
"Oh, kalian ... kita bertemu lagi!" sapa pemilik suara bariton pada Aliando dan Alisha.
"Kamu? Bukannya kamu yang menabrak Salsa kan?" tanya Alisha.
"Ah iya, bener, kita tidak sempet kenalan! Aku Arga!" ucapnya sambil mengulurkan tangannya yang segera diterima oleh Aliando. Dia sengaja melakukannya, agar Arga tidak memiliki kesempatan untuk berjabat tangan dengan Alisha. Maka dari itu, Alisha hanya menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Aku Aliando dan ini calon istriku, Alisha!" tegas Aliando saat berjabat tangan dengan Arga.
"Oh, calon istri ya," gumam Arga sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Oh iyya, ada apa ini? Apa kamu bertarung dengan Sam di sasanaku?" tanya Arga kemudian.
"Oh ini milikmu?" tanya Aliando memastikan. Seperti biasa, dia menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Benar!" jawab Arga singkat.
"Kalo gitu, sasana mu ini adalah yang terburuk yang pernah aku temui, hanya jadi markas orang-orang yang tidak berguna, tempat penyekapan orang yang diculik dan mungkin hampir menjadi tempat pemerkosaan," tutur Aliando penuh ketegasan dan penekanan.
"Maaf, saya tidak tau, tiga hari ini saya di luar kota, apakah Sam yang melakukannya? Dia memang sering di sini, dan saya membebaskannya, maaf kalau tindakannya keterlaluan, tapi, ada masalah apa ya?"
"Tanyalah pada keempat orang itu! juga ... sasanamu ada CCTV-nya kan? Biarkan semua menjawabnya!"
"Sekali lagi saya minta maaf!" Arga meminta maaf dengan sangat santun.
Aliando hanya menganggukkan kepala.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajaknya kemudian pada Alisha.
"Biar kami antar," saran Arga.
"Nggak usah, terima kasih," tolak Aliando sambil menarik lengan Alisha, dan segera meninggalkan sasana, tanpa peduli dengan keadaan Samudra.
βοΈ
Saat ini, Alisha dan Aliando berada di taksi yang sebelumnya telah dipesan. Mereka merasa tenang, semua telah berlalu.
"Sakit banget ya, Bang?" tanya Alisha sambil menunjuk pipi, pelipis dan sudut bibir Aliando.
"Menurutmu?"
"Mesti deh jawab pertanyaan dengan pertanyaan, tinggal jawab aja apa susahnya!" Alisha memajukan mulutnya, sebal.
"Tadi, sakit, sekarang udah berkurang nyerinya, Cha!" jawab Aliando sambil tersenyum dengan senyuman yang menenangkan.
"Kita ke klinik ya," Alisha memberi saran.
"Jangan! bikin malu aja, bonyok karena berkelahi!" kata Aliando, ia sama sekali tidak ingin semua orang tau keadaannya.
"Kan gak ada yang kenal ini!"
"Gak usah ya, nanti kita ke apotik aja, beli pereda nyeri,"
"Ya udah, terserah!" Alisha mengalah.
"Gimana, pipi kamu masih sakit, hm?"
"Udah nggak,"
"Gimana kamu bisa datang? Bersama Sam kah?"
"Iya, dia menghubungiku pake hape kamu,"
__ADS_1
Aliando melirik Alisha dengan sangat serius.
"Kamu tau, Bang, seharian kemarin bahkan semalaman aku khawatir sama kamu! Begitu pagi, aku dapet telfon dari kamu, eh taunya Sam, aku langsung panik,"
"Kamu merindukanku?"
"Tentu saja, aku sangat-sangat merindukan kamu, bahkan aku takut kalo kamu meninggalkan aku, karena kamu tiba-tiba menghilang,"
"Kenapa berpikiran seperti itu?"
"Abis, kamu sih ditelfon gak diangkat, pesanku gak ada satupun yang dibales, aku takut kamu menghindariku,"
"Apa?" Aliando menggeleng, ia tidak percaya jika gadis cantiknya itu berpikiran buruk kepadanya.
"Iyalah, aku jadi beneran ngerasa kalau kamu cuma manfaatin aku selama kamu sekolah di SMA Garuda, begitu kamu selesai ujian kamu pergi gitu aja! Itu kan tega banget, jahat banget!"
"Wah, otak kamu yang jahat! pikiran kamu ini ni harus dicuci, biar bersih, senengnya berprasangka buruk!"
"Iyalah, aku belum bisa percaya sama cowok, apalagi kamu, karena aku cuma deket sama kamu, takutnya, disaat aku mulai percaya, kamu malah pergi, berhati-hati boleh, kan? Daripada aku sakit hati!"
"Aku gak akan pernah ninggalin kamu, Cha, kecuali Tuhan menakdirkannya," ucap Aliando begitu meyakinkan.
Alisha terharu mendengarnya.
"Beneran?" tanya Alisha masih meragukan Aliando.
"Aku sudah bilang, aku tidak peduli kamu mau percaya atau tidak, yang jelas, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sekalipun kamu yang pergi meninggalkanku, aku akan tetap mencari kamu, dan aku pastikan aku akan menemukanmu, dan kamu gak akan pernah bisa kemanapun! Ingat itu!" tegas Aliando sambil mengetuk kening Alisha.
"Bener ya?" Lagi-lagi Alisha menanyakan kesungguhan Aliando.
