
28
Amanda memperhatikan foto anjing itu dengan seksama. Setelah itu Amanda bangkit dari duduknya dan pergi ke luar.
Semua orang melihat kepergian Amanda.
Amanda mencaro nomor seseorang. Setelah menemukannya, Amanda menekan tompol panggilan. Rupanya Amanda menelpon dokter yang dulu merawat anjing yang dia temukan.
"Hallo" sapa dokter itu setelah tersambung.
"Iya dokter. Ini aku, Amanda. Beberapa hari yang lalu, aku menitipkan anjing di klinik" balas Amanda.
"Ah,, iya, aku mengingatmu" ucap dokter itu. "Ada yang bisa aku bantu?" tanya dokter itu.
"Em,, begini. Aku mau mengambil anjing itu. Apakah bisa?" jawab serta tanya Amanda.
"Tentu saja. Kau bisa datang kapan pun" jawab doker.
"Apakah anjing itu sudah sehat? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Amanda memastikan.
"Iya, dia sangat sehat. Sekarang dia sedang bermain dengan temannya" jawab dokter.
"Baiklah. Kalo begitu aku akan datang sekarang" ucap Amanda.
"Aku akan menunggumu" balas dokter.
Panggilanpun berakhir.
Amanda pergi ke klinik diantar oleh supir Daniel. Amanda yakin, Daniel tidak akan marah hanya karna dia meminta supirnya mengantarnya ke klinik.
Amanda memutuskan untuk mengambil anjing itu saat itu juga. Dia ingin segera memberikan anjing itu pada Bagas. Amanda yakin, Bagas akan sangat senang.
Amanda bisa yakin kalau anjing yang ada difoto, dengan anjing yang ditemukannya adalah anjing yang sama. Itu terlihat dari kalungnya. Mereka memiliki kalung yang sama.
Sonia dan Diva melihat kepergian Amanda. Mereka menatap Amanda dengan tatapan Sinis.
"Lihat lah itu. Dia pergi tanpa menucapkan apapun" ujar Sonia. "Apa dia memang seperti itu tante?" tanya Sonia pada Diva.
"Ya. Dia memang seprti itu. Dia tidak menganggap semua orang ada" jawab Diva.
"Apa? Benarkah? Oh,, sungguh, Amanda itu tidak mempunyai tatakrama yang baik. Dia wanita tidak tau diri" ejek Sonia.
__ADS_1
"Kau benar" balas Diva.
"Mungkin dia ada urusan mendadak. Jadi dia tidak berpamitan pada kita" ucap Bagas membela Amanda.
Sonia dan Diva berusaha menjelekkan Amanda di depan Bagas. Namun Bagas malah membelanya. Hal itu membuat keb*ncian Sonia pada Amanda lebih besar.
"Sudahlah. Tidak perlu menunggu Amanda. Mari kita mulai makan" ucap Daniel.
Sonia berinisiatif memberikan sand wich pada Bagas.
"Kakek, bukan kah kakek sangat suka sand wich? Ini, ayo makanlah kek" ucap Sonia memberikan Bagas sand wich.
"Tidak. Kakek tidak mau makan sand wich" tolak Bagas.
Sonia gagal berbuat baik pada Bagas. Sonia tidak putus asa. Kini dia beralih pada Daniel.
Sonia mengupaskan udang untuk Daniel.
"Daniel, ini untukmu" ucap Amanda memberikan udang yang sudah dikupas.
Daniel mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Aku mengupaskan udang ini khusus untukmu" ucap Sonia lagi.
"Kenapa? Aku sudah susah payah mengupas udang ini untukmu. Masa kamu tidak mau?" tanya Sonia.
"Justru itu. Karna kau sudah mengupas udang ini dengan susah layah, lebih baik kau makan saja sendiri. Jika aku mau, aku akan mengupasnya sendiri tanpa bantuanmu" tolak Danie.
"Daniel,, aku mengupas udah ini dengan tanganku sendiri. Kenapa kau tidak menghargainya?" tanya sonia tidak terima.
