
"Hei, tunggu!!"
Rupanya para siswi itu tidak menyerah, mereka segera menghampiri Aliando sebelum dia benar-benar pergi bersama Alisha. Langkah keduanya terhenti.
"Kami cuma mau minta foto apa susahnya sih," kata siswi berkebaya hijau tosca.
Alisha hanya bengong melihat kenekatan siswa-siswi tersebut. Sebenarnya, Alisha sangat mengerti perasaan Aliando, bagaimana dia mau berfoto dengan siswi-siswi itu, sementara dirinya saja gagap kamera.
"Okke, kita foto tapi bareng Alisha!" tegas Aliando.
"Gak bisa!" protes siswi yang berkebaya tosca.
"Gak mau? kalau gitu gak sama sekali,"
"Eh, okkelah kita mau," siswi berkebaya tosca menyerah. Akhirnya kesepuluh siswi tersebut foto bersama dengan Aliando dan Alisha, dengan Robby sebagai fotografernya.
π΅
Setelah kepergian kesepuluh siswi tadi, tiba-tiba mereka dikejutkan kembali dengan kedatangan adik tingkat, dengan maksud yang sama ingin memberikan ucapan perpisahan, tapi sepertinya yang ini spesial, karena masing-masing dari ketiga siswi ini membawa bingkisan yang dibungkus dengan sangat cantik.
"Selamat ya, mas Al," salah satu adik tingkat mengucapkan selamat, sambil menyerahkan bingkisan yang dipegangnya dengan malu-malu.
Aliando melirik Alisha, seperti meminta ijin, bolehkah dia menerimanya. Padahal sebelumnya sudah ada beberapa bingkisan yang diterima Aliando tanpa harus meminta ijin dari Alisha, dan sudah dibawa pulang oleh pak Aman. Lalu kenapa ini harus meminta ijin segala, Alisha benar-benar dibuat tidak habis pikir.
Hanya dengan isyarat mata dari Alisha, Aliando mengerti jika gadis itu membolehkan menerima bingkisan tersebut.
"Terimakasih!" ucap Aliando singkat sambil menerima bingkisannya.
Selanjutnya adik tingkat yang kedua dan ketiga pun melakukan hal yang sama. Namun, mereka dikejutkan dengan sikap adik tingkat yang ketiga. Bukan hanya memberikan bingkisan, tapi dia berani mengecup sekilas pipi Aliando.
"Hei, sopan dong!" ucap Alisha penuh keterkejutan. Ia menarik tangan Aliando dengan cepat, sehingga Aliando kini berada di belakangnya namun agak ke sisi kanan.
"Kenapa? gak boleh? dia itu idola sekolah ini, jadi wajar kalo banyak yang suka dan ingin memiliki, makanya, seharusnya dia itu gak boleh punya pacar! Lagian di sekolah ini, aku lebih dulu tau Aliando, sebelum kamu datang," siswi ketiga membela diri.
"Oiya, kamu cuma fans, dan sebagai fans yang baik, harus bersikap baik! Jangan seenaknya!"
"Alaaaaah! Gak usah sok, status kamu cuma pacar pura-pura aja!" ujar siswi ketiga lagi, yang ia ketahui, Alisha hanya dimanfaatkan oleh Aliando saja.
"Hei, jangan sembarangan, aku bukan sekedar pacar, aku adalah calon istrinya! dan kamu! Bahkan Aliando gak kenal kamu, tau nama kamu aja nggak!" ucap Alisha dengan lantang. Untung saja yang dikatakannya benar, karena Aliando memang tidak mengenal siswi tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, Aliando yang mendengar penuturan Alisha, merasa begitu surprise, dia yang saat ini berada di sisi kanan bagian belakang Alisha memajukan kepalanya, melirik sekilas ke arah Alisha, memastikan ekspresi wajah gadis itu. Senyumnya terbit, walau sering tidak mengakui, ternyata, sebenarnya, Alisha sudah mengakuinya sebagai calon suami. Ah, bahagianya.
"Eh, udah! ayok pergi, malu tau!" kata siswi kedua sambil menarik tangan siswi ketiga. Ia merasa tidak seharusnya terjadi adu mulut yang tidak penting. Niat mereka dari awal ke situ memang hanya ingin mengucapkan selamat dan meminta foto sebagai kenang-kenangan, namun yang terjadi, malah pertengkaran, jangankan foto bersama, mendapat senyuman dari Aliando pun tidak, karena pertemuan tadi benar-benar kacau.
