah spesial, dan hanya Alisha yang boleh memanggilnya demikian.


Alisha tersenyum puas penuh kemenangan, karena akhirnya Aliando setuju dengan panggilan 'bang Dodo' yang menurutnya panggilan lucu buat Aliando.


Aliando sangat menyukai cara Alisha tersenyum, entahlah, semenjak kehadiran Alisha, hidupnya terasa lebih ringan dan berwarna.


"Makasih Cha,"


"Eh, untuk apa?"


"Karena kamu udah hadir dalam hidup aku,"


"Eh, kamu belum tau aku! Aku pastikan sekali lagi, kalau kamu akan menyesal! Jadi, gak usah berterimakasih,"


"Aku perlu berterimakasih, dan aku pastikan juga sekali lagi, kalau feel aku ga pernah salah,"


"Terserah kamu lah,"


"Kenapa sih kamu datang, saat aku mau lulus? Selama ini kamu dimana? kemana?"


"Berpetualang," jawab Alisha asal.


"Setelah ini, emangnya kamu masih mau berpetualang?"


"Mungkin,"


"Kalo gitu kamu jangan berpetualang sendiri, aku akan menemani kamu,"


"Jangan, ntar kamu susah,"


"Apapun, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, aku ingin selalu bareng kamu!"


"Gak bisa, aku juga ga setuju,"


"Sudah ku bilang aku ga butuh persetujuanmu dan aku gak ...." Aliando menghentikan ucapannya karena Alisha memotongnya.


"Aku gak nerima penolakan, iya kan?" kata Alisha sudah hafal betul apa yang akan dikatakan oleh Aliando, "Ah, nasib ... punya pacar semaunya sendiri, otoriter," gumam Alisha yang masih bisa terdengar oleh telinga Aliando. Sementara cowok tampan itu hanya tersenyum yang mana senyumannya itu membuat hati Alisha berbunga.


Satu sisi, sebenarnya Alisha merasa bahagia Aliando mengakuinya sebagai pacar, namun jika ia mengingat masa lalu dan kehidupannya saat ini, ia merasa Aliando akan menyesal telah menjadikannya pacar. Ya, walaupun ia sendiri tidak yakin apakah hubungannya ini sungguh-sungguh atau hanya permainan belaka. Tapi yang jelas untuk saat ini, ia mulai merasa nyaman dengan Aliando, terlepas dari semua fans gilanya.


...๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป...


Hai kak readers


sehat selalu ya....


makasih like, vote, n koment nya ya....


lopyuol๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2