"Aku juga punya tangan sendiri. Aku tidak butuh bantuanmu hanya untuk mengupas udang" balas Daniel.
Sonia merasa geram pada Daniel. Ini sudah kesekian kalinya Sonia terc*kik oleh perkataan Daniel. Sonia sangat malu akan hal itu.
Diva hendak berbicara untuk membantu Sonia. Namun sebelum dia berucap, Amanda datang dengan membawa seekor anjing.
Amanda berjalan mendekat.
Semua orang melihat kedatangan Amanda. Mereka semua berdiri.
"Apa kau tidak melihat kami sedang makan? Kenapa kau membawa anjing liar ke rumah ini? Dasar gadis bod*h. Tidak punya etika!" teriak Sonia pada Amanda.
__ADS_1
Belum sempat Amanda menjawab, anjing yang digendong Amanda meronta untuk turun. Setelah berhasil turun, anjing itu berlari ke arah Bagas.
Anjing itu menggosok punggunya pada Bagas sebagai ungkapan rasa rindunya.
Mata Bagas berbinar melihat anjing itu. Anjing yang sudah beberapa hari ini hilang. Kini dia ada di hadapannya. Bagas sangat senang akan hal itu. Bagas membelai anjing itu dengan penuh kasih sayang dan juga dengan berlinang air mata.
"Hei,, kau ke mana saja? Apa kau tidak tau aku merindukanmu?" tanya kekek pada anjing itu.
"Guk,, guk.." balas anjing itu sebagai jawaban.
Daniel mendekat pada Amanda. Banyak pertanyaan dibenak Daniel yang ingin terjawab. Daniel memandang anjing dan Amanda.
"Dari mana Amanda menemukan anjing itu? Bagaimana bisa Amanda menemukan anjing itu?" masih banyak pertanyaan di dalam kepala Daniel.
Daniel memandang Amanda dengan meminta penjelasan.
"Tuan, apa kau ingat saat terakhir kali aku terlambat?" tanya Amanda.
Daniel menganggukkan kepalanya.
"Saat itu aku menemukan anjing ini. Aku ingin membawanya. Namun saat aku ingin menangkapnya, anjing ini hampir tertabrak oleh mobil. Dengan cepat aku menyelamatkannya" jelas Amanda.
Daniel menganggukkan kepalanya.
"Tapi,, meskipun sudah ku selamatkan, kaki anjing ini tetap terluka. Oleh sebab itu, aku membawa anjing ini ke klinik. Butuh banyak waktu untuk pengobatan anjing ini" tutur Amanda.
"Hanya untuk menyelamatkan anjing liar, Amanda rela menunda pekerjaannya. Dia bahkan mempertaruhkan hidupnya. Dia sudah membuatku hampir salah paham terhadapnya. Dia benar-benar sangat baik" ucap Daniel dalam hati.
"Terima kasih" ucap Daniel dengan tulus.
"Tidak tuan, seharusnya aku minta maaf padamu" balas Amanda. "Wanita bod*h ini sudah berani meninggalkan pekerjaannya hanya demi seekor anjing" lanjut Amanda.
"Tidak. Kau bukanlah wanita bod*h. Kau wanita baik, kau wanita paling baik. Aku senang aku mempunyai seorang wanita baik di sisiku" ucap Daniel.
Daniel tersenyum pada Amanda. Amanda membalas senyuman Daniel.
"Sekali lagi terima kasih" ucap Daniel.
"Sama-sama tuan" balas Amanda.
Tanda aba-aba, Amanda memeluk Daniel. Daniel membalas pelukan Amanda. Amanda tersenyum mengejek pada Sonia. Amanda sengaja memanas-manasi Sonia. Amanda menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Daniel. Daniel pun mengelus kepala Amanda.
__ADS_1
Hal itu sukses membuat Sonia naik pitam. Sonia sangat marah pada Amanda. Rasa ingin sekali Sonia menj*mbak rambut Amanda dengan kencang.