
46
Ketika Amanda mengetahui Mayang akan menyer*ngnya, dengan cepat Amanda merenggangkan tubuhnya dan hendak men*ndang Mayang. Namun Daniel datang dan menutupi tubuh Amanda. Satu tangan untuk memeluk Amanda, dan satu tangan lagi digunakan untuk mengambil pisau dalam arti menangkis pisau dari Mayang.
Dar*h segar keluar dari tangan Daniel. Daniel tersungkur ke bawah dengan tangan yang berlumuran dar*h.
"Taun Daniel" ujar Amanda.
Amanda dengan cepat memperhatikan Daniel. Dia kaget karna tiba-tiba Daniel melindunginya dan dia juga kaget karna Daniel berani menangkis pis*u yang diarahkan padanya.
Tangan Daniel berdar*h dan tampak ada robekan yang cukup Dalam.
Ketika Mayang melihat Daniel menyelamatkan Amanda, dia menjadi marah. Kemarahannya melebihi kemarahan yang sebelumnya.
"Mayang! Apa yang kau lakukan?" tanya Amanda marah.
"Jika saja tuan Daniel tidak menyelamatkanmu, maka kau sudah mat*. Ini semua karnamu. Tuan Daniel tidak akan seperti ini jika bukan karnamu" Mayang malah menyalahkan Amanda.
"Cukup Mayang! Ini terakhir kalinya kau menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri" ucap Amanda.
"Diam kau" balas Mayang.
"Security,, security.." panggil Amanda berteriak.
Mayang hendak meluapkan kemarahannya pada Amanda lagi, namun security segera datang. Mayang pun segera melarikan diri agar tidak terlangkap.
"Nona" ujar security itu.
"Pak, kejar orang itu dan tangkap dia" ucap Amanda.
"Ba-baik nona" patuh security itu.
Security mengejar Mayang yang kabur. Sementara Amanda tidak memperdulikan Mayang.
Amanda membantu Daniel masuk ke dalam mobil. Daniel duduk di kursi penumpang yang berada di sebelah kursi pengemudi.
__ADS_1
Banyak dar*h yang keluar dari tangan Daniel. Amanda membantu membersihkan dan mengobati luka Daniel.
"Tuan, tolong tahan sebentar. Ini mungkin akan sedikit terasa sakit" ucap Amanda.
Daniel membiarkan tangannya dibersihkan oleh Amanda.
"Tuan, apa kau punya sapu tangan?" tanya Amanda.
"Ada, di saku ku" jawab Daniel.
Amanda mengambil sapu tangan yang berada di saku dada Daniel.
Daniel sangat terkejut saat melihat teknik terampil dari Amanda. Amanda terampil membersihkan luka dan membalut luka. Walaupun hanya menggunakan sapu tangan saja.
Rupanya Amanda juga tau mengenai pengetahuan medis. Itu sebabnya dia terampil saat mengobati Daniel. Tak berselang lama, luka Daniel pun selesai dibalut.
Daniel memegang tangan Amanda dan berterima kasih padanya dengan tulus.
"Terima kasih kau sudah membalut lukaku" ucap Daniel.
"Tidak masalah tuan, seharusnya akulah yang mengucapkan terima kasih" balas Amanda.
"Nona BW?" tanya Amanda bingung.
"Black Widow. Itu adalah julukan baru untukmu. Nona BW" jawab Daniel.
"Oh,, ya, ya" Amanda menganggukkan kepalanya.
Amanda merasa aneh pada julukan yang diberikan oleh Daniel padanya.
"Nona BW? Julukan apa itu? Sangat jelek sekali. Ya,, meskipun BW singkatan dari Black Widow. Tuan Daniel memiliki selera yang ambigu. Dia aneh. Tangannya yang terluka malah akalnya yang kena" pikir Amanda.
"Black Widow adalah agen yang awalnya adalah seorang penjahat. Kenapa dia samakan aku dengan penjahat? Tapi bukan berarti aku menyebut Black Widow adalah penjahat. Apa aku seperti penjahat baginya? Aku ini baik hati. Dasar laki-laki" lajut Amanda.
Daniel memperhatikan Amanda. Sejak dari dulu, Daniel selalu merasa kalau Amanda adalah gadis kecil di masa lalunya. Amanda dan gadis kecil itu sama persis.
__ADS_1
Daniel mencoba bertanya pada Amanda.
"Nona BW, apakah kita pernah bertemu saat masih kecil?" tanya Daniel.
"Tuan, jangan panggil aku dengan sebutan nona BW. Panggil saja dengan biasa" pinta Amanda.
"Baiklah. Amanda, apakah kita pernah bertemu saat masih kecil?" Daniel mengulangi pertanyaannya.
Amanda merasa bingung pada pertanyaan Daniel. Amandan dengan ragu menjawab..
"Tidak tuan. Aku rasa kita tidak pernah bertemu sebelumnya" jawab Amanda.
Daniel kecewa pada jawaban Amanda. Namun dia berusaha menutupinya.
"Tuan, sebaiknya kita ke rumah sakit. Lukamu harus segera dijahit, jika tidak aku takut akan terjadi infeksi pada lukamu" ucap Amanda.
"Baiklah" balas Daniel.
Amanda membawa Daniel ke rumah sakit untuk diperiksa.
Diperjalanan menuju rumah sakit, Daniel bertanya pada Amanda.
"Kenapa kau men*ndangku?" tanya Daniel.
"Maaf tuan, aku tidak bermaksud men*ndangmu. Aku akan men*ndang Mayang, tapi kau malah menghalangiku. Dan akhirnya kau lah yang aku tend*ng" jawab Amanda. "Jika kau tidak menghalangiku, mungkin aku sudah menaklukkan Mayang" lanjut Amanda.
Ya,, Daniel jatuh memang karna t*ndangan Amanda. T*ndangan itu cukul kuat sampai Daniel jatuh tersungkur.
"Hem,, iyalah.." balas Daniel.
Amanda dan Daniel saling diam. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Keterampilan Amanda itu kuat dan akurat. Selain bisa mengobati, Amanda juga bisa bela diri. Tenaganya juga cukup kuat. Apa mungkin Amanda adalah seorang master bela diri?" pikir Daniel.
Jangan lupa dukung Amanda dan Daniel🥰
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir😁
Salam hangat dari author😊