
72
Penata cahaya menyalakan lampu berwarna ******.
"Arahkan pada gaun ini" titah Amanda.
Semua orang melihat ke arah kancing gaun. Namun kancing gaun itu tak berubah sedikit pun. Semua orang menatap dengan bingung.
"Tidak berubah sedikit pun. Sebenarnya apa yang mau kau buktikan Amanda? Sudahlah, hentikan ini. Jangan mempermalukan diri sendiri" ejek Gabby.
Amanda tersenyum. Mereka masih belum melihat keajaiban dari kancing yang ada di gaun itu.
"Ganti warna lampunya menjadi warna merah" titah Amanda.
Penata cahaya menuruti ucapan Amanda.
Amanda memegang kancing yang tersisa di gaun itu dengan tangannya. Setelah beberapa saat, Amanda melepaskan tangannya dan menunjukkan ke semua orang.
"Arahkan pada kancing gaun ini" ucap Amanda.
Penata lampu mengarahkan lampu pada kancing gaun. Dan tertanya apa yang dikatakan Amanda memang benar. Kancing itu berubah warna menjadi merah menyala. Semua orang kaget melihat hal itu.
"Wah,, bagaimana bisa?"
"Ini menakjubkan"
"Ini sangat indah"
"Aku belum pernah melihat yang seperti ini"
Banyak orang yang kagum pada perubahan warna kancing gaun itu.
"Sekarang, arahkan pada tanganku" titah Amanda.
Penata lampu mengarahkan pada tangan Amanda.
Semua orang terkejut lagi. Telapak tangan Amanda menjadi merah menyala.
__ADS_1
"Ah,, ternyata benar. Tangan nona Amanda menjadi merah" ujar salah seorang.
"Kalian bisa melihatnya sendiri. Ini adalah bekas yang ditinggalkan kancing" ujar Amanda.
"Berarti, jika benar Gabby yang menggunting kancing gaun itu, tangannya juga pasti akan berubah seperti kau. Karna otomatis Gabby akan memegang kancing itu" ucap Farrel.
"Kalo begitu, tunjukkan tanganmu" titah Daniel.
"Tidak, aku tidak mau. Tuan Daniel, itu tidak benar. Bukan aku yang melakukan itu" tolak Gabby.
"Kenapa? Apa kau takut ketahuan?" tanya Amanda.
"Untuk apa aku takut? Aku tidak melakukan itu" balas Gabby.
"Maka tunjukkan pada semua orang kalo kau tidak bersalah" tantang Amanda.
"Kau menantangku? Hah?" Gabby mengangkat tangannya bersiap untuk men*mp*r Amanda.
Namun Amanda dengan cepat menahan tangan Gabby. Amanda memegang tangan Gabby dengan kuat. Semua orang terkejut saat Gabby mengangkat tangannya pada Amanda.v
"Dengan mengangkat tanganmu padaku, menunjukkan kalo kau memang melakukan itu" ucap Amanda pada Gabby dengan pelan. Tapi Gabby mendengar apa yang dikatakan oleh Amanda.
"Jangan memberontak. Atau tanganmu akan putus ditanganku" ucap Amanda dengan tatapan taj*m bak burung elang yang sedang menatap mangsanya.
Seketika Gabby takut melihat tatapan Amanda.
"Cepat sorot tangan Gabby" titah Amanda.
Lagi-lagi semua orang dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Kali ini mereka sangat terkejut. Tangan Gabby berubah menjadi warna merah menyala, seperti tangan Amanda.
Amanda melepaskan tangan Gabby.
"Apa ini? Kenapa tanganmu berubah warna merah?" tanya Amanda.
"Lihat lah,, dia menuduh orang lain yang bersalah. Tapi ternyata dia lah yang bersalah"
"Apa dia tidak malu akan perbuatannya?"
__ADS_1
"Padahal dia itu aktris senior terkenal. Tapi dia tega nelakukan itu"
"Aku curiga, jangan-jangan popularitas yang dia dapatkan juga sama seperti ini"
"Benar. Tapi kali ini dia gagal"
Banyak komentar dari orang lain untuk perbuatan Gabby.
Albert sudah tidak tahan dengan perlakukan Gabby. Dia mendekat ke arah Gabby.
"Apa kau tau, apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan ini? Apa kau tidak punya akal sama sekali?" tanya Albert marah.
Gabby menatap lantai studio tanpa berucap.
"Dari awal aku memang tidak mau kau menjadi Brand ambasador ini. Tapi aku menghormati keputusan nona Amanda. Kau tau, di luar sana masih banyak aktris hebat selain kau. Tapi nona Amand menghormatimu sebagai pacarku. Dia memberikan kesempatan untuk kau menjadi Brand ambasador. Bahkan dia tidak meminta izin pada tuan Daniel. Bahkan tuan Daniel pun menghormati keputusan nona Amanda. Tapi kau tidak menyadari hal itu" Albert memarahi Gabby di depan umum.
Albert memijit kepalanya pertanda prustasi dengan kelakukan Gabby.
Albert melihat ke arah Chen, dia adalah manager Gabby.
"Pak Chen, sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana?" tanya Albert pada Chen.
"Tuan, sebenarnya,, Gabby mencopot kancing gaun itu menggunakan gunting dan membuangnya ke dalam kloset lalu menyiramnya" jawab Chen dengan jujur.
Semua orang kaget dengan pernyataan Chen. Mereka tak habis pikir pada tindakan Gabby.
"Cepat cari kancing itu disaluran air. Cari kancing itu sampai ketemu" titah Daniel.
Daniel menyuruh orang untuk mencari kancing gaun Amanda.
"Apa sebegitu b*ncinya kau, padaku Gabby?" tanya Amanda.
Hening sesaat.
"Hah..." Amanda menghembuskan nafas panjang.
"Maaf, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan kontrak ini denganmu" ucap Amanda pada Gabby.
__ADS_1
Gabby membulatkan matanya mendengar Amanda memutuskan kontrak dengannya.