CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Penyelamatan


__ADS_3

125


"Hei,, berhenti.." teriak Jack.


Jack dan anak buahnya mengejar Amanda. Sonia dan Oliv juga ikut mengejar Amanda.


Amanda sudah sangat lelah. Dia hampir kehabisan tenaga untuk berlari. Tapi Amanda tidak boleh berhenti, dia tidak mau tertangkap oleh Jack.


Setiap langkah yang Amanda ambil, dia merasa pernah melalui semua itu. Kepalanya semakin sakit, karna ingatan itu sering muncul. Amanda tidak melihat di depannya ada ranting yang cukup besar.


Bruk..


"Akh.." pekik Amanda.


Amanda terjatuh ke tanah.


Jack berhenti dan menangkap Amanda yang sudah jatuh.


"Kena kau" ujar Jack mengatur nafasnya.


"Kau sudah membuat aku berlari sangat jauh" geram Jack.


"Akhirnya dia tertangkap" ujar Sonia dan Oliv yang baru saja sampai pada Jack dan Amanda.


"Tuan, sebaiknya kau segera bawa pergi Amanda dari negara ini. Jika dia terus ada di sini, bisa-bisa dia melarikan diri lagi" usul Sonia.


"Ya, sekarang juga aku akan membawanya ke Prancis" balas Jack.


Jack berjongkok dan menc*ngkram rambut Amanda dengan kuat.


"Kau, akan ikut bersamaku ke Prancis. Aku akan menjadikanmu pemuas n*fsuku untuk selamanya" ucap Jack.


"Tidak. Kau tidak akan bisa membawaku bersamamu. Seseorang akan menyelamatkanku" balas Amanda menatap Jack dengan t*jam.


"Maksudmu Daniel?" tanya Sonia.


Amanda menatap Sonia.


"Hahah,, mimpi kau. Daniel tidak akan pernah menyelamatkanmu. Karna dia tidak mencintaimu. Dia hanya mencintaiku seorang" sangkal Sonia.


"Sepertinya p*kulanku kurang k*ras padamu. Kau sudah tidak waras. Daniel hanya mencintaiku, Tari" balas Sonia.


"Tari?" Sonia dan Oliv mengerutkan keningnya mendengar nama Tari.


Amanda sendiri bingung kenapa dia tiba-tiba mengatakan kalo dia adalah Tari.


"Kenapa kalian membahas Daniel? Siapa itu Daniel? Aku tidak mengenalnya. Jangan membahas orang yang tidak aku kenal. Sekarang ayo kita pergi" geram Jack.


Jack meny*ret Amanda untuk berjalan. Amanda ketetran karna Jack meny*retnya dengan kencang.


"Ayo.."


"Lepaskan aku.."


"Ayo,, kau tidak bisa kabur lagi. Sudah cukup kau menyusahkanku hari ini"


"Lepaskan aku.."

__ADS_1


Jack terus meny*ret Amanda berjalan.


Sampai akhirnya langkah mereka terhenti oleh teriakan seseorang.


"BERHENTI!" teriak seseorang.


Semua orang menoleh ke rumber teriakan.


"Tuan Daniel.." gumam Amanda.


"Daniel.." gumam Sonia.


"Kak Daniel.." gumam Oliv.


Ya. Orang yang berteriak adalah Daniel. Daniel datang untuk menyelamatkan Amanda dari Jack, Sonia dan juga Oliv.


Amanda mencoba memberontak. Dia ingin berlari pada Daniel. Daniel menatap Amanda yang tampak kacau. Ada banyak luka di tubuh Amanda. Hal itu membuat Daniel meradang.


"Siapa kau? Berani sekali kau menghentikanku"


"Kau tidak perlu tau siapa aku. Jauhkan tangan kotormu itu Dari Amanda. Cepat lepaskan dia" titah Daniel.


"Melepaskan wanita ini? Kau g*la. Wanita inu sudah menjadi milikku. Aku sudah membeli wanita ini darinya. Aku tidak akan memberikannya padamu" tolak Jack.


Daniel menatap Sonia yang ada di belakang Jack.


"Dia adalah wanitaku. Kau tidak bisa mengambilnya. Serahkan dia secara baik-baik. Jika tidak, kau akan menerima akibatnya" Daniel mencoba menahan Amarahnya.


Daniel hendak melangkahkan kakinya pada Jack. Dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.


"Tahan Daniel" ucap Farrel dari arah belakang Daniel.


