
40
Amanda tidak mengiraukan pertanyaan Mayang. Dia juga tidak mau menjelaskan apa yang terjadi. Amanda menatap Mona.
"Nona Mona, Apakah kamu mempunyai cadangan?" tanya Amanda.
"Heheheh.." Mona tertawa kecil. "Cadangan? Yang benar saja Amanda, aku tidak mempunyai cadangan desainnya. Aku tidak pernah punya cadangan karna aku selalu bekerja dengan kompeten, tidak teledor seperti kamu" jawab Mona mengejek Amanda.
Amanda terdiam.
"Aku juga tidak punya cadangannya" ujar Amanda.
Amanda menunjukkan ekpresi pasrah.
"Berapa lama untuk menggambar ulang desainnya?" tanya Amanda pada Mona.
"Setidaknya 2 hari" jawab Mona.
"2 hari.." gumam Amanda.
"Nona Amanda, cara kerjamu tidak sesuai setandar. Desain proyek yang berharga saja sampai bisa hilang. Bagaimana jadinya jika seluruh dokumen diserahkan padamu? Mungkin jika ada orang yang berniat mencuri dokumen yang ada padamu, kau tidak akan sadar" cib*r Mayang. "Sungguh, kau tidak pantas berada di perusahaan ini" lanjut Mayang.
Mayang terus saja menyindir Amanda. Amanda hanya diam mendengar sindiran dari Mayang.
"1 jam" ujar Amanda.
Semua orang menatap Amanda dengan bingung.
"Beri aku waktu 1 jam, dan aku akan menyelesaikan desain proyek ini" ucap Amanda.
"Baiklah, aku beri kamu waktu 1 jam. Jika kamu tidak bisa menyelesaikan desainnya, kamu akan mendapat hukuman" balas Daniel.
"Baik tuan" setuju Amanda.
Amanda terlihat bergitu santai saat mengatakan dia akan menyelesaikan desainnya dalam waktu 1 jam.
Mayang dan Mona dari awal memang sudah tidak menyukai Amanda. Mereka terus saja mengejek Amanda.
"Tidak tau diri. Sudah jelas desain itu tidak akan bisa selesai dalam 1 hari. Ini malah mau menyelesaikan desain dalam 1 jam" ejek Mona.
"Benar, dasar wanita tidak tau diri" timpal Mayang.
Amanda tidak memperdulikan ejekan dari Mayang dan Mona. Amanda mengambil laptopnya dan membuka suatu aplikasi.
Amanda menggunakan aplikasi itu untuk menggambar desain. Amanda terlihat terampil dan sangat serius. Amanda mengerjakan desain itu dengan santai, tampak seperti tidak ada tekanan pada dirinya.
Daniel memperhatikan Amanda dengan serius. Dia ingin lihat sejauh apa kehebatan Amanda.
Menit demi menit berganti. Belum juga 1 jam, Amanda sudah menyelesaikan desain. Amanda menyelesaikan desain itu dalam waktu 55 menit.
Sekali lagi Amanda membuat Daniel takjub akan kehebatannyan.
__ADS_1
Mona yang merupakan desainer departemen perhiasan, tidak dapat membuat desain secepat itu. Tetapi Amanda dapat melakukan itu.
Bukan hanya itu, Amanda juga mengubah sedikit dari dari desain asalnya. Namun perubahan itu membuat desain menjadi lebih berasa. Hal itu membuat orang-orang sangat tertarik melihatnya.
Daniel sangat kagum pada desain buatan Amanda. Bukan hanya pada desannya saja, Daniel juga mengagumi pembuat desainnya yaitu Amanda.
Mayang tidak menyangka Amanda akan bisa melakukannya. Dia suka melihat Amanda berhasil. Mayang merasa geram dan juga iri pada Amanda. Namun dia tidak bisa menunjukkannya di depan semua orang.
Amanda menapilkan desain buatannya dilayar presentasi. Amanda menjelaskan desain itu pada Albert.
"Tuan Albert, ini adalah desain perhiasan perusahaan kami yang bernama DARAY. Kami mengusung tema rasa cinta. Bisa dilihat, motif perhiasan ini terlihat sangat rumit. Namun sebenarnya, 1 motip berkaitan dengan motif yang lain dan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Seperti inilah rasa cinta. Terlihat rumit, namun sebenarnya mengikat dan tidak bisa dipisahkan" jelas Amanda.
Amanda menjelaskan desain proyek dengan penuh senyuman.
Albert sangat puas dengan hasil yang diberikan oleh Amanda. Dia bertepuk tangan untuk Amanda karna sudah memperkenalkan desain yang begitu mengagumkan.
