CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Keributan Disaat Rapat


__ADS_3

51


Ternyata, orang yang mend*brak paks* pintu ruangan rapat adalah Diva dan Oliv. Mereka datang untuk mencari masalah dengan Amanda. Diva dan Oliv datang dengan wajah penuh amarah. Mereka tidak bisa menyembunyikan kekesalan mereka.


Meskipun Diva sudah berusia 40 tahunan, tapi Diva masih memiliki pesona. Diva nemiliki aura keanggunan yang sangat kuat. Ya,, meskipun sikapnya seperti yang kalian ketahui.


Setelah pulang dari vila Daniel, Oliv pulang ke rumahnya untuk melaporkan Amanda. Dengan ditambahkan kebohongan, Oliv menceritakan apa yang terjadi di vila padanya. Oliv menceritakan keb*rukan Amanda. Oliv seperti mempropokasi Diva untuk mencari masalah dengan Amanda. Dengan begitu, secara tidak langsung dendam Oliv pada Amanda akan terbalaskan.


Diva melihat Albert ada di dalam ruang rapat. Dengan cepat Diva merubah mimik wajahnya menjadi angkuh dan anggun.


"Amanda, saya ingin membicarakan sesuatu denganmu. Keluarlah" ucap Diva.


Albert dan Rafi melihat ke arah Amanda.


Amanda bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Diva dan Oliv. Amanda berdiri di hadapan Diva dan Oliv.


"Maaf tante, apakah tante tidak melihat saya sedang rapat? Saya tidak bisa berbicara dengan tante" tolak Amanda.


"Berani sekali kau, aku ini ibu dari bosmu" ucap Diva mengecilkan suaranya.


"Tapi aku sedang menjalan proyek besar milik putraku. Jika proyek ini sampai gagal dan tidak berhasil, maka kau lah yang bertanggung jawab atas semuanya" balas Amanda.


Diva dan Oliv mengira Amanda akan keluar dari ruangan rapat itu. Namun perkiraan mereka salah.


Setelah mengatakan semua itu, Amanda menutup pintu ruang rapat dan menguncinya rapat-rapat. Sebelum menghadap Albert dan Rafi, Amanda mengatur nafasnya terlebih dahulu kemudian dia berbalik.


"Maaf atas ketidak nyamanannya, tuan Albert" ucap Amanda.

__ADS_1


"Tidak masalah nona Amanda" balas Albert.


Amanda dan Albert hendak melanjutkan diskusi yang terpotong. Namun mereka tidak bisa berkonsentrasi karna teriakan dari luar. Siapa lagi kalo bukan teriakan dari Diva dan Oliv.


"Heh gadis kampung cepet keluar. Jangan sembunyi di dalam" teriak Diva.


"Jangan jadikan anak saya sebagai tameng kamu. Dengan membawa nama anak saya, tidak akan membuat kamu menjadi tinggi. Kamu akan tetap berada di bawah. Kamu tidak akan menjadi tinggi. Sampah tetaplah sampah. Sampah tidak akan pernah bisa menjadk berlian" timpal Diva berteriak.


Albert melihat ke arah Amanda.


"Jangan, dipikirkan tuan. Mari kita lanjutkan diskusi kita" ucap Amanda.


Albert menganggukkan kepalanya.


Amanda berusaha membuat suasana hati Albert menjadi senang. Amanda tau, perkataan Diva sedikit banyaknya pasti dipikirkan oleh albert. Amanda tidak mau rapatnya terganggu hanya karna Diva dan Oliv.


Rapat berlangsung selama 2 jam. Rapat itu berjalan dengan lancar. Albert sangat puas pada hasil yang Amanda berikan. Setelah rapat selesai, Albert dan Rafi pergi dari perusahaan Daniel.


"Heh gadis kampung, apa yang terjadi pada anak saya? Kenapa tangannya bisa sampai terluka?" tanya Diva.


"Ini pasti gara-gara gadis kampung ini tante. Semenjak dia hadir dihidup kak Daniel, kak Daniel selalu terkena masalah. Bahkan kali ini nyawanya hampir melayang" timpal Oliv.


"Saya sudah bilang pada kamu. Jauhi anak saya. Kenapa kamu terus mengehar anak saya? Sebegitu miskinkah kamu? Hingga terus me-mepet anak saya?" ejek Diva.


"Dasar tidak tau diri" ujar Oliv.


Diva mengeluarkan sebuah cek. Dia menulis cek sebesar 500 juta. Lalu cek itu di berikan pada Amanda.

__ADS_1


"Ini, ambil lah cek ini. Lalu kamu pergi dari sini. Pergi dari kehidupan anak saya" ucap Diva menaruh cek ditangan Amanda.


Amanda terdiam dan melihat cek itu.


"Lihat lah tante, sepertinya dia memang sedang membutuhkan uang. Sampai-sampai dia melihat nominal yang ada dicek itu" ejek Oliv.


Sedetik kemudian, Amanda merobek cek yang diberikan oleh Diva dihadapan Diva dan Oliv. Amanda membuang serpihan cek itu ke atas.


"Tante, bukan kah sudah aku katakan dari awal. Kenapa kau tidak mengerti juga? Aku sudah sering mengatakan ini padamu dan juga Oliv. Tapi sepertinya kalian belum juga paham" ucap Amanda.


Diva dan Oliv memandang Amanda.


"Aku sama sekali tidak menyukai tuan Daniel" ujar Amanda dengan penuh penekanan.


Pada saat ini, Daniel datang ke ruang itu. Ruang di mana Amanda, Diva dan Oliv berada.


Hm.. kira-kira apa ya reaksi Daniel? 🤔


Kalo kalian penasaran, tetus ikutin ya novel ini😃


#kawalsampaitamat


Terima kasih sudah mampir😊


Maaf up kali ini sedikit🙏🏼


Ayo komen yang banyak dong, author butuh semangat nih💪🏽

__ADS_1


Terus dukung novel author ya😆


Salam hangat dari author☺


__ADS_2