Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
84. Khawatir


__ADS_3

"Ekhemm!"


Aliando dan Alisha terkejut mendengar suara orang berdehem. Mereka segera menghentikan aktivitas yang sedang mereka lakukan.


Tatapan keduanya langsung beralih kepada sumber suara yang berdehem.


"Papah!" panggil Aliando dan Alisha bersamaan, wajah keduanya kemerah-merahan menahan malu. Sangat terlihat kecanggungan di wajah keduanya.


"Melakukannya lihat tempat Al, masa di sini?" ujar Arsyad santai. Ia segera menghampiri Aliando dan Alisha.


"Papah," panggil Aliando sambil mencium punggung tangan Arsyad, disusul kemudian oleh Alisha.


"Kapan kalian ke sini? Dari jam berapa? kenapa gak bilang papah?" tanya Arsyad.


"Sekitar sejam yang lalu, Pah," jawab Aliando.


"Tau gitu, papah kan pulang cepet," jelas Arsyad.


"Gak papa, Pah, biar surprise, lagian papah kan lagi lembur, jadi kami juga gak mau ganggu Papah," kali ini Alisha yang menjawab.


"Eh, lepassiin!!" teriak seorang gadis dari luar.


Aliando dan Alisha samar-samar mengenali suara itu. Rupanya Michelle sedang berusaha melepaskan diri dari pegangan penjaga rumah karena tidak ingin ditolong saat berjalan menuju rumah.


"Michelle?" ucap Aliando dan Alisha kompak.


Michelle berjalan sempoyongan masuk ke rumah, rupanya, keadaan dia setengah sadar, dikarenakan minuman yang memabukkan.


"Wah, kamu Al, kan? Al ... aku seneng sama kamu, aku tuh cinta banget sama kamu, kenapa kamu ga suka aku, hah? huuuuu, hiks," kata Michelle merengek tanpa sadar. Ia menghampiri Aliando sambil menarik kerah bajunya kemudian membenamkan wajahnya di dada Aliando.


Aliando berusaha melepaskan tangan Michelle yang menarik kerah bajunya, namun tidak berhasil, karena Michelle justru memeluk tubuh Aliando dan kepalanya masih terus menempel di dadanya.


"Kamu mabuk, Sel!" ucap Aliando dengan satu tangan mendorong kepala Michelle agar tidak lagi menempel di dada Aliando, namun gadis itu malah semakin merengek. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Aliando.


Akhirnya dengan terpaksa, ia mendorong tubuh Michelle agak kuat agar terlepas dari tubuhnya.


"Kamu jahat, Al! huuu, huu!" rengek Michelle.


"Kenapa kamu malah suka cewek lain, kurang apa aku?" tangisnya semakin menjadi. Ia bermaksud menghampiri Aliando kembali. Tapi dengan sigap Aliando menghindar. Sayangnya, Michelle justru semakin mendekati Aliando. Alisha yang melihatnya, segera menghalangi.


"Eh, aku tau kamu, kamu si cabe yang ngegodain Al kan? yang katanya udah jadi istri Al, dasar jallang!" kata Michelle diakhiri dengan makian.

__ADS_1


Alisha geram dengan ucapan Michelle namun ia memilih diam. Ia tidak ingin melayani orang yang sedang dalam keadaan tidak sadar.


Segera Aliando menarik tangan Alisha, kemudian mendekapnya.


"Kamu gak berhak ngomong seperti itu, pergilah!" Aliando mengusir Michelle.


"Iiiigh! kalian ga bisa bareng! Al! Kamu milikku!" kata Michelle sambil berusaha memisahkan Alisha dari dekapan Aliando.


Arsyad segera menghampiri, ia menarik tangan Michelle kemudian memanggil bi Titi untuk mengurusnya.


🌡


"Kenapa dia ke sini, Pah?" tanya Aliando setelah Michelle dibawa bi Titi ke kamar.


"Waktu pulang, papah ngelihat dia di pinggir jalan bareng temen-temennya, langsung aja papah bawa pulang,"


"Kok, ke sini, kenapa gak dibawa ke rumahnya aja," tanya Aliando.


"Iya, orang tuanya ke luar negeri, jadi dia dititipkan di sini," jawab Arsyad. Hal itu menjelaskan jika saat ini orang tuanya Michelle sedang berada di luar negeri.


"Tumben banget," komentar Aliando.


"Iya, bahkan udah satu tahun terakhir ini, jika orang tuanya ke luar negeri, pasti Michelle di sini!"


"Dan ini kali keempat, Michelle di sini!" imbuh Arsyad.


