CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
2 Wanita Licik


__ADS_3

10


Perjalanan ke rumah terasa lama untuk Daniel. Sesampainya di rumah, Daniel segera turun dari mobil dengan cepat. Sementara Amanda berjalan dengan santai.


"Huh, kadar toleransimu sangat buruk tuan Daniel. Kau diperlakukan seperti itu tidak mau. Tapi kau selalu memperlakukan orang seperti itu. Padahal, aku hanya bercanda. Aku rasa,, kau harus belajar lagi" gumam Amanda.


"Tapi,, apakah aku berlebihan? Aku rasa tidak. Dia nya saja yang pemarah. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah. Pantas saja tidak ada wanita yang mau bersamanya" ucap Amanda sambil berjalan menuju kamarnya.


Amanda langsung masuk ke kamarnya. Amanda membersihkan dirinya terlebih dahulu, kemudian dia pergi tidur. Sebelum tidur Amanda mengingat wajah malu Sonia. Amanda tersenyum. Padahal Amanda tidak bermaksud untuk membuat Sonia malu. Hanya saja,, Sonia yang memulainya terlebih dahulu.


"Hahah,, maafkan aku Sonia. Aku tidak bermaksud mempermalukanmu. Itu ulahmu sendiri yang memancingku. Alhasil, senjata makan tuan. Heheh.." ucap Amanda sambil membaringkan tubuhnya.


"Tapi, kalo dipikir-pikir, dia itu sangat bagus jika menjadi aktris. Aku yakin dia akan terkenal. Dia juga bisa menjadi penulis skenario. Cerita yang dibuatnya sangat bagus dan menarik. Ceritanya bisa menipu semua orang. Aku rasa,, sebenarnya Soni memiliki bakat terpendam dalam hal itu" pikir Amanda sambil terus tersenyum.


Keesokan harinya.


Amanda diperlakukan seperti orang asing oleh Diva dan Oliv. Amanda tidak perduli akan hal itu. Amanda makan dengan cara biasa dia makan. Sepanjang Amanda makan, Diva dan Oliv terus saja memancing amarah Amanda. Namun untuk saja Amanda bisa menahan amarahnya.


"Kak, aku mempunyai teman yang sangat cantik, dia juga baik. Tak hanya itu, dia memiliki gelar lulusan Australia. Dia pintar dalam segala hal, dia pintar menggunakan komputer, pintar mengelola uang, pintar merayu kliennya dan masih banyak lagi. Dan yang terpenting dia bisa menyenangkan hati orang lain" tutur Oliv.


"Apakah dia j***ng?" tanya Daniel.


"Uhuk,, uhuk.." apa yang kakak katakan? Mana mungkin dia ******" tanya Oliv tak terima.


"Prt..." Amanda menahan tawanya.


"Diam kau gadis kampung" sentak Diva.


"Maaf, aku tidak sengaja" ucap Amanda sambil menganggukkan kepalanya dan menahan tertawa.

__ADS_1


"Kak,, dia itu bukan j***ng. Dia memang bisa melakukan segala hal" jelas Oliv.


"Tidak ada yang bisa melakukan segala hal dengan sempurna. Apalagi menyenangkan hati orang lain. Yang bisa melakukan itu hanya seorang j***ng" balas Daniel.


"Kak,, tapi dia bukan j***ng.." rengek Oliv.


"Heheh,, maaf aku menyela, tapi tuan, ku tidak tau kalau seleramu seperti itu. Ini pembelajaran bagiku. Dan aku rasa tuan, Oliv memandangmu sebagai pria yang butuh kehangatan. Oleh sebab itu, dia menawarkan wanita itu padamu. Secara dia kan bisa menggunakan komputer untuk mencari klien, mengelola uang setelah mendapat klien dan satu lagi. Dia bisa menyenangkan hati kliennya. Gadis itu sangat multi talen ya tuan" ucap Amanda.


"Diam kau gadis Kampung. Sebaiknya kau pergi" usir Oliv yang marah.


"Maaf,, maaf,, aku tau aku sudah terlalu berlebihan menyebutkan kelebihannya" ucap Amanda. "Aku sudah selesai, aku akan pergi ke kantor" Amanda bangkit dari duduknya. "Tuan, aku tunggu di mobil" ucap Amanda.


Diva, Oliv dan Daniel menatap Amanda.


"Hahahah,, bisa komputer, mengelola uang dan menyenangkan hati klien,, lucu sekali" tawa Amanda.


"Mat* saja kau" teriak Oliv.


Kinerja Amanda dalam bekerja sangat bagus. Dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya di pagi hari.


Setelah selesai istirahat siang, Amanda pergi ke toilet terlebih dahulu. Saat dia kembali, di mejanya sudah ada setumpuk dokumen. Amanda tau, kalau ini ulah Mayang, si ketua sekretaris.


"Ini adalah data yang harus diinfut hati ini. Dan semua ini harus selesai hari ini juga" jelas Mayang.


Amanda tidak menggubris perkataan Mayang. Mayang terus berdiri di depan meja Amanda. Amanda sedikit kesal melihat Mayang yang tidak juga pergi dari hadapannya.


"Nona Mayang, apakah ini semua pekerjaanmu?" tanya Amanda.


"Apa maksudmu?" tanya Mayang tak mengerti.

__ADS_1


"Apa pekerjaanmu dilimpahkan padaku? Sehingga kau masih di sini dan terus menatapku? Apa ini pekerjaanmu? Pekerjaanmu hanya melihat orang lain mengerjakan pekerjaan yang sudah seharusnya kau kerjakan" ucap Amanda.


"Berani sekali kau" ucap Mayang.


"Kalo begitu, pergi dari hadapanku. Dan lakukan pekerjaanmu sekarang. Aku mau, hari ini kau menyelesaikan pekerjaanmu. Jangan sampai disaat semua orang sudah pulang, hanya kau yang belum pulang nona" usir Amanda dengan halus.


Wajah Mayang memerah menahan amarah. Mayang sangat terhina dihadapan semua orang, dia sangat malu.


"Benar apa yang dikatakan Sonia. Amanda itu suka sekali mempermalukan orang lain" gumam Mayang. "Aku akan membalas penghin*an Amanda" lanjut Mayang dengan marah yang memburu.


Mayang menelpon seseorang. Orang yang ditelpon itu adalah Sonia.


"Halo, ada apa?"


"Nona, kau benar. Amanda itu orang sangat licik. Dia berani mengusirku di hadapan semua orang nona" jawab Mayang.


"Sudah kubilang. Kau harus berhati-hati dalam melakukan rencana. Kau tidak boleh gegabah. Dia itu wanita yang siap mengambil resiko apapun. Jangan sampai, rencana yang kita buat, malah berbalik pada kita" ucap Sonia memberi Mayang nasihat.


"Baik nona, aku mengerti" balas Mayang.


"Begini saja, kita harus bertemu" usul Sonia.


"Ide yang bagus" setuju Mayang.


"Tapi tidak hari ini. sekarang aku sedang sibuk. Soal kapan kita bertemu, kita bicarakan nanti saja" ucap Sonia.


"Baik" balas Mayang.


Mereka mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Heheh,, dengan adanya Sonia, aku bisa meny*ngkirkan Amanda. Sekaligus mendapatkan tuan Daniel" gumam Amanda.


__ADS_2