
33
Awalnya Daniel hanya ingin menghukum Amanda saja. Tapi dia terjebak oleh c*umannya dengan Amanda. Daniel tidak bisa menahaan dirinya untuk tidak memperdalam c*umannya. Hal itu membuat Amanda merasa malu dan marah. Amanda ingin mendorong tubuh Daniel agar menjauh dari tubuhnya. Namun usaha Amanda sia-sia.
Tubuhnya yang kecil tidak bisa meny*ngkirkan tubuh besar Daniel. Akhirnya Amanda memutuskam untuk mengg*git bibir Daniel. Daniel melepaskan c*umannya dari Amanda. Rasa sakit menghilangkan rasa nikmat yang dirasakan oleh Daniel.
Daniel dan Amanda mengatur nafas mereka masing-masing.
"Tuan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan itu? Apa kau tau? Itu c*uman pertamaku. Dan kau sudah merebutnya" ucap Amanda marah. "Aku tau kau telah mengusir pria mediterania itu. Kau pikir aku ini wanita seperti apa tuan? Apa kau juga beranggapan sama seperti pria itu? Kau anggap aku wanita mur*h*n? Jangan karna aku menolak pria itu, kau berpikir aku akan mau bersamamu" lanjut Amanda.
Amanda memarahi Daniel habis-habisan. Setelah puas memarahinya, Amanda membuka pintu toilet dan pergi meninggalkan Daniel.
Daniel tidak bisa berkata-kata saat Amanda pergi. Ini semua hanya salah paham. Daniel tidak pernah berpikiran seperti itu tentang Amanda. Daniel hanya ingin menghukum Amanda. Namun dia terjebak oleh hukumannya sendiri. Daniel tidak bisa mengendalikan emosinya saat itu.
Amanda pergi ke tempat awal. Dia sudah tidak mood lagi.
"Kak, kau dari mana saja? Kenapa lama sekali?" tanya Gavin.
"Aku mau pulang" ucap Amanda mengacuhkan pertanyaan dari Gavin.
"Apa? Pulang? Tapi kenapa? Baru juga sebentar" tanya Gavin kaget.
"Pokoknya aku mau pulang" jawab Amanda dengan kesal.
"Sepertinya dia sedang kesal. Sebaiknya aku tidak boleh membuatnya semakin kesal" pikir Gavin.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu" ucap Gavin.
"Tidak usah" tolak Amanda.
"Aku akan mengantarmu" tekan Gavin.
"Hem,, terserah kau saja" balas Amanda.
Amanda berjalan duluan meninggalkan Gavin.
"Sepertinya dia benar-benar sedang kesal" ucap Gavin saat melihat Amanda berjalan lebih dulu. "Aku harus mengubah suasana hatinya" lajut Gavin.
"Kak,, tunggu" ucap Gavin mengejar Amanda.
"Kak,, tunggu aku" Gavin berhasil mengejar Amanda. "Kenapa kau ingin sekali segera pulang? Sabarlah dulu,, biarkan aku menemanimu walau hanya sebentar. Dan itu pun saat berjalan" lanjut Gavin.
"Kau itu lambat sekali" balas Amanda.
__ADS_1
"Ha,, baiklah,, aku yang lambat" Gavin mengalah.
Amanda dan Gavin berjalan beriringan.
Mobil Gavin sudah ada di depan gerbang bar. Karna sebelumnya Gavin sudah menelpon supirnya.
Gavin hendak membukakan pintu untuk Amanda, namun sebelum dia membukakan pintu, Gavin menghibur Amanda terlebih dahulu.
"Eh kak,, itu apa yang ada di rambutmu?" tanya Gavin sambil menunjuk rambut Amanda.
"Hah? Ada apa?" tanya Amanda bingung.
"Ini.." Gavin mengambil sesuatu dari rambut Amanda.
Amanda penasaran apa yang diambil oleh Gavin dari rambutnya.
"Saranghae" ucap Gavin.
Amanda tersenyum pada Gavin. Bukan romantis yang Amanda lihat Dari Gavin, tapi Amanda melihat tingkah Gavin sangat lucu. Apa yang dilalukan oleh Gavin, sukses membuat Amanda tersenyum. Mood Amanda sudah kembali seperti semula. Tapi itu tidak membuat Amanda mengurungkan niatnya untuk pulang.
"Kau ini ada-ada saja" ucap Amanda.
"Apakah aku tampan jika bergaya seperti ini?" tanya Gavin.
"Aku tau aku ini tampan. Dan aku juga tau kau malu mengatakan kalau aku ini tampan. Bahkan sangat tampan. Ketampananku sudah seperti Kim Seokjin" ucap Gavin membanggakan dirinya sendiri.
