Cinta Cool Dan Barbar

Cinta Cool Dan Barbar
62. Deal-nya kita


__ADS_3

Akhirnya Aliando pun memakan nasi uduknya.


"Tuh kan, abis juga, makanya, kalo laper itu makan, bukan liatin orang makan," ledek Alisha saat melihat nasi uduk yang dimakan Aliando telah habis tak bersisa.


"Aku makan jadi semangat karena ada dukungan dari kamu!"


"Iyalah, terserah apapun alasan kamu! Ini minumnya!" kata Alisha sambil menyerahkan segelas teh hangat kepada Aliando.


Aliando menerimanya sambil tersenyum, nyatanya Alisha masih sangat perhatian kepada dirinya.


"Jadi, Cha, mau sampai kapan kamu healing nya?" tanya Aliando setelah meminum teh hangat beberapa tegukan.


"Gak tau, aku gak yakin kalo sakit hatiku bisa sembuh,"


Aliando menarik nafasnya panjang.


"Beri batasan waktu, Cha, seminggu aja ya, gimana?"


"Apaan seminggu? dikiranya waktu bisa menyembuhkan luka secepat itu?" protes Alisha.


"Ya udah, minta berapa lama, hm? orang liburan itu paling lama kan dua minggu aja, soalnya harus masuk lagi sekolah, atau, kamu aku ajak aja ya jalan-jalan, liburan gitu,"


"Namanya jadi gak me time,"


"Jadi sampai kapan?"


" Tiga bulan ya,"


"Apa, Cha, jangan aneh-aneh, deh, kita bukan cerai lho, dan gak perlu masa iddah,"


"Apa itu?" Alisha belum paham tentang masa iddah, karena pembahasan materi pernikahan dipelajari di sekolahnya ketika kelas dua belas.


"Oh iya, kamu belum dapet materi tentang pernikahan ya,"


Alisha mengedikkan bahunya, dia sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu.


"Itu, masa menunggu wanita yang ditinggal cerai atau mati suaminya agar bisa dipinang atau menikah lagi dengan lelaki lain, batasannya ada yang tiga bulan, tiga kali suci, empat bulan sepuluh hari atau sampai melahirkan," terang Aliando sangat jelas.


"Oooh," Alisha menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Jadi gimana? jangan tiga bulan, itu kelamaan, aku gak sanggup, tiga hari aja ya, nyampe hari ini," kata Aliando.


"Eh, gak bisa, tiga puluh hari aja,"


"Kurangin lah, jadi tiga belas hari,"


"Gak bisa,"


"Tiga minggu deh,"


Alisha terdiam untuk berpikir sejenak.


"Okke, tapi ada syaratnya, kamu gak boleh ngurusin aku, aku gak mau ketemu kamu, biarkan aku menikmati hidupku tanpa kamu,"


"Eh ga bisa, Cha, aku ...," ucapan Aliando terhenti karena Alisha memotongnya.

__ADS_1


"Gak mau, ya sudah, aku tambahin jadi tiga bulan,"


"Eh, jangan-jangan, okke, okke, tapi aku minta kamu balas pesanku tiga kali sehari ya,"


Alisha kembali terdiam, seperti memikirkan sesuatu.


"Iya deh, tapi bener ya, kita gak ketemuan, dan kamu gak usah telfon apalagi vc aku,"


Aliando menganggukkan kepalanya lemah, dengan perasaan yang berat ia pun menyetujui keputusan yang dibuat oleh Alisha.


"Okke, berarti sembilan belas hari lagi ya, Cha,"


"Eh, kok bisa, tiga minggu, ya dua puluh satu hari lah,"


"Dipotong dua hari kemarin dan hari ini, Cha, plisss,"


Aih, kenapa Aliando bisa jadi seimut ini? membuat Alisha merasa gemas.


"Ya ya, baiklah, kita deal," kata Alisha sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aliando tanda setuju.


Aliando menyendu saat menjabat tangan Alisha, terlihat sangat berat dan tidak ikhlas.


"Senyum dong, kan ini hukuman buat kamu!" kata Alisha.


"Hei, mana ada orang dihukum tersenyum," protes Aliando tanpa melepas jabatan tangannya.


"Ya, makanya, spesial hanya kamu, dihukum tapi tersenyum,"


"Aku gak akan tersenyum sebelum hukumanku berakhir,"


"Iya, dan kamu harus janji ya, Cha, hanya sembilan belas hari saja,"


"Iya iya, kalo udah sembilan belas hari, kita lihat apakah aku ingin tambah hari atau tidak,"


"Gak bisa! setelah sembilan belas hari, kamu harus pulang! mau kamu masih marah atau gak, pokoknya kamu harus di rumah,"


"Eh, enak aja, gak mau!"


"Deal kita hanya sembilan belas hari aja, Cha, kalo mau marah pun, kamu tetep di rumah! Atau aku ikut ke kontrakan kamu!"


"Iyalah iya, aku setuju," kata Alisha malas berdebat.


🌡


Kesepakatan pun berjalan, Aliando mencoba menahan segala rasa rindu dan ia pun hanya mampu untuk mengirimkan pesan sambil menunggu balasan dari istri tercintanya itu.


