CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Suasana Romantis


__ADS_3

58


Daniel mendekat pada Amanda. Lebih tepatnya, Wajah Daniel lah yang mendekat. Kini Amanda dan Daniel dalam situasi Ambigu. Daniel tidak bisa menahan dirinya untuk terus mendekat pada Amanda. Amanda bisa saja menjauh, namun entah kenapa hati Amanda enggan untuk menjauh.


Saat wajah kedua sudah sangat dekat, tiba-tiba Oliv masuk ke ruangan Daniel tanpa mengetuk pintu.


"Kak Daniel.." teriak Oliv.


Saat mendengar teriakan Oliv, Amanda segera mendorong tubuh Daniel untuk menjauh. Oliv memecahkan suasana yang ambigu.


Amanda dan Daniel bersikap seperti semula.


"Oliv, kenapa kau masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu?" tanya Daniel.


"Maaf kak, aku lupa" jawab Oliv dengan asal.


"Seharusnya kau mengetuk pintu dulu. Bagaimana jika aku sedang rapat di sini?" ucap Daniel.


"Baiklah kak. Aku minta maaf" balas Oliv.


"Untuk apa kau datang ke sini?" tanya Daniel.


"Aku ke sini untuk memberikanmu obat. Lagi pula, siapa yang berani melarangku untuk masuk ke perusahaan kakakku sendiri?" ucap Oliv melirik Amanda.


Amanda taubarti lirikan Oliv padanya.


"Rupanya dia sedang menyindirku" ujar Amanda dalam hati.


"Kau tidak perlu membawakan obat untukku" ucap Amanda.


"Kenapa? Sudah kewajibaku sebagai seorang adik memperhatikan kakaknya. Aku ini peduli padamu kak" jawab Oliv.


"Tuan, dokter mengatakan kau jangan meminum obat sembarang" ujar Amanda.


"Diam kau" ucap Oliv.


"Kak, aku menyiapkan obat ini dengan sepenuh hati. Apa kau tidak mau meminum obat yang kubawa?" Oliv memasang wajah so imutnya.


"Kemari aku membaca berita, seorang kakak mat* ditangan adiknya. Dengan sebab memberikan obat. Si adik so tau dalam dunia medis. Dia memberikan obat pada kakaknya tanpa resep dari dokter. Alhasil kakaknya mat* mengenaskan karna si adik" ucap Amanda menyindir bailik Oliv.


"Apa kau menuduhku ingin membun*h kakakku sendiri?" tanya Oliv yang merasa tersindir.


"Eh, aku tidak berkata seperti itu lho.." balas Amanda.


"Berani sekali kau gadis kampung. Kau di sini hanya sekretaris saja. Jadi jangan so dihadapanku" ucap Oliv marah.


Amanda pura-pura tidak mendengar ucapan Oliv.


"Kak, jangan dengarkan gadis kampung itu. Pokoknya kau harus meminum obat dariku. Percayalah, setelah kau meminum obat dariku, kau pasti akan langsung sembuh" Oliv berusaha meyakinkan Daniel dengan segala cara.


"Ya tuan, Oliv benar. Kau akan langsung sembuh setelah meminum obat darinya. Setelah itu, kau juga akan langsung bertemu dengan malaikat maut. Dan malaikat maut akan menuntunmu untuk bertemu dengan tuhanmu" timpal Amanda.

__ADS_1


"Kau.." geram Oliv.


Oliv sudah mengepalkan tangannya menahan marah.


"Sebaiknya kau pergi" ucap Daniel.


"Kau dengar itu, cepat pergi dari ruangan kakakku" ucap Oliv merasa senang saat mendengar us*ran Daniel.


"Bukan dia, tapi kau" ralat Daniel.


Oliv kira Daniel mengus*r Amanda, tapi ternyata Daniel malah mengus*rnya.


"Apa? Aku? Kenapa kakak mengus*rku?" protes Oliv.


"Pergilah. Sebelun aku panggilkan security" balas Daniel dengan sebuah perintah.


Oliv pergi dari ruangan Daniel dengan persaan kesal dan cemburu. Tapi Oliv berpikir, dia akan meminta bantuan pada Sonia. Sebenarnya Oliv bukan ingin meminta bantun. Tapi lebih tepatnya Oliv ingin Sonia yang membalaskan dend*mnya pada Amanda. Dengan begitu, dia tidak perlu repot-repot untuk turun tangan.


