
63
Beberapa hari berikutnya, Amanda dan Daniel saling menjaga jarak. Mereka berusaha untuk tidak bertemu dan berbicara.
Selama beberapa hari ini, Amanda mengerahkan seluruh tenaganya untuk proyek yang sedang dijalaninya bersama Albert. Ketika Amanda teringat masalahnya dengan Daniel, dia langsung menyibukan diri sesibuk-sibuknya.
Albert sangat puas pada kerja Amanda dalam proyek ini. Begitu sampel dari perhiasan proyek ini ada, Amanda langsung menghubungi Albert untuk berdiskusi.
Keesokan harinya, Amanda dan Albert mengadakan rapat. Rapat dilaksanakan di perusahaan Albert. Rapat hanya dihadiri oleh 3 orang, yaitu Amanda, Albert dan Rafi. Daniel tidak ikut rapat kali ini. Amanda pun tidak ingin Daniel hadir dirapat ini. Amanda masih bisa mengatasi rapat ini sendiri tanpa bantuan Daniel.
"Tuan, ini adalah sampel dari perhiasan DARAY" ucap Amanda menunjukkan sampel perhiasan.
"Waouh incroyable,, étonnante,, ini sangat bagus" puji Albert.
Amanda tersenyum atas pujian yang diberikan oleh Albert.
"Kau sangat hebat dalam segala hal. Ini sangat bagus, aku menyukainya. Aku tidak pernah melihat perhiasan seindah dan secantik ini" lanjut Albert.
Albert terlalu menyukai dan memuji hasil kerj Amanda.
"Jika ada yang ingin tuan ubah, saya bisa.." ucapan Amanda dipotong oleh Albert.
"Tidak, tidak. Tidak ada yang perlu diubah. Ini sudah sangat sempurna" potong Albert.
"Baiklah tuan" balas Amanda.
Albert terus saja menatap sampel perhiasan itu. Tatapannya tak pernah lepas dari mbnda yang menuruthya cantik itu.
"Tuan, untuk Brand ambassador perhiasan ini, kita bisa merekrut artis di negara Indonesia. Artis negara Indonesia tidak kalah dengan artis luar negri" usul Amanda.
"Ya, boleh saja. Siapa pun yang kau pilih, aku setuju" balas Albert.
Amanda dan Albert sedang mendiskusikan Brand ambasador. Namun diskusinya terganggu oleh suara wanita yang berteriak dari arah pintu.
"Baby.." teriak wanita itu.
Amanda, Albert dan Rafi melihat ke arah sumber suara.
"Gabby! Sedang apa kau di sini?" tanya Albert kaget.
Albert berdiri karna kaget.
"Jangan panggil aku dengan namaku. Kau lupa siapa aku?" protes Wanita yang bernama Gabby.
"Hem.." Albert menghembuskan nafas pasrah. "Sayang,, sedang apa kau di sini? Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Albert.
"Kenapa kau selalu begitu,, kau selalu lupa aku ini pacarmu" rajuk Gabby.
Ya, wanita itu bernama Gabby dan dia adalah pacar Albert. Gabby juga seorang aktris film asal Indonesia yang cukup terkenal.
Saat Gabby mendengar Amanda dan Albert mendiskusikan tentang Brand ambasador, dia segera masuk ke dalam.
__ADS_1
"Maaf,, maaf.." ucap Albert.
"Ini yang terakhir kalinya" ucap Gabby.
"Iya" balas Albert.
Gabby berdiri disebelah Albert.
"Nona Amanda, untuk membahas Brand ambasador sepertinya kita harus menunggu lain waktu" ucap Albert.
"Ba--" baru juga Amanda ingin menjawab, perkataan dipotong oleh Gabby.
"Apa! Brand ambasador? Baby,, aku saja yang jadi Brand ambasadornya" pinta Gabby sambil bermanja pada Albert.
Albert dan Amanda melihat Gabby.
"Kau tidak sadar, pacarmu ini seorang aktris terkenal, cantik, s*x*, menawan, anggun, feminim, sudah banyak merk luar negri yang mengendorsku. Followers ku juga banyak. Jika kau menjadikanku Brand ambasadormu, kau tak akan sia-sia" bujuk Gabby.
"Dengar, ini bukan hanya proyekku. Ini juga proyek Daniel. Aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri" balas Albert.
