
"Lo, gak pantes jadi pacar Aliando!" kata gadis berkacamata mirip eonni Korea, Salsa. Dibelakangnya ada empat temannya yang seperti siap menerkam. Alisha dicegat ketika selesai pelajaran olahraga. Dia akan menaiki anak tangga selanjutnya.
Salsa dan ganknya memang beda kelas dengan Alisha, namun jam pelajaran olahraga mereka sama. Ketika ada kesempatan untuk berhadapan dengan Alisha, mereka pun tidak menyia-nyiakan waktu untuk memberi peringatan pada Alisha.
"Trus, kamu yang pantes gitu? Udah ngaca?" ujar Alisha enteng.
"Sialan lo!!" kata Salsa emosi.
"Trus, kalo aku sialan, kamu apa?" Sekali lagi Alisha membalas omongan Salsa dengan santai.
"Eh, berani juga lo! Gue gak suka lihat wajah lo! Jadi sebaiknya, lo pergi aja deh dari sekolah ini! Ngapain sih pake sekolah disini segala?"
"Suka-suka aku dong!" Alisha membela diri.
"Eh, lo jangan macem-macem, lo gak tau siapa dia kan?" kata teman yang berambut pendek di belakangnya Salsa.
"Ngapain aku harus tau, peduli amat tentang dia! Toh, aku juga di sini bukan sekolah gratisan!"
"Dasar lo!" kata Salsa sambil mendorong Alisha.
"Eits, kamu gak bisa dorong aku, trik kamu ini mudah kebaca, Salsa," tegas Alisha setelah menghindari dorongan Salsa.
"Aih, Salsa!! " teriak keempat temannya. Mereka begitu panik.
"Kamu gak bisa buat aku terluka!" kata Alisha.
Saat ini tangan Alisha sedang memegang tangan Salsa agar gadis itu tidak sampai terjatuh, karena posisi justru berbalik, Salsa lah yang akan jatuh dari tangga.
"Minta maaflah, aku akan tarik kamu!" Alisha memberi penawaran.
"Gak akan!" tolak Salsa.
"Hmmh, ngeyel juga," kata Alisha. Namun akhirnya ia menarik juga tangan Salsa agar gadis itu tidak terjatuh.
"Aaaaaah!" teriak Salsa.
Gadis itu, justru malah melepaskan pegangan tangannya dan memilih jatuh.
"Gila!" ucap Alisha segera menuruni anak tangga disusul keempat teman Salsa.
"Ih, ayo lo, lo buat Salsa celaka!" ujar salah satu teman Salsa.
Alisha menarik nafas panjang.
"Gak usah bawel, kita bawa dia dulu ke UKS!" perintah Alisha pada keempat teman Salsa.
Tiba-tiba Aliando datang menghampiri.
"Sini, aku bantuin bawa!" kata Aliando.
"Wah, mas Aliando!" histeris keempat teman Salsa.
"Kamu gak papa, Cinta?" tanya Aliando melirik Alisha, tangannya kemudian mengambil alih Salsa dari tangan Alisha.
Alisha mengangguk.
"Ayo kita ke UKS," ajaknya kemudian.
☘️
"Gila! Mana mau gue jatuh, kalo bukan karena ada Aliando!" kata Salsa pada keempat temannya. Dia memegang keningnya yang diperban, dan saat ini mereka masih ada di UKS.
"Iya, lo emang gila, Sa, untung jarak anak tangga ke lantai dasar ga tinggi!" celetuk temannya bernama Rika.
"Iyalah, gue langsung pura-pura pingsan, dan berhasil kan trik gue, gue digendong sama Aliando!" kata Salsa.
"Hm, dan berhasilnya lagi, sekarang Alisha ada di ruang BK," kata teman kedua, Noni. Ia memberi kabar selanjutnya.
"Ya udah! Kalian pada ngasih kesaksian ya, kalo gue didorong ma Alisha!" kata Salsa.
__ADS_1
"Udah kali, Sa! Tanpa lo perintah juga, udah kita laksanakan!" kata teman ketiga, yang panjang rambutnya sepundak, Lila.
