
"Kenapa kamu lakukan itu?" tanya Haidar sepeninggal Maryam ke kamar. Saat ini mereka berada di ruang kerja Haidar, agar lebih leluasa berbicara dari hati ke hati.
"Karna Al mencintainya, dia cantik, Al gak kuasa menahan godaan!"
"Katakan yang sebenarnya, mungkin kamu bisa bohongin nenek tapi tidak dengan kakek,"
"Apa maksud Kakek?"
"Katakan yang jelas! Kakek tau bagaimana kamu! Saat kamu berbohong, kamu mirip ibumu, dia selalu melindungi temannya, dan hanya kakek yang tau hal itu, kalau nenekmu sebaliknya, dia selalu terbawa emosi!"
"Al hanya ingin menikahinya itu saja!"
"Kamu sadar yang kamu katakan?"
"Iya, Kek, sangat sadar!"
"Kamu tau siapa sebenarnya Alisha?"
"Tidak, nenek bilang jangan banyak bertanya jadi aku tidak pernah menanyakannya,"
"Kenapa?"
"Feel saja, Kek, saat kakek dan nenek nyuruh Al, untuk menjaga Alisha, Al langsung mencari informasi tentang dia, dan yang Al tau dia gadis cantik membuat Al ingin memilikinya, meskipun dengan berbagai macam cara!"
Aliando teringat ketika liburan semester satu akan berakhir, dia mendapatkan amanah dari kakek dan neneknya untuk menjaga siswi baru di sekolahnya, yang bernama Alisha, kelas sebelas.
Jadi sebenarnya, pertemuan Aliando dan Alisha bukanlah kebetulan semata. Karena ternyata Aliando sudah mengetahui perihal gadis cantik itu sebelumnya.
"Termasuk berpura-pura menghamilinya?" tanya Haidar.
"Dia hamil anakku, Kek!" tegas Aliando.
"Gak usah bohong, Al, kamu gak pandai melakukannya,"
"Kakek gak tau gimana kehidupan Alisha, dia sendirian, Kek, dan untuk memenuhi kehidupannya dia harus bekerja, dan pekerjaannya itu ....," Aliando menghentikan kalimatnya, ia tidak ingin salah bicara.
"Dia cewek gak bener?" tebak Haidar, ia sangat penasaran.
"Al gak tau pekerjaan dia sebenarnya, tapi dia selalu terlihat dengan beberapa pria dan Al pernah lihat dia satu kamar dengan seorang bapak di sebuah hotel!"
"Ya Tuhan, benarkah? Kamu gak asal bicara kan?" tanya Haidar penuh keterkejutan.
"Tidak, Kek, untuk itulah, Al pengen banget menjaga lahir batinnya!"
"Tapi kakek tidak percaya jika Alisha seperti itu!"
__ADS_1
"Al juga Kek! Al juga gak yakin dengan pekerjaannya itu, apalagi Alisha bilang itu bagian dari pekerjaannya, masih rahasia,"
"Lalu kenapa kamu sampai ingin menikahinya, apa dia bener-bener hamil, anak kamu?"
"Sudah Al bilang, Kek, Al mencintainya, tidak peduli seperti apa keadaannya, dia juga pantas mendapatkan cinta yang tulus,"
"Kakek tau, kamu sangat mencintainya! Kamu ini bener-bener mirip ibumu, tidak peduli keadaan orang yang dicintainya seperti apa, tetap saja ingin bersama!"
"Tapi feel Al gak pernah salah, Kek!"
"Tapi kamu juga baru lulus SMA, dan Alisha masih sekolah,"
"Aku ingin menjaganya secara halal,"
"Apa Alisha mau?"
"Dia sudah tau, tapi dia tidak ingin sekarang-sekarang,"
"Lalu bagaimana dengan kehamilannya? jika semakin membesar gimana?"
"Mungkin sebelum itu terjadi, dia akan nekat menggugurkannya!"
"Ya Tuhan,"
"Apa yang ada dalam pikiranmu, hm? Jelaskan!" Haidar masih tidak paham dengan jalan pikiran Aliando.
"Andai kata benar dia hamil, Al tidak ingin dia menggugurkannya, untuk mencegah dia agar gak malu, biar Al yang bertanggungjawab, tapi, andai kata dia tidak hamil, maka Al tinggal meyakinkan dia untuk meneruskan pernikahan,"
"Maksudnya, kamu ingin menikah siri?"
Belum juga menjawab tiba-tiba Maryam datang.
"Nikah betulan aja!" perintah Maryam sambil membuka pintu. Entah sejak kapan Maryam berada dibalik pintu.
