
Aliando merasa heran dengan sikap Alisha yang begitu manja. Selama berjalan menuju motor yang sudah terparkir di depan rumah, gadis itu melingkarkan tangannya di lengan Aliando, lalu mendaratkan kepalanya di pundak Aliando, seakan ingin menunjukkan pada seseorang betapa mesranya ia bersama Aliando.
Seperti biasa Aliando akan memasangkan helm ke kepala gadis yang telah resmi menjadi istrinya itu, namun kali ini ada yang berbeda, karena Aliando menambahkan ciuman singkat di bibir Alisha. Membuat gadis itu justru terpaku.
"Hei, malah bengong!" kata Aliando yang sudah berada di atas motor, "Ayo, naik!" perintahnya.
"Eh, iya, Bang," ucap Alisha tersadar. Ia segera naik ke atas motor kemudian melingkarkan tangannya ke tubuh Aliando.
Motor pun melaju, meninggalkan dua orang yang sedang menatap ke arah mereka dengan penuh emosi. Mereka Soraya dan Michelle. Sejak tadi, saat Alisha dan Aliando keluar dari rumah, ibu dan anak itu memang memperhatikan mereka dengan sorot mata yang tajam.
Alisha mengetahui hal itu, untuk itulah ia sengaja bertingkah manja kepada Aliando, dan tak disangka, cowok tampan itu malah memberikan ciuman singkat di bibir Alisha. Sempurna sudah amarah Soraya dan Michelle, hati mereka benar-benar panas.
"Abang kenapa cium aku di luaran, kan aku malu," ucap Alisha masih bersandar di punggung Aliando.
"Kenapa? Gak boleh?"
"Ya, boleh, tapi kan malu, ada orang yang ngelihatin,"
"Tau, aku juga tau kalo kamu lagi manas-manasin orang lain, makanya tadi sikap kamu manja banget!"
"Eh, Abang tau?"
"Tentu, aku tau! Tapi aku lebih suka kalo itu bukan untuk manas-manasin orang lain,"
"Eh, lah Abang sendiri, cium aku karena manasin mereka juga kan?"
"Enggak, itu memang karena aku ingin, kalo ternyata mereka kepanasan, siapa peduli, aku hanya ingin menunjukkan rasa sayangku pada istri sendiri! mau di luar atau di dalam, aku bebas melakukannya kan?"
Alisha mengangguk, meskipun Aliando tidak melihatnya namun punggungnya bisa merasakan jika gadis itu menganggukkan kepalanya.
"Maafin aku ya, Bang,"
"Bermanjalah, Cha, aku suka ketika kamu melakukannya," kata Aliando sambil mengusap tangan Alisha yang masih melingkar di tubuhnya.
π΅
Aliandra Saraswati binti Haidar Al Anshori
dan
Alifia Ivandra binti Arsyad Ivander
Nama yang dibaca oleh Alisha pada dua buah batu nisan. Ternyata Aliando membawanya ke tempat pemakaman, dimana ibu dan adik Aliando dimakamkan.
__ADS_1
Hanya bacaan doa yang terucap dari bibir Alisha untuk ibu dan adik Aliando.
"Mah, ini istri Al, Alisha, Al sangat mencintainya, dia cantik dan baik, mamah suka kan?" ucapnya di depan makam ibunya, "Dek, ini kak Alisha, cantik kan? kamu suka kan, Dek?" tanyanya kemudian sambil beralih menatap makam kecil milik adiknya.
Alisha hanya melirik memperhatikan Aliando dengan sedikit menampilkan senyumnya.
"Mah, Cha ingin menemani kak Ando lahir bathin sampai akhir hayat," tutur Alisha sangat pelan, hanya mulutnya saja yang terlihat komat kamit, bahkan Aliando tidak mendengar apa yang dikatakannya.
Alisha kemudian menggenggam tangan Aliando seakan menguatkan cowok tampan itu yang netranya terlihat berkaca-kaca. Ia merasakan ada sesuatu yang membuat cowok yang telah resmi menjadi suaminya itu memiliki kesedihan yang mendalam.
Aliando melirik sekilas pada Alisha, kemudian mengeratkan genggamannya.
"Mamah dan adek sangat menyukaimu, Cha!" ucap Aliando sangat tegas dan pasti.
Alisha pun tersenyum simpul sangat manis, lalu mengangguk.
"Mah, Dek, kita pulang dulu ya," pamit Aliando, "Ayo kita pulang, Cha," ajak Aliando.
Alisha mengangguk dan mereka pun meninggalkan makam.
π΅
Aliando tidak langsung mengajak Alisha ke rumah nek Maryam, karena yang ia tahu bahwa Soraya dan Michelle masih ada di rumah nek Maryam.
Ia memilih mengajak Alisha berjalan-jalan ke mall dan menonton film di bioskop.
Saat hendak makan malam, hanya Soraya dan Michelle yang heboh, hingga tiba semuanya di meja makan, tidak terkecuali Aliando dan Alisha.
"Emh, mentang-mentang pengantin baru, di kamar terus!" sindir Soraya ketika melihat kedatangan Alisha dan Aliando dari kamar, kemudian mereka langsung duduk di kursi meja makan.
Alisha dan Aliando hanya diam. Mereka tak peduli dengan apa yang Soraya ucapkan.