"Oh!" ucap Aliando singkat, ia kemudian melirik Alisha. Ia tahu jika perasaan Alisha saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena dengan adanya Michelle di rumah Arsyad, maka Alisha akan merasa tidak nyaman dan terganggu.


"Kamu gak papa, Cha?" tanya Aliando.


"Gak papa!" kata Alisha sambil menggelengkan kepalanya.


"Apa Alisha sudah pernah bertemu dengan Michelle,"


"Iya, Pah, pernah waktu di rumah nenek Maryam,"


Walau sedikit terkejut, namun Arsyad akhirnya mengangguk. Ia mengerti, semenjak Aliando pergi, ia lebih sering mengunjungi nenek Maryam dan kakek Haidar. Untuk itulah, bukan tidak mungkin jika Michelle pun sering mengunjungi mereka demi bisa bertemu dengan Aliando.


Terbukti, saat ulang tahun Aliando, Michelle memang bertemu di rumah nek Maryam, karena ia tahu bahwa Aliando selalu mengunjungi nenek dan kakeknya saat ulang tahun.


🌡

__ADS_1


Pagi hari yang cukup membuat sibuk, Alisha seperti terburu untuk berangkat ke sekolah.


"Abang sih ngajak tidur lagi abis subuh," protes Alisha, ia tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah.


"Abis nyaman banget, udah lama gak tidur di sini," kata Aliando. "Apalagi sekarang ada kamu," imbuhnya. Ia masih bersantai di tempat tidur sambil melihat Alisha yang tengah sibuk bersiap untuk pergi ke sekolah.


"Ya udah, ayo Abang juga cepetan, siap-siap buat anterin aku!" perintah Alisha.


"Siap! Nona Cantik!" Aliando pun bergegas melaksanakan apa yang diperintahkan Alisha kepadanya.


🌡


Setelah sarapan, Aliando langsung mengantarkan Alisha ke sekolah. Hanya di depan sekolah, karena Alisha yang memintanya dengan penuh paksaan.


"Aku gak mau fans Abang pada nyamperin ya," kata Alisha saat itu, membuat Aliando terkekeh. Akhirnya, mau tidak mau dia pun menuruti apa yang diminta Alisha.


Namun ketika hendak masuk gerbang sekolah, Alisha terjatuh karena ada yang menabraknya. Seorang cowok baru saja turun dari motor ojek yang mengantarnya, ia juga tergesa masuk gerbang.


"Cha!" teriak Aliando. Ia segera turun dari motor, kemudian berlari menghampiri Alisha saat cowok yang menabraknya mengulurkan tangan bermaksud untuk membantu Alisha berdiri.


Alisha menatap cowok itu. Memperhatikan dengan seksama, sepertinya dia adalah murid baru, karena Alisha sama sekali belum pernah melihat cowok tampan seperti itu di sekolah Garuda. Hidung mancung, mata bulat, rahang tegas, tubuh atletis, meskipun kulitnya sedikit gelap namun tidak menghilangkan kesan gagahnya.


"Gak usah, biar aku yang nolong!" kata Aliando menghalangi uluran tangan cowok itu. Kemudian ia segera berjongkok dan menggendong Alisha.


"Bang, jangan aneh, turunin ga, malu tau!" protes Alisha.


"Kamu jatuh, Cha, pasti ada yang sakit," kata Aliando langsung menuju pos penjaga sekolah dan menurunkan Alisha dari gendongannya ke teras pos.


"Aku gak papa," kata Alisha saat Aliando langsung memeriksa keadaan Alisha.


"Mbaknya gak papa kan?" tanya cowok yang tadi menabraknya, rupanya dia mengikuti kemana Aliando membawa Alisha.


"Oh, aku gak papa, tenang aja, kamu juga tadi jatuh, gak papa kan?" jawab Alisha diakhiri dengan pertanyaan balik kepada cowok tadi.


"Dia gak papa, Cha, jadi kamu gak usah khawatir," tukas Aliando dengan nada tidak suka dengan interaksi Alisha bersama cowok itu.


"Beneran kamu gak papa, Mbak?" tanya cowok itu masih bersikap tenang.


"Udah, biar dia saya yang urus, kamu, pergilah, urus urusanmu!" perintah Aliando pada cowok tersebut.


Alisha menarik nafas panjangnya. Ia hanya bisa diam melihat sikap over protektif Aliando kepadanya. Mungkin memang sedikit keterlaluan atau berlebihan, namun ia menyukai sikap Aliando tersebut.

__ADS_1


"Ah, iya, saya mengerti, maaf ya, saya masih baru di sini, kalau memang mbak nya gak papa, saya pergi dulu, permisi," kata cowok pemilik tubuh atletis itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2