
44
Amanda pergi ke ruangan Daniel. Amanda berpikir sambil berjalan.
"Kenapa tuan Daniel memanggilku? Apakah tuan Daniel akan memarahiku? Atau dia akan menyalahkanku atas apa yang terjadi?" pikir Amanda. "Apa dia akan menghukumku? Tapi aku tidak melakukan kesalahan apapun" lanjut Amanda.
Tak terasa kini Amanda sudah berada di depan pintu ruangan Daniel.
"Hem... Huh..." Amanda menarik nafas kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
Tok,, tok,, tok,, Amanda mengetuk pintu.
"Masuk" saut orang yang ada di dalam, yaitu Daniel.
Amanda masuk ke dalam dengan ragu. Amanda berdiri di depan meja kerja Daniel. Sementara Daniel sibuk memperhatikan layar laptop miliknya.
"Kenapa dia tidak bicara? Apa aku dipanggil hanya untuk melihatnya yang sedang melihat laptopnya?" pikir Amanda.
Amanda memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan, sebenarnya apa yang ingin tuan katakan?" tanya Amanda.
Daniel menatap Amanda sekilas. Lalu dia membalikkan laptopnya menghadap Amanda.
"Lihatlah, aku menemukan game baru" ucap Daniel.
Amanda melirik sekilas laptop dia kemudian dia membuang pandangannya. Amanda sejak lama sudah mengenal Daniel. Dia tau apa yang dimaksud dengan game baru bagi Daniel.
Perlahan tapi pasti, Daniel mendekat pada Amanda. Daniel menatap Amanda. Amanda menyadari kalau Daniel mendekat ke arahnya. Amanda bergerak memundurkan tubuhnya menjauh dari Daniel.
"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun tuan" ucap Amanda.
Daniel terus menatap Amanda.
"Aku hanya membela diri saja tuan" tambah Amanda.
__ADS_1
Amanda menghindari tatapan Daniel.
"Hahahah.." Daniel tertawa mendengar ucapan Amanda.
Tawa Daniel menggema di ruangan itu.
"Aku bisa mengandalkanmu untuk hal semacam ini di masa depan" ujar Daniel.
Daniel kembali mendekati Amanda. Dan Amanda memundurkan tubuhnya lagi.
Amanda hendak pergi, namun Daniel mencegahnya dengan memegang tangannya. Daniel memegang tangan Amanda dengan erat.
"Apa kamu akan pergi begitu saja?" tanya Daniel di sebelah teliga Amanda. Nadanya bergitu terdengar s*ns*al ditelinga Amanda.
"Ti-tidak ada yang perlu dibicarakan lagi tuan" jawab Amanda gugup.
"Apa kamu yakin?" tanya Daniel lebih dekat lagi.
Amanda tidak bisa menjawab pertanyaan Daniel. Kini situasinya terasa ambigu.
Amanda berusaha melepaskan tangannya Dari Daniel.
"Tidak tuan" jawab Amanda. "Em,, aku masih punya banyak pekerjaan tuan" ucap Amanda.
Amanda berhasil melepaskan tangannya dari Daniel. Dia langsung pergi tanpa berkata apa pun lagi.
Daniel tersenyum melihat tingkah Amanda. Daniel merasa lucu pada sikap Amanda.
"Siapa sebenarnya Amanda? Aku rasa dia bukan gadis biasa. Pasti ada rahasia tersembunyi tentangnya" pikir Daniel.
Daniel mulai mencurigai identitas Amanda. Dari cara Amanda menggambar menggunakan aplikasi, hingga cara Amanda menangani dan membalas perbuatan Mayang.
"Aku harus tau siapa Amanda sebenarnya" gumam Daniel.
Daniel memanggil seseorang ke ruangannya.
__ADS_1
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rio (asisten Daniel).
"Aku mau, kau cari informasi tentang Amanda. Setelah itu, kau laporkan padaku" titah Daniel.
"Baik tuan" balas Rio.
Rio pun keluar dari ruangan Daniel.
Daniel masih penasaran pada Amanda. Untuk mengobati rasa lenasarannya, Daniel pergi ke rumah Bagas untuk bertanya latar belakang atau identitas asli Amanda.
Daniel sudah sampai di rumah.
"Mana Amanda?" tanya Bagas.
"Dia tidak ikut kek" jawab Daniel.
"Seharusnya kau ajak Amanda" ujar Bagas kecewa.
"Lain kali aku akan membawanya" balas Daniel.
"Ada apa kau ke sini? Tumben sekali. Biasanya kau ke sini saat kakek memintamu. Tapi sekarang, kau datang dengan sendirinya" sindir Daniel.
"Kek, aku sibuk. Dan kebetulan hari ini aku ada waktu luang. Jadi aku mengunjungi kakek" balas Daniel.
"Jangan beralasan lagi. Ada perlu apa cucukku datang ke sini?" tanya Bagas.
"Baiklah karna kakek memaksa, aku akan mengatakan yang sebenarnya" ucap Daniel. "Aku ingin tau, siapa sebenarnya Amanda?" tanya Daniel.
Bagas menatap Daniel yang ada di hadapannya.
"Kau cari tau saja sendiri. Kau lebih berkuasa dari pada kakek. Tak butuh waktu lama untuk kau mengetahui identitas Amanda" balas Bagas.
Daniel cukup kecewa dengan jawaban Bagas. Tapi hal itu malah membuatnya lebih tertarik dan penasaran lagi pada sosok Amanda.
Maaf ya up nya lama dan juga sedikit🙏🏼😊
__ADS_1