CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pingsan


__ADS_3

56


Wajah Daniel menjadi suram. Dia berjalan mendekati Amanda dan Farrel.


Amanda menyadari kalau Daniel mendekat ke arahnya dan juga Farrel. Amanda segera menjauh dan bersikap formal kembali pada Farrel.


"Aku senang bisa bertemu dengan tuan. Aku tidak menyangka aku bisa bertemu dengan selebriti terkenal seperti kau" ucap Amanda pada Farrel.


Farrel mengerutkan keningnya tidak mengerti kenapa Amanda tiba-tiba merubah sikapnya. Saat Farrel membalikkan kepalanya, dia melihat Daniel yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Amanda, apa yang sedang kau lakukan bersama Farrel?" tanya Daniel.


"Eh, Daniel. Kenapa kau ke sini?" tanya Amanda.


"Aku ke sini untuk menyusulmu karna kau tak kunjung kembali" jawab Daniel.


"Oh.." balas Amanda.


"Sedang apa kalian?" tanya Daniel.


"Ah tidak apa-apa. Aku tidak sengaja bertemu dengan tuan Farrel di sini" jawab Amanda.


Daniel menatap Amanda dan Farrel bergantian.


"Daniel, ayo kita kembali. Aku sudah lapar" ajak Amanda.


"Baiklah, ayo" balas Daniel.


"Tuan Farrel, senang bisa berbicara denganmu. Aku harap, kita bisa bertemu lagi dilain waktu" ucap Daniel.


"Ya" balas Farrel dengan singkat.


"Kami duluan ya" pamut Daniel.


"Iya, silahkan" balas Farrel.


Amanda dan Daniel meninggalkan Farrel. Daniel berjalan sambil merangkul pinggang Amanda.


Farrel sedih melihat Amanda pergi bersama Daniel. Dengan melihat Amanda, dia bersumpah dalam hatinya sendiri. Dia akan mendapatkan cinta Amanda bagaimana pun caranya.


"Aku bersumpah, aku akan membuat Amanda mencintaiku. Dan aku akan membuat Amanda melihat ketulusan cintaku. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh kepelukan orang lain" ucap Farrel dengan tekad yang kuat.


Amanda dan Daniel kembali ke ruang VIP. Sekembalinya ke dalam, Daniel terus memikirkan hubungan Amanda dan Farrel. Dia curiga kalo hubungan mereka tidak biasa. Dia tidak berbicara sepatah katapun pada Amanda.


Amanda mengetahui kalo Daniel masih memikirkannya dan juga Farrel. Amanda segera menjelaskan dengan rasa bersalah pada Daniel.


"Tuan" ucap Amanda.


Daniel melihat ke arah Amanda.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan? Jangan memikirkan hal aneh tuan. Aku dan Farrel tidak ada hubungan apapun" ucap Amanda.


Daniel menatap Amanda dengan lekat.


"Aku kebetulan bertemu dengannya dan karna dia seorang selebriti besar, aku meminta tanda tangannya. Tidak ada hal lain" jelas Amanda.


Sebenarnya Daniel senang karna Amanda menjelaskan dengan sendirinya. Daniel pun menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan penjelasan yang Amanda berikan.


"Cepat makan. Bukankah kau sudah lapar?" ucap Daniel.


"Baik tuan" balas Amanda. "Wah,, ini semua makanan kesukaanku" ujar Amanda terlihat senang.


Amanda dan Daniel mulai makan. Mereka menikmati makanan dengan santai. Di pertengahan makan, tiba-tiba Amanda merasa sakit perut yang tidak tertahankan.


"Ada apa?" tanya Daniel melihat Amanda yang perutnya terasa sakit.


"Perutku sakit tuan. Aku izin ke toilet dulu" jawab Amanda.


Amanda merasakan kalau dia akan menstruasi. Oleh sebab itu dia pergi ke toilet.


Ketika Amanda berdiri, dia tiba-tiba pingsan.


Bruk,, Amanda jatuh ke lantai.