"Eh,, kau itu memuji dirimu sendiri. Kim Seokjin itu jauh di atasmu" balas Amanda.
"Kalo begitu, aku tampan seperti V" Gavin mengikuti gaya V BTS.
"Apalagi itu.." Amanda menoy*r kepala Gavin.
"Sakit tau.." keluh Gavin.
"Kamu sih, ngehayalnya terlalu tinggi. Udah, kamu itu lebih tampan menjadi Gavin si aktor arogan. Dari pada ngehayal tampan kayak artis internasional seantero negri" balas Amanda.
"Lihat saja kak, suatu hari aku akan menjadi pria tertampan di dunia. Namaku akan berada diurutan paling atas" ucap Gavin. "Sebaiknya kau harus segera mengambil foto bersamaku. Karna jika saat itu terjadi, untuk berfoto pun kau harus membuat janjin dulu denganku. Dan itu pun jika aku mau" Gavin menjadi-jadi.
"Idih,, aku tidak perlu foto denganmu" tolak Amanda.
__ADS_1
"Ya, kau benar. Kau tidak perlu berfoto denganku. Karna kau akan terus ada di sampingku dan menemaniku sebagai istri dan ibu dari anak-anakku" ucap Gavin.
"Wah,, apakah ini sebuah lamaran?" tanya Amanda.
Amanda dan Gavin saling bertatapan.
"Hahah.." Mereka berdua tertawa bersama.
Amanda tau kalau Gavin sedang bercanda. Oleh sebab itu dia tertawa. Gavin pun sadar dia sedang bercanda dengan Amanda. Tapi dia tidak sepenuhnya bercanda. Mungkin 60% adalah isi hatinya yang sesungguhnya.
Di sisi lain.
Daniel kembali ke ruang VIP untuk bergabung bersama rekan bisnisnya. Sepanjang perjalanan, Daniel terus memikirkan adegan saat di toilet bersama Amanda. Daniel mengingat kalau Amanda ke luar dengan keadaan marah.
Daniel sedikit hkawatir akan hal itu. Baru juga sampai di ruang VIP, Daniel sudah membalikan badan dan pergi meninggalkan ruang VIP itu. Daniel pergi ke arah gerbang bar. Dia yakin kalau Amanda pasti akan pulang setelah kejadian itu.
Benar saja, saat berada di gerbang, Daniel melihat Amanda masuk ke dalam mobil Gavin. Amanda dan Gavin berbincang dan tertawa dengan bahagian. Sikap Amanda pada Gavin berbeda dengan sikapnya pada Daniel.
Tanpa ekspresi, Daniel membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan gerbang. Dia kembali ke ruang VIP untuk melanjutkan sosialisasi bersama kolega bisnisnya.
Tak ada ekpresi di wajah Daniel. Yang terlihat hanyalah kekosongan saja.
Amanda sudah sampai di rumah Daniel. Dan kini dia sudah berada di dalam kamarnya. Amanda membersihkan badannya, kemudian dia naik ke atas tempat tidur untuk tidur.
Saat Amanda menutup matanya, seketika dia teringat pada adegan di toilet bersama Daniel. Amanda segera membuka matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ah,, kenapa aku mengingat kejadian itu?" tanya Amanda dalam hati.
Amanda berusaha memejamkan matanya lagi, namun hal yang sama terus terjadi. Kejadian itu selalu terngiang-ngiang di dalam benaknya. Hal itu membuat Amanda tidak bisa tidur.
"Ayolah Amanda,, cukup. Jangan memikirkan hal itu lagi" ucap Amanda pada dirinya sendiri. "Ini semua gara-gara tuan Daniel. Aku jadi tidak bisa tidur" keluh Amanda.
"DANIEL..." Amanda meneriaki Daniel di dalam hatinya sebagai luapan kekesalannya.
Untuk menetralkan perasaannya, Amanda hendak meminum air. Namun Air yang di kamarnya habis. Amanda pun pergi ke dapur untuk mengambil air.
Saat berjalan menuju dapur, Amanda tak sengaja melihat dan berpapasan dengan Daniel. Daniel pulang dengan keadaan mab*k berat.
Tiba-tiba saja Daniel menarik tangan Amanda. Karna tidak siap, akhirnya Amanda jatuh menimpa tubuh Daniel. Dan untuk yang kedua kalinya, bibir mereka bersentuhan.
Amanda hendak bangkit untuk menghentikan semua itu.
"Tari,, Tari.." ucap Daniel.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Daniel memanggil nama orang lain.
Daniel kembali menarik Amanda. Belum sempat Amanda bangun, kini dia sudah ada di atas tubuh Daniel lagi. Amanda berusaha bangkit lagi agar terlepas dari Daniel.