"Iya, kita buat dia menderita, biar ga betah di sini, dan biar gada lagi yang ngehalangi kita miliki Aliando,"
"Terobsesi banget lo ma Aliando! Apa bedanya lo ma Nikita?" ujar teman yang keempat, Rifa, gadis berambut panjang namun ikal ini berkomentar. Ia memang mengidolakan Aliando, hanya sebatas mengagumi saja. Tidak seperti Alianers FC yang didirikan oleh Salsa, dan tidak juga seperti Alilo FC yang didirikan Nikita.
"Gak usah ngungkit mak lampir itu!" protes Salsa, membuat keempatnya tertawa terbahak, karena mereka teringat Salsa dan Nikita pernah bertengkar hingga saling jambak dan tarik-menarik baju hingga robek, sampai keduanya digiring ke ruang BK.
☘️
"Kamu gak papa, Cha?" tanya Aliando pada Alisha. Mereka sedang berjalan di koridor menuju kelas Alisha. Sebelumnya, Aliando memutuskan menemani Alisha di ruang BK.
"Iya, gak papa! Kamu kan tau sendiri, tadi cuma dikasih peringatan, ga sampai diskors! Lah kamu sendiri kenapa nemenin aku mulu, emang gada pelajaran ya?"
"Hm, ada sih, tapi aku udah ijin,"
"Emm gitu ya... Enak banget!" kata Alisha.
Aliando hanya terkekeh.
"Eh, kamu gak marah punya pacar barbar nyampe nyelakain orang? Ntar reputasi kamu sebagai idola jadi jelek gara-gara aku!"
Aliando tersenyum, ia merasa senang karena Alisha menganggapnya 'pacar'.
"Eh, kenapa kamu tersenyum gitu?" kata Alisha sambil memberikan lirikan selidiknya.
"Aku suka kamu ngakuin kalo kamu adalah pacar aku!" kata Aliando sambil menghentikan langkah kakinya. Ia melirik Alisha, membuat Alisha terdiam dan hatinya tak karuan.
"Ish, maksud aku bukan gitu!" sanggah Alisha.
"Kamu tau?" kata Aliando sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha, hingga membuat tubuh gadis itu bersandar ke dinding. Sumpah, hati Alisha saat ini berdebar sangat kencang dan tak beraturan.
"Aph-pah? tanya Alisha menahan diri.
"Aku suka pacar yang barbar! Aku suka kamu apapun kamu! Lagian, sudah kubilang tadi di ruang BK, kalau itu bukan salahmu!"
Matanya memindai netra indah milik Aliando.
"Sayangnya, itu adalah feel, dan aku lihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri apa yang dia lakukan!"
"Ooh, lalu kenapa kamu bantuin gendong dia segala?" tanya Alisha.
"Kamu cemburu?" selidik Aliando.
"Eh, nggak! maksud aku ngapain kamu bantuin orang yang salah? Atau kamu suka dia yaa?" ledek Alisha.
"Aku gak bantuin dia, tapi aku bantuin kamu, karena gak mungkin kan kamu gendong dia sendirian!" kata Aliando sambil menggenggam tangan Alisha dan mengajaknya segera ke kelas Alisha.
☘️
"Al, lihat! pacar lo ini keterlaluan, dia udah bikin cewek ini kayak gini, lo didik gak sih cewek lo?" kata Nikita. Dia datang tergesa ke tempat parkir menghampiri Aliando dan Alisha. Di sebelahnya ada seorang gadis, rambutnya acak-acakan, bajunya kotor, seperti seorang yang telah dibully.
Aliando hanya melirik Alisha. Sementara yang dilirik hanya cuek.
"Gak usah fitnah! aku percaya sama dia!" ucap Aliando.
"Tapi sebelum ada dia, semua tenang dan aman, gada pembullyan," kata Nikita.
"Ya, memang, setelah ada dia baru ada pembullyan, dan pelakunya bukan Alisha!" tegas Aliando.
"Cewek ini gak bener, Al!" sanggah Nikita dengan maksud menyudutkan Alisha.