"Dasar! Dasaar! Dulu ibu kamu! sekarang kamu! Nenek gak habis pikir dengan kalian berdua!" Maryam memukul tubuh Aliando beberapa kali.
"Maksud nenek apa?" Aliando bertanya-tanya, jangan-jangan dirinya anak yang hadir di luar pernikahan. "Apa mamah hamil Al, di luar nikah?" tanya Aliando memperjelas.
"Eh, dasar anak, kurang ajar! Sembarangan kalo ngomong!" kata Maryam sembari kembali memukul tubuh Aliando sampai dia merasa lelah.
"Maaf, Nek, Al gak paham!" kata Aliando tanpa ingin menghindari pukulan dari Maryam.
"Alisha anaknya Reynaldi, Al!" kata Haidar kemudian.
"Kakek mengenal ayahnya Alisha?" Aliando terkejut, ia ingat nama itu, nama yang tertera di nisan ayahnya Alisha.
__ADS_1
Ucapan Haidar itu menghentikan pukulan Maryam.
"Iya, bahkan seharusnya, dia menjadi menantu kakek ... Orangtua Reynaldi adalah sahabat kakek, dan kami berencana menjodohkan Reynaldi dan ibumu," jelas Haidar.
"Tapi sayang, ibumu di hari pernikahan, malah buat drama, sangat keterlaluan! bikin malu banget! " imbuh Maryam sambil memijat keningnya.
"Maksudnya gimana?" Aliando meminta penjelasan yang lebih karena dia benar-benar tidak mengerti.
Haidar pun akhirnya menceritakan masa lalu itu. Reynaldi dan keluarganya datang saat hari pernikahan, namun sayang, Aliandra terang-terangan menolak, bahkan dia malah sengaja mendatangkan Arsyad, ayahnya Aliando.
"Lalu ayahnya Alisha, gimana?"
"Reynaldi dan keluarganya marah besar, mereka merasa terhina dan akhirnya pergi, tanpa bisa dicegah lagi, namun, pernikahan tetap dijalankan, antara ibumu dan ayahmu, mau bagaimana lagi, sudah seharusnya memang acara pernikahan, para tamu undangan dan penghulu sudah pada datang," cerita Haidar.
"Semenjak itulah, kita bermusuhan!" kata Maryam berkaca-kaca, hatinya terasa sesak. "Dosa apa kita? kenapa kita terus-terusan mengecewakan keluarga Shafiya, udah ibu kamu, sekarang kamu!" tangis Maryam penuh kekecewaan, jika mengingat masa lalu itu, dan kini yang ia tahu, jika Aliando justru malah menghamili Alisha.
"Shafiya itu ... neneknya Alisha?" tanya Aliando masih penasaran.
"Iya!" jawab Maryam.
"Gimana bisa? kenapa Kakek dan Nenek tau kalo Alisha cucunya Shafiya? Bukannya setelah acara pernikahan yang gagal itu, kemudian Reynaldi dan keluarganya gak pernah ada hubungan lagi dengan keluarga kita?"
"Iya, kita tahu dari Idris, guru di sekolahmu!" kata Haidar.
"Pak Idris?" tanya Aliando. Ia kini malah semakin penasaran.
"Iya, Idris adalah sahabat kakek, dan dia adalah guru dari Haikal,"
"Haikal? Pak Haikal guru Alisha di kota T?"
"Ya, pak Haikal meminta tolong pak Idris untuk melindungi Alisha!"
"Kenapa Alisha harus dilindungi?"
"Karena nyawanya terancam!"
Kehidupan Reynaldi pasca ditolak saat pernikahan, semakin tak karuan, hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang bisa membuat hatinya luluh. Namun, pihak keluarga tidak menyetujui, hingga akhirnya ia memutuskan kawin lari. Sayangnya, setelah kelahiran Alisha, hidupnya semakin kacau, tak ada pekerjaan yang jelas, membuat istrinya itu pergi dengan lelaki lain meninggalkan Alisha yang berumur hampir empat tahun.
Meskipun ketika Alisha kelas empat, wanita itu pernah datang, namun bukan untuk kembali, melainkan sengaja datang, ingin memamerkan bahwa kehidupannya sudah sangat baik.
Sejak itulah, Reynaldi dan Alisha berpindah tempat. Karena rumah yang ditempatinya selama ini, sudah tidak ada gunanya, karena ia tahu, istrinya tak akan pernah kembali lagi ke rumah tersebut.
Namun belakangan, saat di kota T, dan bertemu kembali dengan Haikal sahabatnya, barulah diketahui, jika kepindahannya beberapa kali adalah untuk menghilangkan jejak, karena sebenarnya nyawa Alisha dan Reynaldi terancam.
...π»π»π»π»π»...
__ADS_1