Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
67. Mengikuti


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Aliando merasa lucu dengan ekspresi Alisha.


"Kok rahasia? Emang aku gak boleh tau pekerjaan Abang?"


"Apa bedanya ama kamu?"


"Beda lah, kalo aku kan emang ada perjanjian kontrak, tapi kalo Abang apa? Emang Abang terikat kontrak kerja apa? Kenapa main rahasia-rahasiaan? Emangnya istri gak boleh tau pekerjaan suaminya?"


"Seharusnya tau, tapi nanti ya,"


"Kapan?"


"Gimana kalo pada saat kamu selesai kontrak kerja, nanti kita bareng, saling mengatakan apa sebenarnya pekerjaan kita,"


"Okke deh, deal!" Alisha mengangkat jari kelingkingnya, sehingga Aliando bisa mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Alisha.


"Jam berapa kamu berangkat kerja?" tanya Aliando kini.


"Kayaknya nanti, nunggu ada telepon,"


"Dari siapa?"


"Dari orang yang suruh aku kerja,"


Aliando terdiam, ia mengingat sesuatu. Sebenarnya, Aliando ingin menanyakan tentang pria yang memiliki rambut ala tentara, selalu mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana jeans, selalu terlihat rapi, dia juga membawa laptop. Itulah orang yang selalu ditemui Alisha beberapa kali di sebuah kafe.


Aliando sangat penasaran dengan orang ini, namun ia urung untuk menanyakannya, karena dikhawatirkan Alisha tidak terima, jika selama ini, sebenarnya Aliando mengikuti dirinya.


"Aku temenin ya," Aliando memberi ide.


"Eh, jangan Bang," tolak Alisha.


"Kenapa?"


"Karena, aku harus kerja sendiri, nanti kalo ada Abang, ntar ga bisa ngapa-ngapain,"


Aliando menarik nafasnya panjang, ia benar-benar dibuat penasaran oleh Alisha.


"Aku nggak tahu seperti apa pekerjaan kamu, tapi kuharap, kamu bisa jaga diri, aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu yang bikin kamu terluka atau celaka,"


"Iya, Abang, tenang aja, aku akan jaga diri, tenang aja ya,"


"Aku serius, Cha,"


"Iya, aku juga serius,"


"Kamu janji ya, pokoknya, setelah ini, kamu sudah tidak boleh lagi bekerja apapun,"


"Iya, iya, Abang, aku tahu, aku akan nurut sama Abang," kata Alisha sangat meyakinkan. Dan hal itu membuat Aliando merasa tenang.


"Baiklah, sekarang, kita cari sarapan, yuk," ajak Aliando.

__ADS_1


"Ayo! Tapi ini susunya diminum, Bang, dari tadi didiemin mulu, jadi dingin, kan,"


"Gak papa, lagian aku sudah merasa hangat, karena kamu dari tadi duduk di pangkuan aku, memeluk aku, gimana aku nggak hangat, iya, kan Cantik?" kata Aliando dengan nada menggoda.


Alisha tersadar, ia pun segera bangun dari pangkuan Aliando.


"Kenapa harus bangun, hm?"


Alisha tersenyum sambil mengedikan bahu kemudian berlalu menuju kamarnya.


Sementara Aliando hanya tersenyum merasakan lucu melihat aksi istrinya itu.


☘️


Pada akhirnya, Alisha benar-benar pergi setelah ada panggilan yang menghubunginya. Itu pun sebelumnya sempat terjadi drama perdebatan diantara mereka, ketika Aliando memaksa Alisha agar mau diantar olehnya, namun Alisha sama sekali tidak bersedia.


"Udahlah, Bang, gak usah maksa, kalo nggak, ntar malah aku gak mau pulang, aku malas sama Abang, jadi pliss, ijinkan aku menyelesaikan pekerjaanku," kata Alisha penuh permohonan dan dengan nada penuh penekanan.


Jika Alisha sudah begini, Aliando pun menyerah. Meskipun pada dasarnya ia seorang pemaksa, tapi jika sikap Alisha sudah menunjukkan barbar dan nekat, maka ia tak akan sanggup menghadapinya.


Oleh karena itu, ia tak ingin memaksa Alisha, karena ia merasa khawatir, kalau Alisha akan benar-benar mewujudkan ucapannya, untuk tidak kembali pulang ke rumahnya.


"Ya udah, okke, tapi kamu harus hati-hati, jaga dirimu ya,"


"Iya, Abang, do'akan lancar ya," kata Alisha penuh permohonan.


Saat itulah, Aliando mengijinkan Alisha pergi tanpa diantar olehnya. Sementara Aliando, seperti biasanya, diam-diam, ia mengikuti Alisha.