"Amanda" ujar Daniel kaget melihat Amanda tiba-tiba pingsan.


"Amanda, bangun, ada apa denganmu? Bangunlah.." Daniel menepuk pelan pipi Amanda.


Daniel melihat Dar*h di rok Amanda. Dia semakin cemas saja.


"Dar*h? Kenapa bisa ada dar*h? Jangan-jangan dia terluka" tanya Daniel panik.


Daniel segera menelpon temannya yang seorang dokter untuk datang ke rumahnya.


Daniel terlihat sangat sedih, khawatir, panik dan menyesal. Dia tidak tau kenapa Amanda bisa pingsan seperti ini.


"Amanda maafkan aku. Seharusnya aku tidak membawamu ke sini. Harusnya aku tidak memesan makanan pedas untukmu" ucap Daniel penuh penyesalan.


Daniel menggendong tubuh Amanda dan membawanya pulang ke rumah. 15 menit kemudian, Daniel sudah sampai di rumahnya. Dia membaringkan Amanda di atas tempat tidurnya. Dokter yang dipanggil Daniel pun juga sudah datang. Dokter itu bernama Adi.


"Cepat periksa dia" titah Daniel.


"Kenapa dia? Apa yang terjadi padanya?" tanya Adi.


"Aku tidak tau. kenapa kau bertanya padaku? Disini dokternya kau, bukan aku. Jadi cepat periksalah dia" jawab Daniel dengan tidak tenang.


"Hei,, tenang bro, tenang. Aku hanya bertanya saja. Aku akan segera memeriksanya" balas Adi.


"Kalo begitu cepat" titah Daniel.

__ADS_1


Adi memeriksa keadaan Amanda. Seelah 5 menit memeriksa, akhirnya Adi tau kenapa Amanda bisa pingsan.


"Bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja? Kenapa dia pingsan? Kenapa dia mengeluarkan dar*h?" tanya Daniel beruntun.


"Tenang tuan Daniel, tidak ada yang perlu kau khawatirkan" jawab Adi.


"Bagaimana aku tidak khawatir? Dia mengeluarkan dar*h" tanya Daniel tak terima.


"Huh.." Adi menghembuskan nafas panjang. "Ish,, ish,, ish,, kau itu cepat sekali marah Daniel" ujar Adi. "Wanitamu tidak papa. Kadar gulanya sedikit rendah. Dan juga dia sedang menstruasi, jadi wajar jika dia mengeluarkan dar*h. Gitu aja kok gak tau" ejek Adi.


"Aku tidak tau. Itu sebabnya aku khawatir" balas Daniel.


"Aku sudah meny*ntikkan obat padanya. Dia tidak akan bangun sampai besok" ucap Adi dan dianggukki oleh Daniel.


"Sepertinya kau sangat mencemaskannya" ujar Adi sambil membereskan peralatannya.


"Tidak kok" jawab Daniel berbohong.


"Eleh,, masih saja mengelak" ujar Adi.


"Ah,, sudahlah, cepat pergi. Tugasmu sudah selesai" usir Daniel.


"Iya,, iya,, aku juga mau pergi" balas Adi bangkit dari duduknya.


"Aku akan transper ke rekeningmu" ucap Daniel.


"Ah,, tidak usah. Hal kecil seperti ini bukan apa-apa. Lagi pula, aku takut kau kehabisan uang" tolak Adi sambil bergurau.


"Kau itu sama sekali tidak berubah" ucap Daniel tersenyum dan dibalas dengan senyuman juga oleh Adi.


"Aku pamit dulu" pamit Adi.


"Iya, sekali lagi terima kasih" balas Daniel dan diangguki oleh Adi.


Setelah kepergian Adi Daniel naik ke atas tempat tidur dan dia tidur sambil memeluk Amanda.


Keesokan harinya, Amanda terbangun dan melihat Daniel sedang memakai dasinya.


"Kau sudah bangun" ujar Daniel.


"Hm,, tuan, apa yang terjadi?" tanya Amanda.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉


Salam hangat dari author😁

__ADS_1


__ADS_2