"Aku akan menggunakan Sonia untuk membalas kau Amanda. Tunggu saja, tak lama lagi kau akan mender*ta" gumam Oliv dengan amarah yang membara.


Tiba waktunya pulang kerja. Daniel mengajak Amanda untuk makan bersama. Amanda menerima ajakan Daniel. Daniel membawa Amanda kesebuah restoran. Daniel sudah menyiapkan ruangan khusus untuknya bersama Amanda.


Amanda masuk ke ruangan VIP. Amanda terkagum-kagum melihat ruangan itu. Ruangan itu sangat indah dengan nuansa romantis.


"Wah.." kagum Amanda.


"Kau suka?" tanya Daniel.


"Iya" Amanda menganggukkan kepalanya.


Daniel menarik kursi untuk Amanda. Mereka duduk saling berhadapan.


Amanda tak henti memandangi ruangan yang begitu indah itu.


"Apa kau tidak mempunyai objek lain untuk dipandang?" tanya Daniel.


Daniel cemburu karna Amanda terus memandang ruangannya.


"Ini sangat indah tuan. Mataku tidak bisa teralihkan pada yang lain" jawab Amanda. "Apa kau yang menpersiapkan semua ini?" tanya Amanda.


"Bukan. Kakeklah yang menyiapkan ini" jawab Daniel.


"Hah, benarkah?" tanya Amanda tidak percaya.


"Jelas aku yang menyiapkan semua ini. Kau masih saja bertanya" ucap Daniel sedikit kesal.


"Wow,, kau hebat sekali tuan. Aku kagum padamu" ucap Amanda.


Daniel tersenyum bangga.


"Berhenti menatap ruangan ini. Matamu akan sakit. Lebih baik kau menatapku" ucap Daniel.

__ADS_1


Amanda menatap Daniel.


"Kenapa aku harus menatapmu?" tanya Amanda heran.


"Dengan menatapku, itu akan bagus untuk kesehatanmu" jawab Daniel.


"Benarkah?" ucap Amanda ragu.


"Kalo tidak percaya, coba saja" balas Daniel.


Amanda menatap Daniel. Daniel bisa melihat mata bulat dengan bola mata yang hitam. Daniel menarat bola mata itu. Sangat hitam dan tanpa dasar.


Amanda juga sama menatap Daniel dengan lekat. Mata yang tajam seperti elang. Pandangan Daniel dapat menghipnotis Amanda. Daniel hari ini terlihat sangat tampan dengan setelan pakaian hari ini.


"Ah,, sudahlah tuan" ujar Amanda mengalihkan pandangannya. "Tuan, tidak biasanya kau mengajakku makan dengan romatis seperti ini" Amanda berusaha mengubah suasana.


"Dengar, aku ini khawatir padamu. Aku tidak ingin kau sakit karna terus-terusan bekerja dan mengabaikan makanmu" balas Daniel.


Amanda bengong mendengar ucapan Daniel. Sejak kapan Daniel khawatir padanya?


Tanpa Amanda sadari, dia kembali menatap Daniel. Tapi kali ini dengan tatapan kagum.


"Apa aku begitu mengagumkan? Aku tidak masalah jika kau tatap seharian" ujar Daniel menggoda Amanda.


Amanda tersadar kemudian langsung membuang wajahnya.


Tiba-tiba handphone Amanda. berdering menandakan panggilan masuk. Amanda mendapat panggilan dari Farrel. Amanda tidak menjawab panggilan Farrel.


Farrel terus saja menelpon Amanda, namun Amanda tidak mau menjawab panggilan dari Farrel.


Daniel terganggu oleh suara handphone Amanda. Amanda juga sama terganggunya dengan Daniel.


Akhirnya Amanda memutuskan untuk menjawab panggilan itu.


"Aku permisi dulu tuan" ucap Amanda berjalan menjauh.


"Siapa yang menelpon Amanda? Sampai-sampai dia harus menjauhiku untuk menjawabnya" tanya Daniel dalam hati.


Daniel merasa tidak senang saat Amanda mendapat telpon dari orang lain. Wajahnya menjadi muram.


Gimana seru gak?☺


Maafnya kemarin author gak up🙏🏼


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉


Salam hangat dari author😁

__ADS_1


__ADS_2