"Kau.." gumam Jack yang kaget melihat kehadiran Farrel.


"Kenapa kau kaget selerti itu, saat melihatku?" tanya Farrel pada Jack.


"Untuk apa kau ke sini?" tanya Jack.


"Lepaskan Amanda. Dan aku akan membiarkanmu hidup"


"Ah,, rupanya kau juga datang untuk menyelamatkan j*lang ini" ujar Jack.


"HEI,, TUTUP MULUTMU" teriak Daniel. Dia tidak terima Amanda disebut j*alan oleh Jack.


"Daniel, tenanglah" ucap Farrel.


Daniel mendengus sebal karna Farrel terus menyuruhnya untuk tenang.


"Kay masih ingat apa yang kulakukan pada keluargamu? Itu juga akan terjadi pada j*lang licik ini"


Farrel menggepalkan tangannya. Sebenarnya dia sudah tidak tahan. Tapi dia harus tetap bersabar untuk menjalankan rencana yang sudah dia susun dengan Daniel.


"Aku akan membalas apa yang telah kau lakukan pada keluargaku. Aku tidak akan mengampunimu" balas Farrel.


"Banyak omong. Cepat s*rang mereka" titah Jack.


Anak buah Jack maju dan meny*rang Daniel dan Farrel. Jack heran kenapa anak buahnya hanya sebagian. Dia melihat ke belakang. Saat dia melihat ke belakang, dia sudah mendapati sebagian besar anak buahnya sudah tewas. Dan dia melihat anak buah Farrel ada dibelakang para anak buahnya yang tewas.

__ADS_1


"Kurang ajar" umpat Jack.


Jack ingin kabur sambil membawa Amanda. Namun Amanda masih memberontak. Daniel melihat Jack akan kabur. Dia segera menghentikannya.


Bugh..


Satu p*kulan mendarat diwajah Jack.


Amanda terlepas dari Jack. Dia melihat Daniel yang sedang dibakar api amarah yang begitu besar. Daniel dan Jack berk*lahi dengan sengit.


Namun tiba-tiba Farrel muncul dan menahan Daniel.


"Minggir kau. Aku akan m*mbuhun b*jingan itu" titah Daniel.


"Biar aku yang mengurus Jack. Kau selamatkan saja Amanda. Aku akan membalaskan d*ndamu padanya"


Daniel tau apa maksud dari Farrel. Akhirnya Daniel mengizinkan Farrel mengambil alih Jack.


"Baiklah. Tapi jangan lupa, potong tangannya yang sudah berani menyentuh Amanda. Jangan biarkan dia m*ti terlalu cepat. Kau harus membuatnya m*nderita terlebih dahulu" pesan Daniel.


"Aku akan mengingat pesanmu" balas Farrel.


Daniel membalikkan tubuhnya dan saling bertatapan dengan Amanda. Mereka tersenyum. Akhirnya Daniel menemukan Amanda dan dia bisa memeluknya.


Amanda berjalan menuju Daniel. Begitu pun Daniel, dia berjalan menuju Amanda. Daniel sudah tidak sabar untuk memeluk Amanda. Dia mempercepat langkahnya dengan berlari. Amanda pun begitu. Namun saat keduanya sudah dekat, tiba-tiba Sonia menarik Amanda.


Sonia pistol di kepala Amanda.


"Amanda" pekik Daniel.


"Jangan bergerak. Atau aku akan menembaaknya" ucap Sonia memberi peringatan pada Daniel.


"Sonia, turunkan pistolnya sekarang juga"


"Tidak" tolak Sonia.


"Turunkan pistolnya sekarang juga" tekan Daniel.


"Tidak. Daniel, kenapa kau tidak mengerti perasaanku? Aku mencintaimu Daniel, kenapa kau tidak membalas cintaku? Kau lebih memilih bertunangan dengan gadis kampung ini. Apa kurangnya aku? Aku lebih cantik darinya. Tapi kau tidak pernah melirikku sedikitpun"


"Hentikan omong kosongmu dan lepaskan Amanda"


"Tidak. Aku tidak akan melepaskannya. Aku akan memb*nuhnya dihadapanmu" tolak Sonia.


Sudah dulu ya


Maaf cuma 1 bab


Author dah cape nih


Sampai jumpa di up selanjutnya


Oh iya, terima kasih THR nya ya..


Jangan lupa tinggalkan jejak lagi


Terus dukung Amanda dan Daniel

__ADS_1


Salam hangat dari author


__ADS_2