Aliando mengangguk sambil tersenyum.
"Mari kita menikah!" akhirnya Aliando mengajak lagi Alisha untuk menikah.
"Kamu meragukan kesungguhanku, tapi begitu aku ingin membuktikan kesungguhanku, kamu malah ragu, kamunya sendiri yang nggak mau,"
"Aku takut kecewa, aku takut tidak bisa berjalan sesuai harapanku, aku takut ...."
"Hilangkan ketakutanmu, Cha, ada aku, kita jalani bareng!"
"Kita masih terlalu muda, gimana kalo kita ada yang tergoda dengan yang lain, semua tidak menutup kemungkinan, kan?"
"Belajarlah untuk menghargai sebuah janji dan menghormati sebuah ikatan suci," kata Aliando penuh kelembutan.
"Jangan menyakiti kalau tak ingin merasakan sakit hati, sayangi pasanganmu karena Allah yang telah menitipkan cinta di hati kita," imbuh Aliando.
"Eh, emangnya siapa yang udah cinta kamu?"
"Belum mengakuinya, hm?"
Alisha salah tingkah.
"Kamu yang mengkhawatirkan aku, kamu yang merindukan aku, kamu yang takut aku meninggalkanmu, apa itu tidak cukup membuktikan kalau kamu cinta aku, hm?" tanya Aliando.
Alisha menggelengkan kepalanya, yang jelas ia kembali tidak mengakui jika dia mencintai Aliando, padahal semalam saat dia gelisah, dia berjanji pada Tuhan akan mengungkapkan perasaannya, dan mengabulkan permintaan Aliando, mungkin termasuk permintaan Aliando untuk menikah.
"Ya Tuhan, maafkan aku, bukan aku melupakan janjiku, tapi apalah daya, mulut ini susah sekali mengungkapkan kalo aku cinta dia, maaf, kalo akhirnya aku menundanya," ucap Alisha dalam hatinya.
"Ada apa? Kamu sedang berdoa?"
"Eh, darimana kamu tau?"
__ADS_1
"Lihat wajah kamu, seperti sedang berkomunikasi dengan Tuhan,"
"Yaaa, gitulah!" kata Alisha singkat, ia tidak ingin jika Aliando berpikiran macam-macam.
"Kamu berdoa apa, hm?" tanya Aliando.
"Emm, hanya minta maaf pada Tuhan, karna belum bisa tepati janji! itu saja!"
"Janji apa yang belum kamu tepati?" tanya Aliando
"Eh, itu hanya aku dan Tuhan yang tahu, kamu nggak boleh tahu,"
"Ya sudah, tak masalah! Eh, ngomong-ngomong, aku mau tanya sesuatu sama kamu!"
"Soal apa?"
"Apa yang kamu katakan pada Allah saat sujud tadi, setelah Sam kalah,"
"Terimakasih, karena telah melindungimu,"
"Lalu bagaimana perasaanmu saat aku bertarung, apa kamu takut aku kalah, apa kamu takut kalo jadi milik Sam?"
"Tidak, aku tidak mengkhawatirkan itu, yang aku khawatirkan adalah keadaan kamu, aku takut kamu terluka, aku takut kamu sakit,"
Aliando tersenyum mendengar kecemasan Alisha kepadanya.
"Makasih atas doamu, Cha!"
"Kalau akhirnya kamu kalah, aku tidak akan pernah mau menjadi milik Sam, aku mending ngajak duel,"
Aliando tergelak, ia tidak percaya jika gadis cantiknya itu lebih memilih bertarung dengan Samudra.
"Hmm, bener-bener barbar, apa kamu nggak takut dengan Sam?"
"Kamu tau? Sebelum aku masuk menemukan kamu, dia sempat ingin melakukan hal ngeri kepadaku tapi aku lawan dan aku berhasil mengenai alat vitalnya!" cerita Alisha penuh antusias.
"Wah, hebat!" puji Aliando.
"Tapi kamu juga berhasil kena tampar darinya," lanjutnya merasa kecewa.
"Mau gimana lagi? Resiko, kan? Kayak kamu, bonyok juga kan wajahnya?" kata Alisha.
"Tapi tetap aja, tampanku gak akan hilang,"
Alisha tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Biasanya ia akan protes jika Aliando terlalu narsis, tapi kali ini dia sangat setuju dan tidak ingin berdebat.
"Iya, kak Ando tetap yang paling tampan!"
"Tumben!" Aliando mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan tanggapan Alisha yang setuju dengan ucapannya.
"Hmm, mau gimana lagi emang udah kenyataan," kata Alisha sambil mengedikkan bahunya.
"Kamu bener-bener menggemaskan, Cha, sini, aku dekap ya,"
Tanpa persetujuan Alisha, Aliando langsung menarik tubuh Alisha dan masuk dalam dekapannya. Alisha sendiri tak menolaknya. Ia juga begitu merindukan Aliando.
"Aku sangat merindukanmu, Cha!" ucap Aliando, kemudian mengecup pucuk kepala Alisha.
"Aku tau!" seru Alisha sambil menganggukkan kepala di dada Aliando. Kedua tangannya malah melingkar di tubuh Aliando dan mendekapnya erat.
Saat ini, Aliando dan Alisha sama-sama sedang merasakan kenyamanan dan menikmati getaran indah di hati mereka.
__ADS_1
...π»π»π»π»π»...