
127
Hari ini adalah hari pernikahan Amanda dan Daniel. Pernikaha digelar di hotel mewah milik Darma. Banyak orang yang menghadiri pernikahan mereka. Dari pagi sampai malam, tak henti-hentinya tamu berdatang untuk ikut merayakan hari bahagia mereka.
Meskipun hari ini adalah hari bahagia, tapi hari ini juga hari yang melelahkan bagi Amanda dan Daniel. Apalagi Amanda. Tubuhnya terasa mengecil karna terus memakai gaun yang cukup berat. Gaun yang Amanda pakai adalah hasil desainnya sendiri. Gaun yang sangat sederhana namun terlihat sangat mewah dan berkelas.
Amanda duduk di kursi yang disediakan untuknya guna menghilangkan rasa pegal di kakinya.
"Kau lelah?" tanya Daniel.
"Sedikit" balas Amanda sambil tersenyum.
Daniel berjongkok di hadapan Amanda dan memijit kaki Amanda. Amanda kaget atas tindakan Daniel.
"Eh,, apa yang kau lakukan tuan. Jangan seperti ini" kaget Amanda.
"Kenapa?" heran Daniel.
"Tidak pantas"
"Biar saja. Pantas kok. Sekarang aku sudah menjadi suamimu. Tidak ada yang bisa melarangku melakukan ini"
"Iya,, tapi masih banyak tamu. Gak enak diliatnya tuan"
"Sayang,, jangan pikirkan apa kata orang lain. Jangan perdulikan ucapan mereka"
"Baiklah,, terserah kau saja"
"Tapi,, sepertinya kau harus dihukum" ujar Daniel.
Amanda membelalakan matanya.
"Dihukum apanya! Aku tidak melakukan kesalah apapun" protes Amanda.
"Kau sudah melarangku memijatmu. Itu sebuah kesalah besar"
"Mana ada ya orang dihukum hanya karna melarang orang memijit"
"Ada"
"Di mana?"
"Di sini, di hadapanmu"
"Kau lucu sekali"
"Ya,, suamimu ini memang lucu dan tampan"
__ADS_1
"Ih,, GR sekali"
"Bukan GR. Itu memang kenyataannya"
Amanda tidak bisa berdebat lagi dengan Daniel. Daniel pasti akan terus bersikukuh untuk memijitnya. Amanda membiarkan Daniel memijit kakinya sebentar. Setelah itu mereka berdua kembali berdiri. Mereka kembali bersalaman dengan para tamu.
"Bersiaplah. Malam ini kau akan mendapatkan hukuman dariku" bisik Daniel ditelinga Amanda.
Amanda kaget karna bisikan Daniel. Bisikan itu terdengar sangat menggoda. Amanda bergidik ngeri mendengarnya. Amanda tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini di saat malam pertama mereka.
Pukul 22.00 WIB, acara sudah berakhir. Amanda lebih dulu masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk beristirahat. Sementara Daniel masih harus menemui beberapa orang lagi. Amanda memilih untuk tidak menunggu Daniel. Dia berencana setelah masuk ke kamar, dia akan mandi, berganti baju dan langsung tidur. Dengan begitu, saat Daniel masuk ke dalam kamar, Amanda sudah tidur dan dia akan terbebas dari hukumannya.
Amanda tertawa geli saat membayangkan ekspresi kecewa Daniel. Pasti akan sangat lucu.
Amanda menempati kamar yang luas dengan kasur king size dan aritektur yang sangat romantis. Cocok untuk pasangan pengantin baru. Dengan susah payah Amanda membuka gaun yang dipakainya. Setelah terlepas, Amanda masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandi.
Setelah selesai, Amanda keluar dengan memakai handuk kimono dengan rambut yang basah. Amanda membuka lemari berniat untuk mengambil baju tidur yang dibawanya. Namun dia tidak mendapati baju tidur yang dibawanya. Dia hanya menemukan 1 baju tidur dengan bahan yang sangat tipis dan minim. Amanda tidak menemukan baju lain. Bahkan kopernya pun tidak ada. Amanda menebak pasti ini kerjaan Darma dan Bagas. Mereka memang sangat jahil. Hanya Amanda yang waras di keluarga ini.
Amanda masih memperhatikan baju tidur itu. Dia merasa enggan memakainya. Tubuhnya akan sangat terekspos memkai baju itu. Tapi tidak ada baju lain. Mas iya dia harus tidur dengan memakai handuk kimono. Amanda tidak punya banyak waktu, dia harus tidur sebelum Daniel datang.
