
61
Pelayan kafe meng*s*r Sandra keluar. 10 menit kemudian, Sonia tiba di kafe itu. Dia melihat Sandra yang sedang berdiri mematung dengan keadaan linglung.
"Sandra. Sedang apa kau di sini?" tanya Sonia.
Sandra tak menjawab perkataan Sonia.
"Hei, kau kenapa? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Sonia heran atas sikap Sandra.
"10 menit yang lalu, adalah hal terindah dalam hidupku" jawab Sandra asal.
"Hih,, kau itu sudah tidak war*s" balas Sonia. "Ayo kita masuk" ajak Sonia.
Sonia menarik tangan Sandra untuk masuk ke dalam kafe. Mereka duduk berhadapan. Namun Sandra masih terlihat selerti orang l*nglung.
"Hey, kau kenapa?" tanya Sonia geram.
Sonia memesan air putih lalu menc*pratkannya ke wajah Sandra.
"Ah,, ada apa ini?" tanya Sandra panik.
"Ada apa, ada apa. Kau yang ada apa? Kenapa kau seperti orang l*nglung?" tanya Sonia kesal.
"Benarkah?" Sandra malih balik bertanya.
"Huh.." Sonia mendengus kesal.
"Son, kenapa kita bisa ada di dalam?" tanya Sandra bingung.
"Emang kenapa? Ini kafe umum. Siapa pun bisa masuk ke dalamnya" jawab Sonia.
"Perasaan tadi gak boleh lho. Eh, Farrel mana?" tanya Sandra.
"Harusnya aku yang nanya gitu sama kamu. Farrel dan Amanda mana? Saat aku ke sini tidak ada siapa pun. Hanya ada kau yang sedang berdiri di depan kafe dengan keadaan linglung" jawab Sonia.
"Tadi bener kok ada Farrel dan juga Amanda. Mereka di dalam sini" ucap Sandra menguatkan ucapannya.
"Ya terus mana?" tanya Sonia.
"Gak tau. Tadi aja aku gak dibolehin masuk ke dalam kafe. Katanya kafe ini udah dibooking sama Farrel" jawab Sandra.
"Terus kenapa kamu bisa ada di luar kayak gitu?" tanya Sonia.
"Aku berasa mimpi" jawan Sandra tersenyum.
__ADS_1
"Mimpi apa?" tanya Sonia bingung.
"Tadi Farrel datang kehadapanku" jawab Farrel.
"Ah,, sudahlah. Terus bermimpi lah" balas Sonia malas.
Sandra terdiam.
"Aku gagal lagi" ujar Sonia.
"Gagal apa?" tanya Sandra penasaran.
"Tadinya aku akan menyuruh Daniel datang ke sini dan melihat Amanda dan Farrel berkencan. Tapi gagal" jawab Sonia.
Sonia diam memikirkan sebuah rencana.
"Kau harus membantuku" ujar Sonia.
"Membantu untuk apa?" tanya Sandra.
"Mengh*nc*rkan Amanda" jawab Sonia tersenyum licik.
"Tidak mau" tolak Sandra.
"Kenapa? Kau itu sahabatku. Kau harus membantuku" kekeh Sonia.
"Lalu mana fotonya?" tanya Sonia.
"Sudahku hapus" cengir Sandra.
"Kenapa kau hapus?" tanya Sonia geram.
"Sudahku bilang, Farrel marah padaku karna aku mengambil fotonya diam-diam. Dia memintaku untuk menghapus semua foto yang kuambil" jawab Sandra.
"Ah.." Sonia berteriak prustasi.
"Bagaimana pun caranya, kau harus membantuku" p*ks* Sonia.
"Sudahku bilang, aku tidak mau" tolak Sandra.
"Jika kau tidak mau, aku akan memutuskan kerjasama perusahaanku dengan perusahaanmu" anc*m Sonia.
"Ah,, jangan-jangan" cegah Sandra panik.
"Kalo begitu bantu aku" balas Sonia.
__ADS_1
"Baiklah" setuju Sandra dengan terp*k*. "Karna semua foto dihandphoneku sudah tidak ada, aku tidak punya foto lagi. Tapi sebelumnya aku sudah mengirimkannya padamu. Foto itu pasti ada, itu bisa membantumu" ucap Sandra.
"Terima kasih sahabatku" ucap Sonia.
Sandra memutar bola matanya malas.
Sonia mengirimkan foto itu pada Daniel. Daniel pasti akan langsung tau itu Amanda, setelah melihat foto itu.
Di sisi lain.
Daniel baru saja bangun tidur. Saat dia ke bawah, dia tidak menemukan Amanda di rumah. Daniel juga datang ke perusahaan. Namun dia juga tidak melihat Amanda. Daniel berusaha menelpon Amanda, tapi handphoen Amanda tidak aktif.
Daniel pun pergi ke ruang konferensi untuk rapat bersama manager lain. Tiba-tiba dia mendapat pesan berupa kiriman foto. Daniel melihat foto itu. Meskipun foto itu tampak blur, tapi dia bisa melihat Amanda dan Farrel secara sekilas.
Daniel meninggalkan ruang konferensi dengan wajah hitam dan juga marah. Dia meninggalkan semua manager yang ada di situ.
Saat Daniel keluar, dia melihat Amanda datang dan berjalan ke arahnya. Daniel berhadapan dengan Amanda.
"Cepat ke ruanganku" titah Daniel tanpa ekspresi.
Daniel pergi terlebih dahulu dan meninggalkan Amanda.
"Ada apa dengannya?" pikir Amanda.
Kini Amanda sudah berada di ruangan Daniel.
"Ke mana saja kau? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau pergi tanpa seizinku? Siapa orang yang sudah kau temui? Kenapa kau menemui sembarang orang?" Daniel mem*ks* Amanda menjawab semua pertanyaannya.
"Aku tidak mau jawab" jawab Amanda. "Tuan, kau tidak berhak mengaturku? Ini hidupku. Terserah aku mau ke mana pun dan pergi dengan siapa pun" balas Amanda.
Daniel marah atas jawaban yang Amanda berikan.
Daniel menunjukkan foto itu pada Amanda.
"Bukankah ini kau?" tanya Daniel. "Siapa pria ini?" Daniel terus mendesak Amanda.
Amanda terkejut melihat foto itu. Dia kewalahan dengan kemarahan Daniel.
Maaf semuanya🙏🏼 harusnya ini up kemarin malem
Tapi author gak tau kenapa proses reviewnya lama, gak kayak biasanya☹
Terus dukung author😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😉
__ADS_1
Terus dukung author ya😆
Salam hangat dari author😁