
68
Amanda berusaha menahan sakit pada kakinya. Daniel melihat Amanda yang sedang menahan sakit. Dia sangat khawatir pada Amanda.
"Apakah sangat sakit?" tanya Daniel khawatir.
"Tidak terlalu" jawab Amanda berbohong.
"Kau pembohong yang payah. Jelas-jelas kau pasti kesakitan" ucap Daniel.
Amanda diam tak membalas ucapan Daniel. Amanda berpikir bagaimana lampu itu bisa jatuh?
"Bagaimana lampu itu bisa jatuh?" gumam Amanda.
"Aku juga tidak tahu" balas Daniel yang mendengar gumaman Amanda.
"Aku yakin ada orang yang sengaja melakukan ini" ucap Amanda curiga.
"Kau benar. Pasti ada yang sengaja ingin mencelakaimu" Daniel sependapat dengan Amanda.
"Tapi siapa orangnya?" tanya Amanda heran.
"Aku tidak tahu. Yang jelas, aku berjanji padamu akan menyelidiki kasus ini. Jika benar ada orang dibalik semua ini, aku tidak akan melepaskan" ucap Daniel dengan tegas pada Amanda.
Daniel menggenggam tangan kanan Amanda sebagai bentuk keyakinan. Amanda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Di dalam studio.
Gabby merasa senang saat melihat Amanda terluka. Tapi dia masih merasa kesal karna Amanda telah mengkritiknya di depan semua orang. Gabby berusaha mencaari pembelaan dari Albert.
"Baby,, Amanda sudah mengkritikku di depan semua orang. Aku sangat sedih,, sebelumnya tidak ada yang pernah berkata seperti ini padaku.." adu Gabby.
Albert menatap Gabby.
"Sudahlah. Kau selalu menyalahkan orang lain atas kesalahanmu. Yang Amanda katakan itu tidak salah. Pemikiranmu lah yang salah. Amanda itu mengatakan yang sebenarnya, dia berniat baik padamu. Tapi kau menyalah artikan niatnya sebagai kritikan bur*k" balas Albert dengan tegas.
Gabby tidak menyangka Ambert malah membela Amanda dengan tegas.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" tanya Gabby tak terima Albert membela Amanda.
__ADS_1
"Aku sangat sadar dengan apa yang ku katakan" jawab Albert yakin. "Aku akan ke menyusul Amanda" lanjut Albert yang kemudian pergi meninggalkan studio.
"Apa! Jangan, kau harus tetap bersamaku" cegah Gabby.
Namun Gabby tidak bisa mencegah Albert. Albert tetap pergi. Gabby semakin kesal pada Amanda.
Gabby pergi menyusul Albert ke luar. Tapi rupanya Albert sudah pergi jauh.
"S*alan" umpat Gabby marah.
Gabby memutuskan untuk pergi dari studio. Namun saat dia hendak pergi, Sonia datang dan mencegah Gabby.
"Apa kau Gabby?" tanya Sonia dari belakang.
Gabby membalikkan badannya dan menatap.Sonia dengan heran.
"Siapa kau? Bukahkah kau yang tadi masuk ke studio?" balas Gabby.
"Ya, Aku Sonia. Bisa bicara sebentar?" tanya Sonia.
"Tidak. Aku sedang kesal. Aku tidak mau berbicara dengan siapa pun. Apalagi denan orang asing sepertimu" tolak Gabby.
"Amanda, si gadis s*alan itu?" tanya Gabby.
"Ya. Amanda si gadis s*alan itu" jawab Sonia.
"Baiklah ayo" setuju Gabby.
Amanda dan Gabby pergi ke kafe dekat studio. Mereka berbincang-bincang tentang Amanda.
"Bagaimana kau bisa tau pada Amanda?" tanya Gabby penasaran.
"Aku sudah cukup lama mengenalnya. Dia itu wanita tidak baik" jawab Sonia.
"Tapi sebenarnya siapa dia? Dia hanya sekertaris biasa di perusahaan tuan Daniel. Tapi kenapa dia seperti orang yang samgat penting?" tanya Gabby.
"Dia adalah tunangan Daniel" jawab Sonia.
"Tunangan? Pantas saja dia sangat sombong. Rupanya dia tunangan dari tuan Daniel" ucap Gabby menganggukkan kepalanya. "Tapi dari mana kau tau semua ini?" tanya Gabby aneh.
__ADS_1
"Aku adalah teman masa kecil Daniel. Kami dulu sangat dekat. Tapi setelah detangan Amanda, dia merebut semuanya. Aku dan Daniel akan bertunangan. Tapi Amanda hadir dalam hubungan kami. Dia menggoda Daniel dengan segala cara. Daniel pun takluk pada Amanda. Daniel dan Amanda bertunangan. Aku pun dilupakan begitu saja" jelas Sonia.
"Apa? Benarkah? Aku tidak menyangka Amanda adalah gadis seperti itu" gumam Gabby tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Wajar saja Amanda seperti itu. Dia itu gadis kampung yang g*la akan harta. Aku yakin, bukan hanya Daniel yang akan menjadi korbaannya. Pasti akan ada orang lain yang menjadi korban" balas Sonia.
"Dia itu wanita tidak tau diri" geram Gabby.
Sonia dan Gabby terdiam.
"Pacarmu Albert adalah korban selanjutnya" ujar Sonia.
"Apa! Tidak mungkin" sangkal Gabby.
"Amanda sudah menghasut Albert. Dia membuat Albert memb*ncimu" Sonia berusaha menghasut Gabby.
"Itu tidak benar" sangkal Gabby lagi.
"Tidak benar apanya? Kau sudah merasakannya sendiri kan? Albert menjauhimu dan berpihak pada Amanda" ucap Sonia menjadi-jadi.
Gabby terdiam sambil mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar" umpat Gabby.
Sonia tersenyum melihat reaksi Gabby. Sonia sengaja mencuci otak Gabby agar semakin b*nci pada Amanda.
Setelah dari rumah sakit, Daniel membawa Amanda pulang ke rumah. Daniel tidak mengizinkan Amanda untuk bekerja. Tapi Amanda diam-diam Amanda membuat jadwal untuk melanjutkan syuting.
Keesokan harinya
Ketika Amanda terbangun di pagi hari, dia menc*um aroma harum masakan dari arah dapur. Saat dilihat, ternyata Daniel sedang memasak untuk dirinya.
Pagi semangat semuanya🤗
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉
__ADS_1
Salam hangat dari author😄