"Ah,, ayolah,, kau tidak akan menyesal baby.." rengek Gabby.
Gabby enggan melihat Amanda. Ya,, memang seperti itulah sipat Gabby. Dia agak sombong ya, jadi harap dimaklum. Tapi dia baik kok. Itu juga mungkin.
"Tapi.." Albert hendak berucap, namun Amanda memotongnya.
Amanda tau Albert akan menolak, oleh sebab itu Amanda memotong ucapannya. Amanda berpikir tidak ada masalah jika mencoba Gabby sebagai Brand ambasador proyek ini.
"Aku setuju dengan ucapan pacar anda tuan" ucap Amanda.
"Siapa kau?" tanya Gabby dengan tatapan penuh selidik.
"Ah, aku lupa belum memberitahumu. Perkenalkan, dia Amanda. Dia adalah orang yang mengatur proyek bersamaku" Albert memperkenalkan Amanda.
"Kau bilang proyek ini bersama Daniel. Lalu siapa dia?" tanya Gabby.
"Dia adalah sekretarisnya. Dia orang yang mengatur proyek perusahaan Daniel" jawab Albert.
"Ooh.." balas Gabby.
"Apa tidak masalah jika Gabby yang menjadi Brand ambasadornya?" tanya Albert memastikan.
"Tentu saja tuan. Aku tidak masalah. Lagi pula, aku tau nona Gabby adalah aktris terkenal. Aku yakin dia akan membawa perhiasan DARAY melambung tinggi. Dan lagi, aku adalah salah satu fans beratmu" jawab Amanda.
"Ah,, benarkah? Owh,, aku tidak menyangka kau itu fansku" balas Gabby terharu saat Amanda mengatakan kalo dia fansnya. "Kalian tenang saja. Soal bayaran, aku bisa menurunkannya" lanjut Gabby.
"Jika kau sudah berkata seperti itu, aku akan mengikuti keputusanmu nona Amanda" balas Gavin.
Gabby merasa sangat senang.
"Kita sudah mendapat Brand ambasador wanita. Sekarang kita hanya perlu mencari Brand ambasador pria-nya" ucap Amanda.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Farrel? Dia ada di Indonesia. Aku yakin dia akan cocok. Hanya dia yang bisa bersanding denganku. Level kami tidak jauh beda" usul Gabby.
"Ya, kau benar" balas Albert.
Albert dan Gabby setuju Farrel menjadi Brand ambasador pria. Dan mau tidak mau, Amanda juga setuju.
"Baiklah, Farrel akan menjadi Brand ambasador pria proyek kita" setuju Amanda dengan terp*ks*.
Amanda izin untuk ke kamar mandi sebentar. Saat di kamar mandi, Amanda menelpon Farrel.
"Ada apa Amanda?" tanya Farrel setelah telponnya tersambung.
"Aku ingin mengatakan 2 hal padamu" jawab Amanda.
"Apa itu?" tanya Farrel.
"Pertama, ada yang mengirimkan foto kau dan aku saat di kafe pada tuan Daniel" jawab Amanda.
"Apa! Benarkan? Tidak masalah" jawab Farrel dengan mudahnya.
"Tidak masalah? Kau tau, aku dimarahi habis-habisan oleh tuan Daniel" ucap Amanda geram.
"Itu tandanya dia tidak sepenuhnya percaya padamu" balas Farrel.
"Huh.." Amanda hanya mendengus kesal.
"Yang kedua?" tanya Farrel.
"Kau menjadi Brand ambasador pria proyek tuan Daniel dan tuan Albert" jawab Amanda.
"Kabari aku untuk mulai syutingnya" ucap Farrel kemudian menutup telponnya.
"Heh,, apa seperti ini caranya menerima pekerjaan?" gumam Amanda yang merasa aneh.
Rapat telah selesai, kini Amanda sudah kembali ke perusahaan Daniel.
"Nona Amanda" panggil Mia yang juga seorang sekertaris.
"Iya" balas Amanda.
"Kau dipanggil ke ruangan tuan Daniel" ucap Mia.
"Baiklah. Terima kasih" ucap Amanda.
Amanda terdiam.
"Untuk apa lagi dia memanggilku?" gumam Amanda.
Terima kasih sudah mampir 😊
Terus dukung Amanda sama Daniel ya😆
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😉
Salam hangat dari author😁