"Hei, ambil balik ni kado!" kata Alisha sambil mengacungkan bingkisan pemberian siswi ketiga, ia kesal kalau Aliando harus menerimanya.
"Eh, buat gue aja!" sela Robby. Nampaknya, dia segera tanggap keadaan, agar tidak terjadi kekacauan berkelanjutan. Tangannya langsung mengambil bingkisan dari tangan Alisha.
Namun, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja Aliando justru memeluk Alisha dengan sangat percaya diri.
"Eh, lepasin! Ini apaan sih?" Alisha terheran dengan sikap Aliando yang tiba-tiba memeluknya.
"Makasih," ucap Aliando singkat.
"Iya, tapi lepasin!" kata Alisha yang merasa risih didekap oleh Aliando.
Tak ada yang bisa menerka sikap Aliando, ia justru malah mengeratkan dekapannya.
"Hei, lihat-lihat tempat bisa gak!" Robby akhirnya protes, tangannya bergerak untuk melepaskan dekapan Aliando.
"Kenapa sih, tiba-tiba dekap?" protes Alisha setelah dirinya terlepas dari dekapan Aliando.
"Gemes, Cha!" kata Aliando sambil nyengir memperlihatkan barisan giginya yang putih dan rapi.
"Eh, udah-udah, kita makan yuk," ajak Rafael.
"Bakso yuk, ke warung pak Aman," usul Benni.
"Yah, gak seru!" sanggah Robby.
"Kalo aku setuju, aku pengen banget makan bakso, pengen ketemu juga ma mak Leha!" kata Alisha.
"Aku ngikut apa yang dikatakan calon istriku!" kata Aliando tegas.
"Eh, ngaku-ngaku!" protes Alisha.
"Hei, bukannya tadi kamu juga bilang sama cewek tadi kalo kamu calon istriku?"
"Abis dia kepedean dan ngeremehin aku, dia bilang aku pacar pura-pura, enak aja! jadinya, yaaa, aku bilang aja kalo aku bahkan calon istri kamu!" jelas Alisha masih tidak ingin mengakui yang sebenarnya di hadapan Aliando tentang perasaaannya.
__ADS_1
"Eh, udah, malah tengkar, ayo kita makan bakso!" Benni menyela.
"Iya, ayo!" Rafael menyetujui.
"Ha iya, bener juga, ayo, Cha!" ajak Aliando kemudian.
"Gak mau, aku gak mau ikut kamu, aku mau naik taksi aja!" tolak Alisha tegas, sambil menepis tangan Aliando yang akan menggenggamnya.
Keempat cowok tampan yang berada dekat dengan Alisha saling pandang. Ada apalagi ini? itu yang ada dalam bathin keempatnya.
"Kenapa?" tanya Aliando heran.
"Aku gak mau naik motor sama kamu!" jawab Alisha.
"Memangnya ada apa?" tanya Aliando.
"Pokoknya aku gak mau, aku lagi badmood ma kak Ando!"
"Hei, kenapa aku? Ada yang salah?"
"Iya!"
"Apa kesalahan ku, hm?"
"Dasar gak peka, gak nyadar!" ucap Alisha penuh emosi.
Aliando yang memang tidak mengerti, hanya bisa menatap Robby, Rafael dan Benni bergantian.
"Haduh, malah drama rumah tangga, lo selesein deh, kita duluan!" kata Benni yang juga tidak mengerti dan tidak ingin peduli dengan masalah Aliando dan Alisha. Kemudian ia berlalu dari hadapan Aliando dan Alisha.
"Iya bener, kita duluan deh," kata Rafael sambil menepuk pundak Aliando
"Ntar kalo udah damai baru ke pak Aman ya, kita tunggu di sana!" ujar Robby sambil terkekeh.
"Eh, tunggu, aku ikut kalian aja ya!" kata Alisha cepat, ia segera melangkah bermaksud meninggalkan Aliando. Padahal, Robby, Rafael dan Benni tidak menghiraukan teriakannya.
"Hei, gak bisa, kamu tetep sama aku!" kata Aliando menahan Alisha untuk pergi. Tangannya dengan cepat mencengkram lengan Alisha, sehingga gadis cantik itu menghentikan langkahnya.
Dan mau tidak mau, ia pun kembali berhadapan dengan Aliando.
__ADS_1
"Jangan pergi, sebelum urusan kita selesai, dan jangan pernah hal ini menjadi kebiasaan, paham?" ucap Aliando tegas dan penuh penekanan.
...π»π»π»π»π»...