Pesan recehan sebagai bentuk perhatian Aliando pada Alisha selalu dikirimnya. Entah itu menanyakan kabar di pagi, siang, sore ataupun malam, menanyakan tentang kegiatan apa yang dilakukan, menanyakan sudah makan atau belum, sudah mandi atau belum, sudah tidur atau belum, ataupun hal-hal receh lainnya.


Sayangnya, Alisha benar-benar membalas semua pesan itu sesuai waktu yang disepakati, hanya di pagi, siang, dan malam hari, itupun hanya sekali balasan. Tak ada lagi yang akan dia balas.


Seperti hari ini misalnya, padahal sudah sejak siang ia mengirimkan pesan, bercerita banyak hal tentang bagaimana Aliando di kampus, kemudian menceritakan jika dia bertemu pak Idris untuk menyampaikan raport Alisha, serta pertanyaan receh lain seperti biasanya, soal makan, mandi, apa yang sedang dilakukan Alisha, juga tak lupa kata-kata gombalan atau rayuan dan ungkapan perasaan rindu yang dialami oleh Aliando.


"Ya Tuhan, beri kesabaran, ni anak pelit banget balas pesan!" gumam Aliando malam itu, saat menerima balasan super singkat dari Alisha, hanya kata "ya".


Itu pun dari pertanyaan terakhir yang Aliando kirimkan hari ini.

__ADS_1


"Kamu udah makan? apa sudah ngantuk? mau tidurkah? jangan lupa, rindukan dan mimpikan aku, ya, Cha!"


Lalu bagaimana dengan cerita dia yang panjang kali lebar tentang kegiatannya di kampus, mengenai raport Alisha yang diserahkan oleh pak Idris kepadanya, atau segala ungkapan kerinduannya, benar-benar Alisha tidak peduli, jangankan untuk berkomentar, tertarik saja tidak.


☘️


Namun, sebenarnya,tanpa sepengetahuan Alisha, Aliando selalu mengikuti kemana gadis cantik itu pergi. Sehingga ia tahu benar bagaimana keadaan Alisha saat di luar rumah, apakah itu ketika Alisha membeli makan, ketika dia berbelanja kebutuhan harian, atau ketika dia bertemu dengan orang lain.


Sesungguhnya, tak banyak kegiatan Alisha di luar rumah, karena Alisha benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menenangkan dirinya sendiri di dalam rumah. Hanya waktu-waktu tertentu saja dia keluar rumah.


Untuk sementara Aliando merasa aman dan tenang, karena tak ada yang membuat kondisi Alisha berbahaya, hanya saja Aliando sempat merasakan cemburu, ketika ia pernah melihat Alisha bertemu dengan seorang pria di sebuah kafe. Lagi-lagi, pria yang sama yang sempat dianggap sebagai muncikari oleh Aliando.


Hari ini pertemuan kedua mereka, Aliando sudah mengikutinya sejak tadi jam sepuluh pagi. Keduanya bertemu di sebuah kafe, mengobrol sekitar setengah jam sambil memperlihatkan sesuatu di laptop si pria. Entah apa.


Tak lama kemudian, mereka keluar bersama dengan menaiki taksi. Aliando segera mengambil langkah cepat untuk mengikutinya, ia sama sekali tidak ingin melepas pengawasannya begitu saja terhadap Alisha. Apalagi dengan perasaan cemburu yang berkecamuk di hatinya.


Namun, ada yang aneh, ketika tiba di sebuah restoran mewah, Alisha malah turun sendiri dari taksi, karena sepertinya, pria yang bersamanya hanya mengantarkannya saja. Aliando penasaran, ia memang tidak bermaksud mengejar pria yang di dalam taksi, tapi dia lebih memilih mengetahui keberadaan Alisha.


Ia pun segera masuk ke restoran, kemudian memindai seluruh tempat sehingga ekor matanya menangkap satu sosok yang sangat tidak asing duduk bersama istrinya itu.


"Papah?"


...🌻🌻🌻🌻🌻...


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Halo kak readers sambil nunggu Up, mampir juga yuk ke novel sahabatku kak Liana Kiezia pokoknya keren banget, seru banget. Jangan lupa dukungan buat author nya. Happy reading yaaaaa


Judul :Tamu Ranjang Tuan Muda Imponten


Nama pena : Liana Kiezia


FB: Liana Kiezia


#Noveltoon


#Promosi_Novel


Ini sinopsisnya


Trea Desmond seorang wanita 23 tahun kembali ke tanah airnya dengan misi mencari ayah biologis kedua anak kembar nya.


Dalam pencarian itu dia menemukan fakta bahwa gigolo yang dulu ia sewa ternyata adalah bolsnya sendiri yang memiliki sifat kejam kepada musuh, lebih-lebih kepada wanita yang mengaku mengandung benihnya.


Tree terpaksa dan harus bisa membuat pria kejam itu untuk menghamili dirinya, demi sebuah plasenta bayi yang bisa menyelamatkan Xelano salah satu anak kembarnya yang sakit.


Apakah misi Tree mendapatkan anak lagi dari ayah biologis kedua buah hatinya akan tercapai?


Atau sebaliknya?


atau sebaliknya, Tree memilih mundur dan memilih opsi lain untuk menyelamatkan nyawa anaknya....


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


__ADS_1


__ADS_2