"Eh, Alisha, emangnya kamu gak nyiapin makan malam apa? kamu kan udah jadi menantu dari keluarga ini? Harusnya berbuat sesuatu dong tunjukkan keahlianmu sebagai seorang istri,"
"Aku yang ngelarangnya ke dapur, Tante," kata Aliando, ia bermaksud agar Soraya tidak mempermasalahkan mengenai Alisha yang harus ke dapur.
"Gak gitu, Al, dia kan udah menjadi bagian dari keluarga ini, semua wanita dari keluarga ini pandai memasak, dan selalu berhasil mendapat pujian terutama suaminya, lah istrimu gimana? Dari tadi aja di kamar terus, padahal dia kan tau, bentar lagi akan makan malam, paling tidak, dia harus menyiapkannya!"
"Maaf, Tante, tapi seperti yang dikatakan kak Ando, Cha memang diminta gak boleh ke dapur dan harus menemaninya istirahat sampai jam makan malam," kata Alisha cuek. Meskipun sebenarnya ia tahu ucapan Soraya tidak usah diambil hati.
"Sudah, kenapa ribut, Alisha baru saja kemarin menjadi istri Aliando, biarkan mereka menikmatinya sebagai pengantin baru, dan lagi soal masak kan sudah ada bi Isah, ga usah bingung," kata kek Haidar menengahi, ia tahu kalau urusannya dengan Soraya pasti akan panjang, karena Soraya orangnya tidak mudah untuk diberi pengertian.
"Iya, sekarang tenanglah, dan mulai makan!" kata nek Maryam sambil mengambilkan nasi untuk kek Haidar.
__ADS_1
Soraya hanya diam, mukanya terlihat cemberut. Namun akhirnya, ia pun mulai mengambil nasi ke piringnya.
Kini giliran Alisha yang mengambilkan nasi untuk Aliando, ia melakukannya dengan sangat cekatan.
"Eh, Al, ini aku buatkan udang asam manis kesukaan kamu, " sela Michelle saat Alisha akan mengambil lauk dan sayur untuk Aliando. Dengan cepat, Michelle menyodorkan piring saji berisi udang asam manis ke hadapan Aliando.
Alisha mematung sesaat, lalu ia menyerahkan piring yang sudah ada nasinya kepada Aliando, dan membiarkan suaminya itu untuk memilih menu yang dia inginkan.
"Ini juga Al, ada capcay burung telur burung puyuh, aku sengaja masakin buat kamu!" seru Michelle semangat, seakan ingin menunjukkan pada Alisha bahwa dia lebih tau makanan kesukaannya Aliando dan bahkan bisa memasaknya.
"Kamu bisa masak ga Alisha? ini menu makanan kesukaan Aliando, lho," sela Soraya, ingin memamerkan bahwa Michelle lebih bisa dan berbakat daripada Alisha.
"Oh, Abang suka udang dan capcay?" tanya Alisha tanpa mempedulikan pertanyaan Soraya.
"Dulu, saat mamah suka masak, aku suka semua yang mamah masak, capcay dan udang, adalah makanan kesukaan papah dan mamah, aku hanya ngikut, semenjak mamah sakit kemudian meninggal, tidak ada lagi menu favorit!" tegas Aliando.
"Oh, gitu," Alisha sedikit merasakan kesedihan dari ucapan Aliando.
"Iya, tapi setelah ketemu kamu aku punya menu favorit baru," ucap Aliando bersemangat.
"Benarkah?" Alisha berbinar.
"Iya, bebek bakar dan nasi goreng spesial buatan kamu!" kata Aliando membuat Alisha tersipu, sementara Michelle dan Soraya tentu saja sebal melihat interaksi Alisha dan Aliando.
"Ouwh, makasih, ntar aku masakin lagi spesial buat kak Ando ya," kata Alisha.
"Hm," jawab Aliando singkat.
"Eh, Bang, tapi ini dimakan lah, udah spesial dimasakin oleh Michelle, lho," kata Alisha sambil menyendokkan udang dari piring saji kemudian diletakkannya di piring Aliando.
"Ah iya, bener juga, ini kamu juga makan yang banyak ya, ini pasti enak banget," kata Aliando sambil menyendokkan udang dari piring saji kemudian diletakkan di piring Alisha.
"Makasih kak Ando," ucap Alisha manja. "Makasih Michelle, Tante Soraya, Kakek, Nenek, Selamat makan, Bismillahirrahmanirrahim," kata Alisha kemudian menyendokkan nasi dan udang.
"Eh tunggu, Cantik, sini, biar aku suapin kamu," kata Aliando sambil menyuapkan makanan ke mulut Alisha dari piringnya.
"Bang, malu dilihatin yang lain," protes Alisha.
"Gak papa, yang lain pasti ngerti!" kata Aliando cuek.
Kakek Haidar dan nenek Maryam hanya tersenyum-senyum sambil menggeleng, mereka sangat menyukai interaksi Alisha dan Aliando.
Sementara Soraya dan Michelle justru menggeleng penuh ketidaksukaan.
__ADS_1
"Halah, manja banget!" gumam Michelle penuh emosi, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, hatinya bergemuruh, bahkan mendidih melihat kemesraan Aliando dan Alisha.
...π»π»π»π»π»...