☘️


Ada perasaan lain hadir yang cukup mengganggu karena ia tiba-tiba merindukan ibunya. Semua kenangan-kenangan manis ibunya hadir begitu saja.


Ada sakit seakan mengiris hatinya, terlebih ketika bayangan pak Arsyad menampar pipi Aliando untuk pertama kalinya, datang tanpa permisi di dalam ingatannya.


Rumah itu, rumah yang penuh kenangan, kenangan indah sebelum Alifia dan Aliandra meninggal dunia juga kenangan yang buruk setelah kedatangan Vanya empat tahun yang lalu.


Aliando segera bersembunyi, ketika sebuah mobil berwarna merah keluar melewati pintu gerbang.


Ia sangat membenci keadaan yang sedang dia rasakan ini, melihat mobil yang biasa digunakan oleh ibunya, kini dipakai oleh Vanya.


"Tidak seharusnya kamu menggunakan semua milik mamah," gumam hati Aliando penuh kekecewaan dan amarah. Dari balik pohon ia mengepalkan tangannya erat.


Namun, pikirannya segera tersadar, ketika taksi yang ditumpangi Alisha juga melewatinya. Ia pun segera menaiki motor dan mengikutinya.


kurang lebih sekitar dua puluh menit, mobil yang ditumpangi Vanya berhenti di sebuah hotel, kemudian dia masuk ke bagian restorannya diikuti dibelakangnya oleh Alisha.


Sementara, Aliando yang memang juga mengikuti Alisha, hanya memperhatikan apa yang sebenarnya sedang dikerjakan oleh Alisha.


Ternyata tidak ada yang spesial, Alisha hanya memperhatikan apa yang dilakukan Vanya, sesekali ia menggunakan laptopnya, kemudian ia memasang headset di telinganya.


"Untuk apa kamu mengikuti dia, Cha?" gumam Aliando bingung mengapa istrinya itu mengikuti ibu tirinya.

__ADS_1


Vanya mendatangi meja yang sudah ada seorang pria menunggu dirinya. Mereka terlihat mesra. Makan sebentar, berbincang penuh kemesraan, kemudian berlanjut menuju kamar hotel.


Aliando cukup mengerti situasi ini, bagaimana seorang Vanya. "Jalanng tetaplah jallang," gumam Aliando penuh penyesalan, dalam benaknya ia merasa kasihan terhadap pak Arsyad akan sikap istrinya itu.


Namun tak berapa lama kemudian setelah kepergian Vanya bersama pria berkumis tipis itu ke kamar hotel, Alisha pun meninggalkan hotel tersebut menuju sebuah Coffeeshop.


Selang waktu dua puluh lima menit Alisha menunggu di Coffeeshop, datanglah pak Arsyad seperti terburu.


"Maaf, maaf, saya terlambat," kata pak Arsyad sambil menarik kursi yang ada di hadapan Alisha.


"Eh, gak papa, Om," kata Alisha sambil tersenyum.


"Tapi kamu udah nunggu lama kan?"


"Iya lumayan sih,"


"Iya, maaf, meetingnya baru saja selesai,"


"Iya, Om, saya ngerti,"


"Terimakasih ya,"


"Sama-sama, Om!"


"Oh ya, jadi gimana? sudah terbukti?"


"Iya Om, seperti kecurigaan, Om, istri Om memang berselingkuh, ini adalah beberapa bukti yang kami dapatkan," kata Alisha sambil menunjukkan foto-foto Vanya dan seorang pria. Ada amarah yang tertahan tersirat di wajah pak Arsyad.


"Alex?" pak Arsyad geram saat melihat dengan jelas siapa lelaki yang bersama Vanya.


"Om, mengenal pria yang ada di foto ini?"


"Ya, dia saingan bisnisku, tapi bagaimana mungkin mereka bisa bersama?"


"Dengerin ini deh, Om, ini obrolan istri Om yang sempat kami sadap," kata Alisha sambil memberikan headset agar bisa di dengar jelas rekaman percakapan Vanya dengan pria berkumis tersebut.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


...Halo kak readers sambil nunggu Up, mampir juga yuk ke novel sahabatku kak Sa Ekha pokoknya keren banget, seru banget. Jangan lupa dukungan buat author nya. Happy reading yaaaaa....


Judul : Bad love with my brother


Ini blurbnya:


Jennie Clarissa putri cantik dari keluarga Aditya memiliki hidup yang begitu sempurna. Terlahir dari keluarga terpandang dan memiliki wajah yang cantik serta karir yang cemerlang dalam dunia modeling.


Namun kesempurnaan yang dimilikinya hancur begitu saja ketika sang Kakak yang selama ini membencinya dengan tega menodainya hingga hamil. Tak hanya itu saja, beberapa rahasia masa lalu membuatnya semakin terpuruk.


__ADS_1


__ADS_2