"Kenapa kau hanya melihatnya saja?" tanya seseorang dari belakang Amanda.
"Akh.." pekik Amanda. "Tuan, sejak kapan kau di sini?" tanya Amanda terlonjak kaget.
"Sejak kau terus menatap baju itu"
"Tadi aku sudah masuk ke dalam kamar, tapi kau masih mandi. Jadi aku mandi di kamar yang lain. Tubuhku sudah sangat lengket. Aku ingin cepat mandi" jelas Daniel.
Amanda menganggukkan kepalanya.
"Tunggu apalagi, cepat ganti bajumu" ucap Daniel.
"Tuan,, baju ini sangat tipis. Tidak mungkin aku memakai baju ini" balas Amanda.
"Lalu apa kau mau tidur dengan handuk kimono itu?"
Amanda menggelengkan kepalanya. Amanda tidak mempunyai pilihan lain. Amanda mengambil baju itu dan masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Daniel tersenyum. Malam ini dia akan memiliki Amanda sepenuhnya. Dia akan menjadikan Amanda miliknya. Mereka akan melalui malam yang indah bersama.
10 menit kemudian Amanda keluar dari kamar mandi. Dia sangat malu memakai baju yang saat ini dia kenakan. Apalagi dibagian dada. Belahan dadanya sangat lebar. Hal itu membuat gunung kembar Amanda seperti mau keluar. Amanda menyilangkan tangannya guna menutupi bagian dadanya.
Saat Amanda keluar, Daniel langsung menoleh. Betapa terkejutnya Daniel melihat penampilan Amanda saat ini. Dia tidak menyangka Amanda akan secantik ini. Daniel terus menatap Amanda dengan kagum.
Amanda merasa gugup saat Daniel menatapnya dengan seperti itu. Amanda berjalan melewati Daniel yang sedang duduk di kursi dekat ranjang. Amanda berusaha agar tidak menatap Daniel.
"Aku tidur duluan" ucap Amanda gugup.
__ADS_1
Amanda hendak naik ke atas tempat tidur. Namun tiba-tiba Daniel menariknya masuk ke dalam pelukan hangat. Daniel dan Amandsa saling berhadapan.
"Akh.." pekik Amanda. "Tuan, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika ada orang yang melihat?"
"Tidak akan ada orang yang berani mengganggu pengantin baru. Lagi pula ini kamar kita. Tidak ada seorangpun yang berani masuk ke kamar ini tanpa seizinku"
Amanda tidak bisa membalas ucapan Daniel. Daniel memeluk Amanda dengan erat. Dia menatap wajah cantik Amanda dengan lekat. Amanda merasa malu terus ditatap oleh Daniel.
"Jangan menatapku seperti itu" ucap Amanda.
"Kenapa?"
"Aku merasa malu"
"Malu kenapa? Biasanya juga kau yang selalu membuat malu"
"Ih,, apaan sih tuan. Aku tidak pernah seperti itu" rajuk Amanda.
"Hahah,, iya maaf. Aku hanya bercanda" Daniel tertawa lepas melihat ekspresi konyol Amanda.
Amanda mengerucutkan bibirnya.
Daniel sangat gemas melihat bibir Amanda yang mengerucut.
Cup.
Tiba-tiba Daniel menc*um bibir Amanda. Amanda terkejut mendapat ser*ngan mendadak dari Daniel. Daniel menempelkan bibirnya pada bibir Amanda tanpa pergerakan. Perlahan bibir Daniel mulai bergerak mel*umat dengan lembut bibir Amanda. Amanda diam tak membalas. Amanda tidak membuka bibirnya.
Daniel terus menggerakan bibirnya dengan lembut berharap Amanda akan membalasnya. Namun Amanda masih belum membalasnya. Bahkan Amanda tidak membuka bibirnya.
"Stt.." Amanda membuka bibirnya karna Daniel menggigitnya.
Akhirnya Daniel bisa menerobos masuk ke dalam rongga mulut Amanda.
Et,, udah segitu dulu ekstra partnya ya,, masih ada kelanjutannya nih,, jadi pantengin terus
Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak
Terus dukung author
Jangan lupa mampir ke novel baru author ya
Ditunggu kehadirannya
__ADS_1
Sampai bertemu lagi