"Kau sangat hebat. Aku sangat suka pada desain ini. Daniel, kau beruntung mempunyai karyawan seperti Amanda. Jika aku ada diposisimu, aku tidak akan membiarkan Amanda jatuh ke tangan orang lain. Amanda itu 1 berbanding 100 karyawan. Kau tidak akan sia-sia jika mempunyai Amanda" puji Albert.
"Terima kasih tuan Albert, tapi aku tidak sehebat itu" balas Amanda merendahkan hati.
Rapat berakhir dengan sukses. Albert dan Daniel sangat senang dan juga puas.
Karna rapat sudah berakhir, Albert akan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Daniel, Amanda, Mona dan Mayang berjabat tangan dengan Albert secara bergantian.
"Terima kasih Daniel, aku senang bisa bekerja sama denganmu" ucap Albert.
"Kalo begitu, aku pamit dulu. Aku akan kembali ke hotel" pamit Albert.
"Mau ku antar?" tawar Daniel.
"Tidak usah, sopirku sudah menjemputku. Dia sudah ada di bawah" tolak Albert dengan halus.
"Baiklah kalo begitu" balas Daniel.
"Tuan Albert, senang bisa bertemu denganmu" ucap Amanda.
"Aku juga sangat senang. Baru kali ini aku bertemu dengan karyawan terampil sepertimu" balas Albert dengan memuji Amanda lagi.
Amanda tersenyum menanggapi pujian dari Albert.
Sementara Mona dan Mayang terbakar api amarah yang ada di hati mereka.
"Terus saja puji dia, sampai mulutmu berbuih" ucap Mayang dalam Hati.
"Puji lagi saja dia. Kali ini keberuntungan sedang berpihak padanya. Lihat saja nanti Amanda" ucap Mona dalam hati.
"Aku menantikan kejutan lain darimu" ucap Albert.
Amanda tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Albert pun pergi dari perusahaan Daniel menuju hotel.
Kini hanya ada Amanda, Daniel, Mona dan Mayang di ruang konferensi.
Meskipun rapat kali ini sukses, tapi sebelumnya Daniel sudah sangat kecewa karna desain proyek hilang.
"Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Daniel dingin pada ketiga wanita yang ada di ruangan itu.
"..." tidak ada yang menjawab pertanyaan Daniel.
"Kalian sangat ceroboh dalam bekerja" ucap Daniel memarahi Amanda, Mona dan juga Mayang.
"Amanda lah yang ceroboh tuan. Dia sudah menghilangkan gambar desainnya" ucap Mayang.
"Iya tuan, dia tidak bisa diandalkan" timpal Mona.
"Kau yang tidak bisa diandalkan Mona!" ucap Daniel dengan menaikkan sedikit nada bicaranya.
Mona dan Mayang terdiam.
"Amanda tidak berada didepartemen desain perhiasan, tapi dia bisa menggambar desain perhiasan dengan sangat bagus. Dan kau? Kau adalah kepala departemen desain perhiasan. Kau tidak bisa menggambar desain sebagus Amanda" ucap Daniel dengan marah.
Mona menundukkan kepalanya.
"1 jam. Amanda mengerjakan desain itu hanya dalam 1 jam saja. Itu pun kurang. Dan kau? 2 hari. Kau bilang butuh waktu 2 hari untuk mengerjakan ulang desainnya. Sangat memalukan. Seorang kepala departemen desainer perhiasan dikalahkan oleh karyawan dari departemen sekretaris dalam merancang desain" lanjut Daniel.
Tidak ada yang berani mengucapkan apa pun lagi.
Mayang adalah orang yang sudah mengambil risiko besar untuk mengganti desain proyek dengan selembar kertas kosong. Awalnya Mayang kira Amanda akan dipercat karna hal ini. Namun hal ini malah membuat Amanda terligat sangat hebat dan lebih menonjol lagi.
Daniel membiarkan ke-3 karyawannya untuk pergi.
Mona dan Mayang hendak melangkah meninggalkan ruangan itu, namun langkah mereka terhentinkaran panggilan Amanda.
"Tunggu" ucap Amanda.
Mona dan Mayang menghentikan langkahnya dan menatap Amanda. Daniel juga ikut menatap Amanda.
"Ada sesuatu yang inginku sampaikan" ujar Amanda.
Gimana,, seru gak?😄
Seperti biasa, author minta like ya supaya author semangat😆
Kalo likenya 50 lebih, author akan up lagi☺
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😁
Terus dukung author😉
__ADS_1