"Trus kamu merasa bener? Kalo gitu laporkan aja ke guru BK, atau polisi sekalian!" perintah Aliando.
"Aku setuju! Biar gada lagi pembullyan di sekolah!" ucap Alisha tenang dan sangat yakin. Tatapannya meremehkan Nikita.
"Kita lihat aja, yang benar pasti benar, dan yang salah pasti salah, bukan gitu, Zoya?" ujar Alisha pada cewek yang rambutnya acak-acakan. Ia tahu jika Zoya hanya diperalat oleh Nikita, ia di makeover agar penampilannya terlihat kacau.
"Kamu dibayar berapa buat akting kayak gini Zoya?" tanya Alisha pada Zoya kini.
__ADS_1
Wajah Zoya memerah, ia tidak dapat menjawab pertanyaan Alisha.
"Gak usah ngancem dia, Sha, dia udah ketakutan ma elo!" kata Nikita sok pahlawan.
"Atau mungkin ketakutan sama kamu?" terka Alisha. "Atas dasar apa coba aku bully dia? Kenal aja gak! Aku tau namanya dari nemetag, no more!"
"Katanya, karena lo dendam ma dia, karna dia udah bikin lo jatuh di kantin waktu itu!" jawab Nikita.
"Oh, waktu aku kesandung itu ya ... bukannya, itu gak sengaja ya, jadi, aku gak pernah mempermasalahkan, itu hanya hal kecil dan aku gak pernah dendam," kata Alisha enteng.
"Udah, Cha, ayo kita pulang!" ajak Aliando sudah merasa malas. Ia segera naik ke motor lalu menyalakan mesinnya.
"Oh iya, ayo sayang! Dah ya, aku pamit, makasih buat dramanya ... lumayan lah aktingnya," ucap Alisha sambil naik ke atas motor. Ia tersenyum puas seakan mengejek Nikita.
☘️
"Sayang?" Aliando bersuara, sambil menikmati nasi bebek bakar. Saat ini, mereka memang sedang berada di warung makan bebek bakar "Pak Doelah" yang akhirnya menjadi langganan keduanya.
"Apa?" Alisha tidak mengerti.
"Kamu tadi manggil aku sayang?" tanya Aliando seakan tak percaya.
"Ga usah ge-er, itu spontan aja, buat manas-manasin Nikita,"
"Panggil aku dengan sebutan itu! Aku suka!" perintah Aliando.
"Gak mau, dan gak usah maksa!" tolak Alisha.
Aliando hanya terkekeh.
"Abis ini kamu mau temeni aku ya!" ucap Aliando kemudian.
"Kemana?" tanya Alisha, sambil menghabiskan suapan terakhirnya.
"Latihan sepak bola, sekalian perpisahan!"
"Maksudnya?"
"Aku gak mau maen bola lagi,"
"Eh, kenapa? Itu kan salah satu prestasi kamu!"
"Gak juga, bagi aku, olahraga cuma ngisi waktu aja, biar sehat dan bugar, prestasi hanya bonus, "
"Hah? Bukannya kamu kapten tim ya?"
"Hmm," Aliando mengangguk, "Tapi ada hal besar lain yang harus aku perjuangkan!" jelas Aliando.
"Oh ... Apa hal besar itu?"
"Kamu! Aku udah punya kamu, aku mau fokus buat kamu aja!"
"Aneh," Alisha menggelengkan kepalanya, ia merasa tidak seistimewa itu hingga harus diperjuangkan oleh Aliando.
"Kenapa aneh?"
"Kamu belum tau aku, aku bukan orang yang spesial untuk kamu perjuangkan, ntar kamu nyesel," tegas Alisha.
"Feel aku ga pernah salah, Cha!"
"Ya ya, terserah kamu lah," kata Alisha sambil menghabiskan minumannya. Fix, kalo sudah seperti ini Alisha malas berdebat.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Halo kak readers
sehat selalu ya...
mksh uda like, komen, n vote nya... semoga suka ya😘☺☺☺
__ADS_1