
90
Mayang tak terima semua orang mulai berpihak pada Amanda. Mayang memikirkan cara agar semua orang kembali percaya padanya.
"Apa kalian akan percaya begitu saja?" tanya Mayang.
Semua orang diam menatap Mayang.
"Bisa saja itu video editan. Itu video rekayasa. Video yang ditunjukkan oleh Amanda dan Farrel itu palsu. Aku bisa melihat itu. Mereka berusaha menipu kalian. Kalian jangan terpedaya olehnya" Mayang berusaha meyakinkan semua orang.
"Hahah,, lucu sekali" ujar Amanda tertawa.
"Nona Mayang, apa kau bodoh? Kita semua sudah tau zaman sudah modern. Kau pikir aku berada di mana saat kau berusaha menc*lakaiku? Kau pikir aku ada di hutan yang tidak ada penghuninya sama sekali? Heh,, kau itu salah Mayang" ucap Amanda dengan sinis.
"Kau pasti sudah tau aku di sana untuk apa. Aku di sana untuk melakukan syuting proyek. Aku tidak sembarangan memilih tempat, hingga aku melupakan keselamatan timku. Meskipun tempan stuting itu berada di hutan dan di tepi danau, bukan berarti tidak ada CCTV yang terpasang. Setiap sudut hutan itu sudah terpasang CCTV. Video yang aku tunjukkan itu asli, bukan sebuah rekayasa" jelas Amanda.
Semua orang terdiam. Termasuk Mayang.
"Jika kalian masih tidak percaya, kalian bisa lihat ini" Amanda mencari video di ponselnya.
Amanda menunjukkan video hasil bagaimana mendorong orang jatuh seakan-akan seperti kecelakaan.
"Jika Mayang berhasil melakukan seperti yang di video ini, maka dia tidak akan disalahkan. Tapi karna rencananya gagal, dia memutar balikan fakta" jelas Amanda.
"S*al. Kenapa bisa jadi begini? Tenang Mayang, kau pasti akan menang. Kau hanya perlu menjatuhkannya lagi. Jangan biarkan dia terus menguasai keadaan" gumam Mayang.
Mayang berpura-pura tenang dan membantah ucaoan Amanda.
"Huh,, Amanda. Semua orang juga tau zaman sudah modern, bisa saja video itu memang rekayasa. Jamun kau buat sedemikian rupa agar terlihat seperti rekaman CCTV" bantah Mayang.
__ADS_1
"Hah.." Amanda menghembuskan nafas panjang. "Rupanya kau masih tidak percaya. Baiklah, akan kubuat kau dan kalian semua percaya" ujar Amanda.
"Sebenarnya aku tidak mau memperlihatkan ini. Tapi karna kau mem*ksa, jadi akam kuperlihatkan" Amanda menggelengkan kepalanya.
Amanda mencari sebuah audio yang diberikan oleh Tio. Amanda menyalakan audio itu.
"Mayang, bagaimana ini? Hutang bapakmu itu sudah menggunung. Bapakmu itu terus saja berjudi. Dia tidak pernah bekerja. Dia banyak meminjam uang di mana-mana. Dia bahkan meminjam uang kerenternir. Kamu tau sendirikan, gimana cara renternir menagih hutang?" ucap ibu Mayang.
"Sabar bu. Sebentar lagi kita akan dapat uang dan akan melunasi hutang bapak" balas Mayang.
"Bagaimana caranya?" tanya ibu Mayang heran.
"Ibu tenang saja, aku akan memb*nuh Amanda. Dengan begitu aku akan mendapatkan uang"
"Siapa yang akan membayarmu karna memb*nuh Amanda?"
"Ada bu, ibu jangan khawatir. Akan ada orang yang memodaliku untuk memb*nuh Amanda"
"Bagaimana? Apa kau masih mau menyangkal?" tanya Amanda. "Sepertinya kau tidak bisa menyangkal lagi. Kau itu mudah dipengaruhi oleh orang lain. Kau tak lain hanya sebuah boneka saja. Dengan mudah kau mau diperintah oleh orang lain. Bahkan kau layak untuk disebut k*cung" lanjut Amanda.
Semua reporter terjeut dengan fakta baru yang baru saja mereka dengar. Semua orang mulai memarahi Mayang.
"Ih,, teganya dia"
"Dia rela memb*nuh orang lain hanya untuk melunasi hutan ayahnya yang suka berjudi"
"Di mama rasa malunya?"
"Aku rasa dia sudah tidak punya rasa malu"
__ADS_1
"Urat malunya sudah putus"
"Dia wanita tak tahu diri"
"Dia juga tidak punya hati"
Semua orang memarahi Mayang dengan pedas.
Seorang pria duduk dan tersenyum sambil melihat layar komputernya yang menunjukkan kekacauan. Pria itu sangat senang melihat kekacauan yang terjadi.
Ya, pria itu adalah Daniel. Sedari tadi Daniel sudah berada di rumah sakit. Dia ada di satu ruangan khusus untuk melihay sesi wawancara itu.
Daniel sangat senang melihat Amanda yang mengeluarkan bukti kuat untuk menjatuhkan Mayang dan membuatnya tidak bisa bangkit lagi. Amanda akan menunjukkan akibat dari berani mengusik sorang Amanda Batari. Amanda tidak akan segan untuk mempermalukan musuhnya di depan semua orang. Sudah cukup dia terus diam dan bersikap lunak pada musuhnya.
"Nona Mayang, apa benar itu adalah suaramu dan ibumu?"
"Kenapa kau melakukam itu?"
"Sepertinya kau memiliki d*ndam pada nona Amanda. Apakah itu benar?"
para reporter mulai bertanya.
"Ti-tidak. Ini semua bohong. Amanda mencoba memfitnaku. Dia ingin kalian beranggapan buruk tentangku. Ini semua tidak benar" jawab Mayang yang masih menyangkal.
Pada saat ini, Daniel tangan ke tengah kekacauan itu. Daniel berdiri di samping Amanda.
"Berani sekali kau menuduh Amanda. Aku tidak percaya kata-katamu. Aku lebih percaya pada calon istriku" ujar Daniel.
Amanda kaget dengan ucapan Daniel. Di depan semua orang Daniel mengatakan kalo dia istrinya. Betapa malunya dia saat ini.
__ADS_1
Semua orang senang dengan kedatang Daniel. Mereka juga senang dengan apa yang dikatakan Daniel. Akhirnya Daniel mengatakan calon istrinya. Meskipun sudah ada orang yang mengetahui Amanda adalah tunangannya, tapi itu masih menjadi misteri dan teka-teki yanh masih belum terpecahkan. Dan setelah mendengar ini dari mulut Daniel, terjawab sudah semua pertanyaan.