CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pelukan Hangat


__ADS_3

14


"Amanda" ujar Daniel.


Daniel menghampiri Amanda yang sedang duduk ketakutan dengan wajah pucat dan badan yang gemetar.


"Amanda, kau kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Daniel panik.


Amanda mengenali suara yang memanggilnya. Amanda mengangkat kepalanya.


"Tuan.." ucap Amanda dengan bibir yang bergetar.


"Ada apa dengamu?" tanya Daniel memegang pundak Amanda.


"Aku takut kegelapan tuan" jawab Amanda.


Daniel cukup terkejut saat mengetahui kalau Amanda takut pada kegelapan. Daniel menjadi lebih peduli pada Amanda. Hatinya juga menjadi lembut saat tau kalau Amanda takut pada kegelapan. Teringat kalau gadis kecil yang dia sukai juga sama takut pada kegelapan.


"Gadia itu juga takut pada gelap. Kenapa bisa sama?" tanya Daniel dalam hatinya.


Daniel membantu Amanda untuk berdiri.


"Kita pulang ya" ucap Daniel.


Amanda mengangguki ucapan Daniel.


"Apa kamuu bisa berjalan?" tanya Daniel.


Amanda mengangguki pertanyaan Daniel.


Daniel juga membantu Amanda berjalan. Namun Amanda sangat sulit untuk berjalan. Dia takut berjalan dalam kegelapan meskipun dia dituntun.


Amanda tidak mau membuka matanya.


"Buka matamu. Bagaimana kau bisa berjalan jika kau menutup matamu?" titah Daniel.


Amanda membuka matanya. Baru sedikit membuka mata, Amanda sudah takut dan langsung memeluk Daniel. Daniel terkejut saat Amanda memeluknya.


"Aku tidak mau membuka mataku" ucap Amanda yang terdengar akan menangis.


Daniel bingung, bagaimana dia bisa berjalan jika Amanda memeluknya? Akhirnya dia terpikirkan satu cara agar dia dan Amanda bisa pulang. Yaitu dengan menggendong Amanda.

__ADS_1


Amanda tidak masalah saat Daniel menggendongnya. Amanda membenamkan wajahnya di dada bidang Daniel. Amanda merasa aman saat ada dalam gendongan Daniel.


Dalam hati Daniel muncul kasih sayang untuk Amanda. Daniel membawa Amanda pulang dengan mobilnya. Daniel menggendong Amanda untuk sampai di mobilnya, karna Amanda tidak bisa berjaalan dengan benar akibat gemetaran. Daniel menyamankan Amanda di dalam gendongannya.


Daniel mendudukkan Amanda di samping kursi pengemudi.


"Kau bisa membuka matamu. Sekarang kita berada di mobil" ucap Daniel.


Amanda membuka matanya sedikit. Amanda sedikit lega saat dia sudah ada di mobil. Namun itu tak mengusir rasa takut dan panik dalam hati Amanda.


Amanda kembali memejamkan matanya.


"Kenapa kau memejamkan matamu lagi?" tanya Daniel. "Buka matamu. Jika kau terus memejamkannya dengan paksa, nanti matamu akan sakit" titah Daniel.


Amanda menggelengkan kepalanya.


Daniel tidak mau mem*ksa Amanda. Jika dia mem*ksanya, dia takut Amanda akan semakin panik.


Sambil mengemudi, Daniel melirik Amanda yang tampak lemah merasa bersalah. Kalau saja Daniel menyimpan nomor Amanda, mungkin Amanda tidak akan seperti ini.


Sesekali Daniel mengelus kepala Amanda guna untuk menenangkannya.


Sampai di rumah, Daniel kembali menggendong Amanda untuk ke kamarnya. Daniel mendudukkan Amanda di tempat tidur. Daniel hendak pergi dari kamar Amanda, namun Amanda menarik celana Daniel.


Melihat Amanda, Daniel jadi teringat kembali pada gadis kecil dulu. Daniel merasa Amanda dan gadis kecil itu sama. Dari hari pertama mereka bertemu saja sudah sama, sekarang semakin dilihat, mereka semakin sama.


"Aku akan membawakan air untukmu" ucap Daniel.


Amanda menggelengkan kepalanya.


"Kau harus minum.." ucap Daniel.


Akhirnya Amanda melepaskan pelukannya dari Daniel.


Daniel memberikan minum pada Amanda. Setelah minum, Daniel menyuruh Amanda untuk berbaring. Amanda menuruti setiap ucapan Daniel.


Saat Daniel hendak pergi, lagi-lagi Amanda melarangnya dan langsung memeluknya. Amanda tidak ingin ditinggal sendiri.


Dengan terpaksa, Daniel berbaring di samping Amanda. Amanda memeluk tangan Daniel dengan erat, seolah tidak mau kehilangannya.


Kali ini Amanda tidak menutup matanya. Amanda terus membuka matanya dan menampilkan ekspresi ketakutan.

__ADS_1


"Tutup matamu dan tidur" ucap Daniel.


Amanda tidak bisa menutup matanya untuk tidur. Setiap kali Amanda hendak menutup matanya, tiba-tiba saja matanya terbuka lebar dan ketakutan.


Daniel mencoba melepaskan pelukan Amanda pada tangannya. Tapi Daniel tidak bermaksud untuk meninggalkan Amanda. Daniel bermaksud untuk memperbaiki posisinya, agar nyaman untuknya dan juga Amanda.


Sekarang Amanda tidak memeluk tangan Daniel. Amanda memeluk tubub Daniel.


"Tutup matamu. Aku tidak akan pergi ke manapun. Aku akan di sini bersamamu" ucap Daniel.


Amanda menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel. Daniel mengelus kepala Amanda agar Amanda lebih tenang dan bisa tidur.


Hangat. Itulah yang dirasakan Amanda saat berada dipelukan Daniel. Amanda merasa tidak ingin berpisah dari Daniel. Amanda ingin terus seperti ini bersamanya.


Daniel tidak menyangka Amanda mempunyai sisi lemah seperti ini. Apalagi Amanda mempunyai phobia kegelapan, itu akan sangat berbahanya untuknya.


"Apa mungkin Amanda adalah gadis kecil yang dulu? Mereka terlihat sama" pikir Daniel. "Jika saja Amanda adalah gadis kecil itu, aku janji, aku akan menjaga dengan sekuat tenagaku. Aku tidak akan membiarkan dia terluka sedikitpun. Aku sangat menyesal karna sudah bersikap dingin padamu Amanda. Maafkan aku atas sikap ku selama ini" lanjut Daniel dengan menyesal.


Pagi telah tiba.


Amanda bangun dari tidurnya. Dia melihat sekelilingnya yang terlihat tidak asing. Amanda menyadari kalau dirinya tidur sambil memeluk Daniel. Bahkan sekarang pun Amanda belum melepaskan tangannya dari tangan Daniel.


"Tuan Daniel?" tanya Amanda.


Amanda ingat kalau semalam dirinya mengirimkan sms pada Daniel. Amanda melihat wajah Daniel yang tampak sangat lelah. Meski terlihat lelah, ketampanan Daniel tidak berkurang sedikitpun.


"Terima kasih tuan, karna kau sudah menolongku. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika saja kau tidak datang saat itu" gumam Amanda.


Amanda memandang lekat wajah Daniel.


"Tapi kenapa kau ada di kamarku tuan?" tanya Amanda dengan bergumam.


Daniel mendengar gumaman Amanda, karna sebenarnya dia sudah bangun sejak Amanda bangun. Daniel membalas pertanyaan Amanda dengan tatapan dingin karna Amanda tidak melepaskan pelukan dari tubuhnya. Amanda terkejut melihat Daniel yang tiba-tiba membuka matanya.


"Apa dia sudah bangun dari tadi? Sejak kapan dia bamgun?" tanya Amanda dalam hati.


Amanda dan Daniel duduk dari tidurnya.


"Kau jangan salah paham. Semalam kau yang tidak membiarkanku pergi. Kau tidak perlu takut, aku tidak mengambil keuntungan darimu" jelas Daniel agar Amanda tidak salah paham padanya.


"Iya tuan, aku tau. Aku tidak salah paham padamu. Sebaliknya, aku berterima kasih padamu atas semalam. Aku tidak tau jika kau tidak datang,, mungkin aku tidak bisa membuka mataku lagi" balas Amanda.

__ADS_1


Daniel dan Amanda saling bertatapan.


__ADS_2